
Eid Mubarak bestie πππ
Happy reading bestie.......
"Udah ah aku capek malas bicara sama kamu banyak tanya gak peka apa yang aku mau"
"Aku minta maaf sayang, tapi aku beneran gak tau apa yang kamu mau. Coba kamu bilang yang benar biar aku paham, aku pasti lakuin apa yang kamu mau kok sayang. Sayang maafin aku"
"Udah deh Rian gue capek. Jangan buat mood gue tambah hancur!"
"Ya udah kalau kamu marah sama aku gak mau maafin aku aku gak masalah kok. Ya udah tidur yang nyenyak ya sayang mimpi indah nya wife" ucap Rian lalu mengecup kepala Sonya.
"Hmm"
...πππ...
"Bunga kenapa baru pulang sekarang sayang?" tanya Al ketika Bunga sampai di rumah dan mengendap-endap masuk kedalam rumah karna takut ada yang melihatnya pulang jam segini. Bunga yang mendengar suara Al langsung membeku di tempat pasalnya dirinya tak melihat keberadaan Al di ruang tamu karna semua lampu sudah mati, walaupun Bunga di latih untuk melihat di dalam kegelapan tapi dirinya memegang tak melihat keberadaan Al karna Al rebahan di sofa agar tidak ada yang mengetahui keberadaan nya di ruang tamu.
__ADS_1
"Jawab Bunga dari mana saja kamu kenapa baru pulang jam segini?" tanya Al dingin.
"Gu-gue dari luar terus pulang"
"Jujur dari mana kamu! Aku tau kamu dari luar tapi dari mana?" tanya Al mengintrogasi sang istri.
"Huh, dari jalan-jalan puas?" jawab Bunga dingin.
"Kenapa baru pulang jam sekarang kenapa gak besok aja sekalian pulang nya?"
"Oh, oke. Itu yang lo mau kan? angkat kaki dari rumah gue sekarang!" ucap Bunga dingin dengan aura yang menakutkan.
"Oke kalau lo gak mau angkat kaki dari rumah gue. Carli" jawab Bunga dingin lalu memanggil tangan kanannya.
"Iya nona ada yang bisa saya bantu?" tanya Carli ketika namanya di panggil.
"Tarik semua saham di perusahaan Smith, urus surat perceraian" perintah Bunga dingin. Ya perusahaan keluarga Al memang di bawah naungan Bunga jadi dia bisa kapan saja menarik saham nya tersebut.
__ADS_1
Al yang mendengar perkataan Bunga tidak terima akan keputusan sepihak yang diambil oleh Bunga.
"Gak! gak bisa gitu. Lo gak bisa seenaknya minta cerai sama gue, kalau masalah saham gue gak terlalu peduli. Gue gak akan menceraikan lo sampai kapan pun camkan itu!"
"Oh gue gak peduli. Gue gak butuh cowok yang kayak lo. Kalau lo gak terima ya udah gue pak peduli dan gak mau peduli." setelah mengatakan itu Bunga langsung pergi meninggalkan mansion menuju markas, bagi nya terlalu muak untuk beradu mulut dengan cowok egois.
"Woi mau kemana lagi lo hah? gak puas lo seharian diluar apa gak cukup uang yang lo dapati dari hasil lo ngejalan*" teriak Al ketika Bunga sudah keluar dari pintu mansion.
"Ya Tuhan beginilah sifat asli suami ku? kenapa dirinya tega mengatakan dan memfitnah istrinya tanpa adanya bukti" lirih Bunga sambil mengusap air mata yang jatuh tanpa di komandan.
"Jawab gue anji*g, belum puas lo ngejala*g. Berapa tarif lo hah? cih kalau jalan* tetap jala*g" ucap Al dengan nada pedas yang membuat hati terluka ketika mendengar nya.
"Mah, pah, maafin Bunga. Bunga udah salah memilih pendamping hidup yang mau menerima bunga apa adanya dan tidak berlaku kasar pada Bunga. Dulu Bunga berfikir Al lelaki yang beda dari yang lain ternyata dugaan bunga salah mah, pah. Bahkan sekarang Al tega memfitnah Bunga Mah, pah" ucap Bunga sambil melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh.
Bersambung....
Apa yang terjadi selanjutnya? nantikan lah part berikutnya.
__ADS_1
Btw nih jangan lupa like, komen, favorit ya guys see you next chapter bye bye πππ