
Hai-hai guys ketemu lagi dengan Riza. Gimana nih kabarnya? semoga masih diberi kesehatan dan umur panjang ya. Hmm apa ada yang kangen sama Riza gak nih? semoga ada ya, kalau pun enggan ada juga gak papa kok. Masih nungguin kelanjutan cerita punya Riza gak? semoga masih ya, gak usah basa-basi lagi langsung aja kita ke ceritanya......
...Happy reading bestie.........
"Sonya tadi udah pulang belum ay?" tanya Devan.
"Udah ada 15 menit yang lalu kenapa?"
"Oh, gak ada cuma nanya aja. Btw kelakuan kalian sama ya waktu ngidam tapi lebih parah Sonya" ucap Devan sambil mengingat saat sang istri hamil yang permintaannya sama seperti Sonya yang di luar batas normal.
"Ya namanya juga orang lagi ngidam, mommy bilang aja waktu hamil kamu juga sama kayak aku sama Sonya. Malahan kata mommy waktu hamil kamu mommy ngidam pengen bunuh orang" ucap Adel sambil mengingat saat sang mertua bercerita tentang sang suami di dalam kandungan.
"Mana ada, siapa bilang"
"Eleh, orang mommy sendiri yang cerita sama aku, mangkanya sifat kamu kayak gini" sahut Adel.
"Hehehe"
^^^(Part sebelumnya..........)^^^
"Sumpah gue ngeri banget liat Carvalia balapan tadi, sumpah gue ngeri banget" ucap Al. Ya mereka memang di suruh menyembunyikan jati diri Sonya dari siapa pun. Mangkanya mereka memanggil Sonya dengan sebutan Carvalia apalagi di jalanan.
"Gue juga, walaupun perutnya belum begitu besar tapi gue gak sanggup liatnya apalagi dia balapan uhhhh, ngeri" sahut Masri.
"Gue pengen deh jadi adeknya Carvalia biar diajari menjadi pembalap supaya bisa balapan dengan babang Valentino Rossi atau babang Marc Marquez" ucap Raka.
"Lo mau jadi adek nya carvalia? gak usah deh pasti di tolak" ujar Ikbal pedas.
"Yee lo, siapa tau Carvalia mau ngangkat gue jadi adek angkatnya"
__ADS_1
"Rak mending lo masuk ke dalam mobil gue terus peluk bantal yang ada di mobil gue tidur! jangan banyak omong, anak kecil dilarang ngomong and membantah" ucap Rio.
"Lo gak asik Yo"
"Udah yuk pulang, lagian semuanya udah pada pulang, besok kita masih sekolah" peringat Al lalu melangkah menuju Bunga yang sedang berkumpul dengan teman-teman nya.
"Yang pulang yuk udah malam banget" ajak Al.
"Hmm, guys gue duluan ya, ingat kalian langsung pulang jangan ada yang berkeliaran di jalan lagi, masih ada hari esok" ucap Bunga lalu menyusul Al masuk ke dalam mobil.
"Ok tuin hati-hati" dibalas acungan jempol oleh Bunga.
.
.
.
"Iya sabar aku ambil air sebentar"
"Cepat"
"Iya-iya, udah siap makan nya?"
"Udah, lo gak makan?"
"Kamu makan aja dulu nanti baru aku makan"
"Ihh, kok gitu sih!ya udah sini biar aku suapi, buka mulut nya gak ada penolakan!"
__ADS_1
"Aaaa"
"Anak pintar momom yang banyak ya sayang biar cepat gede'"
"Yank, aku udah gede' ya" ucap Rian cemberut karna di buat seperti anak kecil oleh Sonya.
"Hehehe, canda Yan, jangan marah"
"Dek, coba liat bunda kamu tuh, masa' iya ayah dibilang anak kecil yang harus cepat gede'"adu Rian sambil mengelus perut Sonya yang mulai membesar.
"Ayah malahan adek senang kalau ayah di kerjain sama bunda" ucap Sonya seperti anak kecil.
"Benarkah?"
"Iya ayah"
"Ya udah ayo cepat makan nya Yan, ini udah malam"
"Sini sendok nya biar aku makan sendiri aja"
"No! pokoknya harus aku suapi kamu gak boleh makan sendiri!"
"Terserah kamu lah yang, yang penting kamu senang" jawab Rian pasrah.
"Pintar"ucap Sonya sambil mengelus kepala Rian lembut.
"Yuk ke kamar udah siap makan nya kan?" tanya Sonya.
"Udah yuk"
__ADS_1
...Bersambung..............
Jangan lupa like, komen, favorit ya guys see you next chapter bye bye πππ