
"Bik, oh bik" teriak Rian dari dalam kamar.
"Iya den ada apa?" tanya Bu Ijah.
"BI gimana nih, badan Sonya panas, udah aku kompres tapi belum ada juga turun, aku bangunin pun Sonya gak bangun - bangun." ucap Rian dengan cemas.
"Kita bawa ke rumah sakit aja den, dari pada tambah parah den" ucap Bu Ijahh.
"Iya bik" sahut Rian sambil mengendong sonya ala bridal style. Setelah sampai di mobil Rian pun menurunkan Sonya.
"Bik, bubuk ikut juga ya" ucap Rian sambil mengitari mobil.
"Iya den".
15 menit kemudian Rian pun sampai di rumah sakit terdekat.
"Sus, Suster tolong istri saya" teriak Rian ketika melihat seorang suster lewat.
"Baik pak" ucap suster tersebut sambil mendorong kursi roda. Kebetulan suster tersebut sedang membawa kursi roda yang kosong.
Akhirnya Sonya di bawa ke IGD untuk mendapatkan pengobatan.
"Den sebaiknya Aden telfon nyonya aja den" ucap bi Ijah memberi saran.
"Iya bik, aku sampai lupa kasih tau mamah" ucap Rian. Rian pun berlalu dari hadapan bi Ijah untuk menelefon mamah dan mami nya.
"Assalamualaikum mah" ucap Rian ketika telfonnya sudah tersambung.
"....."
"Aku gak sekolah hari ini mah, Sonya masuk rumah sakit" ucap Rian.
".........."
"Aku gak tau mah, tadi pagi aku bangunin Sonya badannya udah panas, udah aku kompres tapi belum juga turun, jadi aku bawa kerumah sakit" sahut Rian.
"Di rumah sakit keluarga Mahendra mah" ucap Rian.
"....."
"Aku tutup dulu ya mah, aku mau telfon mami dulu" ucap Rian sambil menutup panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum nih" ucap Rian
"....."
"Gini nih, Rian mau bilang, Sonya masuk rumah sakit nih, badannya panas, udah Rian kompres tadi, tapi gak turun juga panasnya jadi Rian bawa ke rumah sakit mih" ucap Rian menjelaskan tujuan dirinya menelfon mertuanya tersebut.
"......"
"Di rumah sakit Mahendra mih"
"......"
"Iya nih Rian tutup dulu telfonnya ya nih, Assalamu'alaikum"
"......."
Setelah menelfon mamah dan maminya Rian pun kembali ke ruangan IGD.
"Gimana bik, apa dokternya sudah keluar?" tanya rain ketika sampai di depan IGD tersebut.
"Belum den, dokternya masih didalam, sabar ya den" ucap bik Ijah menenangkan aku.
"Iya bik" ucap Rian dengan lesuh.
"Nak Rian gimana keadaan Sonya?" tanya mami ketika sampai di depan IGD.
" Rian belum tau mih dokternya belum keluar" ucap Rian.
"Sabar ya nak, Sonya itu anak yang kuat" ucap papi menenangkan Rian.
Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan IGD.
"Dengan keluarga nona Sonya?" tanya dokter tersebut.
"Saya suami nya dok, gimana keadaan istri saya dok" Sahut Rian cepat ketika mendengar ucapan dokter tersebut.
"Pasien hanya kelelahan saja, hanya butuh istirahat" ucap dokter tersebut.
"Boleh saya masuk dok?" tanya Rian
"Silahkan" ucap dokter tersebut, Rian pun langsung masuk ke ruangan IGD tersebut.
__ADS_1
"Nak Rey sebenarnya Sonya sakit apa?" tanya mami ketika Rian sudah masuk"
"Sonya mengalami syok mih, mungkin ada sesuatu yang membuat trauma nya kambuh, jadi mengakibatkan kepanikan dan menimbulkan demam mih" ucap Reynan ( Dokter keluarga Mahendra ).
"Apakah ada yang membuat trauma Sonya kambuh kembali mih?" tanya Rey.
"Mami gak tau nak, mungkin saja boy kembali dan mengakibatkan trauma Sonya kambuh" sahut mami.
"Mungkin juga mih, coba nanti diselidiki mih, soalnya kasihan Sonya, kembali pada masa - masa yang membuat dirinya hancur." sahut Rey.
"Iya nanti mami selidiki." sahut mami.
"Gak perlu mami selidiki lagi, tadi bawahan papi nelfon bilang bahwa boy telah kembali ke Indonesia." sahut papi nya Sonya.
"Jadi ini gimana?" tanya mamah nya Rian yang sedari tadi hanya nyimak percakapan antar besannya dan dokter tersebut.
" Pokok kita harus melindungi Sonya dari boy, karna kalau boy ada di dekat Sonya itu sama saya kita mebiarkan Sonya menderita.
"Memangnya apa yang terjadi pada Sonya?" tanya Rian ketika baru saja keluar dari ruangan Sonya.
"Emm, jadi gini Rian, Sonya pernah mengalami trauma dimana ketika Sonya masih SMP hampir saya di perk**a oleh pacarnya, itulah yang menyebabkan Sonya trauma. Kami sempat melaporkan boy ke pihak berwajib tapi tidak berapa lama boy pun dibebaskan oleh pihak berwajib karna disogok pakai uang oleh keluarga nya" ucap papi menjelaskan tentang Sonya.
"Itulah yang menyebabkan sikap Sonya menjadi dingin, dan tidak mau dekat dengan lelaki yang tidak dikenal nya" sambung mami
"Jadi kami berharap kamu bisa menghilangkan traumanya Sonya." ucap mami lagi.
"Apapun akan aku lakukan demi Sonya nih" ucap Rian
"Oh iya mih, aku lupa minta izin ke sekolah" ucap Rian
"Tenang aja nak tadi mama udah telfon guru kamu untuk minta izin" ucap mama.
"Ya udah mami mau lihat keadaan Sonya dulu ya" ucap mami sambil menuju pintu IGD.
" Rian gimana tindakan kamu setelah mengetahui bahwa Sonya punya trauma yang menyebabkan dirinya takut dekat dengan lawan jenis" tanya papi.
"Aku akan menjaga dan menghilangkan trauma nya Sonya pih.
Sampai disini dulu ya guys
jangan lupa like, komen, favorit, vote, and, hadiah.
__ADS_1
See you next time πππ