
"Yank, kamu gak pamit sama aku?" tanya Rian.
"Gak" sahut Sonya singkat.
"Masih marah ya yank?" Tanya Rian
"Hem" Sahut Sonya sambil meninggalkan kantin.
"Ya udah lah yank, belajar yang rajin, jangan suka bolos, jangan cabut, Jan.."
"Bacot banget tuh mulut, bisa diam gak?" ucap 0 memotong ucapan Rian."Iya aku diam" ucap Rian cepat.
"Semenjak lo Sama Sonya, lo makin banya ngomong ya bos" ucap Al.
"Hem" sahut Rian.
"Eh malah kambuh dingin nya" ucap Al lagi.
"Rian mah gitu, sama kita kayak kulkas 12 pintu, coba sama Sonya gak ada tuh kulkas 12 pintunya, cair semua tuh es yang ada di kulkas nya." Sahut Gevan.
"Ya beda lah, Sonya istrinya, lah kita cuma sahabat nya" sahut Leo.
"Yuk ke kelas, udah bel tuh" ucap Rian.
"Hem"
🌸🌸🌸
Kini waktu sudah menunjukan pukul 15.40 sudah waktunya pulang sekolah. Kini Rian sudah ada di depan kelas Sonya karna waktu istirahat tadi dia tidak ketemu Sonya selain ada tugas OSIS Sonya pun tidak mau bertemu dengannya. Jadi untuk membujuk Sonya agar tidak marah lagi, Rian berencana mengajak Sonya jalan - jalan sepulang sekolah.
"Yank, kamu pulang sama aku ya!" ucap Rian ketika Sonya keluar dari kelas.
"Aku bawa Honda" sahut Sonya.
"Tenang aja honda kamu nanti ada yang bawa kok" ucap Rian.
"Hem" sahut Sonya mengikuti langkah Rian. Setelah sampai di parkiran seseorang menarik tangan Sonya dan membekap mulut Sonya di depan mata Rian.
"Sayang" teriak Rian histeris melihat di depan matanya Sonya di culik.
Tak cuma Rian saja yang teriak tetapi orang yang ada di parkiran dan sahabat - sahabat Rian dan Sonya pun teriak.
"Woi, lepaskan Istri gue" teriak Rian tapi tidak ada balasan dari orang yang membekap mulut Sonya.
Tidak ada adegan tinju - tinjuan karna setelah mulut Sonya di bekap pakai kain, penculik tersebut langsung membawa Sonya ke dalam mobil dan meninggalkan perkarangan SMA KUSUMA. Rian dan yang lainnya tidak tinggal diam langsung menyusul mobil tersebut. Tetapi di tengah perjalanan mereka kehilangan jek mobil yang menculik Sonya. Seharian lebih mereka mencari keberadaan Sonya tapi hasil nya masih sama tidak ada yang tau dimana keberadaan Sonya saat ini.
"Tring, Tring, Tring" Bunyi nada dering ponsel Rian.
"Cih, siapa sih yang nelfon mana orang lagi sibuk" ucap Rian dengan kesal.
"Angkat yan, mungkin yang nelfon yang menculik Sonya" ucap Devan pada Rian. Ya saat ini Rian sudah ada di rumah untuk memberi tahu keluar besar bahwa Sonya di culik, ketika hendak pulang sekolah.
"Iya Rian angkat telepon nya, mungkin ada petunjuk mengenai keberadaan Sonya." ucap mommy.
__ADS_1
"baiklah" ucap Rian sambil menggeser ke tombol hijau pada layar hp nya.
"Halo, istri lo ada sama gue" ucap sang penelepon tersebut (Btw suaranya udah di ubah ya guys, agar tidak bisa dilacak keberadaannya.)
"Dimana istri gue sekarang?" tanya Rian ngegas.
"Sabar napa njing, kalau lo mau istri lo Selamat lo harus ikutin perintah gue" ucap penelpon tersebut.
" Cepat katakan!" ucap Rian.
"Pertama lo gak boleh lapor ke polisi, atau apa lah gitu" ucap penelpon tersebut.
"Gue gak lapor ke polisi, yang penting istri gue gak kenapa - kenapa" ucap Rian.
"Kalau lo lapor ke polisi, Istri lo pulang tanpa bernyawa!" ucap penelpon tersebut.
"Gue janji gak bakal lapor, yang penting istri gue selamat".
"Yang ke dua, lo harus datang ke alamat yang gue kirim tanpa membawa seorang pun dan senjata apa pun kalau lo mau istri lo Selamat."
"Yang ketiga, dan seterus nya nanti gue telpon lo lagi" ucap penelpon tersebut.
"Ok, gue akan pergi sendiri ke lokasi yang lo suruh" ucap Rian.
"Ingat, tanpa membawa seorang pun dan senjata apa pun, karna gue tau gerak gerik lo saat ini, jadi patuhi apa yang gue katakan demi nyawa istri lo selamat" ucap penelpon tersebut dan langsung memutuskan panggilan telepon tersebut.
"Iya gue janji" ucap Rian terputus karna telponnya sudah ditutup duluan oleh orang tersebut.
"Halo, halo" ucap Rian.
"Apa yang di katakan penelfon tersebut Rian?" tanya papah.
"Dia bilang kita tidak boleh lapor ke polisi, kalau kita lapor ke polisi nyawa Sonya akan melayang, dan Rian disuruh ke alamat yang di kirim sendirian tanpa pengawasan dan senjata sedikit pun, karna Rian dan kita semua dipantau oleh anak buahnya" ucap Rian dengan lesuh.
"Gimana ini pah, keadaanya sulit kalau kita lapor ke polisi, mamah gak mau menantu kesayangan mamah pulang tak bernyawa" ucap mamah dengan air mata tak terbendung lagi.
"Saat ini kita ikutin aja permainannya dahulu, dan kamu Rian pergi ke alamat yang disuruh nya, kami akan mengikuti kamu dengan anggota mafia kami, Sonya akan baik - baik saja, jangan khawatir" ucap Daddy menenangkan semua yang ada di ruangan tersebut.
"Ting" bunyi pesan masuk ke hp Rian.
"Pergi ke alamat ini tanpa pengawasan, anak buah gue ada dimana - mana jadi lo Gak bisa berbuat ceroboh" isi pesan tersebut.
"Apakah itu pesan dari penelpon tadi?" tanya Adel
"Iya kak, alamat nya jalan kenanga nomor 45"ucap Rian.
"Dimana jalan ini kak? Rian gak tau jalan ini" ucap Rian.
"Jalan kenanga nomor 45?" tanya Devan
"Iya bang" sahut Rian cepat.
"Jalan ini di dekat hutan belantara di daerah pedalaman kota B, kalau dari sini seharian ke sana" ucap Devan.
"Gue curiga lah, kenapa Sonya dibawa kesana, kalau gak salah kan itu markas mafia terbesar no 1 didunia" ucap Devan dalam hati.
__ADS_1
"Sayang, ada apa? apa yang kau pikirkan?" tanya Adel pada suaminya.
"Gak aku penasaran saja, kenapa Sonya dibawa ke daerah markas mafia terbesar dna terkejam nomor satu di dunia ini?" tanya Devan pada istrinya.
"Apa, tunggu dulu, tadi kau bilang mafia terkejam nomor satu di dunia ini Devan?" tanya mommy yang tak sengaja dengar percakapan anak dan menantunya tersebut.
"Iya mom, aku pernah dengar dari temen yang bilang, kalau markas mereka di sana dan hanya bisa di jangkau oleh orang - orang tertentu saja yang bisa masuk dan keluar ke sana dengan selamat" ucap Devan.
"Tapi ada hubungan apa dan kenapa Sonya yang menjadi Sandra mereka?" tanya Rian dengan binggung karna banyak tanda tanya yang hadir di dalam benak nya saat ini.
"Tidak tau, tapi yang pertama kita pacar dulu keberadaan sonya lewat hp nya dan penelpon tadi" ucap Kevin yang sedari tadi hanya menyimak.
Setalah begitu banya cara yang dilakukan tapi tidak bisa melacak keberadaan Sonya dan nomor penelfon tadi sudah tidak aktif lagi, dan hanya di gunakan untuk sekali nelfon saja, sedangkan SMS tadi menggunakan nomor baru lagi.
🌼🌼🌼
Akhirnya Rian pergi ke alamat yang dikirim oleh orang yang menculik Sonya tersebut dengan perasaan yang tidak menentu. Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang akhirnya Rian sampai di alamat yang dituju.
"Tring, Tring, Tring" Bunyi ponsel Rian yang menandakan ada panggilan masuk.
"Halo"
"Halo tuan Rian yang terhormat, langsung saja saya kamu pergi ke arah Utara karna saya tidak suka basa-basi" ucap penelpon tersebut.
"Saya sudah sampai ke arah Utara yang anda maksud" ucap Rian dan mencari apa yang penelpon itu katakan.
"Sediakan uang 3 m, Dan kembali ke tempat semula untuk mengambil koper yang ada di dalam gedung putih di dalam hutan tersebut" baca Rian pada secarik kertas di dalam kotak.
"Maksud nya apa hah? ngapain lo suruh gue bolak balik, kalau lo cuma mau uang?" teriak Rian pada penelpon tersebut.
"Ya terserah gue lah, kalau mau istri lo Selamat ya ikuti perintah gue, gue tunggu uang tersebut dalam waktu 3 jam" ucap penelpon tersebut lalu memutuskan panggilan telepon.
"Dasar bangsat" teriak Rian kesal.
" Halo dad" ucap Rian ketika panggilan telepon sudah tersambung ke Daddy.
"Iya Rian ada apa?" tanya Daddy.
"Rian sudah sampai ke alamat yang di kirim dad, trus penelfon tersebut minta uang tebusan 3m dad, dalam waktu 3 jam harus ada dan di antar ke alamat yang sama, sekarang Rian lagi ngambil kiper yang dia suruh dad" ucap Rian pada mertua nya tersebut.
"Kamu tenang aja, masalah uang bisa kami cari, tapi gimana cara ngantar nya kalau waktu cuma 3 jam, sedangkan ke sana membutuhkan waktu seharian untuk sampai ke sana, kalau pun di transfer tidak bisa langsung 3m di transfer kan, di transfer punya batasan untuk mentransfer uang?" tanya Daddy.
"Sama Rian ada uang cuma 1 m dad, itu pun di dalam brankas kamar" ucap Rian.
"Sedangkan 2 m lagi gimana?" tanya Rian.
"Daddy akan nyumbang 1 m, Dan yang lainnya akan nyumbang 1m juga, kami akan antar ke ke dekat tempat kamu pakai pesawat pribadi Daddy kamu tenang aja Rian" ucap Devan.
"Iya Rian,kamu tenang aja, kalau masalah uang kamu tenang aja kami akan mengurus nya" ucap Adel.
"Baiklah kak, Rian akan pergi ke tempat dimana pesawat akan mendarat nanti, oh iya brankas nya ada di lemari pakaian nomor dua, trus tarik aja pintu yang ada di dalam lemari itu, trus nanti keluar kode, kodenya nanti kakak tekan aja tanggal pernikahan Rian sama Sonya, kalau udah terbuka pintu nya kakak masuk aja ke dalam ruangan tersebut, di dalam ruangan tersebut ada pintu dengan model putaran besi di tengah nya, kakak putar besi itu ke arah kanan, setelah itu masukin kode tanggal lahir Sonya, baru lah bisa kakak masuk ke dalam brankas tersebut, tapi sebelum itu kakak harus pastikan semua keamanan sudah kakak non aktif kan sebelum membuka pintu besi tadi, disana ada tombol hijau itu kakak tekan agar semua keamanan nya mati, kalau sudah selesai kakak keluar dan tekan tombol merah agar keamanan kembali diaktifkan, selama kakak di dalam brankas itu ada dua pintu buka saja pintu nya nanti akan keluar nominal yang akan diambil, jadi kakak gak sudah susah - susah lagi ngitung uang yang akan diambil tinggal tekan nominal yang akan di ambil lalu akan keluar dalam bentuk pak - an buku, didalam laci, jadi tinggal di ambil aja lalu masukin ke dalam koper yang ada di pojok ruangan itu" ucap Rian panjang kali lebar.
"Baik lah, kau ini bicara panjang sekali" ucap Adel.
__ADS_1