Terjerat Pesona Sang Sekretaris

Terjerat Pesona Sang Sekretaris
Bab 40 (Sersi Diculik!)


__ADS_3

PENCULIKAN SERSI


"Target, sudah masuk ke dalam apartemen. Awasi awasi jangan sampai lengah, kita akan mengamati situasi dulu." ucap Jecky pada anak buahnya lewat microphone.


"Siap siap, semua sudah berada diposisi masing - masing."


"Oke, jangan sampai mencurigakan." Kata Jecky kepada semua anak buahnya.


"Baik bos." Jawab anak buah serempak.


***


Alex menggesekkan kartu kunci apartemennya, dan ketika pintu sudah terbuka dia pun masuk ke dalamnya disusul Sersi dibelakangnya dan Li Xuan. Sang bodyguard pribadi Sersi ikut pulang dan tetap masih menjaganya dengan ketat.


"Li Xuan kamu boleh pergi ke kamarmu ya. Siang ini aku tidak akan bepergian lagi." ucap Sersi pada Li Xuan yang masih mengekorinya.


"Baik Nyonya, saya izin ke tempat saya. Selamat malam Nyonya, Selamat Malam Tuan. Saya pergi ke belakang." ucap Li Xuan sopan membungkukkan badannya kemudian berlalu pergi.


"Kau tidak memiliki rencana untuk hari ini? Ini masih siang, apa kau akan berdiam diri dirumah?" tanya Alex menoleh ke arah Sersi dengan alis yang terangkat sebelah.


Tumben pikirnya, wanita ini tidak berencana akan pergi atau melakukan hal lain. Biasanya setiap hari dia selalu ingin keluar sejenak karena alasan bosan.


"Ya, aku rasa hari ini sangat melelahkan. Aku hanya akan diam dirumah saja. Kalau kamu? Kamu masih harus ke kantor atau tidak?" tanya Sersi basa basi. Kemudian Sersi berjalan ke arah dapur berniat akan mengambil air minum.


"Hmm aku masih ada urusan dikantor yang belum selesai. Mungkin aku selesai agak sorean," jawab Alex.


"Oh iya, pulang malam lagi?" tanya Sersi menghampiri Alex lagi yang masih berdiri di dekat lemari kristal.


"Sepertinya iya, apa kau ingin sesuatu? Jika kau hari ini tiba - tiba ingin keluar atau kemana pun hubungi aku dulu. Dan tetap pergi bersama Li Xuan." ucap Alex.


"Hmm" hanya sebuah deheman Sersi sebagai jawaban.


"Ya sudah, aku akan langsung berangkat lagi. Aku akan berangkat ke kantor, butuh apa - apa delivery saja." ucap Alex sekali lagi.


"Ya Tuan Muda. Aku sudah tahu!" jawab Sersi kesal. Jengkel dia mendengar titah Alex yang itu lagi itu lagi, yang jelas - jelas Sersi sudah tahu dan diberitahukan berkali - kali.


Alex hanya menyeringai, dan kemudian pergi dari sana. Segera berangkat ke kantor kembali untuk mengurus urusan proyek yang belum mendapatkan kesepakatan kerjasama.


Ketika Alex keluar dari apartemennya, terlihat dua orang pria yang satu mengepel lantai dan yang satu seperti sedang menyedot debu. Mereka pegawai cleaning service sepertinya, namun Alex baru melihat jam segini ada cleaning service yang membersihkan lantai ini. Biasanya hanya pagi dan sore hari.


Alex pun kemudian tidak mempermasalahkan itu, lantas langsung pergi dari sana. Segera pergi menuju lift untuk turun ke bawah dan pergi menemui Samuel untuk segera berangkat ke kantor. Setelah Alex berhasil masuk ke dalam lift, barulah kedua pria misterius itu berhenti dari aktifitasnya dan segera mengaktifkan microphone mereka untuk memberikan informasi.


"Target berada di dalam, pria yang bersama target telah keluar dari apartemen. Baru saja pergi." ucap seorang pria yang sedang mengepel lantai pada rekannya lewat microphone.


"Oke, situasi bagaimana? Awasi jangan sampai ada orang lain yang berpotensi membuat aksi kita terlihat." ucap pria dari sebrang sana.


Kedua pria itu celingak-celinguk melihat ke sekeliling memastikan semuanya aman dan tidak ada orang disana, setelah dirasa aman. Mereka memberitahu lagi bos mereka.


"Situasi aman bos." Ucap salah satu pria dari mereka.


"Oke, mulai jalankan rencana kita. Aku akan menyuruh Pico untuk kesana, kalian tetap jalankan peran." Titah pria dari seberang sana.


"Siap bos." jawab mereka serempak.


Kedua pria yang menyamar jadi pegawai cleaning service itu pun, kembali melakukan sandiwara mereka untuk mencegah menimbulkan kecurigaan. Tak lama kemudian seorang pria datang, yang bernama Pico tadi. Dia memakai seragam kurir, sambil membawa sebuah paket yang tidak tahu apa isinya.


Ketika pria yang bernama Pico tadi melewati kedua pria itu, mereka saling memberikan kode dan pria itu segera menghadap pintu apartemen Alex untuk memencet bel. Membuat sang empu pemilik keluar.


Tingtong.. tingtong.. tingtong..


Tiga kali dia pencet bel, namun belum ada jawaban dari dalam sana. Hingga ketika dia akan menekan bel kembali terdengar suara kunci terbuka, dan pintu pun akhirnya terbuka dibarengi seorang perempuan yang terlihat. Dan itu adalah Sersi.


"Ya, ada apa ya?" tanya Sersi kepada pria itu.


"Ada paket atasnama Alexander Rudwig dari Swiss Nona." ucap Pico memulai aksi sandiwaranya.

__ADS_1


"Oh, iya itu paket suami saya." jawab Sersi.


Pico pun menyerahkan kotak paket tersebut, dan Sersi menerimanya. Dia melihat ke kotak paket tersebut, dan mengira - ngira paket apa ini kenapa begitu ringan sekali.


"Maaf Nona, ini harus ditanda tangan dulu sebagai penerima." ucap Pico.


"Oh oke baiklah, dimana aku harus tanda tangan." tanya Sersi melihat ke arah buku yang dibawa Pico.


"Disini Nona." ucap Pico.


Sersi pun segera mengambil bolpoin dari tangan pria itu untuk menanda tangani paket, namun ketika Sersi tertunduk untuk tanda tangan dengan cepat Pico mengeluarkan sapu tangan yang sudah dipakaikan obat bius dan membekap mulut Sersi. Sersi yang tidak menduga ini dan tidak siap hanya meronta ketika pico membekapnya secara tiba - tiba. Paket pun terjatuh, karena obat bius yang teramat banyak menusuk hidung Sersi yang meronta - ronta lama kelamaan mulai melemah lalu kemudian diam.


Sersi terpengaruh obat bius, dia pingsan.


Sungguh penculikan yang sangat terencana, aksi ini tidak menimbulkan suara apapun. Dan celakanya Li Xuan tidak sedang bersiap siaga, karena sedang beristirahat dikamarnya. Karena dia berpikir nyonya muda tidak akan pergi kemana - mana.


Setelah Sersi jatuh pingsan, Pico sang kurir gadungan itu dan komplotannya dua orang pria yang berakting menjadi pegawai cleaning service segera pergi sana. Pico menutup pintu apartemen dengan hati - hati, lalu kemudian menyeret Sersi sebentar lalu menggendongnya dibahu. Kedua pria tadi, mengekori dari belakang sambil memantau situasi. Mereka pun berhasil membawa Sersi dengan aman tanpa ada yang melihat, dan membuat rencana penculikan lancar jaya. Pico dan kedua pria itu membawa Sersi ke jalur tangga darurat agar tidak menimbulkan kecurigaan dan tidak tersorot CCTV.


"Hey, marco kau buka pintu disana. Dan kau derek siapkan mobil kita. Ambil kuncinya disaku celana kananku, mobilnya aku taruh diparkiran. Truk putih cepat!" perintah Pico pada kedua pria yang memakai pakaian cleaning service itu yang ternyata bernama Marco dan Derek.


"Iya aku segera kesini secepatnya. Ayo buka dulu pintunya Marco." ucap Derek pada temannya.


"Oke, sebentar." Marco mulai membobol kunci dan pintu pun terbuka. Langsung keluar ke arah parkiran, mereka mengambil rute jalan paling aman. Dan sudah cek lokasi beberapa kali, sangat matang bukan?


Pletok.. krek..


Kunci berhasil dibuka dan dirusak sehingga pintu pun terbuka, segera Derek keluar untuk mengambil mobilnya kesini. Sedangkan Pico dan Marco menunggu disini terlebih dahulu, sembari menunggu Derek membawa truk yang sudah Pico bawa dan siapkan.


Sersi yang masih dalam keadaan pingsan, tidak berdaya dalam gendongan Pico. Hanya kegelapan yang dia rasakan, namun Sersi merasa seperti bermimpi buruk namun tak bisa bangun. Terasa susah dan merasa pusing, hingga memaksanya terus terpejam tanpa bisa membuka mata.


Tak berapa lama kemudian, sebuah truk putih datang ke hadapan mereka. Pico segera masuk ke dalam mobil truk disusulkan dengan Marco yang masuk belakangan.


Mobil truk itu pun mulai melaju meninggalkan pusat kota. Sersi yang masih lemah tak berdaya, pria itu rebahkan Sersi disofa dilantai truk.


"Ahh, berat juga wanita ini." keluh Pico setelah berhasil menyimpan Sersi dibawah.


"Cek. Tuan, kami sudah berhasil membawa keluar target dari apartemennya tanpa sepengetahuan orang lain. Sekarang sudah berada di dalam mobil truk." info dari Pico.


"Oke, kalian bawa ke markas kita. Secepatnya, sebelum wanita itu tersadar!" ucap pria dari seberang sana.


"Iya Tuan." jawab mereka bertiga serempak.


Nahas, Sersi pun berhasil diculik oleh ketiga pria itu. Sersi yang terbaring lemah tak berdaya di lantai truk, hanya bisa pasrah menanti apa yang akan terjadi selanjutnya.


***


'dia sedang apa ya dirumah? Dia tidak mengabariku satu pesan pun? Apa dia tidur?' batin Alex bertanya - tanya tentang keadaan istrinya Sersi.


Sudah beberapa jam berlalu, bahkan waktu sudah akan menjelang sore hari. Istrinya tidak mengabarinya sama sekali, dan Li Xuan pun sama. Tidak memberikan info apapun. Alex tiba - tiba merasa tidak enak dihatinya dan perasaannya merasa khawatir berlebihan terhadap Sersi.


"Dia tidur sehariankah? Mana mungkin dia tidak memegang ponselnya?" ucap Alex sendiri.


Dia terus memandangi ponselnya, menyalakan ponsel dan membuka aplikasi WhatsApp dan mencari kontak Sersi. Dia melakukan panggilan beberapa kali, namun hanya dering yang terdengar. Panggilang terhubung tapi tidak kunjung diangkat.


"Apa dia tidak mendengar dering panggilan ya? Atau jangan - jangan Sersi sakit?" ucapnya bermonolog.


Alex merasa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya, namun dia tidak tahu apa itu. Dia memutuskan akan pergi pulang ke apartemen dan mengecek keadaan disana. Memastikan sendiri bahwa Sersi berada di apartemennya dengan aman, dia ingin mengetahui apa yang sedang dilakukan istrinya ini sehingga tidak bisa dihubungi seperti ini.


Relung hatinya tiba - tiba khawatir begitu saja. Hingga pada saat Alex baru saja melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang bertuliskan CEO UTAMA.


Ponselnya tiba - tiba berdering, dan dia melihat id pemanggilnya. Alex harap itu Sersi, namun ternyata Li Xuang yang menelepon.


Tanpa menunggu lama, Alex pun menggeser ikon hijau dan menjawab telepon sambil berjalan ke arah lift.


"Ada apa Li Xuan? Apa Nyonya baik - baik saja?" tanya Alex ketika dia berhasil mengangkat telepon.

__ADS_1


"TUAAAN! Nyo.. nyonya hilaaang!" teriak Li Xuan dari seberang sana.


Alex yang mendengarnya merasa kaget, bagaimana bisa. Bukannya dia sedang dijaga ketat oleh Li Xuan, lagipula apartemennya adalah kawasan yang paling aman. Atau mungkin saja, istrinya pergi keluar mengendap - endap agar tak diikuti Li Xuan. Alex masih berpikir positif setelah mendengar Li Xuan mengatakan Sersi hilang dari rumah.


"Mungkin Nyonya keluar diam - diam dari apartemen, dia tak ingin selalu dikawal olehmu Li Xuan." ucap Alex namun hatinya juga merasa khawatir takut - takut Sersi benaran hilang.


"Tidak tuan! Ponsel Nyonya ada dirumah, beliau tidak membawa barang apapun. Saya curiga Nyonya diculik oleh seseorang. Saya sudah mencari kemanapun tidak ketemu, disekitaran apartemen pun tidak ada." tutur Li Xuan langsung berasumsi bahwa nyonyanya pasti diculik.


Alex mencelos, dia merasa lengah atas hilangnya Sersi karena diculik.


'apa ini perbuatan dia?' batin Alex menggeram membayangkan seseorang yang berkemungkinan membahayakan nyawa istrinya.


"Li Xuan, periksa CCTV apartemen. Tanyakan kepada security, dan bawa beberapa teman untuk berjaga - jaga disitu. Aku akan kesana secepatnya," ujar Alex.


"Iya Tuan, saya akan periksa CCTV nanti. Dan ini ada sebuah paket tergeletak di depan pintu, saya tebak ini adalah penculikan terencana Tuan. Tidak meninggalkan jejak dan rapih." ucap Li Xuan sambil memperhatikan kotak paket dihadapannya.


'sialan! Bedebah beraninya menyakiti istriku ' geram Alex dalam hati.


Jiwa gelapnya yang jahat dan bengiz bangkit, Alex menelepon Samuel agar menghubungi beberapa detektif untuk mencari keberadaan Sersi secepatnya. Alex merasa Sersi dalam bahaya, makanya dia mengerahkan semua cara agar Sersi mudah ditemukan.


Dia takut istri kontraknya itu kenapa - napa, apalagi kalau sampai..


"Samuel, panggil Pierro ke London. Siapkan jet pribadi sekarang juga untuk menjemput Pierro. Keadaan sedang genting disini," titah Alex pada Samuel.


"Baik Tuan, saya akan siapkan semuanya." jawab Samuel.


Alex berjalan dengan cepat, segera keluar dari gedung perusahaan. Alex berlari menuju mobil Maybach Hitam mewahnya, dan bergegas masuk ke dalam kemudi. Lalu tanpa babibu, dia menyalakan mesin mobil dan setelah 5 menit kemudian dia pun langsung tancap gas.


Dia membawa mobil ini dengan kecepatan tinggi, membuat sekitar terlihat blur dipandangan mata.


'tunggu aku Sersi, bertahanlah!" ucap Alex di dalam batinnya.


*****


Heho..


Author nongol kembali gaes..


Hehehehe selamat malam semuanya, author bela belain update malem nih. Abis anak bobo author langsung tancap gas bikin naskah untuk di-update.


Dan trengteng..


Wah, Sersi berhasil diculik oleh komplotan pembunuh bayaran?


Rencana Ellea berhasil?


Lalu bagaimana dengan Sersi? Nasibnya, akankah dia benar - benar dikubur hidup hidup sesuai apa yang diperintahkan Ellea.


Penasaran? Sama author juga penasaran, kira kira Alex tepat waktu nggak ya datang untuk menyelamatkan.


Tunggu kisah selanjutnya ya gaes..


Stay tune terus disini..


Author pamit, maafkan jika aku bawel heuheu..


Pokoknya luv luv semua sama readers disini


Mmmmuaaaaaaaaaaachhhh..


Bye bye author kabooor.....


Salam sejagat raya, jangan lupa kepoin medsos author di


Instagram : @xue_ssl

__ADS_1


Facebook : xue


Tiktok : @xueshishan


__ADS_2