Terjerat Hasrat CEO Mandul

Terjerat Hasrat CEO Mandul
Bab 10 Kebahagiaan


__ADS_3

Pagi ini, gadis bernetra biru nampak lebih ceria tidak seperti hari-hari kemarin. Paras eloknya bercahaya, mata jernih berbinar bak bintang kejora. Semangat hidup yang semula meredup, telah kembali berbunga. Ia telah bersiap sedia, menghadapi badai ujian yang akan menerjang kapan saja.


Gadis itu berjalan santai, menapaki area trotoar yang di sekitarnya adalah gedung perkantoran dengan menara-menara pencakar langit. Bibir mungilnya bergerak-gerak, menyenandungkan sebuah lagu milik salah satu penyanyi ternama, yakni John Mayer.


Tidak tahu ruh apa yang telah merasuki raga gadis itu. Sebab pagi ini, senyuman yang sempat sirna, kembali hadir menghiasi parasnya yang diciptakan Tuhan begitu sempurna.


Di saat tengah asyik menikmati lagu kesukaannya, suara nada dering dari telepon genggam seketika menghentikan derap kaki. Keningnya mengerut heran karena tidak biasanya ada panggilan masuk sepagi ini.


"Telepon dari siapa?" Louisa bergegas meraih benda pipih tersebut dari dalam tas untuk melihat siapa yang menghubunginya. Netra mata tiba-tiba berkaca. Ia mengatup mulut seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat di layar handphone. "Da-Daniel? Ka-kamu menghubungiku?" Tidak ingin membuang-buang waktu, Louisa langsung saja menerima panggilan masuk dari kekasih yang sangat dirindukan tersebut.


Daniel


Happy Anniversary, Honey!


Louisa


Daniel... kaukah di sana?


Daniel


Iya, Louis. Ini aku, your BF


Louisa


Kamu ke mana saja? Apa kamu tidak tahu, kalau aku merindukanmu?


Daniel


Tentu saja aku tahu karena aku juga merindukanmu, Louis.


Louisa

__ADS_1


Tapi, kenapa kamu menghilang? Satu minggu ini, tidak ada telepon, tidak ada pesan singkat. Bahkan seluruh pesan yang aku kirimkan, tidak ada satu pun yang kamu baca!


Daniel


Maafkan aku Louis. Aku butuh waktu untuk memikirkan kelanjutan hubungan kita.


Louisa


Kita perlu bicara, Daniel


Daniel


Tentu!!


Louisa


Kapan kita bisa bertemu?


Daniel


Louisa


Apa aku sedang bermimpi?


Daniel


Tentu saja tidak! Nanti malam berdandanlah yang cantik dan pakai gaun yang aku belikan. Aku sudah mengirimkan gaun itu ke apartemenmu.


Jam enam sore, sopir pribadiku akan datang menjemput dan aku menunggumu di sini, di tempat yang sangat indah.


Louisa

__ADS_1


Aku tidak tahu harus bicara apa. I love you so much, Daniel!


Daniel


I love you too. Sampai jumpa nanti malam!


Louisa


See you!


Selepas sambungan telepon terputus, tanpa sadar air mata menitik begitu saja. Rasa bahagia yang tak terkira hanya bisa dilukiskan oleh tetesan-tetesan jernih yang membasahi pipi. Ingin rasa hati berteriak sekencang mungkin, melabuhkan segala rasa sesak yang kini tergantikan oleh kelegaan batin.


"Oh Tuhan... terima kasih untuk kejutan tak ternilai ini..." gumam Louisa, penuh haru.


Dara berusia dua puluh lima tahun itu pun, melanjutkan langkahnya kembali. Ia sudah tidak sabar untuk berbagi rasa sukacita kepada sahabat karibnya, Karen.


...*****...


Sementara itu, di hunian megah. Namun, penuh aura kesedihan. Dua pasang manusia, kembali terlibat dalam percekcokan. Keduanya sama-sama berpegang pada ego masing-masing. Si istri yang bersikukuh meminta bercerai dan si suami yang terlalu memaksakan kehendaknya. Tidak tahu sampai kapan hubungan cinta sebelah pihak itu akan bertahan, yang jelas mereka berdua tengah merajut luka bertambah hari, semakin dalam.


"Pokoknya, aku mau kita bercerai. Titik!!!!" ujar Chloe mengacung-acungkan surat gugatan. Kali ini, wanita itu tidak main-main. Ia membawa serta dokumen resmi untuk ditanda tangani.


"Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikanmu, Chloe. Kalau aku tidak bisa memilikimu, itu artinya pria mana pun tidak bisa!!" balas Axelle menyalang murka.


"Apa maksudmu, hah? Kau mau membunuhku, Axelle?" cerca Chloe, tepat di depan wajah sang suami.


"Bukan kau yang akan kuhabisi, melainkan si keparat itu!!!" Axelle menekan batin sang istri dengan memberinya ancaman. Ia sudah tidak memiliki cara lain untuk membuat Chloe tetap tinggal bersamanya.


"Kalau kau berani menyentuh kekasihku, detik itu juga kau akan kehilangan aku selama-lamanya. 'Camkan itu, Axelle!!" Chloe beranjak meninggalkan sang suami yang terpaku oleh perkataannya. Ia pergi meninggalkan rumah dan tujuannya tak lain adalah tempat persembunyian si kekasih gelap, Daniel Martinez.


"Ah..." geram Axelle menyorong barang-barang yang tergeletak di atas meja rias. Semua terjatuh, berserakan dan pecah berkeping-keping, seperti perasaan dan harga dirinya kini. "Baiklah... malam ini aku akan bersenang-senang, seperti dirimu yang bergumul dengan si bajingan. Kamu memang sudah membuatku kecewa, Chloe. Tapi, aku tidak bisa membalas dengan menyakitimu. Jadi, lebih baik aku menyakiti perempuan lain." Ia pun bergegas pergi, mengingat malam ini ia telah membeli seorang wanita penghibur untuk dijadikan pelampiasan kebencian dan kekecewaannya kepada sang istri.

__ADS_1


Namun, apakah wanita tersebut benar-benar seorang kupu-kupu malam?


...*****...


__ADS_2