
"Tian udah lo siapin semuanya?" tanya Sonya.
"Semuanya udah beres queen. Bahkan anak-anak yang di luar kota juga pulang kesini" ucap Tian.
"Hmm"
"Gio lo tanya sama Alex apa penyusup itu udah ngaku. Kalau enggak biar gue yang atasi" ucap Sonya.
"Baik queen, laksanakan"
"Lo mau kemana ?" tanya Evan pada Sonya.
"Queen pergi ke ruang bawah tanah" ucap Bunga, ya Bunga lah yang menjawab bukan Sonya.
"Ngapain Sonya ke ruang bawah tanah?" tanya Raka dengan wajah polos milik nya.
"Lo mau tau atau mau tau banget?" tanya Mika dengan nada sewot.
"Ya mau tau banget lah"
"Ya mau bunuh orang lah apa lagi" sahut Mika dengan dana ketus sambil berlalu menyusul Sonya ke ruang bawah tanah.
"Tuh anak kenapa pagi - pagi udah ngegas?" tanya Evan
"Entah, gak biasanya kayak gini dia" jawab Tasya.
"Gue susul Carvalia sama Mauren dulu ya, ada yang gak beres sama Mauren pagi ini" ucap Bunga sambil menyusul Sonya dan Mika.
"Lah si Bunga kenapa sekhawatir itu lihat si Mika?" tanya Evan yang binggung dengan sikap
temannya.
"Ntah mana pula gue tau, tanya tu sama sahabat karib nya" tunjuk Lisha dengan dagu nya ke Tasya.
"Biasanya gak pernah gitu, ini yang ke dua kalinya." jawab Tasya.
"Emangnya dia kenapa bisa kayak gitu?"
"Lagi ada masalah" jawab Tasya singkat.
Brakk
Bunyi pintu di buka paksa.
"Hello guys ketemu lagi sama gue" teriak Devan yang baru sampai.
"Yank jangan kayak gitu, jantungan Liodra gimana?" tanya Adel pada suami nya yang non akhlak.
__ADS_1
"Maaf, janji gak ngulangi lagi" ucap Devan dengan dua jari tanda dia gak ngulangi lagi.
"Hai kak, hai Bang udah sampai?" tanya Tasya.
"Gak kami belum sampai hanya arwah kami saja yang sudah sampai" ucap Adel sambil duduk, tanpa di persilahkan.
"Hai ponakan anty apa kabarnya?" tanya Tasya sambil mengambil Liodra dari gendongan Adel.
"Pakai apa ke sini kak?" tanya Gio yang baru datang sambil membawa cemilan. Ya tadi Gio pergi ngambil cemilan untuk mereka makan.
"Pakai mobil lah, apa lagi. Carvalia mana? ehh kok ada Rian disini?" tanya Adel yang baru menyadari bahwasanya ada adik iparnya disitu.
"Hehe, nginap disini tadi malam kak" jawab Rian sambil salam sama Adel dan Devan.
"Jadi lo udah tau jati diri Sonya?" tanya Devan.
"Udah bang, gue nyesal udah sering ajak dia tauran, balapan" ucap Rian.
"Hmm, lo kira dia cewek lemah kalau lo ajak balapan tauran gitu?" tanya Devan lagi.
"Emm, enggak bang"
"Bagus, lo jaga adek gue. Sonya orangnya gak bisa di kekang, dia orangnya bebas, apa lagi kalau mode senggol bacok, uhhh mantab banget. So gue saranin, kalau dia mau buat apa gitu ikutin aja yang penting bermanfaat gak buat orang lain rugi lo dukung aja" ucap Devan
"Oh iya bang, Abang kok bisa disini?" tanya Rian.
"Ya gimana gue gak disini coba, gue anggota ini iya gak sayang?" tanya Devan pada istrinya.
"Jadi Sonya nyembunyiin ini dari gue aja kak?" tanya Rian
"Gak juga sih, tapi dari Daddy, mommy sama Kevin juga" sahut Adel.
"Jadi Daddy sama mommy gak tau kak?" tanya Rian
"Emm, gitulah. Tapi jangan pula lu kasih tau sama mommy atau Daddy apa lagi si kevin" peringat Adel.
"Iya kak"
"Oh iya queen mana sama dua boncel?" tanya Devan karna gak melihat Sonya dengan dua sahabat nya.
"Di bawah tanah bang" sahut Agis.
"Emmm, lo Agistyia sahabat Sonya waktu kecil kan?" tanya Devan pada Agis.
"Iya bang Abang lupa sama kami?" tanya Agis.
"Ya enggak lah walaupun wajah kalian udah berubah tapi gue masih ingat kok. Rendra mana?"
__ADS_1
"Dia lagi di luar kota ngurusin bisnis nya dia" sahut Lisdha.
"Kalian udah makan pagi belum?" tanya Adel.
"Belum kak, kakak ada bawa makanan?" tanya Civan.
"Adatuh di mobil. Tadi ada liat pedagang bubur ayam, ya udah di beli mana tau kalian belum makan, ternyata benar kalian belum makan." jawab Adel.
πΌπΌπΌ
Setelah sekian lama Sonya di ruang bawah tanah akhirnya balik juga ke ruang tengah dengan pakaian yang sudah diganti dengan yang baru.
"Gimana queen?" tanya Devan
"Apa dia mau ngaku?" lanjut nya.
"Hmm, eh tunggu-tunggu bukanya itu suara Bang Devan ya?" tanya Sonya
"Iya ini gue, emangnya ada yang lain?" tanya Devan sambil mengangkat alisnya sebelah.
"Aaaa, Abang kapan sampai" ucap Sonya sambil memeluk abangnya.
"Dari tadi, kamu sih asik di bawah aja. Gimana lancar? mau ngaku dia?" tanya Devan sambil mengacak acak rambut Sonya.
"Ya mau lah dia ngaku, kalau gak ngaku kan Abang tau sendiri apa yang terjadi" ucap Sonya masih memeluk Abang nya.
"Devan aja yang di peluk gue enggak?" tanya Adel.
"Hehehe,nanti aja kak, soalnya aku masih kangen sama bang Devan" jawab Sonya.
"Ya udah, peluk aja terus kami mau kebelakang mau bakar-bakaran" ucap
Adel.
"Liodra mana bang?"
"Ada tuh dibelakang sama Tasya, Rian pun juga dibelakang" jawab Devan.
"Ya udah aku kebelakang dulu ya" ucap Sonya sambil melepaskan pelukannya.
"Iya tapi jangan lari-lari, ntar jatuh" peringat Devan tapi tak di jawab oleh Sonya.
"Dasar bocah, udah punya suami juga tapi kelakuan masih kayak anak tk"
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Maaf telat update ya, soal Riza kemarin lagi banyak kerjaan jadi gak sempat nulis. Btw jangan lupa like, komen, favorit ya guys. Maaf kalau ada typo see you bye bye πππ