
Hari ini Gina menyempatkan diri nya untuk ke perusahaan Reyhan, ya karena untuk menggantikan hari kemarin ia tidak datang untuk menemani calon suaminya itu.
Gina berjalan dengan menundukkan kepalanya karena sejujurnya ia juga belum terlalu biasa untuk datang dan pergi ke gedung perusahaan yang Reyhan pimpin itu.
Ya, walaupun ada sebagian karyawan yang sudah mengenalnya dan tahu siapa dia, namun tetap saja, Gina masih merasa tidak enak jika ada karyawan lain yang belum mengenalnya dan berbisik tentang dirinya, yang datang dan menuju langsung ruangan Reyhan.
Ruangan Reyhan berada di lantai 25, dan lantai tersebut terbagi dua bagian yang dimana lantai tersebut sangatlah luas, dan untuk ke ruangan Reyhan sang direktur utama di sana, harus melewati beberapa meja karyawan yang berjejer di depan ruangan, yang hanya berbatasan dinding bermaterial kaca yang pasti nya sang direktur bisa melihat langsung karyawan nya bekerja hanya dengan duduk di ruangan nya saja.
Brakkk
Gina yang berjalan dengan menundukkan kepalanya tidak sengaja menyenggol seseorang yang sedang membawa beberapa berkas di tangan nya, dan sudah di pastikan semua pun berantakan karena Gina.
Gadis 19 tahun itu merasa bersalah dan berniat membantu orang yang di senggol nya untuk memunguti berkas-berkas yang berserakan, namun niatan Gina tidak di anggap orang tersebut.
Tangan Gina di tepisnya dan di susul dengan sebuah bentakan sehingga membuat gadis 19 tahun itu terjingkat kaget. ''Kau!! menyingkir lah! karena kau semuanya berantakan! perlu beberapa jam aku bisa menyusun laporan ini tapi hanya dengan beberapa detik kau menghancurkan nya!" bentak pria itu pada Gina.
Seluruh karyawan yang melihatnya ikut merasakan takut, bukan takut karena amukan pria tersebut, melainkan siapa yang di bentak pria itu.
"Ma-maaf, saya tidak sengaja. Biar saya bantu.'' Gina yang masih bersikap baik berusaha untuk kembali membantu mengambil berkas yang ada di lantai, namun pria yang meninggikan suara itu malah mendorong Gina dengan kasar.
__ADS_1
"Tidak perlu! lagipula kau ini siapa! bekerja di bagian apa!?"
Gina menghela nafasnya dengan panjang, melirik ke sekeliling yang semua orang sedang memperhatikan mereka, andai dia bukan berada di perusahaan melainkan di luar gedung, mungkin saja Gina sudah membalas bentakan pria tersebut, tapi tidak! Gina tidak ingin mencoreng nama Reyhan jika dia bersikap kasar di sana.
"Leni! catat nama dia! akan ku pastikan, dia ada di daftar karyawan yang akan menerima surat pemecatan!" teriaknya lagi pada seorang karyawan wanita satu-satunya yang ada di lantai tersebut.
"Siapa yang kau maksud?" suara barinton terdengar menyeruak, semua karyawan termasuk pria itu dan juga Gina menoleh ke asal suara.
Pria berpakaian rapih dengan paras yang tampan dan mimik wajah yang dingin nan tegas saat ini sedang berjalan ke arah Gina dan pria yang membentak Gina tadi.
Suasana disana berubah menjadi dingin bukan dingin karena terpaan pendingin ruangan, melainkan karena suara Reyhan yang sepertinya sedang menahan sesuatu dari dalam dirinya.
"Kamu? ikut ke ruangan saya," ucap Reyhan menatap tajam pada Gina yang melebarkan matanya, dan kemudian Reyhan pun berlalu begitu saja kembali keruangan nya dengan di ikuti Gina dari belakang.
"Tamatlah riwayat nya," bisik karyawan lain
"Ya biarkan saja mungkin saja dia akan mendapatkan sangsi tegas dari direktur," timpal pria itu yang sepertinya belum juga mengerti siapa yang di maksud karyawan lain akan berakhir riwayat nya.
Di ruangan, Reyhan yang sudah duduk di kursi kebesarannya hanya menatap ke arah Gina dengan tatapan dingin. Gina yang di tatap pun hanya diam di tempatnya dengan mengayunkan kaki kirinya dengan bibir yang di manyunkan beberapa senti.
__ADS_1
"Kemari!" ucap Reyhan meminta Gina agar mendekat ke arahnya, namun Gina tidak sama sekali mengindahkan perintah nya.
"Gin? aku meminta dengan baik-baik," ucap Reyhan lagi, dan kemudian Gina pun melangkahkan kakinya tapi tidak mendekat kepadanya, dia hanya melangkah beberapa saja dan berdiri dengan berjarak.
'Ck!' Reyhan berdecak dan menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian ia sendirilah yang beranjak dari tempatnya, lalu meraih tangan Gina, menarik nya agar lebih mendekat padanya.
"Apa kau tidak mendengar ucapan ku?" Reyhan yang merasa kesal menyentil pelan hidung mancung Gina sampai menyisakan kemerahan di sana.
"Apa kau marah padaku?" tanya Gina sambil mengusap hidungnya yang sedikit merasa sakit.
Reyhan mengangguk sebagai jawaban nya, Gina semakin mencebikan bibir nya, sungguh Reyhan benar-benar di buat gemas dengan ekspresi Gina saat itu.
"Lain kali hati-hati ya, itu hanya berkas yang jatuh bagaimana kalau benda berat lainnya, bisa melukai mu 'kan?" Gina mengernyitkan dahinya merasa aneh dengan ucapan Reyhan.
"Kau tidak marah karena aku membuat berkas-berkas itu berantakan?" tanya Gina lagi untuk memastikan dan Reyhan hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban nya lagi.
"Sungguh?"
"Ya, itu hanya berkas-berkas, dan rapat nanti bisa saya tunda sampai semuanya beres. Dan untuk orang itu, apa kau marah padanya karena telah membentak mu?" tanya Reyhan balik pada Gina. "Kalau kau tidak senang, kau bisa memecat nya," ucap Reyhan lagi dan spontan Gina langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Jangan! jangan di pecat, dia bereaksi seperti itu karena memang aku yang salah." Reyhan tersenyum mendengar jawaban Gina, sungguh dia tidak salah menilai gadis itu walaupun dulu dia kerap menduga kalau ginay gadis yang menyebalkan.