
Happy reading..........
"Daddy sama Opa mau main golf di lapangan belakang kamu ikut?"
"Boleh juga dad, tunggu Rian ganti baju dulu" ucap Rian setelah melihat Mahendra mengangguk baru lah Rian berlari menuju kamar nya untuk menganti pakaian yang lebih nyaman digunakan untuk berolahraga.
Tak butuh waktu lama, Rian sudah kembali dengan baju oblong hitam dan celana training.
"Udah dad, ayo" ajak Rian saat sudah sampai di bawah.
"Yuk, Opa pasti udah nungguin".
πΈπΈπΈ
"Hello guys Tasya yang cantik, cetar membahana datang" teriak Tasya ketika sampai di markas.
"Sayang jangan teriak-teriak kayak gitu gak boleh. Kasihan yang lain terganggu. Kalau kamu teriak-teriak kayak gitu nanti tenggorokan kamu sakit" peringat Gio.
"Hehehe, maaf. Tapi mereka lagi ngapain yank? tumben sepi nih markas kemana yang lain?" tanya Tasya yang melihat markas yang biasa rame ini lumayan sepi.
"Ada yang lagi nugas, ada yang lagi ngedate sama pasangan nya, sebagian lagi di kebun belakang sayang" ucap Gio sambil duduk di sofa.
"Ohh, aku kira pada kemana tadi" jawab Tasya sambil berjalan menuju tempat Gio duduk.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa yank?" tanya Gio.
"Gak usah yank, kalau aku mau nanti aku ambil sendiri aja" jawab Tasya sambil bersandar pada tubuh Gio.
"Kenapa lagi ada masalah?" tanya Gio yang sudah hafal dengan tingkah Tasya. Jika sudah bersandar kayak gini pasti lagi ada masalah.
"Cerita aja kalau ada masalah sayang, jangan di pendam. Kalau kamu pendam masalah nanti kamu malah sakit" ucap Gio sambil membelai rambut Tasya dengan penuh kasih sayang.
"Mami sama papi akhir-akhir ini sering ribut. Aku gak tau apa permasalahan nya. Aku kasihan sama mami yang selalu di marahin papi padahal mami gak ngelakuin kesalahan" cerita Tasya dengan wajah sedih.
"Apa udah kamu cari tau permasalahannya atau kamu selidiki gitu sayang?" tanya Gio.
"Belum. Aku belakangan ini sibuk di perusahaan lagi banyak kerjaan, habis tuh restoran juga lagi rame-rame nya jadi belum sempat menyelidiki nya"
"Tapi kamu lagi sibuk" ucap Tasya.
"Enggak, aku gak sibuk kok. Belum ada tugas baru dari Queen, mau ya aku bantuin"tawar Gio.
"Baik lah kalau kamu gak sibuk, tapi kalau kamu sibuk gak usah yang" ucap Tasya yang gak enak hati pada Gio.
"Gak papa kok, lagian ini untuk kamu juga, kamu senang aku juga senang. Kamu sedih aku juga sedih"
"Ya udah kita ke belakang yuk, gabung sama anak-anak orang tu lagi panen" ucap Gio untuk menghibur Tasya yang lagi sedih.
__ADS_1
"Ayuk, aku udah lama gak ketemu sama anak-anak" ucap Tasya.
Benar saja setelah setelah ketemu dengan anak geng di taman belakang Tasya jadi ceria tidak seperti tadi yang sedih. Melihat Tasya yang tertawa lepas melihat Civan yang meniru mony*t yang sedang manjat pohon. Gio yang melihat Tasya kembali ceria senang karna Tasya kembali ceria.
πππ
"Gimana perkembangan si Boy?" tanya seorang perempuan dengan nada dingin datar membuat orang yang mendengar suara itu merinding.
"Se -sekarang Boy ud-udah sekarat bos. Obat yang bos kasih beraksi dengan baik" ucap anak buah perempuan tersebut.
"Bagus. Bawa dia ke ruang bawah tanah. Jangan sampai ada yang tau. kecil Hell Angel" ucap wanita itu.
"Ba-baik tuan". ucap anak buat perempuan tersebut lalu pergi menjalankan tugas yang di beri oleh tuan nya.
"Boy-boy lo salah cari lawan. Udah di peringati jangan pernah ganggu kehidupan Queen. Tapi lo gak pernah dengar peringatan dari kami. So jangan salahkan gue kalau hidup lo gak lama lagi." ucap wanita tersebut sambil tersenyum misterius.
"Kali ini akan kita apakah si Boy Ka?" tanya Teman wanita tersebut.
"Ya gue bunuh lah, ngapain manusia kayak si Boy harus di hidup dunia. Sampah masyarakat harus di basmi Bunga" ucap Mika. Ya 2 wanita itu adalah Bunga dan Mika.
Bersambung...........
Jangan lupa like, komen,favorit ya guys. See you next chapter. Bye bye πππ
__ADS_1