Terjebak Perjodohan Kontrak

Terjebak Perjodohan Kontrak
Bab 31 - Apa kita selesai?


__ADS_3

Roda mobil berhenti tepat di pekarangan rumah sederhana milik Gina. Sedari tadi tidak ada yang berbicara setelah Reyhan mengatakan kalimat terakhirnya yaitu 'Baiklah'.


Entah apa arti dari kata terakhir yang Reyhan ucapkan itu, namun Gina merasa pada kata terakhir yang Reyhan ucapkan itu mengandung makna yang membuat jantung nya berdebar.


"Eum, M-mas enggak mau mampir?" tanya Gina menawarkan namun tidak ada jawaban dari Reyhan yang tetap diam.


"Kalau begitu mas hati-hati."


Gina akan turun namun setelah Reyhan membuka mulutnya Gina pun mengurungkan niatnya.


"Gin?"


"Euum …, ya?"


"Mas yang akan bicara pada nenek untuk membatalkan rencana pernikahan kita."


"Maksud Mas?"


Entah kenapa perasaan Gina merasa tidak enak, tidak nyaman dan merasa sakit mendengar nya. Tapi apa yang sebenarnya Reyhan katakan, Gina tetap menunggu kelanjutan dari ucapan Reyhan.


"Ya, Mas tidak ingin mengikat mu terlalu intens, Mas sadar kalau kamu merasa tidak nyaman dengan sikap mas, ya karena saya memang begini. Tapi kamu bisa tenang untuk kedepannya, mas yang akan bicara pada nenek untuk membatalkan rencana pernikahan kita."


Jelas Reyhan dengan sangat baik dan itu dapat Gina artikan bahwa Reyhan saat ini sedang melepaskan nya, mengucapakan kata perpisahan dengan tutur kata yang baik.

__ADS_1


"Jaga diri kamu baik-baik, maafkan mas jika selama ini tidak bisa membuat kamu nyaman."


"Kita selesai?" tanya Gina memastikan walaupun dia mengerti apa yang di ucapkan Reyhan barusan. Jantung nya berdebar, tangan nya bergetar, kakinya terasa amat lemas.


"Ya, mungkin itu yang terbaik buat kamu. Kamu pun terus menolak untuk saya nikahi, tapi saya tidak masalah, walaupun nantinya kamu bukan istri saya, mungkin kamu bisa menjadi adik perempuan saya"


Tidak! Gina tidak bisa lagi berkata-kata, hatinya sakit bak tertancap busur panah yang di berikan racun mematikan. Ya! dia sangat ingat, dia sendiri yang mengatakan 'Tidak!' saat Reyhan mengatakan akan menikahi nya saat ini juga. Tapi, tapi bukan ini yang Gina maksud..


Reyhan mengangkat tangannya melihat jarum jam yang melingkar pada pergelangan tangannya dan berkata lagi.


"Maaf, Mas ada janji rapat setengah jam lagi."


'Tidak! bahkan mas Rey bicara pun tidak sama sekali melihat ke arah ku' Gina berbatin pilu. Ada sedikit merasa terharu pada hati gadis 19 tahun itu, karena Reyhan yang menjuluki dirinya sendiri dengan terus ada kata 'mas' walaupun hubungan mereka memang tidak baik-baik saja saat ini.


Tanpa menyahut lagi, Gina pun turun dari mobil dan Reyhan tanpa berpamitan lagi sudah meluncur jauh dengan mobilnya, semakin jauh dari pandangan mata bulat milik Gina.


Dengan kakinya yang lemas, Gina melangkah ke dalam rumah nya, sapaan tetangga pun tidak sama sekali ia hiraukan karena memang ia tidak mendengar nya. Jiwanya telah di kuasai penuh dengan kesedihan.


Di tempat lain pun, tempat Reyhan saat ini menghentikan mobilnya, bukan di tempatnya bekerja, bukan pula di suatu tempat yang dia katakan ada sebuah janji yang ingin ia temui. Di danau dengan rerumputan hijau lah saat ini Reyhan berada.


Reyhan pun sama merasakan kesedihan seperti yang Gina rasakan, dia juga tidak menyangka kalau dirinya akan mengatakan kata perpisahan itu. Ya tapi walau bagaimanapun, Gina sendiri lah yang mengatakan 'tidak' dan itu di artikan oleh Reyhan sebagai penolakan untuk nya.


Baru pertama kali merasakan kisah cinta dan belum juga sempat mengutarakan perasaan nya yang sebenarnya, hubungan mereka sudah terlanjur hancur, dan itu dia sendiri yang memutuskannya. Reyhan tidak mengerti apa yang saat ini ia rasakan, yang dia tahu. Perasaannya sangat perih dan menyesal karena telah mengakhiri hubungan antara mereka.

__ADS_1


"Aarrrggghhhh!!!"


Reyhan berteriak di dalam mobilnya dengan sangat keras, memukul kemudinya dengan sangat kencang sehingga meninggalkan bekas merah pada tangannya yang bersih itu.


Matanya memerah, ada linangan air pada matanya, tangannya juga bergetar hebat dengan urat-urat rahang yang mengeras. Menandakan bahwa dia juga hancur!


Keesokan nya. Pagi yang cerah dan sejuk karena semalaman telah di guyur hujan pada kota itu. Mata yang membengkak perlahan terbuka karena terkena sinar matahari yang masuk melalui celah jendela kamar dari sang gadis.


Gina Utami menggeliat merenggangkan otot-otot yang terasa kaku. Mengingat bahwa ia telah bermimpi buruk semalam, bermimpi bahwa Reyhan memutuskan hubungan mereka.


Tapi tunggu! kenapa dia masih menggunakan pakaian kemarin sore, kemarin sore saat dirinya pulang dari kampus. Kepalanya menoleh ke arah kaca yang tertempel di lemari pakaian nya. Matanya yang mengecil karena memang bengkak, memicing merasa ada yang berbeda pada wajah nya.


"Apa aku menangis semalam karena mimpi itu?" gumamnya.


Gina terdiam lagi. Tidak! itu bukan mimpi itu memang nyata! Reyhan memang sudah mengatakan perpisahan dengan dirinya. Dan itu di sebabkan olehnya.


Air matanya mengalir sendiri dengan di susul isakan pilu. Hatinya kembali merasakan sakit. Bukan dia tidak tahu kalau itu memang nyata tapi semalam dia berharap sebelum memejamkan matanya yang lelah karena tangisan, bahwa itu semua hanyalah mimpi, mimpi buruknya. Yang ia harap setelah bangun keesokan nya, hubungan mereka tetaplah baik-baik saja.


Laki-laki yang selama ini membuat dia merasa dirinya berharga, laki-laki dewasa dan berwibawa yang telah membuat diri nya merasa sangat nyaman dan bahagia. Bukan hanya sebagai calon suami, tapi Reyhan bahkan bisa menjadi seorang kakak, dan seorang ayah baginya yang memang selama ini belum pernah ia rasakan. Dan karena jawaban cerobohnya Reyhan mengakhiri hubungan nya.


Pada siapa lagi dia akan bersandar? karena baginya hanya Reyhan lah yang membuat dia nyaman. "Mas Rey, apa sebegitu serius nya kamu menganggap atas jawaban bodoh ku" Lirih Gina.


"Mas, aku mencintaimu," lanjutnya.

__ADS_1


Ya andai saja, Reyhan mendengar ucapan indah yang keluar sendiri dari mulut Gina mungkin saja hatinya akan sangat bahagia di antara para pria lainnya.


Tapi sangat sayang, Reyhan tidak bisa mendengar itu.


__ADS_2