Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Papa pemarah


__ADS_3

Satria begitu mengagumi kecantikan Nirina yang natural, dia tidak bisa mengedipkan matanya kala menatap wajah Nirina dihadapannya.


Begitupun dengan Nirina, dia juga merasa ada yang aneh saat menatap wajah Satria, perasaannya aneh.


Dan seketika.


"Oh astaga maafkan aku?"


Ucap Nirina pada Satria yang tidak ingin berlarut dalam menatap wajah tampan Satria.


Perasaan Nirina masih belum bisa dia kendalikan, denyut jantungnya tidak beraturan,


"Ada apa denganku? Ayo tenanglah?"


Nirina coba Menenangkan dirinya.


Satria pun tersenyum melihat semua tingkah Nirina.


Nirina pun akhirnya pamit kembali ke kamar Devan, karena pasti saat ini dia sudah menunggu dirinya.


"Baiklah, salam untuk anak kamu, semoga cepat sembuh, dan semoga kita bisa berjumpa lagi ya"


Jawab Satria dengan senyumnya yang menawan membuat Nirina tidak bisa berhenti menatapnya.


"Senyumannya, astaga"


Ucap hati Nirina yang terpukau akan senyum Satria yang manis.


"Ia, semoga, kalau begitu saya pamit ya"


Jawab Nirina dengan tingkahnya yang salah hingga dia tidak sengaja akan menabrak orang yang ada di depannya.

__ADS_1


"UPS sorry"


"Hati-hati donk mba kalo jalan?"


Satria pun tersenyum melihat pemandangan tersebut, dia sangat merasa puas membuat Nirina salah tingkah karena senyumnya.


Sepanjang jalan menuju kamar Devan, Nirina memang tidak bisa berhenti memikirkan Satria, entah apa yang terjadi padanya.


Hingga akhirnya dia sampai di kamar Devan, disana Devan memang sudah menunggunya.


"Bunda kemana saja, ko lama sekali, papa menelpon dari tadi?"


Ujar Devan pada Nirina memberitahu jika Ferdian terus berusaha menghubunginya dari tadi,


Nirina pun meminta maaf pada Devan dan menceritakan semua yang terjadi padanya.


"Astaga, tapi bunda tidak apa kan?"


Nirina pun meminta Devan untuk tidak mencemaskannya, karena ada seorang pria yang berhasil menjadi pahlawan nya.


"Satria"


Tak sengaja Nirina menyebut nama Satria di depan Devan, dan itu membuat Devan mencurigainya.


"Siapa Satria Bu?"


Sontak Nirina terkejut mendengar pertanyaan sang buah hati akan Satria.


Tak lama berselang Ferdian kembali menghubunginya, Nirina pun menjawab panggilan suaminya itu.


Dan saat dia angkat, Nirina langsung meng load speaker panggilannya.

__ADS_1


"Kamu darimana saja sih?, dari tadi aku coba hubungi kamu tapi tidak pernah kamu jawab, kamu sudah bosan denganku? Bicaralah jangan seperti ini?"


Sebuah sapaan dari Ferdian dei sebrang telpon yang Devan dengar bersama ibunya.


Nirina pun terkejut dan


"Ada apa mas, ini aku sedang bersama Devan?"


Nirina coba memberi kode pada Ferdian untuk tidak memerahnya di depan sang anak, karena itu tidak baik, namun Ferdian tidak mempercayainya.


"Alah itu alasanmu saja untuk menghindari aku, mentang-mentang sekarang aku sedang tidak ada disana, jadi kamu bebas kesana kemari? Cobalah hargai aku disini"


Jawab Ferdian dalam keadaan yang marah pada Nirina karena dia tidak menjawab panggilannya dari tadi.


Devan pun sangat terkejut dan baru tahu ternyata ayahnya begitu pemarah pada sang bunda,


Tidak ingin Devan lebih banyak mendengar semua ocehan suaminya, Nirina pun menutup panggilan dari Ferdian Karana tidak ingin Devan lebih lama mendengarkan kemarahan ayahnya.


"Maafkan papamu nak? Lupakan ya, lebih baik sekarang kamu makan dan minum obat, setelah itu istirahat agar kamu bisa segera sembuh dan bisa pulang, oke"


Ucap Nirina pada Devan mencoba membuatnya merasa tenang dengan senyumnya yang tulus.


Dalam batin Devan pun berpikir.


"Bunda sedang berbohong padaku?, bunda sedang sedih karena papa sudah memarahinya, kasihan bunda, pasti dia sangat sedih saat ini, papa jahat"


Pikir Devan saat memikirkan semua yang terjadi pada ibunya.


Dan pada kenyataanya, meskipun kehidupan rumah tangga Nirina dan Ferdian terlihat sangat harmonis, dengan semua materi yang selalu mencukupinya, Ferdian ternyata tipe pencemburu berat, dia akan selalu marah jika Nirina tidak ada disaat dia inginkan.


Dan itu membuat Nirina sangat tersiksa, namun terus bertahan karena dia memang mencintai Ferdian, begitupun sebaliknya.

__ADS_1


Sipat asli Ferdian yang pemarah dan pencemburu kini baru Devan ketahui, dan itu membuat nya sangat sedih.


__ADS_2