Terikat Takdir Dengan Serigala

Terikat Takdir Dengan Serigala
Mantra Allen


__ADS_3

Setelah jam pelajaran usai, Thea bergegas untuk pergi ke perpustakaan. Dengan rasa penasarannya yang semakin tinggi, ia mencari buku-buku tentang air hingga trik sulap yang biasa di mainkan para pemain sulap legendaris. Ia sudah mencarinya di internet namun ia malah di kenalkan pada sekte-sekte dengan aliran aneh yang menurutnya terlalu jauh menyimpang dari akan sehatnya.


Thea memeriksa beberapa lemari buku, mencari tema yang sesuai dengan rasa penasarannya dan langkahnya terhenti di lemari buku yang ke enam.


Tanpa sengaja, ia menemukan sebuah buku tentang perjanjian seorang pesulap dengan iblis. Buku bersampul hitam dengan gambar seorag pesulap di tengah yang di kelilingi oleh empat unsur yang ada di dunia ini, membuat Thea sangat penasaran kalau tidak membukanya.


Ia duduk di lantai sambil bersandar pada rak buku. Ia membuka satu per satu halaman buku itu dengan penuh atensi. Bola matanya yang bulat bergerak dengan cepat mengikuti arah kalimat dalam tiap Alinea.


Ada satu halaman yang menurutnya sangat menarik. Yaitu halaman yang berisi mantra-mantra sihir untuk mengendalikan semua unsur di bumi.


Tulisannya tidak terlalu Thea pahami, tapi sepertinya ini dari Bahasa Yunani kuno.


“προχώρα, πάρε το φλιτζάνι σου” begitu bentuk tulisan yang di temukan Thea sebagai mantra pembuka.


Ia mempotret tulisan itu lalu mengunggahnya untuk ke apliksi penterjemah.


“Berpindahlah, tempati cawanmu.” Begitu kurang lebih arti dari kalimat tersebut.


Thea tampak berpikir. Ia jadi teringat mantra yang diucapkan Doroti saat memegang tangannya.


“Prochóra, páre to flitzáni sou,…” Thea melafalkan kalimat itu dengan terbata-bata.


Kalimat yang rasanya familiar di telinganya.


“Prochóra, páre to flitzáni sou,…” Thea mengucap kalimat itu lebih pelan dan lebih di resapi.


“Akh!” Tiba-tiba saja seseorang terjatuh di kaki Thea.


“Astaga!” seru Thea saat ternyata adalah Allen yang terbaring di dekat kakinya.


“Akh,… Kamu memantraiku Thea, akh…” Ucap Allen dengan serak. Ia pun memegangi lehernya seperti kesesakan hingga wajahnya memerah.


Thea segera mendekat pada Allen dengan wajahnya yang panik bercampur kaget.

__ADS_1


"Allen, kamu kenapa? Hey Allen." Ia memegangi tubuh Allen yang seperti kejang-kejang.


“Ahahahahaha…. Lihat, ekspresimu sangat lucu Thea. Akh, kau memantraiku, Akh…”


“Apa kamu percaya itu?” Ledek Allen yang tertawa senang karena berhasil mengerjai Thea.


“Sial,…” Dengus Thea bersamaan dengan hembusan nafas lega saat tahu ternyata Allen hanya bercanda.


“Itu tidak lucu Allen.” Thea segera bangkit berdiri dan hendak meninggalkan laki-laki iseng itu.


“Hey Thea, tunggu! Aku hanya bercanda.” Dengan cepat Allen menahan tangan Thea.


“Ha ha ha… Lucu sekali, aku sangat ingin tertawa!” Sengit Thea dengan mata membulat kesal. Ia mengibaskan tangannya yang di pegang Allen. Lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Allen.


“Ayolah Thea, aku hanya bercanda. Lagi pula kamu duluan yang membaca mantra-mantra aneh itu. Memangnya siapa yang mau kamu mantrai?” Allen berjalan dengan cepat menghadang langkah Thea tepat di depannya.


“Pelankan suaramu, aku tidak sedang memantrai siapapun.” Sinis Thea. Ia melihat ke sekelilingnya dan beberapa orang menolehnya dan menatapnya dengan sinis.


“Baiklah, Thea tidak memantrai siapapun. Jadi kalian lanjutkan saja belajar kalian!” seru Allen dengan sengaja.


Bukannya terkejut Allen malah tersenyum. Untuk beberapa saat mereka saling bertatapan dan berakhir saat Allen mengedipkan mata kanannya pada Thea. Thea segera menurunkan tangannya dari mulut Allen.


“Baiklah aku minta maaf.” Allen mengangkat tangannya, ampun.


“Kamu harus tau, mantra-mantra itu hanya cerita di negeri dongeng. Tidak bekerja di dunia kita."


"Tapi, aku punya satu mantra Ajaib yang bisa mengubah banyak hal. Lebih mujarab dari itu.” Ucap Allen dengan meyakinkan.


“Mantra apa?” Kesal tapi penasaran, itu yang dirasakan Thea saat ini.


“Mau dengar?” Allen mendekat pada Thea.


Gadis yang sedang penasaran itu mengangguk kecil.

__ADS_1


Allen mencondongkan tubuhnya pada Thea dan mendekati telinga Thea.


“I love you,…” Bisik Allen dengan penuh kesungguhan.


Thea hanya mematung tidak bergerak. Matanya bahkan tidak berkedip.


“Aku menyukaimu Thea,…” Allen mengulang ungkapan perasaannya dengan sesungguhnya. Kali ini ia tidak cengengesan seperti saat menggoda Thea, melainkan sangat serius mengutarakan perasaannya.


“Buk!” satu pukulan di hantamkan Thea ke bahu Allen agar laki-laki itu menjauh darinya.


“Itu sangat tidak lucu Allen.” Ucap Thea dengan sinis.


“Tapi aku serius. Aku menyukaimu.” Ungkap Allen yang tidak mau beranjak.


“Hah, lucu! Pikirmu aku lupa dengan perkataanmu yang mengatakan kalau aku sangat menjijikan?” Thea tersenyum sinis pada laki-laki itu.


“Thea, perempuan miskin yang bodoh dan tidak memenuhi standar sebagai manusia di dunia ini. Di sampa menjijikan yang harusnya tidak berkeliaran dan membuat seisi dunia ini semakin terlihat menjijikan."


"Seperti itu bukan, kesan Thea di pikiranmu? Jadi, jangan membodohiku lebih lagi.” Tegas Thea dengan kesal.


Allen hanya mematung di tempatnya. Yang di katakan oleh Thea barusan adalah kalimat hinaan yang sering ia lontarkan saat bertemu dengan Thea. Ia bahkan menutup hidungnya dan bertingkah seolah-olah mencium bau sampah saat Thea melintas di dekatnya.


Namun entah mengapa sekarang ia begitu tergila-gila pada gadis yang selalu di ejeknya ini. Setiap saat sosok Thea selalu ada di pikirannya membuat perasaannya tidak pernah tenang.


Mendapati Allen yang tidak menjawab, sepertinya ucapan Thea berhasil memukur mundur laki-laki itu. Ia melangkah pergi meninggalkan Allen yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


“Oi stagónes tou neroú eínai dikés mou. gémise to sóma mou kai enósou me to aíma mou.”


Namun tiba-tiba saja langkah Thea terhenti saat ia mendengar gumaman Allen.


Ia segera berbalik dan tampak wajah Allen yang tenang menatapnya serta matanya yang berubah biru seperti Doroti beberapa waktu lalu.


Thea mengenal kalimat itu. Kalimat yang menjadi mantra Doroti saat memegang tangannya dan membuat darahnya seperti tertarik untuk berpindah ke tubuh wanita itu.

__ADS_1


Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. Bagaimana Allen bisa mengetahui mantra itu? Siapa Allen sebenarnya?


*****


__ADS_2