Tergoda Cinta Dunia Maya

Tergoda Cinta Dunia Maya
Kenyataan pahit


__ADS_3

Tak lupa dokter pun menyarankan Marina untuk sarapan terlebih dahulu jika hendak sekolah dan makan tepat waktu, Jangan sembarangan makan.


Semua nasihat dokter tidak sengaja di dengar Satria yang saat itu membawa makanan untuk Marina.


"Dengar tuh nasihat dokternya, kamu harus cukup makan biar badan kamu kuat"


Ucap Satria menimpali sembari menggoda Marina dengan candanya hingga membuat Marina mau dan tersenyum pada dokter.


"Apa sih om, "


Jawab Marina geli saat Satria menggodanya, dr Evelin pun tersenyum melihat kehangatan keduanya.


"Dan yang lebih penting, kamu tidak boleh stress, karena itu akan menyebabkan kamu tidak bisa mengontrol pikiran kamu"


Lanjut nasihat dokter pada Marina seolah tahu jika Marina sedang memikirkan masalah di hidupnya, Marina pun terdiam.


"Terimakasih dok,"


Ucap Marina berterimakasih pada dr Evelin.


Nirina pun datang dan melihat di dalam kamar Satria begitu dekat dengan Marina, mereka tampak bahagia bicara satu sama lain, diapun teringat akan Ferdian.


"Andai papa kamu ada disini nak, jika dia tidak sibuk mungkin dia akan sangat memperhatikanmu sama seperti Satria memperhatikanmu sekarang, tapi jika dia memang sedang benar-benar sibuk, maka mendengar kamu sakit pun mungkin dia tidak akan melihatmu"


Ucap hati Nirina akan Ferdian.


Tanpa sadar air mata Nirina pun menetes dan itu terlihat oleh Satria, entah kenapa batin Satri merasa sakit melihat Nirina menangis.


"Ada apa denganku?".


Tanya hati Satria kala melihat wanita yang ada di depannya menangis.


Dr Evelin pun pamit pada Satria dan Marina, dia mengatakan jika kondisi Madina tidak perlu di khawatirkan.

__ADS_1


"Terimakasih banyak dok,"


"Kalau begitu ini obat dan vitamin yang harus ibu tebus ke apotek untuk Marina,


"


"Oh iya Bu, terimakasih ya Bu"


"Sama sama Bu Nirina, semoga Marina lekas sembuh ya, kalau begitu saya pamit"


Dr Evelin pun pamit, Nirina mengantar dr Evelin sampai kedepan.


Di dalam kamar Satria yang masih bersama Marina merasa penasaran dengan semua yang dia katakan padanya tadi, dia pun coba memberanikan diri untuk bertanya tentang apa yang sedang Marina pikirkan saat ini.


"Boleh gak om tanya sesuatu sama kamu?"


"Apa om?"


Tanya Marina polos.


Tanya Satria membuat Marina terdiam.


"Apa harus aku ceritakan tentang papa pada om Satria? Tapi aku takut bunda sampai tahu, tapi aku juga tidak bisa menyimpan rahasia ini sendiri"


Jawab hati Marina mempertimbangkan semua pertanyaan Satria padanya, ingin sekali Marina mencurahkan semua masalahnya pada Satria, namun dia masih ragu padanya, ketakutannya lebih besar dari pada kepercayaannya.


Satria pun bisa memahami semua itu hingga akhirnya dengan semua takdir dan rayu Satria yang mengatakan jika dirinya tidak akan memaksa Marina untuk bicara maka jangan bicara,


"Tapi jika dengan bicara pada om, bebanmu akan sedikit berkurang maka tidak ada salahnya untuk bicara"


Marina pun kembali terdiam, Satria pun pasrah mungkin Marina memang tidak bisa diajak bicara dalam hal ini, Satria pun hendak pergi dari kamar Marina, namun saat dia hendak berdiri, Marina menahan lengannya dan mengatakan.


"Papa"

__ADS_1


Satu kata yang membuat air mata Marina menetes.


Satria pun memeluk Marina coba membuatnya tenang,


Dalam pelukan Satria Marina menangis dan terus mengatakan


"Papa jahat om, papa jahat"


Ucap Marina, Satria pun coba menghapus air mata gadis belia itu dengan penuh kasih sayang agar dia nyaman bersamanya,


Dan tebakan Satria pun memang benar, ternyata Marina memang sudah mengetahui pernikahan papanya di Batam bersama Mrs shinta Tan.


Marina menceritakan semua masalah dan kekecewaannya akan Ferdian pada Satria.


"Memangnya kamu tahu darimana jika papa kamu sudah menghianati kalian semua?"


Tanya Satria.


Marina pun menceritakan semuanya, mulai dari dirinya yang pergi ke kantor ayah ya dan tidak sengaja mendengar percakapan Wisnu dengan sang ayah jika Ferdian meminta Wisnu untuk merahasiakan pernikahannya bersama Shinta dari Nirina dan ketiga anaknya.


Ferdian juga justru meminta Wisnu untuk menjaga Mereka disaat dirinya tidak bisa menghubungi Nirina, karena Shinta tidak ingin selama Ferdian bersama dengannya dia ada hubungan dengan Nirina dan keluarga meski hanya satu pesan pun.


Marina terus menangis menceritakan semua itu pada Satria, hingga Satria tidak melepaskan pelukannya pada Marina yang malang,


"Marina takut om, Marina takut bunda tahu dan sedih dengan semua ini, Marika tidak akan bisa melihat bunda menangis jika sampai bunda tahu"


Lanjut Marina yang masih menangis dalam pelukan Satria.


Mendengar semua kesedihan Marina, Satria yang dari awal sudah sangat benci pada Ferdian semakin dibuat membara dengan semua kesedihan yang diceritakan bibir mungil Marina padanya.


"Ferdian awas kamu, tega sekali kamu membuat air mata putrimu menetes begitu deras, tidakkah kau khawatirkan dan pikirkan mereka sebelum kamu melakukan penghianatan ini"


Ujar Satria dalam hati.

__ADS_1


Dan ternyata sedari tadi Nirina mendengar semua masalah yang diceritakan Marina pada Satria.


__ADS_2