
Satria sudah menyusun rencana untuk hadir di kehidupan Nirina dengan sangat matang, dengan semua motif balas dendamnya pada Ferdian, Satria memutuskan untuk mendekati Nirina dan coba menghancurkannya.
Dan dengan jalan media sosial akhirnya Satria pun berhasil mendekatinya tanpa Nirina sadari.
...
Setelah selesai membersihkan diri, Satria yang melihat Nirina masih terlelap setelah ritual mereka akhirnya pergi meninggalkan Nirina.
Sebelum dia benar-benar pergi, Satria menatap wajah polos Nirina dengan dalam, sungguh kecantikan yang alami pikir Satria kala melihat kecantikan dan kepolosannya.
Dalam benaknya Satria pun menyesalkan jika Nirina harus menjadi korbannya, karena dia tidak mempunyai jalan lain.
"Maafkan aku sayang kamu harus ikut menanggung dosa yang tidak kamu perbuat, kamu harus jadi sasaranku untuk pembalasan dendamku, suamimu yang kurang ajar itu yang telah memulai semuanya. Andaikan kamu tahu betapa bejatnya suamimu? Apakah kamu masih mau hidup bersamanya?"
Kata hati Satria pada Nirina yang sedang terpejam.
Satria pun mengecup kening Nirina sebelum dia pergi sebagai permintaan maafnya.
"Aku akan kembali"
Ucap Satria mengecup kening Nirina.
Namun disaat dia berdiri, lengan Nirina memegang tangannya seakan menahan Satria untuk tidak pergi.
"Jangan pergi Satria"
Ucap bibir Nirina dalam tidurnya.
Melihat itu semua Satria pun merasa tidak tega, ternyata sudah sedalam itukah dirinya ada di hati Nirina sampai dalam tidurnya pun dia mengucap namanya.
Satria pun kembali duduk sejenak untuk coba melepaskan genggaman tangan Nirina, sambil berpikir apakah dia salah karena sudah melibatkan Nirina untuk pembalasannya pada Ferdian?
__ADS_1
"Ah sudahlah aku jangan memikirkan semua itu, ingat tujuanku adalah menghancurkan keluarganya, agar Ferdian bisa merasakan apa yang adikku alami dulu"
Satria kembali mengingat tujuan awalnya, hingga akhirnya dia berhasil melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Nirina sendirian di kamar.
...
5 jam sudah berlalu, waktunya Nirina untuk menjemput ketiga anaknya, namun Nirina masih belum sadarkan diri dari semua kelelahannya setelah bermain cinta dengan Satria.
Hingga akhirnya.
"Bunda bunda bangun bunda"
Suara Devan membangunkan Nirina dari ketidaksadarannya.
Perlahan Nirina pun membuka matanya dan melihat ketiga anaknya ada dihadapan dirinya.
Nirina sangat terkejut saat melihat ketiga anaknya itu, karena dia mengira dirinya masih belum memakai pakaian setelah semua yang terjadi sebelumnya, tapi ternyata saat dia benar-benar sadar, Nirina sudah kembali rapi dengan dress nya seperti semula.
"astaga apa yang sudah aku lakukan? Apa anak anakku tahu dengan semua yang sudah aku lakukan?"
"Bunda sakit ya? Kalau bunda sakit istirahat saja "
Ucap Citra padanya yang mengira dia sedang tidak sehat.
Mendengar semua itu Nirina pun hanya mengangguk agar anak-anaknya tidak mencurigainya.
"Ini jam berapa? Maafkan bunda nak, bunda tidak menempuh kalian? Tapi kalian pulang dengan siapa?"
Nirina pun bertanya dengan siapa mereka pulang?
"Tadi ada om baik hati yang menjemput kami, dia bilang jika dia sahabat bunda? Awalnya Devan tidak percaya dan takut jika itu penculik, tapi saat dia menunjukan foto bunda bersamanya dengan pesan bunda yang memintanya untuk menjemput, Devan pun percaya dan ikut bersamanya?".
__ADS_1
Nirina pun berpikir mungkinkah itu Satria? Tapi kenapa dia bisa melakukan semua demi aku?
Ya ampun Satria.
Citra dan Marina pun berpikir mungkin ibunya kelelahan untuk semua pekerjaan rumah yang harus dia kerjakan sendirian, itu sebabnya bundanya jatuh sakit.
"Bunda, apa papa perlu dikasih tahu dengan keadaan bunda sekarang?"
Tanya si sulung Marina.
"Tidak usah nak, bunda tidak apa ko, bunda hanya sedikit kelelahan, istirahat sebentar juga sudah enakan"
Jawab Nirina meminta Marina untuk tidak memberitahu Ferdian.
Karena sudah lama juga Ferdian tidak bisa dia hubungi.
***
Sementara itu di Batam ternyata Ferdian dan Mrs Shinta Tan sedang asik honeymoon.
Tidak di pungkiri, meski Ferdian sangat mencintai Nirina, namun seiring berjalannya waktu karena kesepian dia pun perlahan dekat dengan Shinta.
"Ayolah kesini sayang, coba lihat ombak itu sangat indah bukan?"
Ucap Shinta pada Ferdian yang sedang duduk santai di balkon hotel yang menghadap pantai.
"Ya ombaknya sangat indah"
Jawab Ferdian singkat.
"Indah namun menghanyutkan, sama seperti dirimu"
__ADS_1
Lanjut Shinta sambil menyeruput segelas kopi susu dengan santainya.
Ferdian pun bertanya mengapa dia berbicara seperti itu.