Terjerat Pesona Sang Sekretaris

Terjerat Pesona Sang Sekretaris
Bab 30 (Pergi Bekerja Kembali)


__ADS_3

Selamat malam readers!!


Maafkan xue yang baru hadir kembali ya..


Malam ini aku suguhkan adegan anget anget gimana gitu, biar nyess..


Hehehehe..


Luvv readers semua, support novel WT ini ya huhuhu 😭😭


Semoga bisa nyampe 100ribu tayangan, amin. Langsung ke cerita yu..


*******


"Hoaaam.." Sersi menggeliat bangun dari tidurnya siang ini.


Dia berbalik ke kanan lalu ke kiri, dan ketika berbalik ke sebelah kiri dia terkejut melihat ada atasannya disini. Dia tersentak, langsung bangkit duduk dan meraba - raba tubuhnya.


"Pakaian ku masih menempel, berarti aku aman. Huff untung saja" ucap Sersi lega.


Dia hampir saja ingin meneriaki kenapa Alex berada disampingnya, namun dia teringat bahwa baru kemarin dia melakukan pernikahan dengan pria itu. Dan wajar saja jika mereka tidur bersama, hanya saja mereka tidak melakukan ritual sebagaimana mestinya pengantin baru.


Malah saling cuek cuekkan dan sibuk dengan aktivitas masing - masing, terlebih Sersi sengaja menyibukkan diri agar pria itu tidak dekat-dekat dengannya. Dia masih saja merasa takut, jika pria itu akan menerkamnya dan menagih hal itu.


"TIDAAK!!" pikiran Sersi menolak, menggeleng - gelengkan kepala dengan keras.


"Kau kenapa? Hmm" tanya Alex dari samping tempat tidur, masih tetap memejamkan matanya walaupun sudah terbangun.


Sersi yang melongo, otomatis lemot. Berpikir bahwa pria itu tidur, tapi nyatanya pria itu melihat dia sedang bertindak konyol dan membayangkan hal itu dengannya. Sersi kaget, sekaligus kesal. Kaget karena pria itu tahu dengan kelakuannya, kesal karena dia tidak menyadari bahwa pria itu tidak tidur.


"Tidak ada apa apa." jawab Sersi ketus. Lalu langsung bangkit dari tempat tidur, dan berjalan menuju kamar mandi.


Berniat untuk mandi pagi dengan shower air dingin, mungkin itu akan membuatnya lebih segar dan menetralkan pikirannya dari hal hal yang..


"Ah sudahlah, jangan dibayangkan Sersi. Jangan oke." dia berkata pada dirinya sendiri berusaha mengenyahkan bayangan bayangan itu.


Setengah jam kemudian, Sersi selesai melakukan ritual mandinya dan apa yang dia lihat pertama kali ketika dia keluar dari kamar mandi.


"AHHH! pakai pakaianmu, apa kau tidak malu?" teriak Sersi membalikkan badannya menghadap pintu kamar mandi karena tidak ingin melihat Alex yang sedang berpakaian.


Mungkin dirinya juga baru selesai mandi, di kamar mandi yang lain. Namun pemandangan Alex yang masih memakai ****** ***** boxernya saja, membuat Sersi kaget karena ini merusak matanya. Sersi baru pertama kali melihat pria bertelanjang seperti itu, walaupun sudah pakai boxer tetap saja lekuk tubuh dan bisepnya terlihat olehnya walaupun sekilas. Sersi sudah kehilangan keperawanan matanya.

__ADS_1


"Buat apa? Kita suami istri ingat? Jadi kenapa aku harus malu?" jawab santai Alex. Masih dengan santai memakai pakaiannya tanpa memperdulikan keberadaan Sersi.


"Kau!! Kita hanya status, jadi tidak sebebas itu." timpal Sersi geram.


"Hmmm" hanya deheman yang Alex keluarkan.


Sersi berbalik memejamkan mata, mengintip ke arah Alex dia sudah memakai pakaian atau belum. Dan bersyukurlah Sersi, pria itu sudah berpakaian lengkap sekarang. Memakai outfit jas setelan ke kantor, jujur ketika melihat ini pria itu terlihat sangat 'tampan'.


Tapi Sersi dipukul keras kembali oleh kenyataan, ada sesuatu yang berbicara mengingatkan bahwa pria itu hanyalah pemain wanita dan playboy cap kadal. Sersi yakin walaupun rumor sang CEO AR Group tak memiliki kekasih dan tidak pernah bermain wanita. Pasti pria itu sudah pernah melakukan *** *** dengan para one night standkan? Bisa saja dia sembunyi sembunyi untuk mempertahankan reputasinya.


Huh sungguh menyebalkan.


Sersi berjalan ke arah tualet, untuk mengeringkan rambut dan menatanya. Juga tak lupa memoleskan makeup tipis agar terlihat lebih segar, hari ini dia akan pergi ke kantor seperti biasa dia akan pergi bekerja. Karena semalam dia sudah membuat kesepakatan dengan Alex, bahwa dia akan terus bekerja. Tidak mau diberhentikan, karena alasan bosan dirumah dan ingin mendalami bisnis agar disukai oleh papah mertuanya. Ya oleh Alden Alfarez Rudwig. Jika dia tidak mau, maka Sersi mengancam akan membocorkan sandiwara diantara mereka.


Maka dari itu Alex membuat kesepakatan dan menyetujuinya, Alex tidak tahu saja bahwa Sersi bekerja karena ingin menghindari kedekatan dirinya dengan anggota keluarga Alex. Dia tidak ingin sandiwara ini membuatnya bermain perasaan, biarlah dia tetap menjadi orang asing yang tidak pernah ada di antara mereka. Toh dia hanya perlu uang untuk biaya Kak Adryan di Sicilia sana.


"Kita berangkat bersama, aku sudah menghubungi Samuel. Clark aku tugaskan untuk menjadi penjaga Sofia. Kau sudah selesai?" tanya Alex pada Sersi yang sedang menyatok rambutnya. Membuatnya curly dan sedikit mengembang dibagian bawah.


"Berangkat bersama? Sekarang, tapi aku belum memakan apapun. Kamu saja dulu, aku nanti menyusul saja dengan taksi." Jawab Sersi asal karena dia memang belum memakan apapun, dia melewatkan sarapan paginya. Bahkan sekarang sudah pukul 10 lebih. Perutnya terasa perih karena menahan lapar.


"Tidak bisa! Makan bisa dikantor, pesanlah makanan. Apa kata orang jika istri seorang CEO berangkat secara terpisah, harus total kalau bersandiwara." Alex menegaskan bahwa dia tidak bisa dibantah.


Sersi hanya memutar bola matanya malas, pasti saja selalu karena alasan sandiwara dan alasan pernikahan kontrak ini. Yang membuatnya tidak bisa membantah karena ya dia sudah menyetujui aturannya sejak awal.


******


Sersi dan Alex sampai di gedung perusahaan AR Group. Mereka pun keluar dari mobil, dan berjalan menuju kantor. Tapi..


"Alex, aku akan ke restoran sushi dulu pesan makanan. Aku akan menyusul nanti." ucap Sersi ketika dia berhasil keluar dari mobil dan baru dua langkah melangkahkan kaki.


"Oke. Take away. Makannya diruanganku saja," titah Alexander.


"Samuel antar istriku ke restoran jepang itu, dia ingin membeli makanan. Bantu dia membawa makanannya." perintah Alex pada Samuel yang masih berdiri di dekat mereka.


"Baik Tuan." ucap Samuel membungkuk hormat.


"Ini kartuku, ambillah. Kau bisa memakainya tanpa password, jangan pikirkan limitnya." ucap Alex pada Sersi sambil menyerahkan black card berlapis emas itu.


Sersi menganga, dia melihat kartu debit itu dan tidak percaya dengan semua ini.


'apa ini kan kartu khusus orang kaya yang limitnya tidak terbatas, oh no! Harta dia sangat banyakkah!' batin Sersi bersuara.

__ADS_1


"Ta-tapi hmm aku punya uang.." ucap Sersi sedikit terbata.


"Ambillah, aku menyerahkannya. Kau istriku, kau berhak memiliki ini. Pakailah sesukamu, kau ingin belanja, ke salon atau apapun." ucap Alex memaksa agar Sersi mengambil kartu itu.


Sersi pun menerima black card itu dengan rasa tidak percaya, tapi senang juga. Dengan adanya kartu ini, dia bisa melakukan segala hal. Perawatan, membeli baju mahal, branded dan lainnya. Tapi..


'hmm tapi dia nanti malah dianggap hutang. Aku harus hati hati, aku akan menyimpannya tapi tidak akan menggunakannya. Gajihku lumayan besar sekarang. Ya aku hanya harus menyimpannya. Tidak menggunakannya, bisa stress aku jika nanti semua yang sudah aku pakai harus dihutangkan. Fiuh' batin Sersi bersuara dan menyuruh dirinya sendiri untuk menahan agar tidak menggunakan kartu dari pemberian Alex.


"Terimakasih, aku pesan makanan dulu." ucap Sersi canggung lalu berbalik melaju ke arah restoran Jepang yang tak jauh dari AR Group.


Alexander hanya mengangguk, lalu berjalan kembali memasuki ruangannya di AR Group ini. Dia akan memeriksa semua laporan yang sudah dikirimkan Pierro padanya. Yup memerika laporan LexBlack, gudang senjata paling murah di seantero negara Italia. Perusahaan gelapnya itu selalu berjalan lancar di Italia, karena disana dia kenal dengan ketua aparat agar semuanya tetap aman.


Sersi berjalan dengan diikuti Samuel dibelakang. Samuel tampaknya sangat banyak membawa jinjingan yang mungkin pesanan makanan yang dipesan Sersi tadi.


Sersi menaiki lift khusus untuk manajer dan CEO itu, Samuel juga mengikuti dari belakang. Karena ruangan Alex berada dilantai paling atas, maka Sersi tidak susah menekan tombol lift. Dia langsung menekan lantai angka paling atas, beres. Lift pun naik.


Sersi sampai di lantai paling atas, dan ketika pintu lift terbuka dia langsung melangkahkan kakinya ke pintu besar berwarna coklat diujung sana. Dan masuk begitu saja tanpa ba-bi-bu.


"Taruh disini saja Pak Samuel, terimakasih ya." ucap tulus Sersi.


"Sama sama nyonya. Saya pamit bekerja kembali," ucap Samuel membungkuk hormat.


Selanjutnya Sersi dihampiri oleh Alex, dan tatapan Alex jatuh ke jinjingan yang berada di atas meja kerja istrinya itu. Makanan begitu banyak berderet disini. Apakah perempuan itu bisa menghabiskannya?


"Ada apa? Kamu mau makan juga?" tanya Sersi sambil membuka hidangan sushii favoritnya.


"Tidak, apa kau sanggup menghabiskan semua makanan ini? Banyak sekali yang kau pe..." Alex akan mengomel.


Sersi memotong ucapan Alex dengan segera.


"Wehh!! jangan meremehkan aku." ucap Sersi.


"Walaupun aku kecil, tapi aku bisa membuktikan bahwa semua makanan yang ada disini akan habis dimakan olehku.


." tutur Sersi.


Alex hanya menggelengkan kepalanya dan menuju mejanya kembali. Dan Sersi memakan terlebih dahulu makanannya sebelum dia akan sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Tapi ketika pintu ruangan Alex terbuka secara tiba - tiba..


Dan suara dentingan sepatu high heel yang dikenakan perempuan itu membuat suasana hening menjadi sedikit berisik.


Namun ketika wanita itu masuk ke dalam, dan membuat Alex terdiam dan raut wajahnya sulit ditebak. Seperti menahan amarah dan rindu secara bersamaan, dan Sersi hanya diam karena tidak tahu siapa wanita cantik itu yang sedang berjalan menuju meja suaminya. Alexander.

__ADS_1


Alexander terkejut ketika melihat sosok itu, berbagai kepingan mulai melintas di otaknya.


"Ellea." ucap Alexander terkejut akan kehadirannya dikantor ini setelah sekian lama menghilang.


__ADS_2