
🌸🌸🌸
"Cih, Sonya mana sih, kok belum datang, padahal lima menit lagi bel bunyi" ucap Mika.
"Sonya hari ini gak datang" sahut Bunga.
"Dari mana lo tau?" Tanya Tasya.
"Dari Al" sahut Bunga.
"Kenapa gak lo bilang dari tadi, kalau lo bilang kan gak perlu kita nungguin Sonya dari tadi" sahut Mika.
"Lupa gue" sahut Bunga enteng.
"Ya udah yuk ke kelas bentar lagi guru masuk" ucap Bunga dan pergi dari parkiran.
"Ya Allah kenapa lah aku punya sahabat seperti dia" ucap Tasya dan Mika sambil menahan emosi gara-gara Bunga.
"Woi, kalian mau disitu aja atau gimana? bentar lagi guru masuk" teriak Bunga.
"Iya kami pergi" sahut Tasya kesel.
Skipp pulang sekolah.
"Sonya, oh Sonya, keluar lu! Sonya!" teriak beberapa orang yang baru saja masuk ke dalam rumah Sonya.
"Sayang siapa yang nyariin kamu? apa kamu punya utang, mangkanya kamu di cari cari kayak gitu?" tanya Rian.
"Tuk" Bunyi kepala di ketuk.
"Aduh, sakit yank, Kenapa kepala aku di ketuk sih? apa salah aku?" tanya Rian dengan wajah polosnya.
"Eh emangnya gue ini semiskin yang lo Kira apa?" tanya Sonya berapi-api.
"Engga juga sih" sahut Rian dengan santai sambil mengelus kepalanya yang masih terasa sakit habis di ketuk oleh Sonya.
"Terus kenapa juga kamu bil Sonya dengan ketus mata tajam menatap Rian.
"Ya kan aku cuma nanya aja yank, mana tau
kamu punya utang, trus di cari - cari" ucap Rian dengan polos.
"Tuk"
"Aduh sayang jangan di ketuk lagi kepala aku, yang tadi aja masih sakit" ucap Rian.
"Mangkanya sebelum ngomong itu di pikir dulu jangan asal ngomong" sahut Sonya ketus sambil berlalu dari kamar.
"Eh yank kamu mau kemana?" tanya Rian yang melihat Sonya keluar dari kamar.
"Ke neraka mau ikut?" tanya Sonya dengan senyum yang sulit diartikan.
"Eng- engggak yank, Aku mau kerjain tugas dulu" ucap Rian.
🌼🌼🌼
"Ngapain lo datang kerumah orang teriak-teriak" tanya Sonya dengan nada datar.
"Glek" Tasya, Bunga, dan Mika langsung menelan Silva nya dengan susah payah ketika mendengar suara Sonya yang dingin melebihi kulkas 12 pintu. Selain dingin datar membuat mereka merinding.
"Eh Sonya, apa kabar?" Tanya Tasya
__ADS_1
"To the poin!" sahut Sonya because Sonya gak suka basa-basi.
"Enggak ada, kami cuma mau nanya kenapa lo tadi gak pergi sekolah" sahut Bunga.
"Mitting" sahut Sonya singkat.
"Oo, gue kira lo Kenapa tadi, oh iya Rian mana?" tanya Mika.
"Ngapain lo Tanya suami gue, naksir?" tanya Sonya dengan nada masih dingin dan datar.
"Eh, engggak kok, cuma itu tadi di cariin anak kelasnya." ucap Mika dengan terbata-bata. Dan dibalas deheman oleh Sonya.
"Sonya gue boleh nanya?" tanya Tasya dengan hati-hati takut Sonya marah atau tersinggung dengan pertanyaan nya.
"Hem" sahut Sonya.
"Lo suka sama Rian?" tanya Tasya dengan sangat pelan takut Sonya marah.
"Kenapa?" tanya sonya balik, bukannya menjawab tapi malah bertanya.
"Ya gue rasa Rian suka sama lo" Ucap Tasya masih dengan suara pelan.
"Oh, gue belum bisa pastiin perasaan gue" sahut Sonya.
"oo, lo ikut kita ke markas gak?" tanya Tasya.
"Gak, gue ada kerja" sahut Sonya.
"Oh, ya udah lah kami cabut dulu mau ke markas" ucap Tasya.
"Hem, jangan lupa nanti panen buah trus antar kesini" ucap Sonya.
"Asiap bos ku" ucap Mika, Tasya, dan Bunga serentak.
🌸🌸🌸
"Siapa yang datang tadi yank?" Tanya Rian ketika Sonya masuk ke dalam kamar.
"Mika the genk" sahut Sonya.
"Oh, keluar yuk" ucap Rian.
"Gak pw, nanti masih harus ketemu klayen" sahut Sonya.
"Oo, yaudah mau makan bubur gak?" tanya Rian.
"Boleh, komplit" sahut Sonya.
"Bubur ayam, atau bubur instan?" tanya Rian.
"Keduanya" sahut Sonya, lalu masuk keruang pribadinya yang masih ada didalam kamar tersebut.
"Ya elah, padahal masih mau nanya lagi, malah keburu masuk" ucap Rian
"Mendingan bilang bibik buat bubur instan dulu, trus baru beli bubur di ujung jalan" ucap Rian.
Ya walaupun mereka kaya tapi mereka gak segan beli makanan di tepi jalan yang penting makanan tersebut steril dari kuman.
🌼🌼🌼
"Pak pesan bubur ayam nya 2, komplit dibungkus ya pak" ucap Rian pada pedagang bubur ayam.
"Baik mas" sahut penjual bubur tersebut.
__ADS_1
"Pak pesan batagor 20k ya pak" ucap Rian pada pedagang batagor.
"Baik mas, saya buat dulu" ucap pedagang batagor.
Skipp sampai di rumah.
"Assalamu'alaikum" ucap Rian ketika sampai dirumah.
"Wa'alaikumsalam" ucap Sonya dan para art lainnya.
"Lo bawa apa tu yan?" tanya sonya yang melihat Rian membawa banyak kantong plastik di tangan nya.
"Ini ada bubur ayam, batagor, rujak, pecel, sama apa lagi ini ya, lupa nama nya" ucap Rian.
"Oh, bawa sini terus" ucap Sonya.
"Ini, oh iya bik apa bubur nya udah siap?"
tanya Rian pada art.
"Sudah tuan, tapi yang satunya lagi udah di makan nona muda." ucap art tersebut.
"Gak papa, lagian itu memang pesanan Sonya" ucap Rian, ikut makan bersama Sonya.
"Rian jangan ganggu gue makan, lo Kalau mau beli lagi aja, gue lapar" ucap Sonya sambil menjauhkan semua makanan yang ada di atas meja dari Rian.
"Tapi kan gue mau juga" ucap Rian
"Kenapa lo beli nya sedikit tadi, salah sendiri, nih, ambil sama lo, lo cuma boleh makan 2 tusuk aja" ucap Sonya sambil memberikan 2 tusuk batagor.
"Ya gue kira lo, tadi gak mau, ya udah gue beli 20 ribu aja tadi" ucap Rian tapi tidak ditanggapi oleh Sonya karna asik makan.
"Bik oh bik" panggil Rian pada seorang art.
"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya art tersebut.
"Bik, borong semua jualan yang ada di ujung jalan" perintah Rian sambil memberikan art tersebut buang sebanyak 10 juta.
"Ini berlebih uang nya tuan" ucap art tersebut.
"Gak papa, kalau lebih bagi rata aja sama pedagang yang jualan disitu" ucap Rian.
"Baik tuan." ucap art tersebut lalu pergi keluar rumah tak lupa membawa 2 orang teman nya untuk membawa belanjaan nanti.
30 menit kemudian, art tersebut kembali dengan barang belanjaan yang ada di tangannya dan temannya.
"Ini tuan pesanan tuan" ucap art tersebut sambil meletakkan belanjaan nya di atas meja makan.
"Makasih, sayang kamu masih mau lagi gak?" tanya Rian.
"Enggak, cuma sisa in aka batagornya" ucap Sonya.
"baiklah, bik ini sebagiannya di bagi untuk para
pekerja dirumah ini, dan tinggal kan batagor sama rujak nya sebahagian" ucap Rian, setelah mengambil untuk dirinya.
"Baik tuan" ucap art tersebut dan langsung memindahkan punya Sonya dan membagikan untuk teman-teman yang lain.
"Ya udah aku mau siap-siap dulu, sebentar lagi mau ketemu klayen di kafe RM" ucap Sonya.
"Siap-siap terus nanti biar aku antar" ucap Rian sambil memakan makanannya.
__ADS_1