Terjerat Hasrat CEO Mandul

Terjerat Hasrat CEO Mandul
Bab 33 Tunjukkan Wajah Aslimu!!


__ADS_3

"Mom... kenapa tidak memberitahu Axelle kalau mau ke sini? Axelle, 'kan, bisa menjemput Mom sepulang dari kantor," kata Chloe, bersikap ramah pada Edelin seakan tidak menyimpan masalah apa-apa. Ia sedikit membungkukkan badan lalu mengulurkan tangan untuk mengambil tas yang djinjing sang mertua. "Biar Chloe bantu bawakan, Mom...."


Edelin menepis kasar tangan Chloe dari barang bawaannya. "Tidak usah berlagak baik padaku. Tunjukkan saja wajah aslimu, Chloe. Aku sudah tahu semuanya!"


Kedua alis Chloe saling bertautan. "Apa yang Mom katakan? Aku sungguh tidak mengerti...."


Edelin menyorot tajam wajah Chloe sesaat, lanjut memalingkan muka. "Aku tahu apa yang sudah kau perbuat pada Axelle. Aku juga tahu bagaimana perlakuanmu pada putra semata wayangku itu. Jadi, berhentilah bersandiwara di hadapanku, Chloe!!"


"Tapi, aku benar-benar tidak paham Mom..." sergah Chloe, melanjutkan sandiwara.


Edelin memutar kedua bola matanya malas. Mulut pun berdecak sebal, mendengar bualan Chloe bak nada sumbang di telinga. "Apa omonganku kurang jelas, wanita tak tahu diri? Berhenti bersandiwara di hadapanku...!!"


Chloe terkekeh, "Jadi, Mom sudah mengetahui fakta mengenai Axelle? Mom sudah tahu, kalau Axelle tidak bisa memberikan cucu?"


"Lebih dari itu!" Edelin mengangkat sebelah alisnya.


"Lebih dari itu?" ulang Chloe, dengan suara sedikit meninggi. Ia mengangkat kedua lengan, lanjut bertepuk tangan. "Jadi, Axelle mengadu pada Mom soal diriku?" terka Chloe, berani menatap kedua mata sang mertua.


"Axelle tidak pernah mengadu apa pun pada Mom. Dia bukan anak kecil yang merengek pada ibunya bila ada masalah. Justru aku tahu kelakuan liarmu, dari mulutmu sendiri!!" Edelin mengacungkan jari telunjuk ke arah muka Barbara Chloe. Wajah wanita paruh baya itu berubah merah padam. Urat-urat kecil pun turut menegang di kedua pelipisnya.

__ADS_1


"Dari mulutku? Mana mungkin! Aku tidak pernah mengatakan apa pun pada Mom..." Chloe tergelak, mengolok-olok penjelasan sang mertua.


Edelin mendesah, "Sudahlah, aku malas mendengar ocehanmu. Sebaiknya kau pergi dari hadapanku sekarang juga. Aku jijik melihat wajah sok lugumu itu!!"


"Ya, ya, ya...! Jangankan dari hadapan Mom. Bahkan angkat kaki dari rumah ini, aku akan dengan senang hati melakukannya!" sahut Chloe, angkuh.


Edelin menoleh, memicingkan mata ke arah menantunya. "Kalau begitu, tunggu apa lagi? Pergi sekarang juga, menjauhlah dari hidup putraku!!"


Chloe kembali tertawa geli. "Bukan aku tidak mau. Berkali-kali aku meminta Axelle buat menceraikanku! Tapi nyatanya apa, Mom? Pria bodoh itu tetap saja mempertahankanku!"


Edelin mengepalkan kedua tangannya. "Tunggu saja, tidak akan lama lagi Axelle akan mengurus surat cerai kalian!"


"Aku tunggu!!" tantang Chloe.


...***...


"Nih!" Erika menyimpan setumpuk pekerjaan di atas meja Louisa.


Bola mata Louisa terbelalak. "Apa ini semua, Erika?"

__ADS_1


"Apa matamu buta?" sentak Erika.


"Apa telingamu tuli?!" balas Louisa tak kalah ngotot.


Hidung Erika kembang kempis. "Bisa tidak, sehari saja kamu bersikap manis padaku, Louisa?! Aku ini seniormu di sini! Sudah sepantasnya, kamu bersikap sopan...!!!"


"Tidak...!" sahut Louisa, masa bodoh.


"Kau...!!" Erika menderapkan kedua kakinya, kesal karena sikap acuh tak acuh Louisa.


"Apa lagi, Erika...?" tanya Louisa memelankan suaranya.


"Periksa semua berkas ini! Jangan sampai ada yang terlewat, satu lembar pun!!" titah Erika, bak seorang bos.


Dahi Louisa mengerut. "Bukannya ini semua adalah tugasmu, Erika? Kenapa kamu limpahkan padaku? Ambil kembali berkas-berkas ini! Pekerjaanku sudah sangat banyak!!!"


Gadis yang mengenakan rok super mini menghentakkan kedua kakinya. Ia mengambil kembali tumpukan kertas yang diletakkan di meja Louisa. Lanjut membalikkan badan, menarik langkah untuk kembali ke meja kerjanya.


"Bye, Erika...! Aku bantu dengan doa ya...!!" teriak Louisa yang diakhiri dengan cekikikan.

__ADS_1


Erika terus saja berjalan mengabaikan Louisa yang mencemooh dirinya seraya bergerundel di dalam hati. "Awas saja kamu, Louisa! Aku akan balas sikap kurang ajarmu ini!!"


...****...


__ADS_2