Terikat Takdir Dengan Serigala

Terikat Takdir Dengan Serigala
Bertemu lawan yang sebanding


__ADS_3

Jam perkuliahan sudah selesai. Seperti biasa Thea menghabiskan waktunya sendirian di kampus ini. Ia makan siang sendirian di kantin yang menjadi tempat favoritnya untuk menghabiskan waktu. Di tempat ini ia memang tidak memiliki teman satu pun.


Citranya yang rendah di banding mahasiswa lain yang merupakan anak-anak orang terpandang, membuat Thea terasingkan. Tidak ada yang mau mengenalnya lebih jauh selain sebagai mahasiswi lusuh semester 6. Akh sudahlah, itu tidak masalah bagi Thea. Ia sudah sangat terbiasa melakukan segala sesuatu sendirian.


Di salah satu sudut ia terduduk, dengan sepiring makanan yang menjadi menu makan siangnya. Kentang dan ayam goreng, makanan favorit Thea.


“Hey baby.” Bisik seseorang di belakang tengkuk Thea.


Thea sedikit bergidik saat hawa nafas dari laki-laki itu meniup tengkuknya. Lantas ia menoleh dan ternyata laki-laki itu adalah Allen. Ia datang bersama tiga sahabatnya yang menyeringai tipis pada Thea.


Ia hanya tersenyum saat melihat wajah Thea yang terkejut melihat kedatangannya. Berjalan menuju kursi hadap di depan Thea, lalu memutar kursi kayu itu dan ia duduk di sana. Di tatapnya Thea dengan lekat.


“Kamu terlihat semakin cantik.” Pujinya dengan senyum miring. Ia mencondongkan tubuhnya pada Thea sementara Thea segera menarik tubuhnya agar menjauh.


“Pergi kemana kamu malam itu? Kami mencarimu dan kamu seperti menghilang di telan bumi.” Ucap Allen dengan tatapan yang lekat pada Thea.


Ia menempelkan dagunya pada sandaran kursi dan tersenyum memandangi Thea.


“Apa yang berubah dari dirimu? Kenapa sekarang kamu begitu menarik? Apa karena tidak memakai kacamata? Atau karena kamu tidak mengikat rambutmu?”

__ADS_1


“Akh gila, aku bahkan tidak bisa melupakan lekuk tubuhmu yang basah Thea.” Suara Allen terdengar serak bergairah seraya mengusap wajahnya dengan kasar. Sepertinya laki-laki ini masih tidak menyangka kalau Thea semenarik ini sekarang.


Sebanyak pengetahuan Thea tentang laki-laki ini, Allen adalah sosok paling popular di kampusnya. Ia di gandrungi banyak Wanita karena sosoknya yang tampan dan latar belakang keluarganya yang terkenal. Ayahnya adalah dekan di kampus ini. Sangat pantas kalau ia merasa paling berkuasa di sini.


Lalu, tiga sahabatnya yang berdiri di belakang sudah selayaknya para prajurit yang melindungi pangerannya. Mereka berdiri tegak di belakang Allen.


“Mau berkencan denganku?” Pintanya dengan tatapan lekat.


Tatapan yang berbeda dari tatapan-tatapan Allen terdahulu. Dulu laki-laki ini menatap Thea dengan penuh intimidasi dan terkesan merendahkan. Tapi sekarang, tatapannya dalam seolah sangat menginginkan Thea.


“Mohon maaf, saya tidak ada waktu.” Ucap Thea. Ia segera mengambil tas dan buku-bukunya dan berniat pergi dari hadapan Allen namun tiba-tiba saja tangan Allen menahannya.


“Allen, kamu menyakitiku.” Thea berusaha melepaskan tangan Allen yang mencengkramnya. Namun laki-laki itu seperti menikmati menatap Thea yang berontak terhadapanya. Ia tetap memegangi tangan Thea sampai kemudian,


“Awh!” Allen mengaduh dan melepaskan genggamannya saat sebuah tangan begitu kasar menarik paksa tangannya dari lengan Thea. Pergelangan tangannya bahkan menyiksakan panas saat seorang laki-laki melepaskan tarikan tangannya.


“Dia bilang, dia tidak bisa.” Ucap laki-laki yang membuat Thea terkejut.


Thea memandangi tidak percaya laki-laki yang entah dari mana namun tiba-tiba duduk di sampingnya.

__ADS_1


“Xavier?” Batin Thea dengan wajah terkejut.


Namun laki-laki itu hanya melirik Thea dan tersenyum tipis.


“Pergilah, sebelum aku membuat tanganmu terbakar.” Ancam Xavier yang menatap Allen dengan tatapan dingin dan mengancam.


“Sial!” Dengus Allen seraya beranjak dari tempatnya.


Ia tidak mengerti, sejak kapan laki-laki itu datang dan tiba-tiba menghampiri lalu memegang tangannya. Gerakannya begitu cepat dan tidak tertangkap oleh penglihatannya. Atau mungkin ia sendiri yang terlalu fokus pada Thea?


“Aku akan menemuimu lagi Thea.” Janji Allen kemudian.


Sejurus kemudian ia menatap Xavier lebih lama sebelum memutuskan pergi dari hadapan Thea.


“Cari tahu tentang laki-laki itu. Aku akan membuat dia di keluarkan dari kampus ini.” Titah Allen pada tiga orang temannya.


“Tenang kawan, kita akan membuatnya pergi.” Ucap Lucas yang berusaha menenangkan sahabatnya.


****

__ADS_1


__ADS_2