
"Ya elah satu juga gue minta" ucap Dinda sambil mengunyah bakso yang dia ambil dari mangkuk bakso nya Sonya.
πΈπΈπΈ
Sepulang sekolah Sonya dan Rian pergi ke supermarket untuk membeli persediaan barang selama sebulan kedepan.
"Lo mau cemilan gak?" tanya Rian
"Emangnya boleh?" tanya Sonya
"Boleh ambil aja semau Lo" sahut Rian
Sonya pun mengambil banyak cemilan untuk stok dirumah. Setelah semuanya selesai Sonya pun berlalu menuju ketempat sabun untuk persediaan.
"Lo biasanya pakai sabun apa?" tanya sonya pada Rian yang memang sedari tadi mengikutinya sambil mendorong troli belanjaan yang sudah penuh.
"Sabun itu tuh yang botolnya warna hitam" tunjuk Rian
"Oh" sahut Sonya sambil mengambil 4 botol sabun tersebut. Tidak lupa dia mengambil sabun untuk dirinya.
"Yuk ke kasir" sahut Sonya.
"Udah semuanya? gak ada yang dibeli lagi?" tanya Rian
"Nampaknya sih udah gak ada lagi, tapi kalau ada nanti beli di online aja." sahut Sonya.
Mereka pun langsung berlalu menuju kasir.
"Total semuanya 3jt 450rupaih" Sahut kasir tersebut.
" Bisa pakai kartu kan?" tanya Rian
"Bisa" ucap kasir tersebut Rian pun memberikan kartu kredit nya.
"Terima kasih atas kunjungannya kak, mas" Ucap kasir tersebut, dan hanya dibalas deheman oleh keduanya.
πΈπΈπΈ
Sesampainya di rumah Sonya pun langsung turun tanpa memperdulikan Rian yang kesusahan membawa belanjaan mereka tadi.
Setelah berganti pakaian Sonya pun langsung ke dapur untuk menyusun bahan makanan pada tempatnya. Setelah semua bahan makanan tersusun barulah Sonya mulai memasak untuk makan malam mereka berdua.
πππ
"Akhirnya gue sampai juga, Sonya tunggu gue" Ucap seseorang yang baru saja mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta.
"Tuan mobil sudah siap, apa tuan langsung pulang ke mansion utama atau apartemen?" tanya anak buah orang tersebut.
"Aku mau pulang ke apartemen" ucap seseorang tersebut.
" Sonya tunggu aku sayang, aku akan menjadikan mu permaisuri ku" ucap seseorang tersebut.
πΈπΈπΈ
"Anya, oh Anya kamu dimana?" teriak Rian dari tangga.
" Aku lagi masak di dapur" teriak Sonya.
"Kamu masak apa sayang?" tanya Rian sambil memeluk Sonya dari belakang.
"Ayam rica - rica" sahut Sonya sambil melepas tangan Rian yang ada di pinggang nya.
"Ihh, Rian jangan peluk - peluk aku lagi masak nanti gosong ayamnya." sahut Sonya
"Mendingan kamu tunggu aja di meja makan" sambung Sonya.
__ADS_1
"Ya udah aku tunggu di meja makan, tapi ingat jangan lama lama masaknya, aku udah lapar nih" sahut Rian.
"Iya"
Tak lama kemudian semua masakan pun selesai dan sudah di sajikan di meja makan. Mereka pun makan dengan tenang dan hanya suara detinggan sendok yang terdengar. Setelah selesai makan Rian berlalu menuju ke keluarga, sedangkan Sonya membersihkan meja makan. Lalu bergabung dengan Rian di ruang keluarga.
Tiba - tiba ponsel Sonya berdering menandakan adanya panggilan masuk.
"Hihihihih, hihihihi" bunyi nada dering telepon Sonya yang terdengar menyeramkan.
"Bunyi apa tu?!" tanya Rian
"HP gue" sahut Sonya lalu mengangkat telepon.
"Ada apa?" tanya Sonya pada seseorang tersebut.
"Dek suami lo nantanggin Kita balapan" ucap seseorang di seberang sana.
"Kapan?" sahut Sonya.
"Besok jam 9" sahutnya
" Lo ikut bang?" tanya Sonya.
"Ya udah pasti ikut lah, Devan gitu loh" sahut seseorang tersebut. Ya yang nelpon Sonya adalah Devan Abang nya Sonya.
"Kak Adel?"
"Ikut, selama kami masih disini kami pasti ikut" sahut Devan
"Oh, yang lain udah tau?" tanya sonya
"Udah, malahan kami lagi ngumpul di markas" sahut Devan.
"Oo, titip salam aja ya buat mereka semua, bye" sahut Sonya dan mengakhiri panggilan tersebut.
" Kak Devan" sahut Sonya singkat lalu berlalu menuju dapur untuk mengambil cemilan.
πΈπΈπΈ
"Yank, Aku boleh minta sesuatu?" tanya Rian ketika mereka sudah di dalam kamar.
"Apa?" tanya Sonya datar.
"Aku boleh minta hak aku gak?" tanya Rian
"Aku belum siap" sahut Sonya, lalu tidur membelakangi Rian
"Ya udah aku akan tunggu kamu sampai siap yank" Sahut Rian lalu berbaring di samping sonya.
"Maaf Rian, bukan nya aku gak mau kasih gak kamu, tapi aku belum siap, aku masih mau mengejar cita - cita ku dulu" batin Sonya.
Tak terasa malam sudah berganti pagi, burung - burung bernyanyi bersama menyambut sang mentari terbit.
"Eugh" lengguh Sonya ketika matahari mulai masuk ke dalam kamarnya melalui celah-celah jendela.
Cup
Sonya yang awalnya masih ngantuk dan mata terpejam. Kini mata Sonya membulat sempurna.
"Kiss morning sayang" sahut Rian karna Sonya tidak menyahut nya Rian pun mengulang ciuman nya di kening Sonya.
Cup.
Akhirnya Sonya sadar juga dan langsung berlari keluar kamar.
__ADS_1
"Kenapa dia?" tanya Rian yang heran melihat istrinya.
" Rian tadi nyium aku?" tanya Sonya setelah sampai di luar kamar.
"Akhh, aku ternodai oleh Rian" sahut Sonya.
Pagi ini Sonya tidak memasak karna art dirumahnya sudah ada jadi Sonya bisa lebih santai.
"Bik, bibik masak apa?" tanya sonya.
"Masak cumi balado, sama tongseng kambing non" sahut bi Ani.
" Oo, oh iya bi, buatin aku susu putih ya bu, aku mau madu dulu" sahut Sonya
"Siap non" ucap bik Ani.
"Oi Rian udah siap belum mandinya?" tanya sonya.
"Udah yank, bentar" teriak Rian dari dalam kamar mandi.
Selama menunggu Rian keluar kamar mandi Sonya membersihkan tempat tidur dan menyiap kan baju mereka berdua untuk kesekolah. Tak lama kemudian Rian pun keluar kamar mandi cuma menggunakan handuk, yang memperlihatkan perut sixpack nya. Sonya yang melihat nya susah payah menelan air liur nya.
"Udah gak usah dilihat kayak gitu juga yank, Kalau mau pegang juga gak papa, sini" ucap Rian
"Siapa juga yang liatin lu, gue aja lagi liatin cicak di dinding" sahut Sonya datar untuk menyamarkan kegugupan nya.
"Yakin gak mau pegang yank?" Tanya Rian lagi.
"Yank, yank, yank yank, kepala kau peang?" sahut Sonya
"Ih kok marah yank" Sahut Rian Herman karna kelakuan istrinya.
15 menit kemudian mereka berdua sudah berada di meja makan, dan melahap nya dengan santay.
"Nanti gak usah tunggu aku pulang, nanti ada rapat OSIS, jadi kamu pulang duluan aja di jemput pak Jay" sahut Rian
"Hem" sahut Sonya.
Setelah pembicaraan tadi mereka berdua pun terdiam lagi, sampai disekolah pun Sonya masih diam, tidak ada pembicaraan dengan Rian. Sebenarnya bukan Rian gak mau ngajak bicara Sonya tapi memang Sonya nya yang tidak mau menyahut apa yang di tanyakan oleh Rian.
"Pulang sekolah nanti aku ke toko buku dulu baru pulang" sahut Sonya lalu keluar dari dalam mobil.
" Iya ini uang untuk beli buku nanti, atau apa gitu" sahut Rian sambil memberikan uang berwarna merah 10 lembar ke Sonya.
"Hem, makasih" sahut Sonya lalu berlalu menuju kelas nya.
"Ya ampun gimana sih cara mencairkan dingin nya Sonya?!" tanya Rian. Karna pusing Rian pun langsung pergi menuju ruangan osis.
πΌπΌπΌ
Bel masuk pun berbunyi menandakan semuanya siap untuk memulai pelajaran hari ini. Sonya dan Rian pun tak terkecuali. Pelajaran pun dimulai dan waktu terus bergulir tak terasa sebentar lagi waktunya pulang sekolah.
"Huh akhirnya pelajaran hari ini selesai juga, mumet kepala gue" sahut Bunga.
" Iya nih, akhirnya pulang juga, gue udah rindu sama kasur yang empuk" sahut Mika sambil meregangkan otot-otot nya.
"Sonya lo langsung pulang ?" tanya Tasya
"Enggak, gue mau beli buku dulu, oh iya jangan lupa nanti malam" sahut Sonya
"Asiapp bos, kamu gak lupa kok" sahut mereka bertiga. Dan akhirnya bel pulang berbunyi semua siswa-siswi berhamburan keluar kelas lalu pulang ke rumah masih masing-masing, tapi tidak untuk anak OSIS mereka masih ada rapat.
Bersambung
Sampai disini dulu ya guys, maaf telat update nya ππ
__ADS_1
See you next time, jangan lupa like, komen, favorit, vote, and hadiah bye bye πππ