
"Bos lo kok ninggalin kami, kami capek nyariin lu, tapi lu asik berduan sama buk bos." ucap Evan kesal sambil meminum es milik Mika yang ada di atas meja.
"Eh anjin*, terkejut Gue" teriak Bunga
"Lo kalau mau kesini bisa baik -baik gak? gak usah buat jantungan atau darah tinggi!" ucap Agis dengan nada dingin dan datar.
"Eh, kalau mau ngamuk atau marah, sama si Rian aja noh. Jangan di meja kami, untung makanan gue gak tumpah" ucap Tasya kesal
"Itu, minuman gue kenapa lo minum?" tanya Mika dengan muka polos.
"Eh, maaf itu minuman kamu yang?" tanya Evan
"Hhmmm, iya"
"Maaf......."
"Alah lo ke banyakan maaf, gara-gara lo gue kecekik bakso tau gak lo?! untung gak meninggoy gue" ucap Sonya dengan wajah merah menahan marah.
"Maaf buk bos, gue gak sengaja. Ini tu gara-gara Rian, Coba aja dia gak kabur duluan pasti gak kayak gini jadi nya" ucap Evan
"Salahin aja gue terus, salahin" ucap Rian
"Lah kan emang iya salah lo" -Andi-
"Serah kalian lah, Ren mana bakso nya?" tanya Rian pada Rendra.
"Sabar dikit napa?"tanya Rendra sambil menghidangkan makanan yang dia bawa.
__ADS_1
"Thank"
"Hmm".
Tak terasa sudah lima belas menit mereka di kantin, bel masuk berbunyi juga.
Teng
Teng
Teng
"Huh, harus kah gue cabut di jam ujian? cepat banget bel bunyi, baru juga keluar eh udah masuk aja. Mana ujian sejarah, asik bahas yang udah lalu, orang bahas itu masa depan, ni enggak" gerutu Sonya sambil menghentakkan kakinya.
"Eh gak boleh kayak gitu Honey" ucap Rian
"Hah? emangnya di zaman sejarah ada mantan kamu baby" tanya Al.
"Ya enggak sih hanya saja, mantan itu kan masa lalu, dan sejarah itu juga masa lalu. Jadikan otomatis pelajaran sejarah itu membahas masa lalu, dan masa lalu itu mantan. Jadi mantan itu masa lalu. Jadi aku malas pelajaran itu, banyak kenangan pahit tentang sejarah" Jawab Bunga dengan wajah plongg.
"Emm, maksud nya apa ya? aku gak ngerti?!" tanya Raka.
"Dengerin baik - baik ya" Ucap Bunga.
"Udah gak usah Lo jelasin lagi. Lo mau ujian atau enggak? kalau enggak sih gak papa juga. Bu Tut udah di depan kelas IPS 4" ucap Mika
"Biarin aja Bu Tut di depan IPS 4 kan masih jauh sama kelas kita, dua kelas lagi ko masuk kelas kita" jawab Bunga santai.
__ADS_1
"APAAAAA???? Bu Tut udah dekat kelas, mampus gue belum belajar untuk ujian nanti" ucap Bunga yang baru sadar akan ucapan Mika dan menyusul teman nya sambil berlari kencang menuju kelas.
"Huh, huh, huh, untung gak terlambat masuk kelas" ucap Bunga dengan nafas memburu karna berlari dari kantin ke kelas yang jarak nya ya lumayan juga.
"Lo habis ngapain kok ngos-ngosan?" tanya Lisha.
"Habis nangkap ikan di tambak pak Mamat" ucap Bunga asal
"Oo, tapi kok kayak habis lari gitu, nafas lo udah satu-satu, lo jangan cepat mati lah, kalau lo meninggoy siapa teman gue cabut" ucap Sonya dengan tampang watados nya.
"Udah tau gue habis lari, masih juga di tanya. Untung sayang. Kalau engga udah gue gue injak-injak, penyet-penyet" ucap Bunga dengan kesal akan sahabtnya.
"Gak usah sok marah juga kali, kamu gak tertarik sama kondisi lo, Kalau lo meninggoy Sekarang gue tinggal telpon Al suruh bawa jenazah mantan istri nya" jawab Mika tanpa melihat lawan bicaranya
"Kalian ini benar benar ya, buat gue marah"
"Ooo, lu busa juga marah ternyata. Gue kira lu gak bisa marah" jawab Tasya enteng.
"Ihhh, kesal gue"
.
.
.
See you, next chapter. Jangan lupa like, komen favorit bye bye πππ
__ADS_1