
Happy reading bestie.....
"Malam pah" ucap Sonya sambil mencium tangan papah Herman.
"Malam juga sayang, kamu sendiri kesini? anak tengil itu kemana?"
"Di kamar pah, merajuk kayak ayam bertelur"
"Heh, sembarang aja ngomong nya, mana ada aku kayak ayam bertelur" sahut Rian.
"Itu orang nya pah, tadi dia marah-marah sama Sonya iya kan mah?"
"Iya sayang" sahut Adel.
"Kamu apakan menantuku hah? berani kamu sakiti menantu ku?" tanya Herman.
"Enggak pah, udah ah Rian lagi malas berdebat, kapan-kapan aja berdebat nya jangan sekarang"
"Kamu ya!"
"Itu kan pah, dia melawan apa yang dibilang sama orang tua, terus suka marah-marah gak jelas" adu Sonya.
"Benar apa yang di bilang Sonya Rian??" tanya Herman dengan nada tinggi.
"Benar pah, coba papa liat muka dia tuh udah merah, Sonya takut"
"Kamu gak usah takut sayang ada mamah, kamu makan dulu ya sayang biar mama sama papa yang ngurus anak satu ini" ujar Adel menenangkan Sonya.
"Iya mah"
...ποΈποΈποΈ...
"Iyan, oh Iyan"
"Yan, kemana sih itu orang di panggil gak nyahut-nyahut dari tadi" gerutu Sonya.
"Oi, ngapain disini?! di panggil gak dengar-dengar" ucap Sonya saat melihat Rian sedang melamun di balkon kamar.
__ADS_1
"Eh sayang, kenapa di sini hmm? disini dingin gak baik untuk kesehatan kamu sama baby"
"Ihhh, jawab dulu pertanyaan aku, bukan ngasih pertanyaan balik"
"Emangnya apa yang kamu tanya kan sayang" ucap Rian sambil mengelus kepala Sonya lembut.
"Kenapa gak nyahut waktu aku panggil?"
"Maaf ya sayang, aku gak dengar tadi"
"Hmm, aku lapar"
"Mau makan apa sayang?"
"Mau makan mie boleh?"
"Gak boleh sayang, gak baik untuk kesehatan kamu yang lain aja boleh?"
"Nasi goreng bakso tapi kamu yang masak ya" jawab Sonya dengan puppy eyes.
"Huh, ya udah kamu tunggu di sini aja biar aku masak dulu ya"
" Ya udah yuk lah"
"Gendong"
"Aish, manjanya istri siapa lah ini"
"Istri Rian dong yang pasti nya, hehehe"
...πππ...
"Yank, aku boleh keluar sebentar?" tanya Rian
"Kemana?"
"Balapan yank"
__ADS_1
"Oh, ikut"
"Kalau kamu ikut kasihan baby, ini udah malam gak baik untuk kamu sama baby sayang"
"Ya udah gak boleh pergi"
"Yank, boleh ya"
"Gak. Lo gak kasih gue ikut ya gak usah aja pergi" sahut Sonya.
"Oke kamu boleh ikut tapi harus pakai jaket terus gak boleh jauh dari aku"
"Yes, aku siap-siap dulu" jawab Sonya girang karna di bolehin ikut.
...πππ...
"Yank, aku balapan dulu ya kamu disini aja jangan nakal!"
"Ihh iya bawel banget"
"Ingat jangan jauh-jauh dari Bunga sama yang lain" peringat Rian.
"Hmm"
"Son, lu tetap ikut atau enggak?" tanya Tasya setelah Rian jauh dari mereka.
"Huss, diam dulu itu ada di Masri ntar gue gak bisa ikut balapan" sahut Sonya. Ya Sonya sedang ngidam balapan. Emang aneh sih tapi ya gitulah. Kali ini Sonya pengen yang lebih ekstrim lagi ngidam sebelum nya.
"Queen lu yakin mau balapan? terus gimana sama anak lu?" tanya Gio.
"Gue balapan karna anak gue pengen lah, kalau anak gue gak pengen balapan gue juga ogah balapan untuk sekarang"
"Emang beda ya kalau emak nya suka balapan jadi anak nya minta balapan" gumam Civan.
"Semoga lu sama baby gak kenapa-kenapa Onya" ucap Agis ngeri-ngeri sedap saat melihat Sonya ngidam yang aneh aneh. Contoh nya seperti kemarin, Sonya ngidam menyembelih ular kobra. Terus menyuruh Civan manjat pohon batang cabe gak boleh patah batang nya, lalu Sonya pengen makan buah mangga rasa nanas.
"Udah kalian diam aja, gue lagi pengen balapan udah jangan ribut!" ucap Sonya lalu menaiki motor Devan.
__ADS_1
Bersambung.......
Jangan lupa like, komen, favorit, and vote ya guys see you next chapter bye bye πππ