Terjebak Perjodohan Kontrak

Terjebak Perjodohan Kontrak
Bab 37 - Mitos Kah?


__ADS_3

Gina maupun pria paru baya itu saling terdiam, merasa ada yang aneh begitu juga Reyhan yang seakan melihat satu wajah di lain rupa.


-----------------------------------------------------


Di meja bundar sudah tersedia makanan-makanan jepang yang menggugah selera bagi penyuka makanan tersebut tapi tidak untuk Gina. Bukan tidak menyukainya hanya saja ia merasa tidak nyaman berada disana, terlebih lagi pria paru baya itu terus menatapnya dan akan mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika ia melihat kearahnya.


Reyhan yang semula bingung karena kemiripan antara Gina dan pria itu, berusaha berpikiran positif, ya karena memang mitosnya setiap manusia memiliki 7 kembaran di dunia.


Reyhan, Mario juga yang lainnya masih berbincang perihal pekerjaan dan bahkan baru saja mengenal Reyhan, pria bernama Bram itu sudah mengatakan akan berinvestasi di perusahaan yang Reyhan pimpin.


Setelah selesai makan dan juga perbincangan pun usai, pria parubaa benama Bram memberikan kartu nama pada Reyhan, seraya berkata, "Ini kartu nama saya, saya harap Anda sudi menghubungi saya untuk menjalani hubungan bisnis."


"Dengan senang hati Pak."


"Saya percaya pada Anda, pengusaha muda dan sukses seperti kalian ini, membuat saya senang mengenal kalian."


Di depan restoran, mereka akan berpisah, Bram menjabat tangan Mario dan Reyhan dan tanapa Gina Duga,  Bram juga mengulurkan tangan padanya. Tapi ia tidak menyambut itu, entah kenapa hatinya merasa tidak nyaman kala itu.


"Gin?" panggil Reyhan berbisik untuk menyadarkan Gina dari lamunannya.


"Hah! ya?" Reyhan sedikit menggedikan kepalanya dan Gina pun mengerti dan langsung menyambut jabatan tangan pria yang usianya tidak lagi muda itu.


"Terima kasih sudah mau bergabung makan bersama kami," ucapnya dengan begitu ramah tapi Gina tidak menjawabnya ia justru mengakhiri jabatan tangan itu.

__ADS_1


"Saya harap, saya akan mendapatkan undangan pernikahan kalian nanti."


Degh!


Ucapan Pria itu membuat jantung Gina seakan terpompa dengan cepat, ada sesuatu yang terjadi pada dirinya tapi apa? Gina pun tidak mengerti.


Reyhan dan Gina pun berpamitan pergi dari sana untuk melakukan niat mereka datang ke mall itu, yaitu mencari peralatan kampus Gina.  Namun di sepanjang langkah mereka, Reyhan merasa ada yang aneh pada diri Gina, karena sejak di restoran tadi, ia hanya diam tidak mengeluarkan sepatah katapun.


'Nama itu? wajah itu? kenapa bisa kebetulan sekali?' Gina bergumam dalam hatinya.


"Gin?"


"Iya Mas?"


"Enggak Mas, aku hanya merasa enggak enak badan aja." Mendengar jawaban Gina, Reyhan langsung menarik lengan Gina untuk berhenti dan meletakan punggung tangannya ke dahi Gina.


"Tidak demam? apa mau kerumah sakit?" tanya Reyhan dan Gina pun terkekeh kecil.


"Apa sih Mas! enggak kerumah sakit juga kali, aku hanya kelelahan aja kayaknya."


Reyhan mengangguk-angguk. Karena sebenarnya dia pun sedang memikirkan sesuatu yang sejak tadi mengganggu pikirannya namun Reyhan berbeda dari Gina, ia bahkan bisa menyembunyikan rasa itu.


Setelah selesai dengan urusan di Mall, dan sudah mendapatkain apa yang Gina cari, merekapun pergi dari sana.

__ADS_1


*


Ditempat lain, tepatnya di sebuah mobil berwarna hitam, pria paru baya yang tak lain adalah Bram masih memikirkan pertemuan dia dengan pasangan kekasih yang dikenalkan dengan teman bisnisnya, Mario. Dia terus memikirkan tentang kemiripan wajahnya dengan gadis muda yang diperkenalkan dengan Reyhan sebagai calon isrinya.


Berulang kali ia berdecak dalam diam dan asistennya menyadari kegelisan hati Bosnya.


"Maaf Pak, apa ada yang sedang Anda pikirkan?"


"Zam? kamu berpikiran sama tidak saat melihat gadis itu?"


"Gadis? calon istri pak Reyhan maksud si Bos?" Bram hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Saya juga merasa dia sangat mirip dengan Anda, apa mungkin mitos 7 kembaran itu benar adanya?"


"Entahlah."


"Maaf Pak jika saya lancang, apa Pak bos memiliki anak lain selain non Rumi?"


"Tidak, tapi...."


Bram terdiam, ingatannya melayang jauh ke masalalunya, tepatnya di dua puluh tahun lalu, ia pernah memiliki seorang sekertaris dan mereka perrnah menjalin hubungan terlarang, dan tidak lama dari hubungan mereka tiba-tiba wanita itu memnghilang entah kemana. Bram sudah berusaha mencarinya namun seakan ia ditelan bumi, keberadannya tidak pernah diketahui Bram.


"Nur? bagaimana kabar mu sekang?" gumam Bram.

__ADS_1


__ADS_2