
Hallo Readers semua!!
Maafkan Xue yang terkadang update'annya terlihat kacau dan berulang, entah kenapa hape xue suka ngadat kadang - kadang dan website fizzo xue pun suka errorðŸ˜ðŸ˜
Tapi xue tetap usahakan update terus tiap hari, bagi bagi waktu sama ngasuh si kecil.
Maafkan author pemula ini ya, selamat membaca!!
Langsung ke cerita aja yu ..
*****
'aku tidak akan membuatmu dalam bahaya, wanita itu pasti merencanakan sesuatu ketika mendengar berita pernikahanku. Kita lihat siapa disini yang akan kalah' batin Alex berkata diiringi raut wajah dingin yang terpancar dari wajahnya.
Satu jam kemudian, mereka pun sampai di kediaman Alexander. Sersi masih dalam keadaan tidur pulas, Alex tidak sampai hati ingin membangunkannya. Karena wajahnya terlihat damai ketika tidur, akhirnya dia pun menggendong Sersi ke apartemennya.
"Samuel, Max sudah kamu hubungi?" tanya Alexander pada Samuel dibelakangnya.
Kini mereka berjalan memasuki lobi apartemen, dan menuju lift untuk menuju lantai atas. Diikuti Samuel, yang menjinjing barang tuannya.
"Sudah Tuan, saya sudah kirimkan pesan. Mungkin sebentar lagi Tuan Max akan datang." jawab Samuel.
"Baiklah."
Sesampainya di apartemen, Alexander langsung membaringkan Sersi ke kamar. Sersi seperti orang pingsan, digendong dan ada yang mengobrol pun dia tidak merespon dan seperti tidak mendengar apapun. Damai saja tidur dengan napas teratur.
"Samuel, selidiki Ellea. Jagalah Sersi, aku rasa Ellea sedang berniat buruk pada istriku. Wanita itu memang egois, kamu waspadalah dengannya. Jaga Sersi, makanan dan minuman yang dia makan dan beli harus dipastikan aman bebas dari racun atau apapun." titah Alex pada bodyguardnya sekaligus orang kepercayaannya dikantor.
"Iya Tuan, saya dan yang lainnya akan menyelidiki Nona Ellea. Dengan segenap jiwa raga saya akan menjaga Nyonya Rudwig untuk anda." jawab Samuel dengan sungguh.
"Ada apa kamu memanggilku Alex?" suara Max terdengar diiringi suara pintu terbuka, tanda Max sudah datang.
Max tidak pernah berbicara formal kepada Alex, karena mereka adalah teman lama sejak mereka dari junior school sampai kuliah. Karena itu mereka terlihat akrab dan sering saling mengumpat satu sama lain ketika kesal. Namun mereka berdua adalah sahabat sejati yang saling mengerti dan memperhatikan satu sama lain.
Karena Max berhasil lulus di bidang kedokteran, makanya Alex menjadikannya dokter pribadi di keluarganya. Selain aman karena orang dekat dan terpercaya, Alex juga tidak akan merasa khawatir karena Max adalah orang yang baik dan teguh pendirian. Dan satu lagi, Alex tidak merasa canggung jika dia ingin curhat apapun dan gaya bicara.
"Aku ingin kau memeriksa istriku, dia aneh malam ini. Tadi aku bawa dia ke perjamuan, dia makan banyak seafood disana tapi setelahnya dia mengantuk berat sampai tertidur tapi seperti orang pingsan." Tutur Alex menjelaskan kondisi Sersi.
"Apa dia memiliki alergi makanan laut?" tanya Max.
"Setahuku tidak, malah itu makanan favoritnya."
"Hmm, kalo hamil itu sangat tidak mungkin. Gejalanya bukan seperti ini. Aku periksa dulu, tolong geser sana!" titah Max menyuruh Alex menggeser badannya agar memberi ruang untuk dia memeriksa kondisi tubuh Sersi.
'hamil? Mana mungkin dia hamil, aku sama sekali belum menyentuhnya' jawab Alex hanya di dalam batinnya.
Max pun memeriksa detak jantung, mata, dan denyut nadi. Semuanya terlihat normal, hanya saja..
"Apa dia memakan obat tidur atau obat bius. Aku kira dia sudah memakan salah satu dari obat itu dengan dosis tinggi, denyut nadinya lemah tapi semuanya oke normal normal saja."
"Obat tidur, bius?" ulang Alex.
"Iya, dia sedang dalam keadaan tidur deep sleep. Hampir fase seperti pingsan, mungkin besok siang istrimu baru bangun. Bisa juga besoknya, dosisnya aku rasa melebihi dosis yang harus dikonsumsi." kata Max menjelaskan.
"Dia tidak memakan obat apapun, ****! Pasti ini..!!" umpat Alexander kesal. Pikirannya sudah menuduh, pasti wanita itu yang sudah membubuhkan obat itu pada makanan yang akan dimakan oleh Sersi. Sungguh beraninya.
"Samuel! Percepat penyelidikanmu, aku mau besok kau sudah melapor!" ucap Alex keras berteriak kesal. Memikirkan wanita yang pernah dia cintai, dia sanjung, ternyata egoisme dan jahat. Sungguh suatu kesalahan jika Sersi menjadi celaka karena dirinya.
"Maksudmu? Apa yang telah terjadi?" Max mengerutkan kening bingung.
"Apa dia akan tertidur lama? Kapan dia akan bangun?" tanya Alex tidak menanggapi pertanyaan Alex barusan saking cemasnya.
"Aku rasa besok siang istrimu pasti bangun, karena tubuh istrimu sehat dan metabolismenya bagus." jawab Max.
"Oh, baguslah."
__ADS_1
"Apa yang telah terjadi sebenarnya? Apa istrimu memiliki musuh atau ini ulah fans gilamu itu?!" Max bertanya kembali ingin mengetahui ada apa sebenarnya.
"Bukan. Ini berhubungan dengan masa laluku, mungkin dia ingin kembali padaku dan tidak menyukai istriku. Sepertinya tidak terima jika aku sudah menikah." jawab Alex terduduk dipinggir ranjang disamping Sersi.
Sedangkan Max hanya mengerutkan keningnya berdiri dihadapan Alex, berusaha mengingat siapa masa lalu dari sahabatnya itu. Tak berapa lama, matanya membulat dan mengingat siapakah orang dalang dari semua yang terjadi ini.
"Maksudmu Ellea? Bukannya kau bilang dia sudah bersama dengan pria tua kaya raya itu? Perempuan itu sudah menghilang sampai bertahun tahun. " tanya Max tidak percaya dengan tragedi ini.
"Ya. Dia kembali, dan memintaku untuk kembali bersamanya. Walaupun hatiku masih sedikit menginginkannya, tapi rasa sakit hatiku atas pengkhianatannya lebih besar. Aku selalu merasa sakit ketika melihat wajahnya, ingat perbuatan dia dan perkataannya dulu padaku Max. Tidak akan kubiarkan dia menghancurkan kehidupanku yang sekarang, dia terlalu egois dan mementingkan dirinya sendiri!!" suara Alex tertahan, merasa sakit dan kesal bersamaan.
Ellea mungkin diharapkan olehnya dulu, tapi sekarang setelah mengenal Sersi. Dia tak ingin lagi mengingat atau berharap pada Ellea, entah kenapa dia merasa nyaman ketika bersama Sersi. Hatinya membuncah tatkala wanita itu tersenyum tulus kepadanya, atau apapun yang membuatnya bahagia.
"Kehidupanmu sungguh rumit, dan kamu waspadalah. Ellea itu selalu memiliki ambisi yang kuat, mungkin dia akan merebut ku kembali dari istrimu. Aku yakin itu!" ucap Max mengingatkan sahabatnya untuk waspada atas apa yang akan terjadi esok, lusa dan seterusnya.
"Ya aku pun tak tahu. Hidupku selalu saja mendapat terjangan." jawabnya lesu.
"Sudahlah. Kamu bersabar, sekarang kau sudah menikah. Jaga saja istrimu dari hal hal yang membahayakannya, dan kamu jangan sampai terjebak ke dalam perangkap yang sama. Dan kamu cari tahu dengan detail, kenapa wanita itu bisa kembali dan tiba tiba memiliki harta yang setara denganmu. Aku rasa dia ada sesuatu.." kata Max.
"Ya, terimakasih Max."
"Oke, sama sama. Aku pulang dulu, dan tegarlah Alex. Oh ya, istrimu nanti olesi minyak angin dibawah hidungnya agar dia cepat bangun." Max memperingatkan.
"Iya, nanti aku akan mengolesinya."
"Baiklah, aku pergi dulu!" ucap Max mengambil barangnya kemudian keluar dari kamar sahabatnya itu.
Alex memandangi wajah cantik Sersi yang sangat damai dalam tidurnya, walaupun sedang tertidur wajahnya masih saja terlihat sangat cantik dan rupawan. Kulit putih mulus, rambut bergelombang kecoklatan, dan bibir tipis yang berwarna pink itu serasa manis jika dikecup. Alex membelai kepala istrinya itu, entah mengapa dia mulai merasakan cinta dihatinya kepada Sersi istri kontraknya.
Alex bangkit dari duduknya, kemudian menyelimuti Sersi sampai batas dada. Sesudah itu, dia pun keluar dari kamar dan memanggil Samuel lewat telepon. Menyuruhnya untuk masuk ke apartemennya membahas sesuatu yang penting.
Tak berapa lama, Samuel pun muncul dan membungkuk hormat pada tuannya.
"Samuel, sebaiknya kamu mencari bodyguard wanita untuk menjaga Sersi. Aku ingin dia dikawal kemanapun dia pergi, tapi aku ingin bodyguard wanita yang mendampinginya." ucap Alexander ketika mereka sudah duduk disofa ruang tamu.
"Ya Tuan, saya akan mencari dan menseleksi nya terlebih dahulu." jawab Samuel.
"Ya Tuan,"
"Oh ya bagaimana perkembangan soal, keluarga istriku. Apa alasan dia disembunyikan? Apa kau sudah mendapatkan informasi?" tanya Alex.
"Untuk saat ini belum lengkap Tuan, saya sedang mencari informasi yang benar - benar sinkron dan akurat." jawab Samuel serius.
"Baiklah. Kabari aku segera setelah kau mendapat informasinya. Kau boleh pulang sekarang, dan berikan sample makanan Ellea ke dokter. Untuk diuji lab obat apa yang dia bubuhkan ke makanan istriku!" titah Alexander lagi.
"Siap Tuan. Saya pamit pergi dulu, selamat malam." ucapnya kemudian berdiri.
Alex hanya mengangguk mengiyakan. Kemudian Samuel pun pergi dan kini tersisa Alexander yang masih terduduk sendiri disana. Memikirkan semuanya, ayahnya, adiknya dan istrinya. Mengapa hidupnya dirasa tak pernah tenang sekali saja.
'kamu memang merepotkan Ellea' batin Alex menggerutu.
********
Sayup sayup suara kicauan burung terdengar dikedua telinga Sersi. Sesekali dia mengerjapkan matanya karena merasa silau dengan cahaya yang masuk ke dalam matanya, perlahan matanya mulai bisa menyesuaikan keadaan dan melihat sekitar.
Terlihat diluar sudah sangat terang, matahari sudah akan merangkak naik sehingga cahaya matahari masuk melalui kaca jendela dan mengenai wajah Sersi ketika tertidur diatas kasur.
"Aduh! Ternyata sudah siang, aku terlambat lagi bekerja.. " ucap Sersi teringat bahwa dia masih memiliki tanggung jawab pekerjaan di kantor.
"Kau sudah bangun?" suara bariton basah itu terdengar, dan membuat Sersi tertegun.
'dia sedang tidak bekerja, atau bolos. Kenapa jam segini masih ada di rumah sih?!' batin Sersi bersuara.
"Baru saja.. kamu tidak pergi bekerja hari ini?" Tanya Sersi pada suaminya itu. Suami kontrak tepatnya.
"Aku tidak ke kantor hari ini. Kamu juga tidak usah bekerja, aku sudah membuat izin cuti untukmu. Beristirahatlah." ucap Alexander memberitahu.
__ADS_1
"Apaa?! Cuti!?" teriak Sersi.
"Iya." jawab Alex datar singkat. Berdiri di ambang pintu sambil meminum jus jeruk ditangannya.
"Kenapa harus cuti, aku tidak hamil dan hanya tertidur pulas. Aku hanya terlambat!!" teriak Sersi geram dan kesal. Menurutnya ini apa apaan, dia bukan boneka yang harus berdiam diri disini tanpa melakukan kegiatan. Bagaimana nasib rekeningnya jika dia tidak bekerja dan tidak mendapat gaji.
'sayangku, bulan ini dan bulan depan mungkin aku tidak akan bisa mengisimu saldo' batin Sersi sedih.
"Kau sudah dua hari tidak sadarkan diri, makanya aku ajukan izin cuti. Apa kau tidak tahu huh?" jawab Alex.
"Tak sadarkan diri? Tapi aku hanya.."
"Ya kau tertidur, tapi tidurmu itu seperti orang pingsan yang tak bisa dibangunkan. Kamu telah mengonsumsi obat tidur dengan dosis tinggi. Itu yang membuatmu tidak bangun dari tidurmu, dua hari ini." tutur Alex sambil menyesap minumanya.
"Tapi aku tidak pernah meminum obat semacam itu..
Malam itu kan aku hanya memakan banyak sekali seafood, dan spaghetti. Terus.."
Sersi menerawang mengingat - ngingat apa saja yang dia ingat hari hari kemarin. Dia memakan apa saja dan mengingat kejadian terakhir.
"Malam itu aku sehabis makan diperjamuan merasa ngantuk sekali, apa mantan pacarmu memasukkan sesuatu ke dalam makanan itu. Bagaimana bisa, makanan itu kan dinikmati oleh banyak orang bagaimana bisa aku.."
"Apa salahku?" celetuk Sersi tiba - tiba. Tidak mengucapkan kalimatnya yang tadi.
Alex yang mendengar itu diam, tidak berkata apapun. Dia bingung juga harus menceritakan atau tidak, memang dia tidak salah disini. Tapi masa lalunya dengan Ellea dia tidak tahu, dan mungkin Ellea hanya merasa kalah dan tak suka dengan Sersi yang bisa memiliki Alexander secara utuh setelah pria itu sudah menjadi sukses. Rasa iri dengki Ellea bergejolak ditambah dengan penolakan dari Alexander.
"Aku tidak tahu, aku sedang mencari tahu. Kamu tidak usah banyak pikiran, beristirahatlah. Aku akan ada dirumah, butuh sesuatu bisa minta tolong kepadaku." kata Alex lalu berlalu keluar dari kamar meninggalkan Sersi sendirian.
"Huh? Orang kaya memang kehidupannya sangat pelik!! Mengapa harus aku yang jadi sasarannya sialan!" Sersi kesal dan mengumpat.
Dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk menetralkan pikirannya. Mungkin dengan air dingin, emosinya bisa padam dan reda. Dia tak ingin ambil pusing soal ini, toh dia hanya dikontrak bukan sungguhan.
Setengah jam kemudian, Sersi selesai dengan ritual mandinya. Tercium aroma strawberry menguar dari badan dan rambutnya yang masih basah ketika Sersi keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai handuk kimono, dan rambut yang dibungkus handuk juga.
Setelah mandi badannya terasa lebih segar dan fresh, namun..
Gruwook....
Suara cacing diperutnya meronta ronta minta diisi, dia sangat merasa lapar. Mungkin karena tertidur terlalu lama, hingga dia tidak makan dan minum dalam dua hari ini. Dia bergegas memakai pakaian rumahan, hanya celana pendek dan kaos ketat berwarna putih. Serta rambut yang dicepol asal, namun tidak mengurangi kadar cantiknya sedikitpun.
Tercium aroma wangi omelet ketika Sersi keluar dari kamarnya, dia berjalan mengikuti aroma wangi ini sampai dia menemukan bahwa wangi omelet ini berasal dari dapur. Ternyata laki laki itu sedang memasak. Dengan memakai celemek gambar hello kitty, membuat Sersi merasa lucu ketika melihatnya.
Alex berbalik, sambil membawa dua piring omelet ditangannya. Dia melihat Sersi sedang berdiri memperhatikannya, dan seperti mengulum senyum. Tentu Alex tahu kemana arah pandang istrinya itu.
"Hei, kau sudah mandi. Ayo kita makan omelet dan beef butter juga coklat panas. Aku yang memasaknya kali ini, cobalah ayo" ajak Alex pada Sersi.
Sersi hanya mengikuti perintah Alex dan diapun duduk dimeja makan, dan Alex sibuk menata makanan. Dia melepaskan celemeknya lalu dia taruh dekat kompor, lalu mencuci tangannya. Alex akan menemani istrinya makan hari ini.
Sersi melihat omelet, beef butter, coklat panas dan sepiring apel yang sudah dipotong potong ada dihadapannya. Sersi melihat ke arah Alex,
"Ini semua untukku?" tanya Sersi heran kepada suaminya ini.
'apa dia juga seorang mantan koki, masakannya benar-benar seperti enak dari bau harumnya, dan penampilannya seperti di restoran saja.' batin Sersi bergumam.
"Ya. Makanlah. Aku tahu kau lapar, makanlah yang banyak. Dan nanti jika kurang kenyang, ada sup diatas kompor yang belum aku pindahkan ke wadah." kata Alex.
"Ah tidak usah, makanan segini pasti akan membuatku kenyang. Kau membuat omelet yang cukup besar, dan buah yang banyak." kata Sersi sambil memakan omeletnya.
'enak juga ternyata' batin Sersi bersuara ketika berhasil memakan omelet buatan suaminya.
"Oke, makanlah" jawab Alex tersenyum singkat, lalu fokus kembali ke makanannya.
Sersi langsung melanjutkan makannya dan menghabiskan makanan yang diberikan oleh suaminya itu. Entah kenapa disisi lain hatinya, dirinya merasa senang dan bahagia bisa diperhatikan oleh suaminya. Dibuatkan makanan seperti ini, membuatnya merasa senang merasa disayangi.
Tapi lagi lagi kenyataan menyadarkannya, bahwa ini hanyalah pernikahan berdasar sandiwara dan kontrak. Jadi dia tidak berharap lebih dan mengandai - andai.
__ADS_1
'hm tapi aku mana bisa seperti ini terus, jika sudah berakhir pasti akan diusir. Bagaimana nasibku setelah ini ya tuhan. Andaikan pernikahan ini tidak palsu dan sandiwara, benar benar nyata pasti kehidupanku akan baik' batin Sersi memohon doa.