Terjerat Pesona Sang Sekretaris

Terjerat Pesona Sang Sekretaris
Bab 45 (SERSI SADAR DARI PINGSAN)


__ADS_3

DI RUMAH SAKIT HARAPAN


Sersi baru saja mendapat kesadarannya kembali, dia mulai membuka matanya perlahan. Namun silau membuat matanya susah beradaptasi dengan cahaya, dia pun kembali memejamkan matanya sejenak. Lalu kembali membukanya perlahan.


Dan lambat laun, matanya sudah bisa beradaptasi dengan cahaya yang serba putih ini.


Setelah pandangannya mulai jelas, Sersi melihat ke seluruh ruangan ke kiri, kanan, atas dan semuanya.


"Aku ada dimana ini? Tempat apa ini? Aduuuh!" ucap Sersi pelan lalu memegang kepalanya yang masih sedikit pusing.


Kemudian, Li Xuan masuk ke dalam kamar inap Sersi membawa beberapa kantung keresek dan tas. Li Xuan menyimpannya di sofa panjang, dan ketika melihat ke arah Sersi yang sudah membuka matanya. Li Xuan senang dan segera menghampirinya.


"Nyonya..? Nyonya Sersi sudah sadar?" ucap Li Xuan berdiri disamping ranjang Sersi.


"Hmm, iya aku baru saja bangun beberapa menit yang lalu. Emm, Li Xuan. Aku ada dimana ini?" tanya Sersi.


"Nyonya ada dirumah sakit, tuan Muda yang membawa nyonya ke sini tadi." ujar Li Xuan.


"Oh gitu ya, sekarang Alex dimana?" tanya Sersi kemudian menggeser tubuhnya dan berganti ke posisi duduk.


"Sini saya bantu nyonya," Li Xuan membantu Sersi ke posisi duduk. Lalu menjawab pertanyaan yang tadi Sersi ajukan.


"Maaf, Nyonya Tuan Muda sedang ada urusan penting saat ini. Dia sedang keluar dulu sebentar, nanti agak malam beliau kesini." ucap Li Xuan.


"Baiklah, aku ingin minum. Tolong ambilkan ya Li Xuan, maaf." ujar Sersi.


"Iya Nyonya, tidak apa - apa jangan sungkan menyuruh saya. Karena sudah jadi tugas saya melayani anda. Ini minumnya Nyonya," ucap Li Xuan menyerahkan sebotol air mineral ke Sersi.


Sersi menerimanya dan langsung menenggak airnya sampai habis setengah, dia sangat haus sekali. Hampir dua hari dia tidak makan dan minum.


"Nyonya, ini makanan untuk anda. Tuan Alex menyuruh saya memberikan makanan ini untuk Nyonya setelah anda bangun. Silahkan nyonya, mumpung masih hangat." kata Li Xuan menyerahkan kotak makanan yang dibeli tadi dan menyerahkannya ke Sersi.


"Oh kamu beli makanan apa ini?" tanya Sersi sebelum menerima makanan kotak itu.


"Ini yang memesan Tuan Alex nyonya, saya hanya mengambilnya ke bawah. Jadi saya tidak tahu, ini silahkan nyonya buka dan segerakan makan." ujar Li Xuan menyerahkan kantong kresek berwarna putih itu.


Sedangkan dua kresek lainnya, dia keluarkan satu yang didalamnya terdapat satu buah parsel buah dan yang satu lagi baju ganti untuk Sersi sepertinya.


"Oh iya, makasih." ucap Sersi. Sersi pun menerima kotak itu, dan membukanya. Ternyata benar, makanannya masih hangat dan harum aroma makanan mulai tercium tatkala Sersi membuka penutup kotak makanan itu.


Dan didalamnya terdapat paket panas chicken wings, sup ayam, kentang goreng, hamburger dan satu mangkuk kecil nasi teriyaki. Wah ini semua kesukaan Sersi, maka Sersi pun langsung memakannya karena aroma wangi dari sup ayam menggodanya untuk segera melahapnya.


"Hmm enak sekali bisa makan lagi, jangan sampai aku mengalami kelaparan lagi!" ucap dia sendiri.


Skip


Jecky dalam keadaan lengannya terikat ke atas dan menggantung mulai kehilangan kesadarannya, setelah dia membuka mulut tentang siapa orang yang menyuruhnya menculik Sersi. Berkat perbuatan Alex yang mencabut kuku jari kakinya secara paksa tadi, membuat Jecky buka mulut dan lemas karena darah terus mengucur dari kakinya. Juga tidak kuasa menahan rasa sakit dan perih di kakinya.


Setelah Alex mendapatkan apa yang dia mau, dan mendengar langsung dari Jecky bahwa ini semua adalah ulah Ellea. Dirinya mulai kesal dan marah pada perempuan itu. Bisa - bisanya wanita yang pernah ia cintai, agungkan dan dia gilai ternyata memiliki sifat sejahat dan sepicik itu.


Alex jadi berpikir, mungkin perpisahannya dengan Ellea waktu itu bukan musibah baginya. Namun jadi keberuntungannya, karena dia sehabis itu bisa meraih kesuksesan dan menemukan seseorang yang benar-benar membuat hatinya hangat juga bergetar. Ellea bukanlah perempuan yang baik untuknya, ternyata Tuhan telah merencanakan ini semua dan menunjukkan pada dirinya bahwa Ellea tak sebaik yang dia kira.


"Samuel!!" Panggil Alex.


Samuel yang sedang berada di depan, sedang berjaga dan minum - minum bersama anak buah lainnya langsung menghampiri ke dalam tatkala namanya dipanggil. Gercep. Alias gerak cepat.


"Iya Tuan." jawab Samuel.


"Bedebah itu bilang bahwa kliennya bernama Ellea. Kau coba sadap dan periksa ponsel wanita itu, dan cek riwayat dihpnya. Sebagai tanda bukti untuk aku besok serahkan ke pihak pemerintah keamanan."


ujar Alexander geram.

__ADS_1


"Baik Tuan, saya periksa semuanya." ucap Samuel kemudian melihat ke arah Jecky yang lemas dalam keadaan menggantung dibelakang atasannya. Mereka sedang berada di ruangan tempat Jecky disekap.


"Dia sepertinya lemas Tuan, darahnya keluar banyak dari kakinya. Kita biarkan mati atau kita panggil dokter Eve untuk mengobatinya. Masih butuh Jecky Tuan?" tanya Samuel melihat keadaan Jecky yang sudah parah.


"Panggil dokter Eve saja untuk mengobati lukanya, beri dia makan. Dirinya masih berguna untuk saat ini," ujar Alex menatap dingin.


"Baik Tuan, saya permisi!" ujar Samuel.


Tiba - tiba ketika Alex masih dipenuhi amarah yang menggebu karena tahu bahwa ini ulah Ellea, dan marah atas perbuatan Jecky yang menyiksa Sersi saat disekap. Ponselnya berdering.


Alex pun mengambil ponselnya yang ada disaku, dan melihat id si pemanggil. Ternyata yang menelponnya adalah Li Xuan. Dia pun menerima telepon itu.


"Hallo ada apa?" ucap Alex segera setelah sambungan telepon terhubung.


"Tuan, nyonya sudah sadar. Nyonya tadi menanyakan keberadaan anda," ucap Li Xuan dari seberang sana.


"Baguslah Sersi sudah sadar, sekarang dia sedang apa? Apa kau melakukan apa yang ku suruh tadi?".


"Sekarang Nyonya, sedang memakan makanan yang telah dipesankan anda Tuan. Sudah, saya sudah menjalankan perintah anda Tuan." jawab Li Xuan dan kebetulan Sersi melihat Li Xuan sedang menelepon.


"Li Xuan? Kamu sedang menelpon Alex? Jika iya, pinjam ponselmu aku ingin bicara padanya." ucap Sersi kepada Li Xuan yang suaranya terdengar juga oleh Alex disambungan telepon.


Secara reflek Alex menyunggingkan senyumannya tatkala mendengar suara Sersi, ketika ingin berbicara pada dirinya.


"Berikan saja pada Sersi" perintah Alex pada Li Xuan.


"Baik Tuan, sebentar saya berikan ponsel saya dulu." ucap Li Xuan.


Li Xuan berpindah dari dekat sofa menuju tempat Sersi berada, lalu menyerahkan ponsel pada Sersi. Dan dia menerimanya.


"Hallo Alex!?" kata Sersi.


"Iya, aku di sini. Ada apa?" tanya Alex. Ternyata walaupun dia sudah mengakui perasaannya dia tetap saja masih bersikap dingin dihadapan Sersi.


"Aku masih ada urusan. Kau tidurlah duluan, besok kita pulang. Aku sebentar lagi ke rumah sakit." kata Alex.


"Oh begitu, ya sudah. Bye Alex." Kata Sersi.


"Hmmm.." jawab singkat Alex ditelepon, tapi Sersi tidak tahu saja bahwa sekarang Alex tengah tersenyum. Kemudian Sersi menyerahkan kembali ponselnya kepada Li Xuan.


"Tuan?" tanya Li Xuan.


"Ya, Li Xuan jaga Sersi dengan baik. Sebentar lagi aku ke rumah sakit,"


"Baik Tuan."


Klik. Telepon pun diputus oleh Alex. Dan dia kembali menyimpan ponselnya ke dalam saku jasnya. Samuel sedang berada di dalam penjara melepaskan ikatan tangan Jecky agar tidak menggantung, dan membantunya berbaring dikasur lantai. Dokter Eve sudah datang untuk mengobati luka Jecky yang diakibatkan oleh Alex. Dan setelahnya langsung menghampiri Alex kembali.


"Samuel, kau urus dulu bedebah ini disini. Aku akan kembali ke rumah sakit, dan hubungi Clark untuk membawakan barang - barang Sersi ke mansion keluarga Rudwig. Besok aku akan pulang." ujarnya.


"Iya Tuan, saya akan suruh Clark nanti. Dan Jecky Tuan jangan khawatir, saya akan urus dia." jawabnya.


"Hmm, oke aku kembali ke rumah sakit." ucap Alex.


"Baik Tuan, ini kuncinya." ucap Samuel menyerahkan kunci mobil.


Dan Alex pun segera pergi dari sana, namun sebelum menuju mobil dia mencuci tangannya terlebih dahulu karena terdapat darah Jecky ditangannya. Lalu kemudian segera menuju mobil dan pergi menuju rumah sakit.


****


Keesokan harinya...

__ADS_1


Sersi membuka matanya, dan memandang ke sekeliling dia masih dirumah sakit. Semalam sehabis makan, dia langsung tertidur kembali karena merasa ngantuk dan badannya masih terasa sangat lelah dan sakit. Apalagi luka bekas cambukan Ellea, masih saja membekas ditubuh dan wajahnya.


Ketika Sersi sedang berdiam diri, berusaha mengumpulkan semua kesadarannya. Alexander masuk ke dalam kamar inap Sersi, sambil membawa nampan yang terdapat semangkuk bubur, sepiring potongan buah melon dan segelas air putih.


"Hai, kamu sudah lama bangun?" tanya Alex ketika sudah berada di samping ranjang tempat Sersi berbaring.


"Hai juga, aku belum lama kok. Baru saja bangun. Kamu kapan kembali?" tanya Sersi pada Alex. Dia melihat Alex memiliki kantung mata dan matanya terlihat lelah.


Sersi berpikir apa dia tidak tidur?


"Oh baiklah, ini aku bawa bubur. Lekas sarapan, jam sepuluh nanti kita pulang. Aku semalam kembali lewat tengah malam, jadi kamu tidak tahu aku kembali. Karena kamu sudah tertidur pulas semalam." jelas Alex.


"Oh, iya. Semalam aku sangat mengantuk sekali dan badanku terasa sangat sakit." ucap Sersi.


"Tidak apa - apa, memang kamu harus banyak istirahat. Supaya cepat sembuh, dan luka itu nanti dokter memberikan obat oles untukmu agar jejaknya hilang." kata Alex.


(Dia lagi berdiri disamping ranjang Sersi ya)


"Heem, iya. Makasih ya, kamu sudah menolong aku. Aku sangat berterima kasih padamu, jika kamu tidak datang. Mungkin lelaki itu akan benar - benar membunuhku." kata Sersi pada Alex.


'ya karena tidak ada seorangpun yang akan bisa menyakitimu sekarang' batin Alexander berucap.


"Iya sama - sama."


"Oh iya Alex, apa kamu membawa ponselku?" tanya Sersi.


"Ini, ponselmu aku bawa. Karena ada beberapa pesan dari temanmu." kata Alex. Sambil menyerahkan ponsel Sersi yang dia simpan disaku jas.


Sersi menerimaku, dan segera menyalakan ponselnya. Dan segera mengecek aplikasi pesan, untuk mengetahui pesan apa yang dikirim dari Cindy.


WhatsApp


From : Cindy


[Sersi? Apa kau sedang sibuk? Kau sangat jarang mengabariku?]


[SERSI!!]


[Sersi, kamu lupa denganku? Kakakmu kak Adryan ingin mengetahui kabar darimu? Dia ingin menelpon atau video call?]


[Apa kau sedang benar - benar sibuk setelah menikah?]


[Sersi pesanku tak ada yang kamu balas satu pun? Apa kau baik - baik saja]


[Kalau kamu sudah bisa membalas pesanku, tolong segera balas ya! Kak Adryan ingin berbicara denganmu.]


Ada 6 pesan dari Cindy yang Sersi lewatkan, ternyata kemarin cindy mengiriminya pesan. Sersi pun segera membalasnya.


[Maafkan aku Cindy, baru bisa membalas pesanmu. Aku sedang mengalami kejadian yang mengerikan kemarin, nanti aku telpon kamu ya sekalian mau curhat. Dan katakan pada Kak Adryan mungkin bulan depan aku akan pulang ke Sicilia.]


Klik pesan pun terkirim. Sersi pun menyimpan kembali ponselnya, lalu segera menerima nampan yang disodorkan Alexander. Dia pun memakan buburnya segera dan meminum obatnya. Dan Alex duduk disofa dengan sambil menghadap leptop, dia sedang mengerjakan pekerjaannya lewat e-mail. Karena tanggungjawabnya besar, dan perusahaan dia selalu yang harus menjalankan dan pantau.


***


Hujan sedang turun diluar sana, bagaimana dengan didaerah kalian gaes?


Pantengin terus ya, chemistry nya masih author bayangkan hehehe..


See you.


Instagram: @xue_ssl

__ADS_1


Facebook : Xue.


Tiktok: @xueshishan


__ADS_2