
Di depan pintu toilet karyawan Reyhan saat ini tengah berdiri, menunggu Gina dari 20 menit lalu tapi yang di tunggunya tidak kunjung keluar dari sana.
Dengan cemas, Reyhan berjalan mondar mandir sambil sesekali ia mengetuk pintu toilet agar Gina cepat keluar.
Sekali lagi Reyhan mengetuknya dan akhirnya Gina membuka pintu, namun dengan raut wajah yang di tekuk.
"Heii.. ada apa? kenapa lama sekal?" tanya Reyhan begitu khawatir.
Aska yang melihat Gina keluar dari toilet, menutup mulutnya karena menyembunyikan tawanya di balik tangan nya dan itu terdengar jelas oleh Reyhan.
"Kenapa kamu tertawa!"
"Hah? Emmm.. Tidak pak, maaf."
"Mas!"
"Euumm, ya?"
"Lihat ini, dia tertawa karena baju ini, apa tidak ada pakaian lain?" rengek Gina yang baru saja Reyhan sadari penyebab dia berlama-lama di dalam sana.
Ya penampilan Gina saat ini membuat siapapun itu akan tertawa, karena pasalnya pakaian yang Gina pakai di lihat dari manapun memang tidaklah cocok. Dengan postur tubuh Gina yang mungil Reyhan malah memberikan pakaian miliknya yang notabenenya memang pasti akan sangat kebesaran untuk Gina.
"Oohh karena ini, tidak apa-apa, ini 'kan hanya sementara. Kita pulang sekarang ya, euum?"
Gina pun mengangguk namun masih dengan wajah yang di tekuk, Reyhan meraih tangan Gina yang masih terasa dingin dan menyematkan nya di jari-jari besarnya. Membawa Gina menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu utama perusahaan Violet Brand, tempat mereka saat ini berada.
"Aska, kau bisa pakai jasa taxi. Saya akan pergi kerumah Gina."
__ADS_1
"Baik pak!"
"Dan pak Mario, saya pamit undur diri, dan terima kasih," ucapnya lagi lalu mempersilahkan Gina agar masuk ke mobil yang kini sudah ia bukakan pintu nya lebi dulu.
Tapi pada saat Reyhan akan memutar menuju kursi kemudi, kakinya tertahan dan berhenti tepat di depan Mario, memberikan ekspresi wajah yang mengesalkan sehingga membuat Mario mengerutkan keningnya.
"Ada apa?" tanya Mario.
"Jangan pernah berpikir untuk menggoda calon istri saya!"
Hanya itu! ya hanya itu yang Reyhan katakan, dan kemudian ia berlalu begitu saja dengan terus menatap Mario dengan garang. Dan Mario yang mendapatkan tatapan intimidasi dari Reyhan hanya bisa diam dengan perasaan yang lucu, karena sikap dari Reyhan yang ternyata posesif.
"Dasar si tuan muda. Rey, Rey.. rupanya kelemahan mu ada pada diri wanita," gumam Mario yang menyebutkan nama Reyhan seakan orang yang akrab walaupun memang kenyataannya memang iya! ya Mario adalah teman Reyhan dari mereka duduk di bangku sekolah dasar. Mereka tumbuh kembang bersama, dan sukses pun bersama-sama.
Kepergian Reyhan dengan Gina, membuat Mario melamunkan sesuatu, sesuatu yang membuat dia bingung juga heran. Dia ingat betul wajah Gina yang benar-benar tidak asing di mata dan ingatan nya.
"Ah terserah, yang terpenting aku tau kelemahan si tuan muda itu, ahaha.." tawa renyah Mario dengan jahil mengingat sikap Reyhan yang membuat perutnya terasa geli.
Di perjalanan, Reyhan yang sedang menyetir tidak memperhatikan wajah Gina saat ini, wajah yang terus di tekuk karena pakaiannya yang kebesaran, bahkan ia menyamakan dirinya sendiri dengan orang-orangan sawah yang di pakaikan baju yang sengaja kebesaran.
"Mas kenapa tidak menerima tawaran orang tadi?"
"Tawaran apa?"
"Pakaian wanita."
"Kenapa memangnya?"
__ADS_1
"Ya seenggaknya aku bisa memakai pakaian yang cocok dengan ku"
"Itu juga cocok!"
Jawaban singkat Reyhan membuat Gina semakin menekuk wajahnya. Yang dia baru tahu sisi dari diri Reyhan adalah, Lelaki pencemburu! ya siapa yang menyangka pria dewasa yang cuek, tingkat cemburuan nya bisa separah itu.
Sesampainya mereka di kediaman sederhana Gina. Yang memang keadaan sepi di daerah kampung tersebut karena memang baru saja selesai hujan. Tanpa mengucapkan apapun Gina keluar dari mobil Reyhan dan berlarian ke arah dalam rumah.
Reyhan yang baru saja akan turun dari dalam mobil terperanjat kaget, dan mengira bahwa Gina tengah marah padanya sehingga membuat Reyhan berniat membujuknya lalu mengejarnya ke dalam rumah.
Tanpa mengetuk pintu, Reyhan masuk begitu saja dan apa yang terjadi? matanya mengerling beberapa kali, mulutnya sedikit terbuka karena saat ini ia melihat Gina yang baru saja melepaskan celana training milik Reyhan yang kebesaran itu dan hanya menyisakan sebuah kemeja yang hanya melindungi sebatas atas lutut satu jengkal.
Dengan susah payah ia menelan Saliva nya, jakun nya seakan menari-nari di leher berotot nya. Kepalanya terasa membesar, sungguh penampilan Gina yang hanya memakai kemeja kebesaran miliknya membuatnya semakin cantik dan seksi.
Entah apa yang ada di pikiran Gina. Gina yang melihat kehadiran Reyhan seakan tidak mempunyai perasaan risih sedikit pun walaupun hanya memakai baju atasan nya saja.
Ya walaupun sebenarnya ini bukan pertama kalinya Reyhan melihat paha mulus Gina karena sebelumnya ia telah melihat itu pada saat awal-awal mereka kenal, tapi ini sangat berbeda di tambah lagi rambut panjang Gina yang tergerai basah.
Reyhan menyadarkan dirinya sendiri, matanya melirik ke arah celana training yang sudah tergeletak di lantai. Gugup? sudah pasti karena itu sifat naluri dari seorang pria normal.
"G-Gin? ke-kenapa celananya di lepas?"
"Bukan di lepas Mas, tapi copot sendiri, aku lari dia malah menanggalkan nya sendiri di sana," jawab polos dari seorang Gina Utami.
...****************...
Mampir juga ke novel bestay Nuna ya...
__ADS_1