
Alexander pun masuk duluan ke dalam mobil tanpa menunggu Sersi masuk. Tapi Sersi hanya berdiri dan tidak ikut masuk, hanya menunggu sampai mobil itu melaju dan dia akan pulang menaiki kendaraan umum untuk ke mansion. Toh hanya mengambil barang - barangnya saja.
Namun hal ini membuat Alexander dan Clark saling pandang, karena Sersi tak juga ikut masuk ke dalam mobil Fancy bersama Alex.
"Maaf Miss, silahkan segera masuk. Jam kerja kantor sudah bubar, kita akan pulang kembali ke mansion" ucap Clark pada Sersi yang masih berdiri mematung hanya melihat mobil itu dan ke dirinya.
"Iya Clark, tapi aku naik taksi saja. Aku hanya mau ambil barang - barangku saja kok, malam ini kan Tuan sudah pulang. Sofia tidak memerlukan aku lagi, terimakasih ya! Aku juga tidak enak kalau harus bersama dengan Tuan Alex". Ucap Sersi pada Clark menjelaskan alasannya tidak menaiki mobil.
Clark pun hanya diam membisu, tidak menjawab atau pun bereaksi. Clark hanya memandang Tuan Mudanya, dan melemparkan ekspresi bingung. Seperti saya harus bagaimana.
"Siapa bilang kamu boleh pulang?" suara Alexander dari dalam mobil, membuat Sersi menoleh ke arahnya melongo.
'What the hell!' batin Sersi mengumpat.
"Ta.. tapi tuan sudah pulang. Jadi saya akan pulang, tugas saya sudah selesai. Nona Sofia tidak memerlukan saya lagi".
"Aku belum memperintahmu, jadi naiklah cepat jangan membuatku menunggu lama. Kita akan ke portland hospital!" Suara Alexander sedikit naik satu oktaf, membuat Sersi melotot dan bukannya takut malah merasa marah juga. Namun Sersi tahan kekesalannya itu.
'Beraninya dia bentak aku, pake so soan aku kamu segala. Dasar pria aneh, diktator, homo. Arrgh' batinnya Sersi menjerit jerit frustasi dengan kelakuan bosnya ini.
"Tapi Tuan Alex sa..".
"Cepat naik sekarang!" ucapan Alex memotong.
Dengan sangat terpaksa, Sersi masuk ke dalam mobil dengan suasana yang penuh amarah. Kepalanya pusing serasa ingin berteriak teriak sekencangnya akibat kelakuan Alexander bosnya yang begini.
'Apa apaan dia ini? Apa aku tidak boleh merasakan bahagianya hidup sendiri tanpa ada orang seperti dia. Menyebalkan' batin Sersi merutuki Alex.
******
Mereka pun akhirnya sampai di Portland Hospital setelah 1 jam perjalanan, Alexander pun turun begitu juga Sersi. Mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ruangan Alden ayah dari Alexander yang sedang dirawat.
Sersi mengikuti setiap langkah Alex dibelakang, sungguh sore ini disepanjang jalan menuju rumah sakit sampai sekarang wajahnya memasang ekspresi ditekuk dan cemberut. Sungguh dia sebal karena bosnya ini yang tak lain adalah Alexander yang memaksanya kesini dan turun bersama.
Dia merasa aneh pada bosnya ini, apa sih maunya? Pria itu telah merusak rencana Sersi yang akan berleha - leha di apartemen pribadinya.
Sungguh membuat moodnya sangat buruk hari ini, ada apa dengan bosnya itu? Kini Alex dan Sersi telah sampai di depan pintu ruang rawat sang Tuan Besar. Alex membuka pintu perlahan dan terlihat ayahnya sedang memakan makanan dari rumah sakit disuapi oleh Sofia. Ternyata adiknya pun juga ada disini menjenguk sang ayah yang puji tuhan kondisinya membaik setelah kritis kemarin.
Ketika Alex membuka pintu dan terlihatlah Alexander yang datang, juga seorang perempuan yaitu Sersi membuat Alden yang melihatnya merasa penasaran siapakah gerangan wanita itu?
"Hai kak Sersi, aku kira kakak lembur dikantor. Ternyata barengan sama Kak Alex. Sini kak ayo!" Sofia mengajak Sersi masuk dan menyuruhnya duduk di sofa tunggu yang berada didalam kamar ini.
"I.. iya Nona." jawab Sersi namun tetap pada posisinya, mana berani dia masuk duluan sebelum Alex masuk.
"Kak Alex kapan datang? Seminggu lebih kakak pergi, langsung bekerja ke kantor ya?" tanya Sofia pada kakaknya yang melangkah masuk ke kamar Alden dan berjalan ke samping kiri ranjang ayahnya.
"Kakak siang tadi kembali dari Jepang, biasa mengurus urusan bisnis kakak. Kakak memang langsung ke kantor tidak ke rumah dulu, sepertinya Sersi kesulitan pekerjaan banyak. Betul bukan Sersi?" tutur Alex lalu melihat ke arah Sersi yang berada di samping Sofia.
__ADS_1
Sersi yang hanya diam membatu, hanya mendengarkan dan melihat interaksi antara kakak beradik itu tiba - tiba menjawab dengan tergugup gugup.
"I.. iya Nona. Urusan di perusahaan AR Group memang sangat banyak, saya kewalahan beruntung Tuan datang diwaktu yang tepat. Jadi saya bisa mengerjakan apa yang seharusnya saya kerjakan" jawab Sersi melihat ke Sofia dan Alden bergantian. Alden sang Tuan Besar.
Alden melihat kepada putra sulungnya Alexander Rudwig dalam menatap diri Sersi, sungguh Alden merasa senang karena dirinya tahu Alex sedang mengincar sosok perempuan ini. Di sorot matanya terlihat ketertarikan disana, dan rasa suka. Mata Alex yang menatapnya seperti itu, tidak bisa membohongi Alden yang notabenenya sama pria. Dia tahu persis sifat pria seperti apa jika sedang terobsesi.
"Alex." Panggil Alden ayahnya Alex.
"Iya Pah, papah gimana sekarang? Sudah merasa enakkan, maafkan Alex yang jarang menjenguk keadaan papah. Alex benar - benar banyak urusan" jawab putra sulung Alden itu.
"Papah merasa lebih baik, tidak apa apa Alex. Sofia dan sekretaris barumu yang bernama Sersi itu selalu datang kesini setiap sore bersama Sofia. Kau tidak perlu khawatir!" ucap Alden Alfarez Rudwig.
"Iyakah, memang kau benar selalu datang kesini selama aku tidak ada?" Tanyanya pada Sersi.
"Iya Tuan, saya menemani Nona. Maaf kalo saya lancang" ucap Sersi.
"Tidak, aku hanya bertanya. Kau sudah sejauh mana mengajari Sofia tentang perusahaan, apakah dia gampang mengerti atau susah diajari?".
"Terima kasih Tuan! Nona sangat cepat memahami tentang urusan perusahaan dan bisnis. Nona sangat belajar dengan baik".
"Kamu sudah tertarik dengan bisnis Sofia? Setahu papah kamu selalu ingin mendalami hobbymu itu. Mendesain pakaian dan modelling?" celetuk Alden merasa heran pada anak bungsunya yang tiba-tiba mau belajar bisnis.
"Ehmm, pah kakak yang menyuruh aku untuk belajar bisnis dan tentang perusahaan. Katanya supaya aku menjalankan perusahaan A2 Corporation papah, agar nanti aku selesai kuliah langsung memimpin perusahaan. Supaya tidak merepotkan Andrew."
"Hmm, kau ini Alex selalu membuat adikmu begitu. Jangan paksa dia jika Sofia tidak mau Alex?!". kata Alden.
"Hmm kau mirip dengan kakekmu, oh ya sejak kapan kamu memperkerjakan karyawan perempuan? Papah baru tahu bahwa Sersi itu sekretaris pribadi kamu dikantor?".
"Alex hanya memberi kesempatan pekerjaan pada perempuan ya karena rekan kerjaku rata - rata memiliki sekretaris perempuan. Jadi aku merekrutnya, Samuel sudah terlalu sibuk mengurus semuanya. Makanya aku mencari lagi sekretaris baru" jelas Alexander menyembunyikan yang sebenarnya.
'Sebenarnya Sersi latar belakangnya sungguh membuatku terkejut pah, hanya dia orang yang bisa membuatku terhubung kepada Alfonso' batin Alex berbicara pada ayahnya yang tak mungkin bisa diutarakan oleh Alex. Takut ayahnya menjadi drop mengetahui bahwa Sersi, salah satu keluarga angkat Alfonso.
Alden pun hanya ber oh ria, lalu kemudian mereka bertiga berlarut dalam obrolan kecil sampai obrolan seru. Menciptakan suasana hangat keluarga yang sebenarnya, tanpa seorang ibu. Sesekali suara tawa keluar dari mulut mereka ketika mereka menceritakan hal - hal lucu.
Dan Sersi yang daritadi hanya berdiri saja, ikut duduk disamping ranjang Alden berdampingan dengan Sofia dan Alex disisi ranjang satunya. Entah mengapa Sersi merasakan kehangatan sebuah keluarga yang tak pernah dia dapatkan selama 14 tahun terakhir ini, dia merasa terharu sampai membuat hatinya merasa gimana gitu.
Sersi ikut bergabung bercengkrama dengan Tuan Besar, Tuan Muda, dan Nona Muda yang ternyata humble sekali. Membuat Sersi merasa nyaman berada ditengah-tengah mereka.
******
"Barang barang saya sudah saya kemas Tuan, saya sudah selesai. Terimakasih sudah mengijinkan saya untuk tinggal di mansion mewah ini." ucap Sersi keluar dari kamar tamu dan berbicara pada Alex yang menunggunya diruang depan.
"Nona saya pulang kembali, selamat malam Nona." ucap Sersi membungkuk hormat.
"Yah aku kira kakak bakal nginep dulu malem ini, aku jadi gak ada temen deh nonton drama koreanya" tutur Sofia memasang wajah sedih.
"Tidak Nona, Tuan sudah pulang. Jadi tugas saya sudah selesai, terimakasih Nona". Jawab Sersi kemudian keluar dari mansion menuju gerbang depan untuk pulang kembali ke apartemennya.
__ADS_1
"Sersi terimakasih sudah menjaga adikku. Kau pulang diantar Clark, dia sudah ada didepan." Kata Alex.
'Bisa berterima kasih juga dia hah?' batin Sersi mengejek bosnya itu. Pria diktator menurut Sersi.
"Baik Tuan! Selamat malam, saya pulang dulu". kata Sersi kemudian langsung keluar dari mansion dan berjalan ke gerbang besar.
Terlihat mobil hitam Roll Royce mewah sudah menunggu dan Clark sudah berada di dalam mobil, diruang kemudi. Karena tadi Alex sudah berkata bahwa malam ini dia akan diantarkan Clark ke apartemen, Sersi pun langsung masuk ke dalam mobil.
Dan Clark pun melajukan mobilnya, setelah Sersi berhasil masuk. Dan Sersi merasa bahagia bisa bebas kembali dan bisa tinggal lagi di apartemennya. Dia lelah selama berhari-hari ini menahan sikap ketika tinggal dimansion. Ketika di apartemen nanti, dia bisa melakukan hal yang disukainya lagi. Minum coklat panas, dan tidur hanya memakai celana pendek dan tangtop saja.
__________
Tak terasa waktu tidur selama 7 jam lamanya serasa cepat dilewati, pagi sudah menyambut Sersi kala alarmnya berbunyi. Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi, namun Sersi terbiasa dibangunkan alarm agar dia tidak terlambat datang bekerja ke kantor.
Namun ketika Sersi selesai membereskan apartemennya, dan sedang memasak sarapan untuk pagi ini. Bel berbunyi nyaring, tanda ada orang yang ingin bertemu dengannya.
"Siapa pagi pagi begini bertamu, perasaan aku belum punya temen yang tahu aku tinggal disini deh!" Ucapnya sendiri, namun Sersi mematikan kompor dan berjalan ke pintu depan untuk membuka pintu. Dan melihat siapa yang datang, karena bel terus saja berbunyi.
Sersi pun sesampainya di depan pintu, mengintip dari celah bulat di tengah pintu untuk melihat siapa yang berada diluar sana. Namun tidak terlihat wajahnya, karena orangnya berada disamping kanan pintu.
Dia pun membuka pintu tersebut.
"Selamat Pagi.." sapa lelaki bertopi biru yang memakai kaos biru juga bergambar burung yang berarti seragam kurir pengantar paket.
"Pagi ada apa ya?" tanya Sersi berdiri di depan pintu melihat lelaki itu yang sedang membolak balik paket kotak itu.
"Apa Nona bernama Sersi Vilhauc benar. Ini ada kiriman paket dari Nona Cindy Amella di Sicilia." Jawab kurir itu membaca keterangan yang berada di paket itu. Dan menyerahkannya pada Sersi.
"Iya, itu saya. Terimakasih" jawab Sersi sambil mengambil paket yang disodorkan lelaki itu.
"Baik, silahkan tanda tangan disini Nona sebagai tanda bukti telah diterima."
"Oh baiklah".
Sersi pun menandatangani kertas uang yang disodorkan kurir, selesai menandatangani tanda bahwa paket sudah diterima oleh orang yang benar. Kurir itupun pamit pergi dari sana, dan Sersi menutup kembali pintu apartemennya dan membawa paket itu ke ruang meja makan. Karena dia akan menyantap sarapan paginya. Setengah jam lagi dia akan pergi bekerja.
"Hmm ini pasti gaun itu!" ucapnya sendiri melihat paket yang baru saja dia terima.
Maka Sersi pun membuka paketnya dan tadaa...
"Wah ini benar-benar cantik! Gaunnya mewah banget ada blink blinknya. Sungguh warna yang selaras, bagus banget Cindy. Andreas memang pandai mengajarimu.." ucap Sersi terkagum - kagum ketika melihat asli bentukan gaun yang Cindy desain ternyata lebih bagus aslinya ketimbang difoto. Merasa senang dia mendapatkan hadiah ini, karena Cindy bilang di pesan bahwa ini adalah hadiah ulang tahunnya.
Namun dengan terpaksa Sersi melupakan dulu kekagumannya terhadap gaun ini, sebenarnya dia ingin mencoba terlebih dahulu gaun ini dan berputar-putar dihadapan cermin. Namun ketika melihat waktu, sudah hampir mau jam 8. Dia harus pergi bekerja ke kantor pagi ini. Malah satu jam lagi akan ada meeting dia tidak boleh terlambat.
"Uhm, gaun cantik kamu aku simpan dulu ya. Nanti aku coba, aku harus pergi bekerja." ucapnya sendiri pada gaun itu, dia pun menyimpan gaun itu ke kamarnya dia taruh diatas kasur.
Lalu Sersi bergegas keluar dari apartemen untuk berangkat bekerja ke AR Group. Karena hari ini dia akan menghadiri meeting penting perusahaan, dan akan ada Chang Dodo juga nanti. Proyek kerjasama berhasil diraih, dan akan segera digarap dalam waktu dekat.
__ADS_1
Membuat pekerjaan Sersi serasa makin banyak, dan tambah sibuk menyita sebagian waktunya dan menguras pikirannya.