Terjerat Pesona Sang Sekretaris

Terjerat Pesona Sang Sekretaris
Bab 37 (Alex Jadi Posesif)


__ADS_3

Hallo readers tersayang aku..


Maafkan author yang baru muncul ke permukaan, karena belet betong nonghol jeung update hehe..


Selamat membaca!!


****


"Jangan harap, kamu bisa memiliki Alexku secara utuh!! Kamu sungguh tidak sepadan, dan tak punya keistimewaan!! Kita lihat saja, aku akan merebut dia kembali!". Wanita yang berada di mobil sport blue itu memicingkan mata dan memasang tatapan tajam kepada Sersi yang sedang berjalan bersama dengan Alex sambil bergelayut mesra.


Dan setelah Sersi dan Alex sudah tidak terlihat lagi karena sudah masuk ke dalam mobil Maybach, wanita itu langsung tancap gas dan pergi dari sana dengan cepat.


Keesokan harinya..


"Li Xuan, tolong kamu hari ini jaga full Nyonya ya. Mungkin saya akan pulang lebih malam, kamu menginaplah diapartemenku sementara untuk menjaga Sersi dirumah." kata Alex pada perempuan berotot dan berpeawakan tinggi itu.


"Oh baik Tuan, nanti sore saya akan datang ke apartemen anda tuan!" jawab Li Xuan tegas dan patuh.


"Oke, jangan sampai lengah. Selalu awasi sekitar Sersi." Ucap Alex mengingatkan agar selalu berhati hati.


"Siap Tuan! Saya izin pergi untuk mengambil pakaian." jawab Li Xuan.


"Ya oke, saya berangkat ke kantor satu jam lagi. Tepat waktulah." Kata Alex sekali lagi.


"Iya tuan!" jawab Li Xuan kemudian berlalu pergi. Berniat untuk membawa baju untuk nanti menginap di apartemen bosnya ini. Tapi sebelum mencapai pintu, Alex memanggil kembali Li Xuan.


"Li Xuan!!" panggil Alex sedikit kencang.


Li Xuan yang baru saja berhasil membuka pintu, lantas menutup kembali pintu itu dan buru buru bergegas menghadap kembali ke Alex tuannya. Sedikit berlari agar mempercepat waktu.


"Ya Tuan," ucap Li Xuan ketika berhasil menghadap kembali.


"Kau disini saja, bajumu nanti akan ku suruh Clark yang membawanya. Temani saja Sersi dirumah ini, sore nanti baru kalian pulang ke apartemen." titahnya.


"Baik Tuan." jawab Li Xuan.


Alex pun mengangguk, dirasa sudah tidak ada perintah lagi Li Xuan pun kembali ke belakang bergabung bersama para mba. Karena sekarang Alex dan Sersi tengah berada di mansion keluarga Rudwig.


Karena Sersi yang sedang berjalan menuju ke meja makan, dimana Alex dan Li Xuan berada. Tidak sengaja dia mendengar percakapan antara Alex dan bodyguardnya itu. Lantas itu membuat Sersi heran, mengapa dia harus dijaga seharian full disini. Toh disini tidak ada siapa siapa, dia juga cuman berdiam diri dirumah saja tidak berkegiatan apa pun. Kecuali hanya asa Sofia saja dan para pelayan. Mengapa harus dijaga sedemikian rupa, seperti sedang bahaya. Terlalu berlebihan.


"Alex..?" panggil Sersi ketika berhasil mencapai meja makan, kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Alex. Ya suaminya.


"Hmmm." deheman singkat saja.


"Aku tidak sengaja dengar kamu menyuruh Li Xuan untuk menjagaku seharian, dan menginap disini? Apa itu tidak terlalu berlebihan, aku kan aman aman saja disini?" kata Sersi mempertanyakan kepenasarannya.


"Ya bisa saja kamu diam diam keluar dan menemui sahabat lelakimu yang tampan itu huh!?" ucap Alex pada Sersi.


"Hey dia itu hanya temanku, tidak akan ada apa apa juga. Dia tahu kalo kita suami istri dan aku sudah menikah. Lagipula dirumah ini tidak ada siapa siapa selain para mba." ucap Sersi sambil mengulaskan selai ke roti dengan cepat dan cekatan.


"Ya dia hanya temanmu, tapi reputasiku? Kamu harus berhati-hati dalam bertindak dan pergi kemana pun. Para fans dan paparazzi selalu akan mengejar mu untuk dimintai keterangan dibalik alasan aku menikah cepat." ucap dia sebagai alibi padahal sebenernya hanya cemburu buta dan menjaga Sersi dari terjangan bahaya yang mengintainya. Alex takut Ellea merencanakan sesuatu.


"Masa iya netizen dan fansmu segitu keponya ingin tahu semua tentang kehidupanmu. Ayolah, aku tak ingin dikekang dan dikurung ditempat indah ini. Bukannya kamu sudah berjanji akan memberiku kebebasan? Itu perjanjian yang kamu buat untukku setelah pernikahan kontrak ini terjadi?" kata Sersi masih mengingat semua janji yang tertulis dikertas putih dulu.


"Ya aku tetap memberimu kebebasan kok, kau bebas berbelanja, kau bebas bertemu dengan siapa saja kau bebas melakukan apa pun tapi kau harus selalu didampingi Li Xuan." Ucap Alex tegas sambil menatap tajam serius istrinya itu. Ya Sersi.


"What? Ayolah tapi tidak harus seperti itu! Aku bukan anak kecil Alex, dan lagipula untuk apa bodyguard kau berikan padaku. Aku bukan orang jahat yang memiliki musuh!!" kata Sersi tidak terima dengan dirinya yang selalu harus bersama Li Xuan kemana mana. Dia tidak ingin privasinya diusik dan me timenya diganggu.


"Sudah. Aku tidak menerima bantahan. Mau keluar, belanja, bertemu seseorang selalu ditemani Li Xuan. Titik. Li Xuan kamu dengar itu, kamu harus selalu ikut kemana nyonya pergi ya!" kata Alex sedikit meninggikan suaranya.


"Iya Tuan, siap saya akan mematuhi perintah Tuan!" jawab Li Xuan dari belakang mereka.


'aisssh dia ini apa apaan?' batin Sersi menggerutu. Kesal pada Alex yang memberikan ultimatum aneh dan tidak masuk akal, Sersi tak habis pikir dengan tindakan yang Alex lakukan.


'uhh dia sungguh selain diktator, adalah mahluk tukang bohong. Bukan kebebasan itu namanya, aku sekarang tidak bisa menikmati waktu kesendirianku' batin Sersi bersuara lagi.


Tiba - tiba, ponsel Sersi berdering yang dia letakkan disamping cangkir tehnya diatas meja makan. Karena ada telepon masuk, hingga membuat ponsel itu bersuara membuat perhatian Alex teralihkan dan membuat matanya melirik ke arah ponsel istrinya itu untuk membaca id pemanggil.


Mata elangnya yang tajam, melihat bahwa yang menelpon Sersi itu adalah 'Dean' seketika hatinya merasa...


"Hallo?! Dean.. ada apa?" ucap Sersi ketika berhasil mengangkat telepon.


"Kamu sekarang ada waktu senggang? Temanku Henry ingin bertemu denganmu?" kata Dean dari seberang sana.


"Siapa dia?" tanya Sersi to the point


"Kamu kan suka menulis naskah novel diplatform online. Henry ini adalah pemilik salah satu perusahaan pencetak buku dan produksi film adaptasi novel terbesar disini, jika naskah novelmu bagus dia akan mengontrak naskahmu dan bayarannya cukup tinggi." kata Dean menjelaskan temannya yang bernama Henry ini.


Seketika mata Sersi berbinar cerah, benarkah?


Naskahnya bisa dikontrak, dan dia akan mendapatkan bayaran? Itu berarti walaupun dia tidak bisa bekerja di perusahaan tapi dia mendapatkan pekerjaan yang menyenangkan plus bayaran yang fantastis wow!

__ADS_1


"Benarkah? Kalo begitu aku a.." belum sempat Sersi menyelesaikan kalimatnya. Alex keburu merebut ponsel Sersi dan langsung to the point berbicara pada Dean yang diseberang sana.


"Ya nanti kami akan datang," jawab Alex pada Dean dari telepon.


"Hey!" ucap Sersi yang kaget dengan tindakan Alex yang merebut ponselnya secara tiba tiba begini.


"E..eh i.. iya. Maafkan aku Alex telah menelepon istrimu, aku hanya membantu dia untuk menjadi penulis naskah terkenal."


"Ya its oke, " jawab singkat Alex.


Karena Sersi merasa kesal dengan tindakan Alex barusan, dia pun merebut kembali ponselnya dan kembali menempelkan ponselnya ke telinganya dan pergi meninggalkan meja makan. Sambil membawa sepasang roti yang sudah dia selesai oleskan selai.


"Hallo Dean, kamu masih disana?" ucap Sersi memastikan sambungan telepon masih tersambung.


"Ya.. yaa.. aku masih disini? Apa Alex marah padamu? Maafkan aku, aku kira kamu sedang tidak bersama Alex. Aku hanya ingin menyampaikan pesan Henry yang ingin menemuimu dan melihat naskahmu." ucap Dean lesu. Merasa bersalah takut wanita yang dicintainya ini dimarahi oleh suaminya.


"Tidak...! Dia tidak akan bisa marah padaku! Kamu tidak usah minta maaf, aku malah berterimakasih padamu Dean karena sudah mau membantuku." Timpal Sersi mendudukkan pantatnya diatas kasur sambil masih bertelepon ria bersama Dean.


"Hmm ya sama sama." jawab Dean kaku.


"Oh ya, aku akan menemuinya. Dimana dia akan bertemu denganku?" Tanya Sersi antusias. Dia berharap naskahnya akan diterima, dan jika diterima wah dia sangat akan bahagia sekali.


"Kata Henry kamu datang saja ke Light Vision Corp ke perusahaannya langsung besok, sambil membawa contoh naskahmu. Untuk dia baca dan menganalisis layak atau tidaknya naskahmu diterima atau tidaknya disana." tutur Dean.


"Oke, terima kasih ya. Besok aku akan datang kesana."


"Ya.. semoga kamu bisa diterima ya disana."


"Yes thanks Dean," jawab Sersi sekenanya.


"Ya sudah, aku tutup ya. Aku hanya menyampaikan itu saja." ucap Dean pada Sersi.


"Oke, sekali lagi terimakasih ya!" ucap Sersi dengan senang.


"Ya sama sama tenang saja, oke bye" ucap Dean kemudian klik sambungan telepon pun berakhir.


Setelah sambungan telepon terputus, Sersi dengan cepat berjalan kembali ke arah Alex yang masih dengan wajah tidak bersalahnya sedang santai memakan menu sarapan paginya. Dengan wajah ditekuk dan cemberut Sersi mendudukkan pantatnya dikursi meja makan yang menghadap Alex dan langsung memberondongnya dengan rentetan omelan.


"Alex kamu tidak usah seperti itu yaa.. Dean itu temanku, kau tidak seharusnya seperti itu tadi membuatnya merasa bersalah dan kaku. Dia hanya ingin membantuku untuk mewujudkan keinginanku untuk menjadi penulis naskah terkenal, kamu melarangku untuk bekerjakan? Jadi aku mencari kesibukan yang bisa menghasilkan uang, dan kita sudah sepakat tidak mencampuri urusan pribadi kita masing masing kan. Privasi kita tetap harus dijaga, mengapa kamu sekarang seperti mengekangku dan tidak membebaskanku melakukan apa yang aku mau hah? Kau cemburu dengannya atau kau mau mengurungku disini terus? Kau tidak usah ikut denganku menemui Henry. Titik." cerocos Sersi pada Alex menggebu gebu sampai dadanya naik turun saking emosinya.


Dan apa reaksi Alex?


Dia hanya memasang ekspresi datar,dan tetap diam fokus memakan makanannya seperti tidak mengindahkan semua omongan Sersi yang sekarang sudah jadi istrinya itu.


"Apa?? Kau bilang dia temanmu?" tanya Sersi heran kenapa dengan mahluk yang ada dihadapannya ini.


"Ya, dia Henry Thompson bukan. Siapa orang besar yang tidak aku kenal, bukannya jika aku ikut kemungkinan besar naskahmu akan segera langsung diterima karena pengaruhku sangat besar." ucap Alex dengan bangganya membanggakan posisi dirinya dan kewibawaan dirinya.


"What?? Fvkk?! kau ini.. aissh,bisakah kau tidak mencampuri urusanku. Aku ingin mendapatkan hasil yang murni, tidak dengan pengaruh dirimu. Kamu paham itu!?" ucap Sersi menegaskan bahwa dia ingin mendapatkan keberhasilan itu secara murni oleh dirinya sendiri tanpa pengaruh siapa pun.


"Aku tidak mencampuri urusanmu, aku hanya akan menemui kawan lama.." jawab Alex enteng saja. Tidak memperdulikan Sersi yang sekarang wajahnya sudah merah padam menahan kesal terhadap mahluk dihadapannya ini.


"Kau.." sebelum Sersi kembali mengomel derap langkah terdengar diiringi suara khas yang mereka dengar memanggil nama mereka.


"Pagi kak Alex, Kak Sersi.." ucap Sofia kepada mereka berdua. Dia menghampiri mereka dan ikut sarapan pagi bersama.


"Pagi Sofia." jawab Sersi dengan sopan, dan menelan kemarahannya.


"Hmm, apa kamu kuliah hari ini sof?" tanya Alex pada adiknya.


"Tidak, hari ini dosenku tidak masuk." jawabnya sambil menggigit roti berisi selai coklat dan kacang kesukaannya.


"Oh begitukah, kalau begitu kau bersama kakakmu saja dirumah ya. Nanti sore baru dia pulang, papa masih bulan depan boleh pulangnya." ucap Alex menjelaskan bahwa pak Alden baru bisa pulang bulan depan. Karena sekarang masih dalam masa pemulihan.


"Benarkah? Aku harap papah sehat lagi dan segera pulang, hmm tapi aku akan bosan jika dirumah terus. gimana kalo aku ajak ke mall aja kak Sersi gimana? Boleh tidak?" ucap Sofia berbinar binar menanti jawaban kakaknya ini.


"Hmm oke, have fun saja. Tapi kalian berdua nanti dikawal Li Xuan ya. Kabari aku setiap kalian pindah tempat, foto kalian juga harus ada kirimkan ke ponselku Sofia." perintah Alex pada adiknya.


'dasar pria diktator, apa sih dia ini?' batin Sersi menggerutu ketika mendengar perkataan Alex barusan.


"Oke siap kak, itu gampang. Yey, healing.. healing.. kita shopping baju yu kak! Banyak keluaran terbaru loh bulan ini!" ucap Sofia pada Sersi antusias.


"Aku ikut kamu saja sof.." jawab Sersi akhirnya dia pasrah sajalah. Dia tidak tahu juga harus berbuat apa sekarang, dia ingin sekali menolak memiliki bodyguard. Tapi apa daya pasti pria itu tidak akan mendengarkannya dan mengalihkan perjanjian dengan alibi alibinya.


"Ya, kalian bersenang - senanglah. Aku pergi ke kantor dulu sayang!" kata Alex seraya bangkit dari duduknya kemudian Sersi juga ikut berdiri. Mau tidak mau dirumah ini dia harus bersandiwara seakan mereka suami istri yang mesra.


"Ya suamiku, hati hatilah dijalan." ucap Sersi walaupun hatinya saat ini sangat..


Cup.


Alex mencium kening Sersi didepan Sofia adiknya, membuat Sofia tersenyum - senyum melihat tingkah laku kakaknya ini. Tapi itu membuat dia merasa iri juga..

__ADS_1


"Hmm sweet. Tapi lihat lihat dong kalau mau mesra mesraan, aku masih belum punya pasangan nih!" kata Sofia bergurau.


Alex hanya tersenyum ke arah Sofia, dan kemudian berbalik akan segera berangkat kerja ke kantor karena hari ini jadwal kerjanya sangat padat dan banyak yang harus dia urus.


"Itu salahmu sof! Kakak pergi dulu," ucap Alex. Kemudian menghilang dibalik tembok.


"Hmm. Kak?"


"Ya, sof?!" jawab Sersi.


"Kita sebelum shopping, nonton film dulu yu. Ke bioskop, ada film horror seru loh kak!" ucap Sofia mengajak Sersi untuk menemaninya menonton film sebelum berbelanja.


"Hmm oke, aku ikut aja. Aku juga suka horor."


"Great! Hayo kalau begitu kita siap siap, hari ini kita puas puaskan menyenangkan diri kita kak. Kita habiskan uang kak Alex, biar berkurang sedikit. Dia suka sekali menumpuk uang." kata Sofia senang.


(Author : hmm andaikan suami author kaya gini pasti author udah belenjong tiap hari dah haha, sayangkan kebanyakan uangnya kalo gak dipake pake.)


Sersi hanya tersenyum, menanggapi pernyataan Sersi.


'apa daya uangku yang berbatas ini' batin Sersi mengucap.


***


Ellea POV


"Kamu sudah tahu, dimana perempuan itu?" ucap Ellea pada seorang lelaki memakai pakaian serba hitam serta terdapat luka sayatan di wajahnya.


"Saya sudah tahu," jawab pria berbadan besar itu.


"Bagus, berada dimana sekarang? Aku ingin kamu segera menghabisinya, ingat dengan rapih jangan sampai meninggalkan jejak!" ucap Ellea sarkas.


"Semalam, yang saya tahu mereka pulang ke kediaman mansion keluarga Rudwig. Baik Nona, saya akan melakukan sesuai perintah anda. Jangan khawatirkan itu!" jawab pria berbadan besar itu dengan senyum sangarnya.


"Oke, saat dia pergi dari lingkungan sana kamu baru culik dia. Kau juga harus berhati hati, Alex pun pasti sudah berjaga jaga untuk ini." ucap Ellea mengingatkan Jecky yang akan beraksi nanti membunuh Sersi.


"Ya, saya sudah memperhitungkan semuanya. Tenang saja Nona." jawab Jecky percaya diri.


"Bagus, ini uang untukmu. Sebagai dp, sisanya nanti aku akan kasih jika kamu berhasil membawa perempuan itu ke hadapanku. Dan setelah itu terserah padamu, aku ingin dia hilang dari muka bumi."


"Baik, terimakasih Nona."


"Hmm, ya aku akan pergi. Hubungi aku ketika mendapatkan kabar baik," ucap Ella kemudian beranjak bangkit dari duduknya.


"Ya nanti saya akan mengirimkan pesan."


"Hmmm" hanya deheman saja sebagai tanda mengiyakan.


Ellea pun akhirnya pergi dari sana, meninggalkan pria berwajah seram itu. Berjalan menuju lift manual menuju lantai atas dimana permukaan berada, karena saat ini dia sedang berada di ruang bawah tanah yang gelap hanya diterangi lampu kuning yang temaram.


Yup, dia mendatangi salah satu markas geng pembunuh bayaran dikota ini. Milik satu grup yang dikenal dengan keganasannya membunuh orang dan menuruti semua apa yang dikatakan kliennya.


Berhasil mencapai lift, Ellea pun menekan tuas agar lift kembali ke atas. Dan disaat itupun senyumnya mengembang, membayangkan apa yang selama ini dia inginkan akan segera terealisasikan.


'Kamu akan segera lenyap perempuan bedebah! Dan Alex akan kembali ke dalam pelukanku,' batin Ellea bersuara. Menyerukan ingin Sersi lenyap dari muka bumi, dan dia dapat mendapatkan apa yang dia pernah miliki.


"Kita lihat, apa kamu dilindungi dengan serius atau tidak. Aku tidak sabar untuk hari kematianmu Sersi Vilhauc" ucap Ellea sendiri.


"Takkan ada yang bisa memiliki Alex terkecuali AKU!!".


***


Holla gaes readers semua..


Maafkan author yang baru nongol ini, pasti dari kalian ada yang kesel sama ekeu huhu..


Karena jarang dan lama update.


Bukan gak niat bikin say, tapi punya bayi baru 7 bulan segalanya serba sendiri kadang membuatku lelah gaes..


Aku sering tertidur sampai lupa update harian novel ini, aku juga kemarin kemarin sempat sakit jadi tidak bisa fokus buat update'an hiks..


Author juga minta maaf, kalo ada part yang terulang ulang. Mungkin itu dari sistemnya, karena sebelum author up itu selalu dicek berkali kali tapi entah kenapa pas udah di up jadi begitu. Kalo kejadian lagi skipp aja.


Dukungan kalian berharga banget bagi aku yang hanya manusia biasa ini gaes..


Apa daya ibu anak satu ini yang ingin menyalurkan hobi, salam hangat semuanya sejagat raya.. kepoin medsos author boleh yu!


Follow Instagram : @xue_ssl


Facebook : Xue

__ADS_1


Tiktok : @xueshishan


Bye bye..


__ADS_2