
Nirina sangat terkejut dengan kejutan yang dibuat Satria untuknya, dia pun juga tidak menyangka jika Satria masih baik kepadanya walau dia sudah memintanya untuk pergi meninggalkan dan melupakannya.
Satria pun turun dari tangga rumah dan tersenyum ke arah Nirina,
Senyum hangat yang menyambut kedatangannya.
Satria berjalan mendekati Nirina dan seketika Nirina pun langsung memeluk Satria dengan erat.
"Maafkan aku, kamu benar, aku tidak bisa jauh darimu, aku sangat merindukanmu aku mencintaimu Satria"
Ucap Nirina dengan semua kejujurannya pada Satria terucap begitu jelas.
Satria pun tersenyum menang karena akhirnya dia berhasil membuat Nirina datang kemari dengan sendirinya.
Pembalasan pun akan segera imbang.
Pikir Satria saat Nirina berada dalam pelukannya.
Nirina tidak melepaskan pelukannya, dia terus mengutarakan semua isi hatinya pada Satria, mengutarakan semua kerinduan dan hasrat cintanya.
Satria pun mendengar semua isi hati Nirina kepadanya tanpa melepaskan pelukan Nirina, dia pun bertanya apakah itu benar?
"Bukankah kamu tidak bisa mencintaiku karena kamu mencintai suamimu?"
Tanya Satria serius pada Nirina.
Nirina pun terdiam, dia bingung harus menjawab apa pada Satria dengan pertanyaannya itu,
__ADS_1
"Maafkan aku jika pertanyaan ku membuatmu tersinggung, tapi aku bahagia karena ternyata kamu mencintai aku"
Lanjut Satria pada Nirina.
Nirina pun tersenyum, kedua sejoli itupun kini berada di satu atap yang sama, Nirina begitu nyaman dengan semua.perhatian dan perilaku Satria yang manis padanya,
"Mau aku buatkan makanan istimewa?"
Tanya Satria menawari Nirina untuk makan.
"Tidak usah, aku ingin kamu mengajari aku memasak saja, biar aku juga bisa membuatkan makanan yang lezat untuk kamu dan anak-anak"
Jawab Nirina tersenyum meminta Satria mengajarinya memasak, keduanya pun sangat asik bermain pisau bersama di dapur, saling melempar tepung dengan riang, tidak pernah Nirina merasakan kebahagiaan seperti ini dengan Ferdian, karena yang Ferdian pikirkan hanya pekerjaannya saja.
Seiring berjalannya waktu, perasaan Nirina pada Ferdian pun seakan lenyap karena sudah sekian lama dia tidak memberi kabar, ditambah si sulung Marina yang memang sudah mengetahui kebusukan sang papa meminta bunda nya untuk tidak terlalu memikirkan Ferdian, karena dia sudah dewasa, dan hal itu pula yang menyebabkan Nirina hanya memikirkan Satria kali ini.
Disaat Nirina sedang memotong beberapa sayur yang hendak dia masak, diapun dikejutkan dengan pelukan hangat Satria dari belakang dengan semua kata cinta yang memancing hasratnya.
Bisik Satria di telinga Nirina yang membuat seluruh nadinya berdesir geli.
"I love u to honey"
Jawab Nirina membalikan tubuhnya hingga kini mereka pun saling berhadapan.
Kedua tatapan mereka sudah mengisyaratkan hasratnya masing-masing, hingga akhirnya Satria menggendong Nirina dengan manja menuju kamarnya dan kembali melakukan ritual cintanya.
Kali ini, tanpa merasa bersalah Nirina melakukan semua itu atas dasar cinta dan kesepian karena sudah terlalu lama tidak dijamah Ferdian.
__ADS_1
Nirina sangat menikmati permainan Satria yang lembut namun perkasa.
Di Setiap hentakan yang dilakukan Satria padanya, Nirina terus mengucap kata cinta untuk Satria.
Dan semua itu terus berlangsung setiap mereka berjumpa, entah itu di rumah Satria, maupun di rumah Nirina ketika ketiga anaknya sedang sekolah.
***
Dia bulan sudah hubungan mereka terjalin, dan setiap harinya kerinduan mereka selalu bertambah dan bertambah, layaknya dua remaja yang sedang dimabuk asmara, di setiap kesempatan yang ada, Nirina selalu menyempatkan diri untuk menghubungi Satria hanya untuk menanyakan keadaannya. Kesepian Nirina pun kini sudah menghilang karena Satria.
Suatu hari setelah Nirina pergi mengantar ketiga anak nya sekolah, seperti biasa Satria hendak datang ke rumahnya hanya untuk melampiaskan semua kerinduan dan hasratnya. Dia meminta Nirina untuk menunggunya.
Marina yang saat itu sudah tiba disekolah merasa badannya tidak enak badan, akhirnya diapun memutuskan untuk pulang dengan diantar supir sekolahnya sampai ke rumah.
"Lekas sembuh ya Marina"
Ucap Bu Ratih selalu wali kelas Marina.
"Terimakasih Bu"
Marina pun akhirnya pulang, namun disaat dia tiba di depan rumah, dia melihat ada mobil yang terparkir di depan rumahnya, mobil yang sangat tidak asing baginya.
"Itu mobil siapa? Perasaan aku kenal dengan mobil itu?"
Tanya hati Marina ketika melihat mobil Satria.
Suara gelak tawa pun terdengar dari dalam rumah, dan tawa itu membuat Marina penasaran.
__ADS_1
Dia pun masuk tanpa mengucap salam pada ibunya,
Dan betapa terkejutnya dia saat masuk kedalam rumah.