Terjerat Pesona Sang Sekretaris

Terjerat Pesona Sang Sekretaris
Bab 26 (Fitting Baju Pengantin)


__ADS_3

"Yang ini bagaimana Tuan? Ini desain terbaik yang kami punya, elegan mewah tapi tetap terlihat sederhana." ucap Emma memperlihatkan gaun pengantin.


"Oke, biarkan dia coba pakai dulu. Aku ingin lihat."


"Baik Tuan, mari Nona Sersi saya bantu pakaikan. Ruang ganti sebelah sini Nona." Emma menpersilahkan Sersi untuk mengikutinya menuju ruang ganti, karena akan mencoba memakai gaun putih yang Emma rekomendasikan.


Sersi pun mengangguk dan mengikuti Emma, sedangkan Alex berjalan menuju sofa tunggu yang menghadap cermin besar. Menunggu Sersi keluar dengan memakai gaun yang tadi direkomendasikan Emma.


"Bagaimana Nona, apa ini sudah nyaman?" tanya Emma pada Sersi yang sudah memakai gaun pengantin.


"Emm dadaku sedikit sesak, apa kamu bisa kendorkan sedikit." pinta Sersi.


"Oh baiklah, aku kendorkan dahulu talinya ya."


"Terimakasih Emma."


"Sama sama. Nah sudah Nona, silahkan ayo kita keluar dulu."


Sersi memandangi pantulan dirinya dicermin, entah mengapa dia merasa sangat asing melihat dirinya. Dirinya terlihat berbeda, terlihat lebih berkelas dari biasanya. Dia tidak percaya dengan dirinya sendiri, ternyata dia pun bisa terlihat cantik seperti ini.


"Nona, mari kita keluar dulu!" ucap Emma membuyarkan lamunan Sersi yang terkagum dengan penampilan dirinya.


"Ehm iya," jawab Sersi.


Pintu ruang ganti terbuka, dan terlihat Emma keluar duluan disusul dengan Sersi yang sudah memakai gaun cantik itu. Sersi berdiri dihadapan calon suami kontraknya, memutar badan ke kanan dan ke kiri memperlihatkan setiap detail gaun yang dia pakai.


Gaun berwarna putih bersih, dipadu padankan dengan sutra dan hiasan yang menambah kesan elegan nan cantik. Kain yang memanjang ke belakang dan mengekspos punggung Sersi menampilkan liuk tubuhnya yang seksi membuat siapa saja yang melihat terpesona.


"Hmm, ini bagus. Tapi terlalu seksi Emma, carikan gaun yang lain. Terlalu terekspos punggungnya, ganti!" perintah Alexander pada Emma.


"Baik Tuan, kami carikan gaun model lain. Mari Nona, kita ke ruang ganti kembali."


'hmmck, dia ini kenapa sih?' batin Sersi menggerutu dia malas untuk bergonta ganti pakaian begini.


Namun dia tetap menurut dan kembali ke ruang ganti, untuk mencoba memakai gaun yang lain. Sampai tujuh kali dia bolak balik berganti - ganti gaun, namun belum ada yang Alex sukai selalu ada saja yang membuat dia menyuruhnya untuk berganti gaun lagi. Membuat dia kesal, dia cape terus bolak balik seperti ini.


"Kamu ini kenapa sih? Daritadi tidak ada yang kamu sukai, jangan pakai baju pengantin saja kalau begitu. Aku cape bolak balik ganti terus!" ucap Sersi agak keras pada Alex kesal karena dia sudah dua jam gonta ganti terus.


"Belum ada yang cocok dimataku!" Jawab Alex singkat dengan wajah datarnya.


'****!' batin Sersi mengumpat, lalu pergi ke ruang ganti dengan menghentak - hentakkan kakinya tanda ia marah sekali.


Sampai yang ke delapan kalinya dia berganti model gaun, yang menampilkan warna putih gading yang menutup tubuhnya dan hanya memperlihatkan belahan dada yang membayang karena dilapisi kain tipis dan bawahnya yang memayung sempurna. Membuat Alex terpukau, gaun ini membungkus tubuh seksi sekretarisnya dengan sangat sempurna. Tanpa mengekspos bagian tubuh lainnya, namun gaun ini ketat tetap menampilkan setiap inchi dan lekuk tubuh Sersi.


"Oke, ini baru bagus. Emma, gaun ini yang nanti akan Sersi pakai. Selaraskan dengan jas yang akan kupakai nanti" ucap Alex menelisik setiap pergerakan Sersi.


'mmmch akhirnya, aku sudah lapar' batin Sersi mengucap syukur karena akhirnya pria itu bisa cocok dengan gaun ini, yang berarti dia akan segera pulang dari sini.


Bolak balik daritadi membuat dirinya lapar, karena menguras tenaga dan pikiran.


"Baik Tuan, dengan senang hati. Terimakasih Tuan sudah melibatkanku dalam acara besar ini. Saya tidak akan mengecewakan anda, saya akan memberikan yang terbaik dan terbagus." ucap Emma antusias.


"Ya, Emma jangan sampai ada yang kurang. Aku percayakan semua kepadamu, untuk pernikahanku nanti!".


"Iya Tuan. Mari Nona, saya bantu bukakan gaunnya."

__ADS_1


"Ah.. iya.. iya. Ayo, aku juga ingin segera memakai bajuku kembali." ucap Sersi buru - buru berjalan ke ruang ganti.


********


Kini mereka sedang berada di Aviary, restoran elit bintang lima yang sering dikunjungi Alex. Mereka akan makan siang, tepatnya sore. Karena waktu sudah lewat dari jam dua. Karena Aviary Restaurant ini berada di rooftop lantai 10 dari Montcalm Royal London House Hotel yang merupakan puncak tertinggi dari gedung itu. Hingga membuat Alex dan Sersi bisa melihat


dan menikmati beberapa lokasi wisata gratis di London yang merupakan taman taman kota.


Semilir angin yang menerpa wajahnya membuat Sersi merasa melayang, ringan dan tanpa beban. Aviary ini tempatnya sangat indah dan cukup privasi, karena tidak banyak orang yang berada di rooftop Aviary ini. Sehingga Alex dan Sersi merasa nyaman.


"Kamu suka ketenangan bukan? Bagaimana menurutmu tempat ini?" tanya Alex pada Sersi yang sedang berdiri di pagar melihat pemandangan kota London dari atas rooftop ini.


"Ya. Aku menyukainya. Angin dan keheningan membuatku nyaman. Terimakasih kakak sudah membawaku kesini." ucap Sersi tulus.


"Panggil Alex saja. Kita hanya beda 6 tahun saja" timpal Alex tidak mau dipanggil dengan sebutan kakak.


"Ya thanks Alex" ucap Sersi.


"Kita makan dulu, setelah ini kita akan mengunjungi papah ke rumah sakit. Papah belum tahu bahwa kita akan segera menikah. "


"Iya" Sersi pun berjalan menghampirinya Alex yang sudah berada dimeja makan.


Sersi melahap makanannya yang sudah tersaji, makanannya mewah mewah dan enak rasanya. Sersi takjub akan semua yang ia rasakan sekarang, rasanya seperti mimpi. Dulu Sersi hanya bisa berangan - angan merasakan kemewahan ini. Namun dibalik rasa senangnya, Sersi juga merasa sedih mengapa dia merasakan ini harus menjalani pernikahan kontrak yang itu artinya ada batas waktu.


Tidak bisa selamanya dia rasakan.


Kadang Sersi berpikir, akankah semuanya berubah. Pernikahan kontrak ini akan menjadi pernikahan normal pada umumnya, sekali seumur hidup. Dan lelaki itu benar - benar mencintainya?


Namun Sersi tak bisa berharap apapun, karena pikirnya tidak mungkin pria sekelas Alex jatuh cinta padanya yang hanya wanita biasa dan tidak ada istimewanya.


_________


"Pak, Kak Alex mana? Aku dari kemarin tidak melihatnya dirumah, kakak tidak pulang ya?" tanya Sofia pada Marcus pelayan setia keluarga Rudwig yang sudah bekerja selama puluhan tahun ini.


"Nona, Tuan Muda tidak pulang semalam. Mungkin pergi keluar kota urusan bisnis, atau ada urusan lain" jawab Marcus dengan sambil membungkuk hormat.


"Kakak gak kasih kabar ke pak Marcus?" tanya Sofia.


"Tidak Nona, Tuan Muda tidak mengabari apa apa pada saya."


"Oh gitu ya".


Sofia pun melenggang pergi menuju kamarnya kembali, dia menaiki tangga panjang itu dan melewati kamar kakaknya. Sofia ingin melihat isi kamar kakaknya itu, karena dia sudah lama tidak berkunjung kesana. Terakhir kali dia memasuki kamar kak Alex itu pada saat dia masih kelas tiga high school.


Tapi sayangnya, pintu kamarnya terkunci. Jadi Sofia tidak bisa masuk ke dalam kamar Alex, dia pun melanjutkan langkahnya menuju kamarnya saja. Berniat akan pergi mandi dan akan menelepon kakaknya, menanyakan kabar dan keberadaannya.


******


[Hallo, apa sof?]


[Kakak dimana? Pak Marcus bilang tidak pulang, lagi ada diluar kota?]


[Tidak, aku sedang tinggal di apartemen. Kamu kemarilah, ada yang ingin aku tunjukkan padamu. Nanti kita jenguk papah ke portland sama sama]


[Sofia datang ke apartemen kakak gitu? Hmm, iya tapi aku bawa mobil sendiri boleh?]

__ADS_1


[Gak boleh, Clark akan menjemputmu. Bersiap dan tunggulah]


[Issh, iya iya. Udah dulu aku mau ganti baju]


[Oke]


Klik. Telepon pun diputus oleh Sofia. Dia membuka lemari baju besarnya, memilih outfit mana yang dia akan pakai sore hari ini. Diluar cukup dingin sih, tapi dia tak ingin memakai baju tebal. Jadi Sofia menjatuhkan pandangan ke celana jeans panjang, dan atasan rajut panjang namun dibagian dada terdapat lubang yang memperlihatkan belahan dada menurutnya akan cukup membuat badannya hangat.


Tak lupa juga Sofia memoleskan makeup tipis pada wajah cantiknya agar nampak terlihat lebih segar, dan dia pun bersiap akan segera berangkat ke apartemen kakaknya.


Di depan gerbang rumah, sudah ada Clark menunggu. Sofia pun langsung naik tanpa dibukakan pintu, karena dia merasa tak nyaman. Clark pun melajukan mobil Hummer itu ketika Sofia sudah masuk ke dalam mobil, menuju apartemen Alexander.


"Clark, kak Alex seminggu ini di kantor sibuk terus ya?" tanya Sofia pada supir kakaknya yang masih muda ini. Jujur Sofia mengakui bahwa Clark memiliki wajah yang tampan.


"Saya kurang tahu Nona, tapi memang Tuan Muda selalu ke kantor setiap hari dan pulang lebih lambat." jawab Clark seadanya.


"Oh, di apartemen ada siapa sih?."


"Ada Miss Sersi Nona."


"Kak Sersi, mereka jam segini masih bekerja Clark? Lembur apakah harus diapartemen kak Alex? Pasti kak Alex ya yang menyuruh kak Sersi lembur? Gak tahu waktu banget" gerutu Sofia pada kakaknya kesal akan hal ini.


'gimana ya menjelaskannya pada nona' batin Clark bersuara sambil sesekali menggaruk kepala yang tak gatal.


"Saya kurang tahu Nona, mungkin Tuan Muda nanti yang akan menjelaskan" akhirnya jawaban itu yang keluar dari mulutnya.


Sofia pun tak menanggapi, diam kembali dalam keasyikannya sendiri bermain aipednya sedang membuat look makeup baju dan seperti membuat desain pakaian juga.


*******


"Haii!! Kak Sersi, seneng kita bisa ketemu lagi. Ngedrakor lagi yu!" ajak Sofia ketika baru saja sampai di apartemen kakaknya.


Sersi yang menyambut kedatangan adik iparnya sebentar lagi.


"Tidak! Tidak ada drakor drakor, fokus Sersi hanya bekerja. Kamu jangan mengganggunya" ucap Alex yang muncul tiba - tiba ketika Sersi dan Sofia sedang mengobrol dibawah.


Sofia mencebikkan bibirnya kesal, karena kakaknya selalu saja begitu. Hingga membuat kedua adik kakak itu bermasalah.


"Appa?".


"Jadi Kak Sersi selama ini pacaran sama kak Alex ya aku kok gak tahu ya? Tahu tahu udah mau menikah aja" jawaban Sofia pertama kali ketika mendengar kakak iparnya begitu.


"Tidak juga, kakak sudah lama pacaran ada berapa tahun ya? Waktu itu? Kakak belum memastikan bahwa kakak akan mencintainya."


"Cinta kadang memang bikin semuanya berubah."


"Kak Sersi kenapa milih kak Alex jadi suami?" tanya Sofia pada orangnya langsung.


'aku ini hanya wanita bayaran.aku juga gak tahu' teriak Sersi di dalam batinnya.


"Hmm tidak apa apa, aku hanya merasa nyaman saja" jawaban yang diberikan Sersi pagi itu.


"Benarkah? Jadi kita bisa menonton bersama dan hangout bareng lagi seperti waktu kak Alex ke luar kota" tutur adik ipar pada Sersi.


"A.. aku mau mau.."

__ADS_1


"Tidak boleh! Dia akan sangat sibuk sof, biarlah dia istirahat".


__ADS_2