
"Baiklah kak, Rian akan pergi ke tempat dimana pesawat akan mendarat nanti, oh iya brankas nya ada di lemari pakaian nomor dua, trus tarik aja pintu yang ada di dalam lemari itu, trus nanti keluar kode, kodenya nanti kakak tekan aja tanggal pernikahan Rian sama Sonya, kalau udah terbuka pintu nya kakak masuk aja ke dalam ruangan tersebut, di dalam ruangan tersebut ada pintu dengan model putaran besi di tengah nya, kakak putar besi itu ke arah kanan, setelah itu masukin kode tanggal lahir Sonya, baru lah bisa kakak masuk ke dalam brankas tersebut, tapi sebelum itu kakak harus pastikan semua keamanan sudah kakak non aktif kan sebelum membuka pintu besi tadi, disana ada tombol hijau itu kakak tekan agar semua keamanan nya mati, kalau sudah selesai kakak keluar dan tekan tombol merah agar keamanan kembali diaktifkan, selama kakak di dalam brankas itu ada dua pintu buka saja pintu nya nanti akan keluar nominal yang akan diambil, jadi kakak gak sudah susah - susah lagi ngitung uang yang akan diambil tinggal tekan nominal yang akan di ambil lalu akan keluar dalam bentuk pak - an buku, didalam laci, jadi tinggal di ambil aja lalu masukin ke dalam koper yang ada di pojok ruangan itu" ucap Rian panjang kali lebar.
"Baik lah, kau ini bicara panjang sekali" ucap Adel.
🌸🌸🌸
"Woi, bos dimana?" Tanya Bunga ketika sampai di markas.
"Bos? dari tadi gak ada disini, lagian kita gak ada tamu yang datang kok" ucap Gio.
"Hah? yang benar aja lah yank, Bukannya tadi aku udah nelfon kamu untuk pura - pura culik bos?" tanya Tasya.
"Iya tadi kamu ada nelfon yank, tapi setelah kamu nelfon, si bos nelfon aku, bilang bahwasannya gak usah culik dia, karna dia udah maafin Rian" ucap Gio.
"Hah? yang benar aja yank!" Tanya Tasya.
"Iya kalau gak percaya tanya aja sama yang lain, soalnya si bos nelfon kami lagi ngumpul iya gak lex?" Tanya Gio pada Alex.
"Iya sya gue dengar sendiri kok, kalau bos bilang gitu?" jawab Alex.
"Jadi si bos di culik sama siapa?" tanya Mika panik
"Hah? si bos di culik?"tanya semua yang ada di markas.
"Iya tadi sepulang sekolah, waktu si bos mau pulang sama Rian tapi si bos diculik didepan mata kita, udah kami cari tapi gak ketemu, jadi kami kesini, karna kami tau rencana Sonya untuk diculik oleh kalian"ucap Bunga.
"Enggak, bos gak ada kesini, jadi gimana sekarang, apa bos sudah ketemu?"tanya Tisya panik, khawatir, dan cemas akan keselamatan bos nya.
"Belum, sekarang Rian sama yang lain lagi pusing cari Sonya." Jawab Bunga
"Jadi gimana sekarang? apa kita lacak aja keberadaan bos?" tanya Aldi.
"Udah di lacak keberadaan Sonya tapi gak ada petunjuk dimana dia berada sekarang" ucap Mika dengan khawatir akan keadaan Sonya sekarang.
"Oh iya gue baru ingat, kalau Sonya tadi pakai jam tangan yang gue kasih, di jam tangan itu ada GPS, mungkin kita bisa lacak jam tangan itu" ucap Tasya.
Ya Tasya pernah memberi hadiah untuk Sonya berupa jam tangan copel 4, yang di disain oleh Tasya langsung, tidak lupa Tasya menaruh pelacak di jam tangan tersebut, untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti saat ini.
"Ah jam tangan copel 4 yang kamu kasih untuk kami juga itu?" tanya Bunga.
"Iya, jam tangan itu aku disain langsung, gak lupa aku taruh GPS untuk jaga - jaga" ucap Tasya.
"Ini yank, semua alat nya udah siap, mari kita lacak keberadaan bos." ucap Gio yang sudah membawa laptop dan alat-alat yang digunakan lainnya untuk melacak
jam tangan Sonya.
"Kalau dari pelacakan saat ini bos Sonya jauh dari daerah kita, dan berada di luar kota" ucap Gio setelah beberapa saat melacak keberadaan Sonya.
"Emangnya Sonya sekarang ada dimana?" tanya Tasya.
"Bos ada di daerah kota B, tapi di pedalaman nya, aneh kok bos ada di daerah pedalaman kayak gini ya?" tanya Gio.
"Sepertinya Sonya di culik oleh orang berbahaya, biasanya kalau orang menculik itu dibawa ke kota atau gimana gitu, untuk di jual atau diapain gitu, tapi kok ini di bawa ke pedalaman?" tanya Bunga yang heran dengan penculikan yang terjadi pada Sonya saat ini, sungguh membingungkan.
🌼🌼🌼
"Eugh" lengguh seorang gadis cantik yang baru bangun dari tidur cantiknya.
"Aku ada dimana?" ucap Sonya sambil memegang kepala nya yang terasa sakit.
Ya seseorang tersebut adalah Sonya, yang tadi di culik.
"Aku ada di kamar siapa ya, ini bukan kamar aku" ucap Sonya yang masih heran kenapa dia ada di dalam kamar tersebut. Kamar yang cukup luas dan elegan sesuai dengan kamar yang Sonya suka.
"Tok, tok" bunyi pintu di ketuk.
"Siapa ya?" tanya Sonya sambil membuka pintu kamar tersebut.
"Eh Queen udah bangun, maaf saya menganggu tidur nya queen" ucap seseorang.
"Hem, kenapa saya bisa disini?" tanya Sonya dingin. Kembali ke mode kejam, dingin,
dan datar nya.
"Maaf queen, kami merencanakan penculikan ini, kami hanya ingin queen kembali" ucap orang tersebut.
"Hem, tapi gak papa, gue gak marah kalian culik gue, memang sebenarnya gue merencanakan penculikan juga" sahut Sonya masih mode dingin & datar.
"Queen gak marah?" ucap orang tersebut.
"Hem" ucap Sonya sambil turun menuju lantai bawah.
"Queen akhirnya queen kembali" ucap seorang wanita.
"Gue gak kembali, gue di culik Marsel" ucap Sonya ketus.
__ADS_1
"Hehe, maaf queen tapi Queen senangkan aku culik" jawab Marsel, ya yang menculik Sonya adalah Marsel anak buah Sonya.
"Hem"
"Queen, aku masih kecewa sama kamu queen, kamu nikah tapi nggak ngundang aku" ucap seorang pria pada Sonya.
"Dijodohkan" ucap Sonya singkat.
"Tapi kan bisa undang gue queen" ucap pria tersebut.
"Lupa" sahut Sonya santay sambil makan makanan yang ada di atas meja.
"Haha, kasihannya lo Fenli" Ucap Kirana.
"Gue ada di undang queen tapi kok lo Yang wakil nya gak diundang?" ucap Nisa sambil tertawa.
"Itulah queen pilih kasih sama gue" ucap Fenli dengan wajah sendu.
"Tenang aja nikah bang Kevin kalian gue undang" ucap Sonya yang masih fokus pada makanannya.
"Emangnya bang Kevin mau nikah queen, sama siapa ? kapan?" tanya Marsel.
"Ya belum tau gue, jodoh nya aja belum ada" ucap Sonya tanpa merasa bersalah.
"Yeh, itu sama aja enggak Queen" sahut Fenli.
"Serah gue lah" ucap Sonya gak mau di salah kan.
"Oh iya queen gue ngerjain suami lo Queen, gue minta dia nebus uang 3 m, trus gue mainin dia, gue suruh sana sini, biar dia capek" ucap Marsel dengan wajah watados ( wajah tanpa dosa. )
"Hem, 2m untuk gue, yang 1 m lagi, kalian bagi" ucap Sonya menyetujui ide Marsel.
"Bos gak marah?" tanya Kinara (Btw Kirana sama Kinara itu kembar ya guys, kalau Tasya sama Tisya itu baru gak kembar, cuma nama nya aja yang mirip, balik lagi ke topik. )
"Ngapain?" tanya Sonya.
" Ya kan suami queen di peras, apalagi 3m itu kan gak sedikit, sebagai istri kan queen seharusnya queen melarang, trus marah" lanjut Kinara
"Bodo amat" sahut Sonya santay.
"Gue lapar" ucap Sonya.
"Mau makan apa queen."
"Biasa"
"Queen sebelum makan malam gue mau kirim Vidio kalau queen lagi di sekap boleh queen" tanya Marsel.
"Hem, ke ruangan gue sekarang" ucap Sonya
"Baik lah queen" ucap Marsel.
Setelah selesai mengambil video nya, Marsel pun mengirim pada Rian.
"Cepat sediain tebusannya, kalau lo masih mau istri Lo selamat" isi pesan yang Marsel kirim pada Rian.
"Fen, lo simpan barang gue semuanya, agar mereka gak bisa melacak gue, jam tangan ini ada GPS nya, pasti Tasya udah melacak nya, gue mau bersenang - senang disini" ucap Sonya sambil memberikan barangnya agar disimpan di tempat yang tidak bisa di lacak sama sekali.
"Baik Queen."
"Anak siapa?" tanya Sonya pada Max karna melihat anak kecil di dalam ayunan.
"Ah anak Karin queen" ucap Max.
"oh" ucap Sonya sambil berlalu menuju kamar nya karna di dirinya masih ngantuk.
"Bangunin kalau udah makan malam" ucap Sonya pada Max dan di balas anggukan oleh Max.
🌸🌸🌸
Sedangkan disisi lain Rian dan lainnya dilanda kepanikan setalah menerima pesan berupa video yang menampilkan Sonya yang sedang disekap dengan tangan dan kaki yang di ikat di atas bangku.
"Pah apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Rian dengan panik setelah melihat video tersebut.
"Saat ini kita harus tenang jangan gegabah dalam mengambil keputusan agar Sonya kembali dengan ke adaan selamat" ucap papah.
"Ini semua salah Rian pah, dad, Coba aja tadi pagi Rian mendengar saat Sonya bangunin Sonya, dan gak bicara kalau Sonya diculik, sekarang apa? Sonya udah diculik pah, dad" Ucap Rian sambil menangis.
"Sudah - sudah kamu jangan menyalah kan diri sendiri. Pokoknya saat ini kita harus cepat menyelamatkan Sonya" sahut Daddy.
"Apa uang nya udah terkumpul semua?" tanya Devan yang dari tadi hanya menyimak.
"Sudah kak, sekarang kita pergi antar uang ini aja, waktunya tinggal 30 menit lagi" ucap Rian.
"Apa tidak apa jika kami ikut ngantar uang tebusan tersebut?" tanya Devan dengan nada khawatir sebab katanya mereka semua diawasi dan tidak bisa gegabah dalam bertindak jika gegabah sedikit saja nyawa Sonya melayang.
"Tidak kak, tadi sebelum aku kesini, penelfon itu nelfon lagi, bilang bahwasannya aku boleh membawa orang lain, dan jumlah nya tidak lebih dari 5 orang, jadi kita kan berempat jadi kita bisa pergi ngantar uang tebusan ini" jelas Rian.
__ADS_1
"Baiklah, kita sekarang harus cepat mengantar uang ini, agar nyawa Sonya cepat terselamatkan" ucap Daddy dan diangguki oleh 3 pria tersebut.
🌼🌼🌼
"Bagaimana Yo, apakah keberadaan Sonya masih disana?" tanya Mika.
"Maaf, kita kehilangan jejak Queen, sekarang kita gak bisa lagi melacak keberadaan queen jam tangan itu tidak berfungsi lagi" ucap Gio putus asa.
"Terakhir jejaknya ada dimana?" tanya Bunga.
"Tadi terakhir di kota S" Ucap Gio.
"Hah? Secepat itu Sonya bisa ke kota S, Dari kota B ke kota S" Ucap Tasya.
"Ye namanya aja diculik, ya bisa kemana aja lah dalam sekejam" ucap Bunga dengan kesal.
"Sekarang sebagian dari kita mencari Sonya di kota B, sebagian di kota S, dan sebagian tetap berjaga di markas" ucap Mika.
"Laksanakan" ucap semuanya, karna apa yang di perintahkan Mika, Tasya, dan Bunga sama seperti Sonya yang memberi perintah kepada mereka semua.
Dan saat ini Mika, Tasya, dan Bunga sudah dalam perjalanan menuju kota B.
"Apa ini tempat Sonya terakhir di lacak?" tanya Bunga.
"Ya ini, sebelum queen pindah ke kota S" Ucap Gio.
"Dan sekarang kita kemana lagi, mana udah mau malam, apa kita gak mengakhiri pencarian untuk hari ini?" tanya Tasya.
"Boleh juga, kalau gak salah gak jauh dari ada tempat penginapan, kita nginap disana aja untuk malam ini" ucap Gio.
🌸🌸🌸
"Rian udah sampai?" tanya Sonya
"Belum Queen" sahut Marsel.
"Oh, kapan party?" tanya Sonya.
"Minggu depan queen. Tapi kalau queen mau di percepat boleh juga, lagian undangan nya belum di sebarin" ucap Fenli.
"Boleh" sahut Sonya
"Apa keluarga queen dan Rian juga diundang queen?" tanya Fenli.
"Harus!" ucap Sonya.
"Gimana kalau kita undang mereka lewat penculikan ini queen, soalnya kan setelah Rian mengantar uang tebusan, masih ada yang Rian lakukan, apa kita buat perintah untuk ikut dalam pesta ini queen?" tanya Marsel.
"Lakukan!"
"Baiklah, aku akan nyuruh anak buah ku, untuk mengundang mereka melalui penculikan ini." ucap Marsel.
"Karin mana?" tanya Sonya.
"Saya disini queen" ucap Karin yang baru saja datang ke meja makan untuk makan malam bersama.
"Baby?" tanya Sonya.
"Ah, queen aku kira queen bakal nanyakin aku, rupanya malah nanya anak aku" ucap Karin cemburu karna anaknya yang ditanya bukan dia.
"Aku ada perlu Sama bayimu" ucap Sonya.
"Baik lah queen" ucap Karin sambil berlalu pergi.
"Ini queen" ucap Karin sambil menyerahkan anaknya ke pangkuan Sonya.
"Nama?" tanya Sonya pada Karin. (Ya kali bayi bisa menjawab pertanyaan Sonya).
"Anastasya Putri Levia" sahut Karin.
"Panggilan?"
"Ana"
"Ih gemesin nya kamu sayang" ucap Sonya sambil mencium Ana, Ana yang dicium seperti itu tertawa yang membuat Sonya semangkin gemes melihat nya.
"Sayang kamu mau gak nanti ketemu sama kak Liodra?" tanya Sonya.
"Berapa umurnya?" tanya Sonya pada Karin
"1 bulan" sahut Karin.
"Oh, sayang setelah acara parti nanti kamu harus ikut aunty ketemu kak Liodra ya cantik" ucap Sonya pada bagi mungil tersebut, dan dibalas senyuman oleh bayi tersebut.
Jangan lupa like, komen, favorit ya guys, see you next time, bye bye 👋👋👋.
__ADS_1