Terjerat Pesona Sang Sekretaris

Terjerat Pesona Sang Sekretaris
Bab 46 (Kembali Pulang)


__ADS_3

DI MANSION KELUARGA RUDWIG


Sebuah mobil Maybach hitam mewah memasuki pelataran halaman rumah mewah yang serba putih ini, Alexander dan Sersi baru saja sampai di rumah utama Alexander. Mereka pun keluar dari dalam mobil, Sersi yang melihat ke sekeliling dan ini adalah kawasan mansion Alexander. Membuat Sersi terheran, mengapa mereka pulang kesini bukan ke apartemen?


Sersi dan Alex berjalan memasuki mansion, dengan sambil berpegangan tangan. Kini Sersi tak lagi canggung, dan gugup ketika mereka berpegangan tangan seperti ini. Karena mungkin sudah terbiasa. Namun sebelum mereka berhasil mencapai pintu masuk, Sersi mendongakkan kepalanya untuk bertanya pada Alex.


"Alex!?" ucap Sersi.


"Iyaa," jawab Alex kemudian menoleh ke arah Sersi.


"Kok kita pulang ke sini, bukan ke apartemen kita?" tanya Sersi.


"Iyaa, sementara kamu tinggal disini dulu ya. Sama Sofia, biar ada temennya. Dan besok, kita jemput papah. Papah sudah bisa pulang, dan penyakitnya puji tuhan sembuh. Kita sambut kepulangan papah besok." ujar Alex pada Sersi.


"Oh ya, apa Pak Alden sembuh. Syukurlah, kamu dan adikmu bisa kembali berkumpul." ucap Sersi terharu mendengarnya. Dia sangat bahagia, ternyata Pak Alden masih diberi umur oleh tuhan untuk bisa kembali melanjutkan hidup dan berkumpul kembali bersama anak - anaknya.


"Iya, ini semua keajaiban yang tuhan berikan untuk papah. Jadi kita sementara tinggal disini dulu." jawab Alex.


Sersi pun hanya mengangguk. Mereka pun masuk ke dalam rumah, dan sambutan pertama mereka adalah Sofia yang sedang duduk di sofa sambil membaca buku materi kuliah. Suara khasnya menggema, tatkala kakak - kakaknya datang.


"Kak Sersi, Kak Alex. Kalian kesini, kok gak bilang - bilang sih," ucap Sofia menghampiri Alex dan Sersi.


Namun Sofia, mengkerutkan keningnya ketika melihat luka - luka panjang merah yang tergambar di kulitnya. Lebih tepatnya diseluruh bagian tangan, wajah, dan leher. Sofia jadi merasa khawatir dengan melihat kondisi Sersi yang seperti ini.


"Kak Sersi? Ini kenapa kok banyak luka gini? Kakak aku berbuat apa sama kakak?


Kak Alex, kakak jahat banget sama kak Sersi!!" semprot Sofia begitu saja pada Alex. Karena ia merasa kasihan melihat Sersi yang seperti ini.


Alex pun memasang raut wajah kesal, mana ada dia menyambuk Sersi. Mana bisa dia menyakiti wanita yang dicintainya.


"Bukan aku yang membuatnya seperti ini Sof. Sersi kemarin sempat diculik, dan selama dua hari dia hilang. Para penculik itu yang menyiksanya, bukan aku." jawab Alex.


"Apaaa?! Diculik? Siapa yang menculik kakak, aduh kakak pasti ketakutan ya. Beneran kak, kakak diculik?" tanya Sofia.


"Kau tidak percaya padaku??" ucap Alex.


"Aku tanya kak Sersi bukan kakak!" jawab Sofia.


"Sudah sudah. Kalian ini, Sofia kakakmu benar. Aku kemarin memang diculik, dan disekap diruangan yang sempit dan pengab. Aku ditolong Kak Alex kemarin, disaat pria itu akan mulai menyayat kulitku."


"Kakak!" Sofia memeluk Sersi.


"Sudah.. yang penting kakak sudah selamat. Alex datang tepat waktu menolong aku, gapapa ya." kata Sersi mengelus kepala Sofia sayang.


"Sofia, biarkan Sersi istirahat dulu. Kasihan dia, masih shock dan lemah. Kakak mau ke kamar dulu, sama kak Sersi." ucap Alex agar Sofia tak mengganggu dulu Sersi saat ini.


Sofia pun melepaskan pelukannya.


"Kak Sersi, istirahat ya! Aku jadi sedih tahu kakak diculik, jangan takut lagi ya kak. Kakak tinggal disini aja biar aman sama aku. Besok papah pulang. Papah pasti seneng, tahu kak Sersi tinggal disini juga." kata Sofia.


"Iya, kakak ke kamar dulu ya. Kamu kayaknya tadi lagi belajar ya, belajar yang rajin ya biar skripsinya lulus dan kamu segera rampung kuliahnya." kata Sersi.


"Iya kak, makasih ya. Ya udah kakak istirahat dulu, aku mau lanjut belajar. Selamat istirahat kak Sersi." ujar Sofia lalu langsung pergi kembali ke Sofa.

__ADS_1


Melewati Alex begitu saja.


"Sofia, siapa kakakmu yang sebenarnya hah? Kamu melewati aku begitu saja? Tidak menanyakan keadaanku begitu?" ucap Alex pada Sofia yang sudah duduk di sofa memegang buku tebal bertuliskan "Ilmu Bisnis Sukses".


"Ya kak Alex, kakak aku. Tapi kakak aku gak seru, cuek dan dingin. Kalo kak Sersi asyik orangnya, lagipula buat apa menanyakan keadaan kakak. Kakak baik - baik aja kok gak perlu ditanyain!" ucapnya kemudian kembali membaca buku.


Alex hanya menggelengkan kepala, dan menarik Sersi pergi ke atas. Alex pergi segera ke kamarnya.


"Ayo kita pergi ke kamar, kamu perlu istirahat. Kita pergi ke kamarku." ucap Alex lalu menarik lengan Sersi untuk mengikutinya.


Mereka pun menaiki tangga untuk menuju lantai atas rumah ini, dimana kamar Alex berada. Alex membuka pintu kamarnya, yang sudah lama dia tidak tempati. Namun tetap terjaga kebersihannya, karena para pelayan selalu membersihkan tempat ini setiap hari.


"Ini kamarku, kamu pergilah mandi dulu. Barang - barangmu sudah ada disini, aku akan ke bawah dulu untuk menyiapkan makananmu. Ini sudah siang, kamu belum makan." kata Alex.


"Iya, terimakasih Alex."


"Oke, aku ke bawah dulu." ucap Alex. Kemudian meninggalkan Sersi dikamarnya.


Seperginya Alex, Sersi melihat ke seluruh ruangan kamar ini. Sekeliling dan semuanya.


Sersi merasa takjub dengan kamar Alex yang luas, dan nuansa klasik membuatnya nyaman. Perpaduan warna abu - abu dan putih, membuat kamar ini memiliki kesan misterius dan ketenangan.


"Orang kaya kamarnya bagus - bagus. Berasa masih mimpi aja aku bisa tinggal disini. Tapi gara - gara aku menikah dengan dia, aku yang dijadikan target sama mantan pacarnya. Dasar wanita aneh!" ucap Sersi sendiri.


Sersi pun memutuskan untuk segera pergi mandi, dan ketika sampai dikamar mandi. Ternyata ada bathtube disini, Sersi pun merasa senang. Dia akan berendam air hangat dibathtube kamar mandi ini, berendam air aroma terapi. Untuk menenangkan pikirannya juga berusaha mengembalikan lagi kesegaran tubuhnya.


Skip


Alex pergi ke bawah, tepatnya ke dapur. Untuk menemui pelayan yang biasa memasak didapur.


"Mba," panggil Alex ketika sampai di dapur.


Otomatis mereka semua yang berada di dapur, berjumlah 4 orang semuanya menoleh ke arah Alex. Dan ketika mereka tahu, Tuan Muda yang datang. Mereka semua membungkukkan badan hormat.


Salah satu dari mereka, menanyakan maksud dari kedatangan Alex yang tak biasanya datang langsung ke dapur seperti ini.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Salah satu dari pelayan itu bertanya.


"Kalian kan lagi masak, buatkan satu menu lagi ya. Buatkan bubur lasagna daging sapi, kalo udah beres antarkan langsung ke kamar saya yang diatas ya." pinta Alex pada pelayan itu.


Pelayan itu pun mengangguk. " Baik Tuan."


Truling... Truling... Truling...


Alexander mengambil ponsel disaku celananya, kemudian melihat siapa yang mengirimkan pesan padanya.


From : Samuel


[Tuan Muda. Mohon maaf saya berkirim pesan kepada anda, karena ada hal penting yang harus saya sampaikan sekarang ini."


To : Samuel


[Oke, temui aku dirumah nanti. Sekarang kamu urus dulu urusan kantor, siang ini aku tidak akan masuk kantor."

__ADS_1


From : Samuel


[Siap, baik Tuan.]


Alex pun sesudah memberitahukan maksudnya, dia segera pergi ke kamar kembali. Karena Alex pun sama, ingin segera merebahkan badannya yang terasa kaku.


Alex pun pergi ke atas lagi, untuk pergi lagi ke kamarnya. Alex ingin mandi, dan bersantai ria disini. Alex pun membuka pintu kamarnya, lalu kemudian masuk. Dan ketika melihat ruangan kamarnya kosong, seketika alis Alex mengkerut. Wanita itu masih saja di dalam kamar mandi??


Karena sosok Sersi tidak dia lihat sejak masuk ke dalam kamar ini, jikalau mandi juga harus ada suara air yang menyala. Ini keadaannya sunyi dan sepi, kemana dia pergi?


Alex terus mencari Sersi keseluruhan kamar telah dia periksa.


Namun, Alex mulai berpikir bahwa Sersi pasti sedang ada di dalam kamar mandi. Dia sedang apa, kenapa mandi saja sangat lama?


Jadinya dia membuka pintu kamar mandinya, dan tadaaaa ..


"Astaga, apakah dia tidur di air? Aduh, dia ini ada ada saja " ujar Alex ketika melihat Sersi dibathtube dalam keadaan ketiduran tanpa memakai sehelai benang sedikit pun.


Alex masuk ke dalam, dan membangunkannya. Beruntungnya, Sersi sedang berendam air busa. Jadi tubuhnya terhalang busa sabun, dan hanya bagian dada yang terlihat cukup jelas.


'sial! Tubuhnya sangat bagus dan mulus.' ucap batin Alex. Kepunyaannya terasa berdenyut ketika melihat Sersi yang seperti ini.


Namun Alex berusaha menahan dan menekan hasratnya, dan membangunkan Sersi yang tertidur. Kasian juga jika didiamkan, nanti dia kedinginan dan jam makan akan terlewatkan.


"Hei.. Sersi! Sersi! Bangun," kata Alex.


"Hmmm," hanya gumaman jawaban Sersi. Saking nyamannya berendam air hangat, sepertinya membuat Sersi mengantuk.


"Sersi! Bangun, kamu lagi berendam." kata Alex lagi membangunkan Sersi. Dia mengguncang bahunya.


Sersi lambat laun, bangun dan baru sadar ini adalah kamar mandi. Dan suara tadi?


Apa Alex ada disini?


Dan ketika itu Alex bersuara, dan membuat Sersi yang baru saja terkonek berteriak melihat Alex berada disampingnya.


Sedangkan keadaannya sekarang sedang telanjang,


"Sersi, bangun berpakaian dan tidurlah dikasur jangan disini." kata Alex.


Sontak membuat Sersi menoleh, dan reflek menutup dadanya dan..


"Aaaaahhhhk!" Jerit Sersi, sambil menutupi dadanya dengan tangan.


"Kenapa kamu ada disini!!" teriak Sersi.


Alex dengan wajah datarnya, menjawab Sersi dengan santai. Walaupun, sebenarnya dia sedang menahan sesuatu yang membuat badannya panas dingin akibat pemandangan didepannya.


"Aku disini membangunkanmu, tadi kau tertidur disini. Bukan aku yang sengaja pergi kesini untuk melihatmu, jangan percaya diri dulu. Segera selesaikan mandimu, lalu makan dan pergi tidur. Jangan tidur dikamar mandi." ucap Alex lalu langsung pergi dari sana. Meninggalkan Sersi yang masih kaget dan terheran.


Dirinya tertidur?


Aissh, apa iya. Kalau benar dia tertidur, sangat memalukan sekali.

__ADS_1


"Aduh! Kenapa sih harus ketiduran disini!" ucapnya sendiri merasa malu atas kejadian tadi.


__ADS_2