
''Gin!!?'' panggil seseorang dari lantai atas dan Gina yang merasa namanya terpanggil menoleh mencari siapa yang memanggilnya.
''Naik cepat!'' ucapnya lagi tanpa suara hanya dengan gerakan bibir dan tangan yang meminta Gina naik, Gina mengernyit bingung karena merasa tidak mengenali yang memanggilnya.
Tanpa menolak karena saat ini ia juga tengah sedang menjadi pusat perhatian sebagian tamu di sana, akhirnya Gina pun menuruti panggilan orang itu.
''Lelet banget sih.'' Omel seseorang yang memanggil Gina.
''Ada apa, dimana nenek?'' tanya Gina.
''Aku di minta memanggil mu,'' Jawab seorang gadis yang mungkin saja seumuran dengan ginay.
''Eehhhh, jangan tarik-tarik dong...'' tangan Gina di tarik gadis itu menuju sebuah ruangan, dengan wajah ketus gadis itu hanya menatap sinis memberi tanda agar Gina diam dan jangan membantah.
'Keluarga ini sangat aneh, semua nya berwajah ketus. Kecuali Eza.' batin Gina bergumam dengan tawa kecil di akhirnya.
Mata Gina melebar saat dirinya di bawa ke sebuah ruangan di mana di sana ada nenek Sari yang sudah di dandani dengan sangat cantik, walaupun kulitnya tak lagi kencang dan bergelambir namun wajah cantiknya tetap terlihat.
''Nenek? nenek cantik sekali,'' puji Gina dengan jujur.
''Jangan membual kamu tupai nakal. Heiii, kau..! dandani juga anak ini, jangan terlalu menor, tapi harus terlihat cantik.'' Ucap nenek Sari memerintah seseorang yang sepertinya sebagai MUA yang di sewanya.
Gina di paksa duduk di kursi depan kaca yang besar, seorang wanita yang bertugas untuk mendandani Gina segera melaksanakan apa yang di perintah nenek Sari. Dan gadis yang tadi membawa Gina hanya duduk dengan wajah yang terus sinis melihat ke arah Gina.
Renita Pramana, adik bungsu dari kakak beradik Reyhan dan Eza, gadis yang cantik, feminim dan modis itu terus menatap tidak suka dengan Gina karena merasa sang nenek yang kerap membicarakan nya dan terus membahasnya.
__ADS_1
''Apa yang menarik dengan dia, ciih.'' Gerutu Renita dengan kesal.
Tidak menunggu lama, riasan wajah Gina dan pakaian Gina pun telah berganti cantik sempurna seperti permintaan nenek Sari, tidak terlalu menor namun terlihat sangat cantik.
Melihat dirinya yang berubah karena tangan-tangan ajaib dari perias artis itu, Gina pun merasa kagum dengan dirinya. ''Ternyata aku cantik juga,'' gumamnya memuji dirinya sendiri.
''Ya, really you are very very beautiful! '' ucap seseorang yang baru saja masuk ke ruangan itu, Gina pun menolehkan kepalanya dan tersenyum malu karena mendengar pujian dari Eza.
''Angkat kepala mu Gin, karena memang wajah mu benar-benar cantik.'' Puji Reza lagi yang memang terkejut melihat penampilan Gina yang sangat berbeda seperti biasanya.
''Zaa,, jangan berlebihan,'' ucap Gina yang merasa malu.
''Iya kak, benar kata dia, jangan berlebihan, karena menurut ku dia biasa saja.'' Ketus Renita yang ikut bicara dan berlalu begitu saja keluar dari sana.
''Jangan dengarkan dia, dia hanya iri padamu,'' bisik Eza.
''Oh ya Za, soal ha-''
''Eza!? nenek memanggil mu.'' Ucap seseorang yang memotong pembicaraan yang akan di katakan Gina.
Ya dia adalah Reyhan, dengan penampilan formalnya, Reyhan masuk ke ruangan rias karena untuk memanggil Eza, mata melirik sedikit ke arah Gina lalu kemudian kembali menatap Eza dengan tajam.
''Cepat!!'' ucap Reyhan lagi, dan Eza pun berlalu dengan wajah yang masam.
Tinggal lah mereka berdua di sana, ya memang mereka bukan hanya berdua, ada beberapa orang yang sedang merias dan merapihkan alat rias namun mereka hanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Reyhan berjalan mendekat pada Gina yang berdiri dengan wajah yang datar.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun mata Reyhan hanya menatap ke arah dada Gina yang terdapat sebuah kalung yang sangat indah berbentuk bintang, kemudian berkata ''Kalung itu—?''
''Iya, ini hadiah dari Eza, bagus kan?'' jawab Gina dengan cepat tanpa menunggu ucapan Reyhan yang mungkin saja belum di selesaikan nya.
Alis mata Reyhan terangkat sebelah.'' Dari Eza?''
''Heuum, dari Eza. Dia itu sangat manis, dia tahu betul hari ulang tahun ku,'' jawab Gina memuji Eza di hadapan Reyhan.
Reyhan hanya mengangguk dan berlalu begitu saja tanpa berkata apapun lagi pada Gina. ''Seperti biasa, pergi dan datang dengan seenaknya.'' Gerutu Gina.
****
Suara langkah sepatu beberapa orang terdengar dari arah anak tangga, ya mereka adalah Gina yang di berjalan dengan di himpit oleh Nenek Sari dan Renita yang berjalan di sisi kiri kanannya, bagaikan seorang putri sedang di kawal oleh para dayang nya.
Tamu-tamu yang melihat nya terkesima dengan seorang gadis yang di himpit oleh nenek dan cucu dari keluarga kaya itu.
''Dia? dia gadis yang tadi bukan?'' ucap seorang tamu yang tadi mengira Gina adalah pelayan tambahan.
'Sungguh, sebenarnya acara apa ini? kenapa aku di dandani seperti ini?' gumam Gina di dalam hati nya karena merasa bingung.
Sesampainya mereka berdiri di tengah-tengah tamu undangan, nenek Sari pun melepaskan tangannya dari Gina.
''Hadirin sekalian, perkenalkan calon cucu menantu saya, cantik bukan?'' ucap Nenek Sari dengan tiba-tiba tanpa berkompromi pada siapapun termasuk Gina dan Reyhan.
''Calon cucu menantu? maksudnya dia akan menikah dengan cucu anda nyonya?'' tanya salasatu tamu di sana.
__ADS_1
''Ya, Eza atau Reyhan? astaga padahal aku ingin menjodohkan anak ku dengan salasatu cucu anda,'' ucap yang lainnya.
''Reyhan maupun Eza, itu masih di rahasiakan. Aku hanya ingin memperkenalkan nya lebih dulu,'' seru nenek Sari lagi yang semakin membuat para tamu kebingungan, termaksud ketiga orang itu, Gina, Reyhan dan juga Reza yang tidak mengerti apa yang di maksud dari ucapan sang nenek.