Terjebak Cinta Ketos Tampan

Terjebak Cinta Ketos Tampan
Part 108


__ADS_3

Happy reading bestie.........


"Yang"


"Iya"


"Lagi chat sama siapa?"


"Ini grup, anak-anak ngajak ngumpul, terus ngajak kita, ya aku bilang aja kita gak bisa pergi kamu lagi sakit. Terus kata mereka mau kesini" jawab Sonya lalu mematikan ponsel nya.


"Oo, aku kira siapa tadi. Oh iya ada liat hp aku gak?"


"Hp kamu di dalam laci itu, kenapa ?"


"Gak ada cuma nanya aja"


"Oh"


"Tok,tok"


"Masuk"


"Maaf tuan semuanya udah saya urus, ini pesanan tuan tadi" ucap Leo sambil membawa banyak kantong plastik yang berisi cemilan yang Sonya pesan tadi.


"Bawa sini kak" jawab Sonya.


"Ini nona"


"Leo, kau urus mobil Masri, kemarin udah aku telpon montir"


"Baik tuan, saya permisi"


"Hmm"


Selang beberapa menit Leo pergi, kini kedua orang tua mereka sampai.


"Sonya kamu tidak apa-apa nak? apa yang terjadi sayang?" tanya Adel ketika mereka baru masuk ke ruang inap Rian.


"Bukan Sonya yang sakit jeng, tapi anak kamu" jelas Mira.

__ADS_1


"Oh iya kah, tapi aku lebih khawatir Sonya sakit" jawab Adel santai.


"Mah yang sakit itu aku. Tapi kok Sonya yang mamah tanyakin. Sebenarnya siapa sih disini anak mama itu? Aku atau Sonya?" tanya Rian kesel karna tak di anggap dan tak di perhatikan oleh sang ibu.


"Ya jelas lah mama lebih khawatir Sonya, Sonya itu menantu kesayangan mamah, kamu memang anak mamah tapi kamu laki-laki kuat, kalau Sonya perempuan lemah kayak mama. Jadi yang harus di perhatikan itu Sonya bukan kamu. Kalau kamu di di jaga terus apa guna nya kamu? masa' cewek yang harus melindungi cowok!" ucap Adel.


"Kan salah lagi. Udah ah Rian pusing."


"Kamu itu kalau di bilangin suka ngelawan"


"Udah mah, Rian lagi sakit" ucap Herman menenangkan sang istri.


"Papah lagi ngapain bela Rian, biarin aja dia sendiri. Memang ya, kalau bicara sama laki-laki itu susah, pada egois semua"


"Eh, kok malah gue sih yang di salahin. Udah ah, boy cepat sembuh papah sama Mahendra keluar dulu cari angin" ucap Herman sambil mengajak Mahendra keluar dari ruangan tersebut.


"Pah, dad kok aku di tinggal sendiri sih! gimana kalau aku di mutilasi sama mama? papah gak kasihan sama Rian?" tanya Rian


"Itu sih derita kamu, papah keluar dulu dari pada masalah lebih lebar, bye bye boy" ucap Herman lalu menutup pintu kamar inap Rian.


"Hay mom, mah gimana kabar mamah sama mommy?" tanya Sonya setelah beberapa saat mereka semua berdiam diri.


"Mamah juga sehat sayang"


"Sonya baik-baik aja kok mom, mah"


"Oh iya sayang ini mommy ada bawa makanan untuk kamu, jeng kamu udah makan malam belum? kalau belum yuk kita makan bersama" ajak Mira.


"Kebetulan belum jeng, boleh deh lagian lapar nih"


"Yuk kita makan"


"Mah, mom Rian gak di ajak makan?" tanya Rian.


"Oh iya gue lupa kalau lu belum makan juga, sorry" ucap Sonya yang sedang makan makan dengan santai.


"Ih kok aku di lupain sih kalian kok ngelupain Rian sih?!"


"Oh Rian belum makan ya? maaf mommy kira kamu udah makan apalagi liat Rian tidur jadi mommy gak enak bangunin kamu" jelas Mira.

__ADS_1


"Kamu lapar boy? kenapa gak makan? bangkrut kamu boy?" canda Adel.


"Mah, Rian gak sanggup berdebat sama mamah sekarang pending aja ya, Rian lemas sekarang" jawab Rian.


"Ya udah nih, mau gue suap atau makan sendiri?" tanya Sonya


"Kamu suap aja, aku gak sanggup"


"Gak usah dengar Sonya Rian itu modus"


"Mah, Rian lapar mamah gak liat Rian lemah, ntar kalau Rian meninggoy gimana? Sonya belum mau jadi janmud mah" ucap Sonya.


"Gak papa sayang, kalau kamu jadi janda muda, biar mamah cariin yang lebih ganteng dari Rian" jawab Adel


"Sabar ya nak Rian, mereka berdua seprefekuensi jadi kamu harap maklum aja" ucap Mira melihat kelakuan besan nya beserta sang putri.


"Iya mom, aku sekarang udah kayak anak tiri Sonya anak kandung" curhat Rian.


"Sabar nak"


Setelah melihat drama antara Sonya dan Adel kini Sonya sedang menyuapi Rian makan. Tiba-tiba bunyi pintu yang di buka paksa siapa lagi pelakunya kalau bukan Evan the geng.


Brak


"Anjim, anak setan siapa tuh yang buka pintu gak pake otak" latah Sonya.


"Hus, gak boleh ngomong kayak gitu sayang"


"Kaget gue njir"


"Van, elu kalau buka pintu bisa di ketuk dulu gak? untung Mak gue gak punya riwayat sakit jantung, gimana kalau Mak gue punya riwayat penyakit jantung terus meninggoy gue cincang lu" ucap Sonya.


"Hehehe, maaf buk bos, pak bos, tante" jawab Evan sambil cengengesan.


"Hmm, sekali lagi lu kayak gini siap-siap gue ceburin ke kolam ikan piranha lu" ancam Rian


"Eh, jangan bos, maaf semuanya"


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, favorit ya guys see you next chapter bye bye πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2