
"Pantas aja perut aku gak bisa di ajak kompromi lagi, rupanya udah jam 12 aku belum makan dari tadi siang" gumam Sonya.
"Rian kemana ya kok gak ada di tempat tidur?" tanya Sonya pada dirinya.
"Ceklek" bunyi pintu yang dibuka.
"Sayang makan ini dulu, kamu kan tadi bilang lapar. Ini udah aku masakin nasi goreng sama mie, mana tau kamu gak mau kan nasi, ada mie yang bisa dimakan" ucap Rian sambil membawa mapan besar yang berisi makanan.
"Emangnya kamu bisa masak?" tanya Sonya.
"Ehemm, bis- bisa " ucap Rian dengan terbata-bata karna mendengar Sonya memangil nya kamu, biasanya Lo - Gue.
"Lo lagi sakit? kenapa bicaranya kayak gitu?" tanya Sonya.
"Eh, engggak kok" sahut Rian dengan lesuh, baru aja senang karna Sonya manggil dia dengan sebutan kamu, eh sekarang udah Lo lagi.
"Kamu makan terus tadikan kamu bilang lapar, ya udah makan terus" ucap Rian sambil melangkah ke kamar mandi.
"Lo mau kemana yan? Lo gak ikut makan?" tanya Sonya.
"Lo makan aja dulu, gue mandi dulu, gerah" sahut Rian sambil masuk ke kamar mandi tidak lupa membawa pakaian ganti.
"Gue harap, lo bisa membuka hati lo untuk gue, dan melupakan semua kenangan kelam masa lalu lo Sonya." monolog Rian.
10 menit kemudian Rian pun selesai mandi dan keluar dari kamar mandi.
"Ceklek" bunyi pintu kamar mandi dibukan dan keluarlah sesosok pria yang tampan.
"Kenapa belum dimakan nasi nya? engga enak ya?" tanya Rian karna melihat Sonya yang sedang asik pada hp nya.
"Nungguin lo, udah siap mandi nya? yaudah makan yuk?" ajak Sonya.
"Kenapa harus nunggu aku? kamu kan tadi bilang lapar, yaudah yuk makan, buka mulutnya aaa" ucap Rian sambil menyuruh Sonya untuk membuka mulutnya.
"Tapi gue gak mau pakai udang ya" sahut Sonya sambil membuka mulutnya tanpa membantah apa yang Rian perintahkan.
"Iya yank, dikunyah ya, biar cepat gede" ucap Rian sambil tersenyum.
"Ihhh, aku itu udah gede, aku bukan anak kecil lagi" sahut Sonya sambil memayunkan bibirnya.
"Hah? itu bi bir kenapa? Mau di ci um? " Tanya Rian.
__ADS_1
"Ihh geselin" Ucap Sonya ngambek.
"Haha, makan lagi, habis itu tidur udah malam nih" sahut Rian.
"Kamu makan juga, aku gak bisa habisin semuanya" ucap Sonya.
"Ihh, gemes nya, iya aku makan juga kok" ucap Rian sambil mencubit pipi Sonya.
"aaa sakit Rian" ucap Sonya sambil memukul pelan Rian.
πΌπΌπΌ
Kini pagi sudah menyapa seluruh dunia.
"Pagi semuanya" ucap sahut Rian
"Pagi, Sonya mana Rian?" tanya mommy.
"Masih tidur mi, tadi malam Sonya sudah tidur, jadi gak Rian bangunin" sahut Rian.
"Oo, ya sudah kita makan aja duluan, pasti Sonya bangunnya siang kalau kayak gini" sahut kak Devan. Dan di angguki semua yang ada di meja makan.
Semuanya sudah sarapan pagi tapi ketika mereka sedang asik makan terdengar teriakan seseorang.
"Sayang kamu habis ngapain kenapa rambut kamu begitu?" tanya Daddy.
Sonya yang sadar penampilannya yang masih acak-acakan, baru bangun tidur langsung pergi dengan rasa malu.
"Haha, gue baru liat Sonya kayak gitu, selama gue berteman cuma tau sifat abstrak dia aja" ucap Gio sambil ketawa.
"Ya ampun Sonya, ada aja kelakuannya" ucap Adel.
Sedangkan Rian hanya menepuk jidat nya saja melihat tingkah laku Sonya yang kadang lucu, kadang ngemesin, kadang bikin jengkel, pokoknya unik.
"Sudah - sudah lanjut lagi makannya, nanti lagi di sambung ketawa nya" lerai kak Devan dan dibalas anggukan oleh semuanya.
Sedangkan Sonya dia masih meretuki dirinya yang malu.
"Ih kenapa sih bikin malu aja, lagian tadi ngapain juga gue datang - datang langsung teriak, dengan rambut acak-acakan, baju mereng sebelah, ah pokoknya hancur" ucap Sonya sambil meretuki dirinya.
"Mana tadi rame banget, kalau sama keluarga sendiri gak masalah lah, gak malu banget, lah ini ada anak buah, mana ada teman Rian lagi, malu nya itu loh, masa seorang Sonya yang di hormati, dan disegani, tampil acak-acakan dan diketawain di depan banyak orang" sahut Sonya .
__ADS_1
"Ahh, mana lapar, mau turun masih malu" ucap Sonya pada dirinya.
Dan tiba-tiba.
"Ceklek" bunyi pintu yang dibuka.
"Sayang aku ada bawakan makanan untuk kamu" ucap Rian ketika pintu sudah terbuka. Ya Rian lah orang yang membuka pintu kamar Sonya.
"Hem" sahut Sonya karna masih malu untuk bertemu dengan orang yang ada di meja makan tadi. Untungnya besok acara pembukaan perusahaan baru Sonya. Jadi Sonya bisa berkurung di dalam kamar nya, karna masih malu, dengan kejadian tadi.
"Makan dulu yank, nanti kamu sakit" ucap Rian sambil menyuapi Sonya nasi.
"Ternyata kamu lama-lama ngeselin juga ya" sahut Sonya.
"Ngeselin gak ngeselin itu nanti aja, pokoknya kamu sekarang makan dulu" sahut Rian.
Balik lagi ke meja makan.
Setelah Devan menyuruh mereka makana lagi, Rian izin ke kamar untuk membawa kan Sonya makanan.
"Emm, Rian izin ke kamar dulu ya mau bawain Sonya makanan, pasti Sonya udah lapar" sahut Rian.
"Iya nak, jangan lupa bawa susu itu nak, karna Sonya paling suka kalau pagi itu minum susu putih sebelum makan" sahut mommy.
"Iya mi" sahut Rian.
"Aku ke kamar juga ya mih, takut nya Liodra udah bangun, kasihan di kamar sendirian, takut malah jatuh nanti" ucap Adel meminta izin karna Liodra di dalam kamarnya, dan tidak di temani baby sister nya.
"Iya nak, kalau Liodra udah bangun, bawa kesini saja" sahut Daddy dan mommy. Sedangkan yang lainnya hanya menyimak.
πΈπΈπΈ
Kini hari sudah siang, Sonya lagi duduk di taman belakang rumah yang sejuk dan adem karna di tumbuhi pepohonan yang rindang serta buah - buahan yang segar menggugah selera ketika sedang berada di taman tersebut.
"Hai bos, tumben disini sendirian, boleh gabung gak bos?" tanya Tisya.
"Boleh, tapi panggil siapa aja gitu, panjat tuh pohon biar bisa kita makan rujak siang - siang gini pasti enak tuh" sahut Sonya.
"Jangan lupa panggil yang lain" sambung Sonya.
"Siap bos, laksanakan" ucap Tisya lalu pergi memanggil yang lain.
__ADS_1
Ya saat ini Sonya sedang membaca dan ditemani beberapa buah yang di petik nya untuk menemaninya membaca buku. Semua tempat tinggal Sonya pasti ada kebun buah dan sayur, karna Sonya suka jika sedang di rumah atau sedang bersantai - santai sambil makan buah yang langsung di petik dari pohonnya. Karna masih segar, dan tidak banyak obat -obatan.
Sampai disini dulu ya guys, dukung Riza terus ya. Jangan lupa untuk like, komen, favorit, vote, and, hadiah. See you next time bye bye πππ