Terjebak Cinta Ketos Tampan

Terjebak Cinta Ketos Tampan
Part 150


__ADS_3

      H A P P Y


...R E A D I N G...


^^^B E S T I E^^^


^^^Part sebelumnya....^^^


"Gak boleh kaya gitu, kita harus rindu ayah. Jangan cuma uang nya aja rindu" sahut Olive bijak.


"Ihh, Abang juga kaya gitu. Kalau ayah minta tolong sama Abang, Abang gak mau kalau gak ada imbalannya"


"Sudah-sudah kenapa pada ribut sih! Ayo kita makan malam, mau makan di luar atau di rumah?" lerai Rian.


"Bunda kita makan dimana di rumah atau di luar? Bunda udah masak untuk makan malam atau belum?"


"Belum sayang, ayah tadi bilang gak usah masak untuk makan malam jadi kita makan di luar aja" sahut Sonya.


"Ya udah kalian siap-siap dulu ayah juga mau mandi habis itu baru kita berangkat"


"Kami udah siap ayah, ayah cepetan mandinya ntar keburu malam"


"Iya sayang, iya" Jawab Rian sabar, menghadapi putri kecilnya yang cerewet.


5 menit kemudian.


"Bunda ayah mana sih? Kok lama banget mandinya?!" gerutu Esya.


"Sabar sayang, bentar lagi pasti ayah turun"


"Adek memang kayak gitu bund, gak bisa sabar, ayah pasti cepek. Istirahat dulu mangkanya ayah lama, sabar dikit Napa dek"


"Ihh, Abang. Adek udah lapar bang"


"Sabar bentar napa dek?!"


"Sudah-sudah, jangan pada ribut itu ayah udah turun yuk kita berangkat"


"Kita mau makan dimana?"


"Di tempat kemarin itu aja yang, di sana pemandangan indah" usul sang anak.


"Ya sudah ayo kita berangkat"


...🍂🍂🍂...


"Kalian mau duduk di sebelah mana? Di tengah atau di belakang?" tanya Rian pada Sonya dan kedua buah hatinya.


"Di sana saja yah, gak terlalu ramai, and lebih bagus kalau liat sunset" sahut King datar.


'Sumpah, heran gue kenapa sikap nih anak dingin banget, tapi kalau sama bunda atau sama adek nya baru hangat. Tapi kenapa sama gue atau sama orang lain ni anak malah datar' ucap Rian dalam hati yang gak sadar kalau sifat nya juga datar.

__ADS_1


"Ayo bund adek udah gak sabar pengen makan, adek udah lapar" ucap Esya sambil menarik tangan Sonya.


"Sabar sayang, kalian mau pesan apa?"


"Adek pesan steak, appetizer, faberge chocolate pudding"


"Abang the glamburger, spaghetti carbonara"


"Ayah mau hors d'oeuvres, ayam saus madu, sama seafood"


"Kalau saya steak, burger, sama chiken salad" ucap Sonya saat pelayan restoran menghampiri mereka.


"Baik nyonya, untuk minum apa nyonya tuan?"


"Blue tea latte, strawberry cheese milk, mango boba drink, peanut butter banana smoothie aja mbak"


"Ada lagi nyonya?"


"Tidak ada"


"Baik, tunggu sebentar nyonya, tuan, tuan, noda muda"


"Bang, coba liat itu" bisik Esya sambil menunjuk sepasang manusia yang tak jauh dari mereka.


"Itu bukannya aunty sama uncle" sahut King.


"Kita kerjain yuk" usul Esya.


"Hai, kalian mau kemana?" tanya Rian saat sadar anak nya beranjak dari tempat duduk.


"Shutt, ayah diam aja!"


"Hai aunty lagi pacaran ya" goda Esya.


"Eh, kalian sama siapa disini?"


"Eh uncle, berduaan aja nih?" ucap king


"Eh, kalian ganggu aja, uncle lagi enak berduaan sama pacar uncle kenapa kalian ganggu sih!"


"Eh, uncle jangan pacaran mulu, kasih kepastian ke aunty Mika" ucap Esya.


"Iya aunty, aunty jangan mau sama uncle Evan, dia gak mau nikahin aunty" kompor King.


Eh kalian ya, siapa bilang uncle gak mau nikahin Mika, uncle mau kok"


"Entah iya tuh, mana buktinya? Uncle dari dulu selalu bilang kaya gitu, kasihan aunty Mika di gantung terus"


"Ini anak kok suka banget ya buat orang emosi, Riaaaaannn ambil anak lu nah, ganggu orang lagi pacaran aja" kesal Evan saat melihat Rian yang tertawa.


"Sayang, jangan ganggu aunty sama uncle kalian.Gak boleh!" ucap Sonya sambil menahan ketawa.

__ADS_1


"Esya cuma kasihan sama aunty Mika bunda, aunty Mika gak di kasih kepastian, di gantung terus" jawab Esya.


"Hai, dari mana kamu belajar kata-kata seperti itu cantik?"


"Dari uncle Masri aunty" sahut Esya.


"Astaga, tuh orang ngajarin bocil gue yang enggak-enggak"


"Aunty sama uncle Evan udah tunagan sayang, gak di gantung kok. Ini aunty sama uncle lagi bahas tentang acara nikah nya sayang"


"Benarkah aunty?"


"Iya sayang"


"Yeyyy, makan gratis lagi, aunty nanti di acara aunty harus ada es krim sama coklat ya aunty"


"Enggak! Di acara aunty sama uncle nanti gak ada coklat gak ada es krim" sahut Evan.


"Emangnya uncle siapa? Uncle gak di ajak ngomong jadi diam aja ya, ini kumpulan ciwi-ciwi uncle gabung aja sana sama ayah"


"Hah?"


"Sumpah parah banget anak lo Yan. Senang banget dia buat gue emosi"


"Oh" sahut Rian


"Gak anak, gak bapaknya sama aja bikin kesel, bikin emosi" gerutu Evan.


"Sayang ayo kita ke meja lagi, biarin uncle sama aunty berdua makanan kita udah sampai" bujuk Sonya.


"Ayo Bun, lagian Esya udah gak selera liat wajah uncle yang merajuk" sahut Esya.


"Astaga, kenapa selalu gue yang kena sama tuh bocah, dari dalam perut kan gue yang selalu kena sasaran udah lahir pun masih gue juga yang kena" keluh Evan.


"Sabar sayang, hidup kamu emang penuh dengan drama" ucap Mika menenangkan sang pacar.


"Hmm, iya ayo kita sambung lagi pembicaraan yang tadi" ucap Evan.


"Haha, senang banget habis ngerjain uncle Evan" ucap Esya ketika sudah sampai di meja mereka.


"Sayang, lain kali jangan seperti itu ya. Gak boleh seperti itu, berdosa kita mengganggu orang lain" peringat Sonya dengan lembut.


"Iya bund, lain kali Esya gak ngerjain uncle Evan kok, tapi gak janji"


"Ya sudah ayo makan ayah udah lapar"


"Ihh ayah baca doa dulu baru makan"


"Ah, ayah lupa"


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2