Terjebak Cinta Ketos Tampan

Terjebak Cinta Ketos Tampan
Part 52


__ADS_3


Ya Sonya saat ini sedang ada di mobil Bunga, karna mereka pergi tadi pakai mobil Bunga.


"Haha, gue juga gak tau apa yang terjadi kalau kita masih disitu" ucap Tasya dengan nafas yang tidak beraturan karna berlari.


"Sudah - sudah sekarang kita kemana lagi?" tanya Mika.


"Kerumah masing-masing aja, besok aja pergi beli buku nya" ucap Sonya.


"Ya udah, tapi besok harus janji kita ke toko buku!" ucap Mika.


"iya, iya"


🌸🌸🌸


"Ahhh akhirnya sampai juga di rumah" ucap Sonya sambil rebahan di atas tempat tidur nya yang empuk.


Ya Sonya sudah sampai dirumah nya beberapa menit yang lalu, setelah diantar oleh sahabatnya.


"Gerah banget, enak nya berendam, mumpung si kulkas gak ada dirumah" ucap Sonya sambil berjalan menuju kamar mandi tidak lupa membawa handuk terlebih dahulu.


Tak butuh waktu lama Sonya sudah siap dengan ritual mandinya.


'Clek' bunyi pintu kamar mandi dibuka, dan keluarlah sesosok wanita yang cantik dari dalam kamar mandi dengan balutan handuk yang menutupi tubuhnya yang polos.


"Aaaaaa" teriak Sonya ketika melihat seorang laki-laki yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil Memandang dirinya.


"Kenapa teriak?" tanya pria tersebut dengan nada dingin.


"Ri-rian kapan lo pulang?" tanya Sonya gugup serta waspada dengan apa yang akan dilakukan oleh Rian nanti nya.


"Kenapa? emang gue gak boleh pulang? lagian ini rumah gue, jadi gue berhak ada disini!" ucap Rian masih dengan nada dingin.


"Ah maaf kan diri ku sayang, karna diriku tidak menyambut mu pulang, jangan marah lagi ya sayang" ucap Sonya sambil merayu Rian. Dan jika tidak dirayu pasti akan tamat riwayatnya hidup nya.


Kini Sonya berjalan mendekati Rian yang sedang duduk.


"Maaf ya sayang, aku kelamaan mandi nya, trus gak dengar kalau kamu pulang, maafin aku ya sayang" ucap Sonya sambil duduk di pangkuan Rian tidak lupa dengan puppy eyes nya.


'Uhh, gemes nya nih anak, pengen di karungin trus di bawa pulang' ucap Rian dalam hati.

__ADS_1


'Eh lagian untuk apa gue karungin nih bocah, dia kan istri gue, jadi mau gue karungin atau gue apain juga udah jadi milik gue nih bocah' lanjut Rian ketika sadar bahwa Sonya sudah jadi istri nya, dan tidak perlu di karungin dan dibawa pulang.


"Sayang, kamu maafin aku kan?" tanya Sonya lagi, karna Rian tidak kunjung menjawabnya.


"Hem" sahut Rian sambil mengendong Sonya untuk di baringkan di tempat tidur.


"Eh eh, kamu mau ngapain?" tanya Sonya panik ketika Rian sudah berada di atas tub*h nya. Tetapi Rian tidak menjawab pertanyaan Sonya.


Sonya semangkin panik ketika Rian memajukan wajah nya dan mulai mencium wajah nya, dengan spontan dirinya menutup mata.


Cup


Rian mencium kening dan pipi Sonya.


"Udah boleh di buka matanya!" sahut Rian.


Sonya yang mendengar nya hanya bisa diam.


"Itu kenapa pipi nya merah gitu? apa masih mau gue cium?" tanya Rian sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Hah? enggak kok mana ada pipi gue merah"


"Gak percaya itu coba aja berkaca pasti tu merah pipi nya!"


"Hahaha, udah sana pakai baju dulu, atau mau aku anboxsing?" tanya Rian sambil memainkan kedua alisnya. Sedangkan Sonya menahan malu ulah suaminya tersebut.


"Hahaha lucu juga tuh anak pengen di cubit deh pipi nya gemesin!" ucap Rian sambil tertawa melihat tingkah istrinya yang menurutnya mengemesin.


Flashback on


"Ya elah tadi aja ngegibah kita gak ada yang takut, giliran ditanya eh malah lari semua" ucap Al.


"Iya mana makanan belum di bayar lagi" sahut Evan.


" Jadi gimana kita makan dulu atau ke toko buku langsung?" tanya Raka yang masih malu karna aib nya di ketahui oleh sahabatnya.


"Makan aja dulu, gue lapar, ntar baru ke toko buku nya" sahut Evan. Dan di balas anggukan oleh semuanya menandakan mereka setuju dengan apa yang Evan bilang. Apa lagi sekarang sudah lewat jam makan siang dan mereka belum makan, karna sudah ada di restoran jadi sekalian makan aja.


🍁🍁🍁


30 menit kemudian mereka sudah siap dengan acara makan siang nya, tidak lupa membayar makanan yang tadi di pesan oleh Sonya the geng. Dan kini meraka sudah di toko buku untuk mencari buku yang mereka inginkan.

__ADS_1


"Yan lo cari buku apa?" tanya Al.


"Novel" sahut Rian singkat.


"Oh, novel di sebelah sana banyak tu, borong terus untuk stok Istri lu dirumah biar gak keliaran lagi diluar!" ucap Al tanpa merasa bersalah atas ucapannya.


"Lo pikir istri gue apaan? Lo kira karna istri gue sering keluar lo pikir istri gue murahan gitu?" tanya Rian dengan sorot mata yang tajam seakan akan ingin memakan Al hidup - hidup.


'Aduh gue salah bilang pula lagi, mana lawan nya si bos' ucap Al dalam hati.


"Ah maksud gue senang dapat hadiah buku yang diminati nya, apa lagi limited edition" ucap Al dengan terbata-bata.


"Hem"


Rian pun pergi meninggalkan Al sendiri sambil membawa keranjang Rian memilih novel yang ada disana, bahkan hampir semua novel di beli oleh Rian.


Tak butuh waktu lama Rian memborong novel dan membawanya pulang sebagai hadiah untuk Sonya.


15 menit di perjalanan akhirnya Rian sampai dirumah nya, setelah masuk dan mencari keberadaan istri nya tapi tidak ketemu dan Rian pun memutuskan untuk masuk ke kamar. Setelah masuk kamar dirinya mendengar gemericikan air di kamar mandi. Dan menunggu sosok yang ada di dalam kamar mandi tersebut. Dan benar saja tidak lama setelah Rian masuk ke dalam kamar pintu kamar mandi tersebut terbuka dan keluarlah seorang wanita yang cantik dengan berbalut handuk.


Deg.


'Seksinya istriku, mana kulit putih mulus, dan gak ada cacat sedikitpun' ucap Rian sambil memandang tubuh Sonya tanpa berkedip sedikitpun.


'Ah gara-gara lihat badan Sonya malah nge*nc3ng gue, nama harus main solo lagi' ucap Rian sedih.


'Ah gue gak boleh egois, yang terpenting itu Sonya nyaman sama gue, dan gue harus bisa menghilangi trauma nya sonya!' ucap Rian sambil menyemangati dirinya sendiri.


Flashback off.


"Oi, oi" ucap Sonya ketika melihat Rian yang baru saja keluar kamar mandi dengan handuk Sepinggan.


"Kenapa?"tanya Rian sambil menyeka air dari rambutnya ke belakang.


'Ahk berdemage nya suami gue, mana roti sobeknya menggoda di tambah habis keras trus ahkk, pokoknya berdamage pengen gue pegang tuh roti sobek nya' ucap Sonya sambil terbengong melihat Rian.


"Hai kenapa benggong?" tanya Rian yang sudah berdiri di samping Sonya entah kapan sampai di samping Sonya.


"Ah itu gu-gue boleh pegang roti sobek Lo gak?" tanya Sonya ragu.


"Kenapa? mau pegang ya?" tanya Rian dan di balas anggukan oleh Sonya.

__ADS_1


" Ya udah sini!" ucap Rian sambil menarik tangan Sonya untuk menyentuk roti sobek nya.



__ADS_2