
Apakah aku harus pulang?
Bagaimana jika aku tidak lagi dianggap?
Apakah aku akan merasakan sakit kembali, setelah aku sudah bisa melupakan rasa sakit itu.
Mengapa semua ini terjadi padaku?
Apa hidupku harus selalu dipenuhi dengan penderitaan yang menyiksa batin dan ragaku.
Kapan kebahagiaan itu datang?
Maafkan aku jika aku lebih mementingkan kewarasan diriku dan ketenangan hatiku.
*******
Jam istirahat pun tiba, Sersi pun merenggangkan badannya melemaskan otot-otot yang tegang. Dia mengingat ajakan Amelia tadi pagi, jadi dia pun akan mengirimkan pesan pada temannya toh dia pun tidak ada janji sama siapapun siang ini. Terlihat bosnya juga tidak memerintah apa pun padanya.
[Amel, aku turun sekarang. Pekerjaanku udah selesai. Kita makan hotpot nanti direstorasan Jepang yang kamu bilang tadi]
[Oke, aku tunggu di lobby ya!]
Sersi pun senyum senang, akhirnya dia bisa merasakan kebebasan yang hakiki. Hotpot adalah makanan kesukaannya, kecintaannya terhadap makanan pedas membuat dia merasa bahagia ketika memakannya. Dan satu lagi, temannya ini Amelia merupakan teman yang super gercep alias 'gerak cepat'. Dalam membalas pesan pun tidak sampai satu menit sudah dibalas.
Sersi pun bangkit dari duduknya dengan membawa ponsel dan tas kecilnya, dan diapun keluar dari ruangan itu tanpa izin pada bosnya terlebih dahulu karena terlihat tuannya seperti sedang mengobrol serius dengan Samuel.
Sersi pun melenggang pergi meninggalkan ruangan tersebut dan akan turun ke lobby menemui Amelia yang sudah menunggu dan mereka pun akan makan siang hotpot bersama. Ahh itu membuatnya senang.
"Mel.." panggil Sersi pada Amelia yang berdiri di dekat pot bunga besar disamping pintu keluar.
Amelia pun menoleh dan menyimpan ponselnya, tersenyum kepada Sersi dan melambaikan tangannya menyuruh Sersi agar lebih cepat berjalan. Mereka pun akhirnya pergi keluar bersama untuk makan siang ke restoran jepang yang ada di dekat kantor. Hanya butuh berjalan kaki saja, restorannya berada di seberang gedung perusahaan.
"Selain hotpot kamu mau ada pesen apalagi gak Ser?" tanya Amelia ketika mereka berhasil mendapatkan meja. Mereka duduk dimeja dekat jendela restoran yang menampilkan jalanan ramai.
"Aku tambah ramen daging sapi pedas sama lemon juice aja deh" jawabnya pada Amelia.
Amelia pun mengangguk dan memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka.
Setelah berhasil memesan makanan, Amelia dan Sersi pun berbincang-bincang seputar urusan pekerjaan mereka dan mengobrol tentang kesukaan mereka masing - masing hingga sampai pada titik Amelia akan mengucapkan sesuatu yang penting pada sahabatnya itu.
"Ser, sebenarnya aku ngajak makan siang kamu kesini aku mau minta bantuan sama kamu? Boleh ya?" kata Amelia akhirnya mengutarakan niatnya mengajak sahabatnya ini makan siang disini.
"Oh, boleh aja sih. Tapi apa yang harus aku bantu?" tanya Sersi pada Amelia yang memasang wajah penuh harap.
Namun sebelum Amelia berhasil menjawab, pelayan datang mengantarkan makanan mereka. Dan menatanya di meja, makanan lumayan banyak yang mereka pesan jadi sampai penuh satu meja makan oleh makanan. Dan ketika pelayan sudah selesai menata makanan, dan pergi meninggalkan mereka. Amelia pun melanjutkan obrolannya tadi.
"Ayo Sersi kita sambil makan aja, disini enak banget makanannya. Aku yang traktir deh hari ini, aku mau kamu bantu aku nyiapin pernikahan aku. Bulan depan aku akan melangsungkan pernikahan dengan Mark".
"Oh siapin acara pernikahan, boleh aku juga free kok. Jadi mau kapan kamu mau mempersiapkannya, banyak yang harus kita siapkan nanti".
"Oh iya, terimakasih ya. Seminggu lagi aku akan mulai mempersiapkan pernikahanku, kamu temani aku menyiapkan semuanya ya. Karena Mark sibuk, jadi aku harap kamu bisa bantu dan temani aku pas nanti fitting baju, memilih souvenir dan lainnya".
"Oke, hubungin aku aja".
"Ehmm, thanks miss".
Sersi pun mendelik, yang membuat Amelia tertawa. Sersi tidak suka dia dipanggil Miss, memangnya dia putri inggris atau semacamnya. Hmmm, karena Clark selalu memanggilnya Miss satu kantor yang bertemu dengannya selalu saja sama memanggilnya miss. Ia jadi risih juga, karena karyawan kantor selalu membicarakannya yang bukan - bukan gegara menjadi sekretaris si pria bedebah itu.
__ADS_1
Makanya Sersi meluapkan kekesalannya dengan memakan hotpot yang banyak dan sangat pedas, hanya dengan makanan emosinya segera bisa hilang dan mereda. Namun dia melupakan sesuatu, bahwa dia belum memakan obat maaghnya, dan siang ini dia memakan hotpot yang teramat sangat pedas yang akan membuatnya akan limbung beberapa jam kemudian.
Sungguh ceroboh memang.
_________
"Tuan, asal usul Miss Sersi ternyata mengejutkan. Anda bisa membaca dokumennya, ini yang saya dapatkan dari Marcus".
Alexander pun mengambil dokumen yang disodorkan Samuel, dan mulai membaca lembar demi lembar dokumen itu dengan seksama. Dan apa yang terjadi ternyata dugaannya tepat sekali, dan ini membuatnya senang. Semakin bertambahlah ambisi dia untuk mengajak perempuan itu menikah dengannya, hanya dengan cara itu balas dendam itu bisa terlaksana.
Alexander tidak menyangka bahwa kecantikan dan kemolekan tubuh yang Sersi miliki ternyata mewarisi kecantikan ibunya, yang seorang mantan model terkenal di Perancis. Dan status orangtuanya sungguh sangat memiliki derajat tertinggi di negara ini, ya London Inggris.
Fakta hasil penyelidikan siapa Sersi, dan berasal darimana menunjukkan bahwa Sersi anak yang disembunyikan oleh pasangan Xeon Xaviera dan Liliana Moana. Karena Sersi digadang - gadang anak keturunan asli dari Xeon Xaviera yang berarti akan mewarisi seluruh harta keluarga.
Dan data membuktikan Xeon dan Liliana sudah menikah secara resmi di catatan sipil. Namun Alexander bertanya - tanya mengapa wanita itu disembunyikan, alasan apa mereka sampai begitu.
Ini merupakan sebuah tanda tanya besar bagi Alexander, dia ingin mengetahui mengapa Sersi bisa memasuki lingkup keluarga Alfonso. Mengapa jika dia keturunan Xeon, bisa berada di lingkungan Alfonso yang notabenenya seorang pembunuh berdarah dingin itu. Ini sungguh menarik.
"Ini diluar dugaanku Samuel" ucap Alexander pada sekretariat prianya itu.
"Iya Tuan, ternyata Miss bukan orang biasa. Mungkin mereka Tuan Xeon dan Liliana memiliki alasan tersendiri, menyembunyikan Miss. Nanti saya akan cari informasi yang lebih lanjut lagi".
"Hm, hubungi Tyler dan Pierro. Aku akan memantau LexBlack pekan depan". Titah Alexander pada Samuel.
"Baik Tuan, nanti saya hubungi mereka".
Dan Samuel pun keluar dari ruangan.
Alexander pun memejamkan matanya dan berpikir menyusun rencana untuk menyerang perasaan Sersi, dia akan membuatnya bersedia diajak menikah kontrak demi sebuah tujuan. Ya tujuan yang dia nantikan selama ini. Penantian yang cukup panjang memang.
******
Seperti biasa di sore hari menjelang malam urusan pekerjaan mereka selesai, dan seluruh karyawan perusahaan AR Group pergi pulang untuk melepas lelah. Begitu juga dengan Sersi yang kini sedang berjalan menuju lobby untuk keluar dari gedung megah ini untuk pulang kembali ke apartemen dengan menaiki taksi.
Sore ini Sersi berniat akan menelepon kakaknya Adryan, karena dia tahu kakaknya rindu padanya. Dia merasa bersalah kemarin ketika kakaknya mengirim pesan dia tidak tanggapi karena sedang banyak pekerjaan. Sebagai gantinya dia akan menelepon hari ini.
Taksi yang dipesan Sersi pun datang, dia pun masuk ke dalam mobil dan mengatakan kepada supir untuk pergi ke apartemennya Golders Green. Selama perjalanan menuju apartemen Sersi akan memanfaatkannya untuk menelepon kakaknya. Dia pun mengeluarkan ponsel dari tas dan mencari kontak kakaknya lalu menekan dial panggilan.
Nada panggilan tut tut terdengar tanda sang pemilik ponsel sedang aktif saat ini, tak berapa lama kemudian telepon pun tersambung.
[Sersi?]
[Hai kak, bagaimana keadaanmu?]
[Aku baik Ser, aku hanya merasa kesepian disini sekarang. Setiap hari kakak selalu sendirian dirumah, ayah menjaga ibu setiap hari di Rumah Sakit dan bekerja keras mencari biaya]
[Begitukah? Kakak tapi tidak sampai tidak dikasih makankan? Ayah dan ibu sangat menyayangi kakak]
[Iya, tidak ayah akan datang pada saat jam makan. Lalu pergi lagi setelah aku selesai, tapi tetap saja aku kesepian. Biasanya ada kamu Ser yang mengajak kakak ngobrol atau sekedar jalan jalan ke taman kota. Sekarang benar benar tidak bisa kemana mana selain dirumah]
[Hmm, maafkan aku kak.]
[Tidak apa apa kamu menelpon saja itu sudah membuat kakak senang, setidaknya aku ada teman mengobrol. Apa kamu tidak ingin sesekali pulang untuk menemui kakak?]
[Hmmm, bagaimana ya kak. Aku bukannya tidak mau pulang untuk menemui kakak, tapi jika aku pulang ayah akan bersikap tidak baik padaku. Aku terlalu sakit selalu dimaki oleh ayah, aku sudah tidak tahan dengan rumah itu]
[Ya sudah, kakak tidak akan memaksa kamu. Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu Sersi, kakak selalu mendoakanmu. Apa kamu sekarang sudah memilih kekasih?]
__ADS_1
[Terimakasih kak, belum. Aku belum memiliki kekasih, aku tidak memikirkan itu untuk sekarang kak]
[Masa iya? Adikku yang cantik ini belum memiliki kekasih. Sayang sekali]
[Hmm, mulai. Aku tidak begitu tertarik pada cinta sekarang, aku sedang berambisi memperbanyak uangku. Jika aku melibatkan perasaan, takutnya aku tidak akan fokus bekerja]
[Teorimu itu selalu saja unik, cinta tidak akan membuatmu kehilangan fokus Sersi.]
[Aku pernah kecewa satu kali kak, aku tidak ingin mengalaminya lagi. Sudah dulu ya aku sebentar lagi sampai diapartemen. Aku akan istirahat, kakak juga istirahat ya!]
[Oh baiklah. Selamat istirahat juga untukmu, hati hatilah disana]
[Iya kak, dah]
[Dah Sersi]
Telepon pun terputus. Dan Sersi melihat ke luar jendela mobil, gedung apartemennya di depan sebentar lagi dia akan sampai. Setelah berhasil mencapai depan gedung apartemen Golder's Green dia pun turun dari mobil dan membayar ongkos taksinya.
"Terimakasih mas, kembaliannya ambil saja" ucap Sersi menyodorkan beberapa lembar uang kepada supir taksi itu.
"Terimakasih Nona," balas si mas supir lalu kemudian berjalan kembali mencari penumpang baru.
Dan Sersi melangkahkan menuju gedung Golder's Green untuk segera masuk ke dalam apartemennya dan segera beristirahat. Rasanya dia sangat cape sekali hari ini, selain disibukkan dengan urusan pekerjaan kantor dia juga disela sela waktu luang ketika pekerjaan kantor selesai selalu menulis naskah novelnya yang akan dia upload malam hari nanti.
Sesampainya dia di apartemennya, Sersi langsung menuju kamarnya dan menyambar handuk yang tersampir di belakang pintu untuk bergegas pergi mandi. Dia sudah tidak kuat dengan badannya yang lengket, maka dia pun berniat mandi sebentar dengan air hangat agar tubuh dan pikirannya rileks sejenak.
********
Di Kediaman Keluarga Rudwig...
"Kakak...!!" teriak Sofia pada kakaknya Alexander yang sedang berada diruang kerja.
Membuat Alexander yang mendengarnya, bergegas pergi menghampirinya adiknya karena takut terjadi sesuatu yang membahayakannya Sofia. Namun ketika sampai dikamarnya...
"Sof, kamu kenapa ada diatas kasur begitu? Ngapain?" tanya Alexander keheranan dengan Sofia, yang berdiri diatas kasurnya seperti menghindari sesuatu.
"Itu ada serangga dilantai aku takut.. buangin kak!! Buang sekarang!!" Jerit Sofia merasa geli ketika menunjuk - nunjuk serangga yang ada dilantai kamarnya.
Dan sontak membuat Alexander ikut mengikuti arah tunjuk Sofia, dan ternyata apa yang ada disana. Hanya satu buah kecoa yang sedang mejeng disana, membuat Alexander jengah dan kesal. Masa dia harus membuang kecoa kecil, harga dirinya jatuh sekali. Hufft..
"Sofia, kamu kira kakak tidak sedang sibuk. Aku kira kau kenapa? Kenapa kau tidak memanggil pelayan saja hanya untuk membuang kecoa tengik itu!" kata Alexander.
"Mba.. mba.." panggil Alexander pada pelayannya.
"Iya Tuan, ada apa Tuan?" ketika dua pelayan datang menghampiri.
"Kalian bersihkan kecoa itu, buang." Titah Alexander pada para pelayannya.
"Baik Tuan".
Alexander pun menggelengkan kepala, kemudian langsung keluar dari kamar Sofia.
Dia kemudian melanjutkan kegiatannya kembali yang sedang memantau laporan dari anak buahnya yang mengelola LexBlack diberbagai kota Italia. Tyler dan Pierro kebetulan sama - sama mengirimkan email laporan bulan ini.
Dan satu lagi yang membuat malam ini menyibukkan Alex, yakni memikirkan berbagai hal. Bagaimana cara agar Sersi menyetujui ajakan kerjasamanya tempo lalu?
Kedatangan bibi Arrabella yang tiba - tiba?
__ADS_1
Dan memikirkan hatinya yang merasa aneh, Alex merasa hangat ketika terus bersamaan dengan Sersi. Tapi sebagian hatinya masih menyangkal, membuat dia bingung antara obsesi atau cinta yang dia rasakan pada perempuan itu.
Namun untuk malam ini, dia mengesampingkan urusan perasaannya dulu. Alex hanya berambisi harus segera mendapatkan Sersi sebagai istrinya, agar ajang balas dendam terhadap Alfonso segera dia lancarkan.