Terjerat Pesona Sang Sekretaris

Terjerat Pesona Sang Sekretaris
Bab 38 (Pergi Ke Light Vision)


__ADS_3

Ellea POV


"Kamu sudah tahu, dimana perempuan itu?" ucap Ellea pada seorang lelaki memakai pakaian serba hitam serta terdapat luka sayatan di wajahnya.


"Saya sudah tahu," jawab pria berbadan besar itu.


"Bagus, berada dimana sekarang? Aku ingin kamu segera menghabisinya, ingat dengan rapih jangan sampai meninggalkan jejak!" ucap Ellea sarkas.


"Semalam, yang saya tahu mereka pulang ke kediaman mansion keluarga Rudwig. Baik Nona, saya akan melakukan sesuai perintah anda. Jangan khawatirkan itu!" jawab pria berbadan besar itu dengan senyum sangarnya.


"Oke, saat dia pergi dari lingkungan sana kamu baru culik dia. Kau juga harus berhati hati, Alex pun pasti sudah berjaga jaga untuk ini." ucap Ellea mengingatkan Jecky yang akan beraksi nanti membunuh Sersi.


"Ya, saya sudah memperhitungkan semuanya. Tenang saja Nona." jawab Jecky percaya diri.


"Bagus, ini uang untukmu. Sebagai dp, sisanya nanti aku akan kasih jika kamu berhasil membawa perempuan itu ke hadapanku. Dan setelah itu terserah padamu, aku ingin dia hilang dari muka bumi."


"Baik, terimakasih Nona."


"Hmm, ya aku akan pergi. Hubungi aku ketika mendapatkan kabar baik," ucap Ella kemudian beranjak bangkit dari duduknya.


"Ya nanti saya akan mengirimkan pesan."


"Hmmm" hanya deheman saja sebagai tanda mengiyakan.


Ellea pun akhirnya pergi dari sana, meninggalkan pria berwajah seram itu. Berjalan menuju lift manual menuju lantai atas dimana permukaan berada, karena saat ini dia sedang berada di ruang bawah tanah yang gelap hanya diterangi lampu kuning yang temaram.


Yup, dia mendatangi salah satu markas geng pembunuh bayaran dikota ini. Milik satu grup yang dikenal dengan keganasannya membunuh orang dan menuruti semua apa yang dikatakan kliennya.


Berhasil mencapai lift, Ellea pun menekan tuas agar lift kembali ke atas. Dan disaat itupun senyumnya mengembang, membayangkan apa yang selama ini dia inginkan akan segera terealisasikan.


'Kamu akan segera lenyap perempuan bedebah! Dan Alex akan kembali ke dalam pelukanku,' batin Ellea bersuara. Menyerukan ingin Sersi lenyap dari muka bumi, dan dia dapat mendapatkan apa yang dia pernah miliki.


"Kita lihat, apa kamu dilindungi dengan serius atau tidak. Aku tidak sabar untuk hari kematianmu Sersi Vilhauc" ucap Ellea sendiri.


"Takkan ada yang bisa memiliki Alex terkecuali AKU!!".


Ellea POV End.


***


Keesokan harinya...


Suara dentingan alarm terdengar nyaring, memenuhi isi ruangan kamar yang luas ini. Sersi yang memasangnya semalam, agar dia segera bersiap lebih awal untuk datang ke Light Vision Corp.


Sersi bangun dengan semangat pagi ini, padahal waktu baru menunjukkan pukul 6 pagi. Tapi dia pagi ini sudah bangun, dan akan mempersiapkan naskahnya untuk diberikan kepada Henry yang merupakan teman Dean dan juga Alex itu. Dia berharap naskahnya akan lolos tinjauan, dan dia mendapatkan gajih yang lebih besar dari website yang biasa dia dapat.


"Ah, aku sangat senang. Tidak menyangka peluang ini menghampiriku, semoga hobiku ini mendatangkan hoki bagiku." ucap Sersi berharap sangat.


Oh ya, Sersi menyalakan alarm dengan nada kencang karena dia sekarang diapartemen Alex dan tidur sendiri disini. Karena Alex tidak bisa ikut ke apartemen, jadi hanya Sersi dan Li Xuan yang berada disini. Alex entahlah, mungkin dia punya urusan sesuatu yang penting.


Sersi bangkit dari duduknya, kemudian menuju kamar mandi untuk pergi mandi pagi. Sembari bersenandung ria karena senang dia akan bepergian sendiri, tanpa ditemani Alex membuat kesan tersendiri baginya. Bagi Sersi, tak ada pria itu dirinya merasa bebas melakukan hal apapun.


Shower dinyalakan, air dingin mulai membasahi kepala Sersi lalu turun ke tubuh dan membasahi semuanya. Diri Sersi hari ini dirasa sangat bahagia sekali, sampai sedang mandi pun dia menari - nari dan menyanyi.


Aroma strawberry dan marsmellow menguar memenuhi ruangan kamar mandi tatkala dia memakai sabun dan shampoonya. Aroma yang unik, manis dan menggoda berbaur menjadi satu. Ciri khas seorang Sersi Vilhauc. Menyukai aroma makanan dan buah buahan yang menurutnya menyegarkan.


Ritual mandi selesai sudah setelah setengah jam berlalu, dia pun keluar dari kamar mandi dengan rambut basah yang airnya masih menetes ke atas lantai. Karena masih basah, dia pun menggelungkan rambutnya dengan handuk agar tidak menetes.


Lalu, Sersi berjalan ke arah lemari baju untuk memilah milah pakaian.


"Hmm, kira - kira aku pakai outfit apa ya?" gumam Sersi sendiri.


Akhirnya dia menjatuhkan pilihan dengan memakai celana jeans panjang, dan kaos panjang turtle neck v yang mengekspos dadanya sedikit. Karena belahannya akan membayang terlihat, membuat penampilannya sempurna.


Sersi berdiri di depan cermin, dan melihat dirinya. Ini sopan dan bagus menurutnya, lantas ia pun akan memakai outfit ini saja lalu berniat akan memulaskan makeup ke wajahnya yang masih polos itu. Sersi berpindah tempat ke meja rias dan membuka pouch kecil yang tersimpan dekat lampu rias, sebelum memakaikan makeup ke wajah cantiknya. Sersi selalu memakai skincare terlebih dahulu, supaya kulitnya tetap bagus dan sehat tidak rusak.


Drrrt... Drrrrt....


Telepon Sersi bergetar, menandakan ada yang memanggil nomornya. Dia pun tanpa pikir panjang, langsung mengangkatnya untuk mengetahui siapa yang menelepon.


"Hallo," ucap Sersi pertama kali.

__ADS_1


"Ini aku, segeralah turun aku sudah dibawah." suara bariton yang tak asing terdengar di telinga Sersi. Ya itu Alex.


Dan klik, sambungan telepon dimatikan secara sepihak. Membuat Sersi kesal. Ada masalah apa sih orang ini?


Pagi pagi menelepon dengan nomor baru, sudah nongol saja didepan. Hufffk.


Padahal tadi Sersi sudah girang setengah mati bahwa dia akan bebas hari ini, pergi kemana mana sendiri. Eh, ternyata..


Pria itu tidak lupa bahwa hari ini dia akan pergi ke Light Vision Corp. Sersi hanya memasang wajah pasrah dan kembali melanjutkan memakai riasan.


Selesai semuanya, Sersi mengambil tas dan naskah yang telah dia print semalam untuk ditunjukkan kepada teman Dean dan Alex ini.


Kepada Henry, dia akan menunjukkan hasil karyanya yang selama ini sudah membuahkan pundi walau tak banyak.


Dengan berjalan agak tergesa - gesa Sersi keluar dari apartemen dan turun ke bawah. Menemui suaminya Alex yang sudah menunggunya, entah sejak kapan manusia itu tiba. Kadang Sersi heran, apakah Alex ini manusia atau sejenis vampire?


Bukannya kemarin dia bilang akan mengurus sesuatu dan bekerja sangat keras sampai malam, tapi sekarang malah dia akan ikut ke Light Vision Corp.


"Dia tidak beristirahatkah? Aku kira dia lupa, aisssh.," Rutuk Sersi komat kamit mulutnya menggerutu merutuki Alex.


Sersi menghampiri lift, dan menekan tombol untuk segera pergi ke bawah. Ketika lift terbuka, lift ternyata kosong. Dia pun langsung masuk, dan menekan tombol lantai dasar.


Kling...


Suara notifikasi pesan terdengar di indra pendengaran Sersi, dia pun merogoh tasnya dan mengeluarkan ponselnya. Dia melihat di panel notifikasi dan membaca pesan yang ternyata dari Cindy.


[Sersi? Kak Adryan sudah siuman dari masa kritis dan komanya. Dia menanyakanmu, apa kamu sedang senggang?]


Sersi mengklik notif tersebut, dan jarinya bergerak mengetik pesan untuk membalas pesan dari Cindy.


[Kak Adryan sudah bangun, baguslah. Tapi untuk saat ini aku sedang ada acara, mungkin nanti setelah acara ini selesai aku akan langsung menelepon. Tolong sampaikan ke Kak Adryan ya!]


Enter pun diklik dan pesan pun terkirim. Setelah itu, lift terbuka dan Sersi langsung keluar dari sana dan segera berjalan keluar dari lobi apartemen. Dia masukkan ponselnya kembali ke dalam tas.


Mobil Maybach Hitam mewah sudah berada diseberang jalan sana, menunggunya. Sersi langsung masuk ke dalam mobil, tanpa dibukakan pintu. Dan didalam sudah ada Alex yang sedang membaca buku bisnis ditangannya, lalu setelah itu mobil pun mulai melaju perlahan.


Dalam perjalanan 10 menit pertama, diisi dengan kesibukan masing-masing tanpa melakukan obrolan apa pun. Hingga membuat Alex geram, di dalam hatinya. Ada apa dengan mahluk ini?


'kenapa suasana terasa canggung seperti ini?' batin Alex bersuara.


"Hei, kau kenapa mengerem mendadak seperti ini?" teriak Alex emosi. Bukan apa apa dia kaget dan merasa kesal.


"Ma.. maafkan saya Tuan Alex. Di depan ada anak yang menyeberang tiba tiba tadi, saya kaget dan menginjak rem spontan. Menghindari kecelakaan." jawab Samuel menjelaskan alasannya.


"Huh, hati - hati bila menyetir. Pergilah keluar, cek keadaan anak itu terluka atau tidak?" perintah Alex cakap.


"Baik Tuan."


Samuel pun membuka pintu mobil dan keluar, mengecek situasi dan melihat anak tadi yang akan tertabrak. Tertabrak atau tidak? Terluka atau tidak? Karena mereka yang salah, jadi harus sangat bertanggung jawab.


Sepeninggal Samuel, Alex dan Sersi masih saja terdiam hingga Sersi gatal ingin menanyakan kenapa pria ini sepagi ini sudah sampai lagi di London dan mengantarnya ke Light Vision Corp.


"Hmmm, Alex? Kenapa kamu bisa ada disini pagi ini? Bukannya kemarin bilang akan mengurus sesuatu diluar kota?" tanya Sersi akhirnya membuka obrolan.


Alex yang kini tengah menscrool layar ponselnya, berhenti dan menoleh ke arah Sersi.


"Aku sudah menyelesaikannya, dan aku langsung pulang tengah malam nya setelah urusanku sudah rampung." jawabnya datar.


"Apa? Malam kamu baru pulang? Kau belum beristirahat? Pulanglah dulu kalau begitu, aku pergi sendiri tidak apa apa." ucap Sersi. Rasanya kok prihatin mendengar Alex belum beristirahat sejak kemarin.


"Tidak mau. Setelah mengantar dan menemanimu, baru nanti aku akan beristirahat." Jawabnya lagi datar.


'apa dia mengkhawatirkanku? Oh gadis kecil ini' batin Alex bersuara. Hatinya terasa merasakan getaran aneh, dan hangat ketika mendengar penuturan istri kontraknya ini.


"Tapi, kamu pasti kelelahan. Lebih baik aku pergi sendiri, dan kamu beristirahat dirumah. Mungkin tidak akan lama."


"Nanti saja."


Tak berapa lama kemudian, Samuel masuk kembali ke dalam mobil dan duduk dikemudi.


"Bagaimana keadaan anak itu?" pertanyaan dilontarkan Alex ketika Samuel baru saja masuk mobil.

__ADS_1


"Hanya luka ringan saja Tuan, tidak sampai parah. Sudah dibawa ke klinik terdekat." jawabnya.


"Baiklah kalau begitu. Kita lanjutkan perjalanan." titah Alex.


"Baik Tuan."


***


Selama 1 jam penuh, mereka menuju Light Vision Corp. Akhirnya mereka sampai, dan turun dari mobil ketika mobil sudah berhenti di pelataran.


Gedung yang semuanya kaca itu menjulang tinggi ke atas, seperti menembus langit. Tampilannya sederhananya namun sangat mewah, humm pasti ini perusahaan yang yang teramat sangat besar.


Alex dan Sersi berjalan menuju gedung, dan masuk ke dalam untuk segera menemui Henry Thompson ke ruangannya. Sebelum itu, Sersi berjalan ke arah resepsionis terlebih dahulu untuk menanyakan dimana letak ruangan Pak Henry tersebut.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu tuan dan nyonya?" sapa ramah sang resepsionis. Kepada Sersi dan Alex.


"Hmm, saya memiliki janji dengan Bapak Henry Thompson untuk bertemu. Apa dia ada datang ke kantor? Kalau boleh tahu, dimana ruangannya ya mba?" ucap Sersi.


"Oh baik, siapa nama anda Nyonya?" tanya perempuan resepsionis itu.


"Sersi Vilhauc dan ini suami saya Alexander Rudwig." ucap Sersi memberitahukan nama suaminya juga yang kini ada disamping.


Sang resepsionis melotot mendengar nama ini. Alexander. Sang pria tampan yang digadang gadang tengah meraih emas kesuksesan yang memiliki karismatik tinggi juga gaya yang cool, ternyata berada dihadapannya. Pantas saja dia terkagum melihat Alex tadi datang.


"I.. ini.. P.. pak.. Alexander?! Selamat pagi di Light Vision Corp Tuan, senang anda hadir datang ke sini Tuan." ucap sang resepsionis itu tiba - tiba.


"Ya, terimakasih."


"Ayo kita pergi ke ruangan dia sekarang. Aku sudah mengantuk" ucap Alex dengan entengnya.


"Hmm aku kan sudah bilang tadi, aku bisa sendiri dan kamu pulang saja beristirahat."


"Tidak. Henry itu suka mengganggu perempuan, jika ada aku dia tidak bisa berbuat apa apa." jawabnya.


"Terserah kamu saja." ucap Sersi acuh tak acuh.


Dan melanjutkan melangkahkan kakinya kembali untuk menuju ruangan dimana Henry berada. Yakni dilantai paling atas, lantai 15.


Sesampainya di lantai atas, Sersi langsung menuju dimana kantor ruangan Henry berada sesuai petunjuk resepsionis dan satpam perusahaan diapun sampai ke ruangan Henry.


Perlahan pintu diketuk oleh Sersi, dan terdengar suara laki - laki yang menyuruhnya masuk.


"Masuk".


Gerakan tangan Sersi memegang knop pintu dan menekannya, hingga pintu pun terbuka dan mereka pun masuk. Membuat Henry tercengang, ketika melihat siapa sosok yang berbarengan dengan Sersi ini.


"Alex?!"..


****


Holla kembali gaes..


Author nongol kembali dengan update terbaru. Sebenernya author pengen sehari up satu sampai dua bab, tapi karena bayi kecilku lagi bucin bucinnya sama aku ngajak main terus..


Jadi author tidak punya waktu luang untuk sekedar membuat naskah untuk up..


Maafkan author ini yaa..


Tapi author berusaha untuk tetap update minimal 2 hari sekali, karena makin kesini kisah Alex bakal punya konflik yang pokoknya bikin author sendiri begitulah..


Happy reading ya..


Kasih semangat buat author atuh, biar semangat nulisnya hehe..


Jangan lupa follow author di sosmed :


Instagram : @xue_ssl


Facebook : Xue


Tiktok : @xueshishan

__ADS_1


Bye bye, doakan author sehat selalu biar bisa bikin update'an terus..


Salam sayang sejagat rayaa!! Huhuhuhu


__ADS_2