
Makan Malam Bersama Dean
Sore hari sudah usai, dan hari menjelang malam. Tapi Sersi dan bodyguardnya yang bernama Li Xuan masih belum pulang ke apartemen. Karena Sersi ingin mampir dulu ke cafe yang berada diseberang depan apartemen, untuk sekedar minum kopi dan makan malam. Toh dia sekarang punya uang lebih, karena Alex telah mengirimkan uang ke rekeningnya.
Ya Alex anggap ini sebagai nafkah pertama yang diberikannya untuk Sersi, sebagai rasa tanggung jawab sebagai suami. Sersi pun menerima dengan senang hati, ya walaupun dia tetap menyayangkan dirinya yang tidak bisa bebas bekerja lagi semenjak dia resmi dinikahi.
Pada saat Sersi ingin berjalan ke cafe, Sersi tidak sengaja bertemu dengan Dean yang malam itu juga sedang iseng berjalan - jalan. Dan membuat Li Xuan juga Sersi menoleh secara bersamaan.
"Sersi..!" panggil pria itu pada Sersi.
Sersi pun menoleh dan ternyata itu Dean, sahabatnya sekaligus patner berantemnya di Sicilia dulu. Dean berjalan menghampiri Sersi, dan mereka berbincang akhirnya.
"Kamu mau kemana? Dan siapa perempuan ini?" tanya Dean pada Sersi. Kini dia tidak sedang memakai baju resminya, hanya outfit santai pakaian biasa.
"Aku mau ke caffe diseberang sana untuk makan sore, ini Li Xuan. Bodyguardku Dean." jawabnya Sersi tertunduk.
"Oh, kamu juga mau ke caffe sana ya. Ya sudah ayo kita barengan saja, sambil ngobrol sebentar. Kamu mau?" Dean mengajaknya untuk sama sama pergi ke sana karena kebetulan mereka sama akan berkunjung kesini sore itu.
"I.. iya. Boleh saja," jawab Sersi agak terbata.
Li Xuan yang merupakan bodyguard Nyonya Rudwig, menatap tajam ke arah Dean memperhatikannya. Kemudian dia memasang wajah biasa kembali, menyembunyikan raut wajahnya yang tak mengenakan.
'siapa pria ini? Aku harus mengirimkan laporan pada Tuan Muda' batin Li Xuan bersuara. Berniat akan mengirim pesan kepada atasannya yang telah mewanti - wantinya agar menjaga Sersi.
Sender:Li Xuan
To:Tuan Muda Rudwig
Tuan, saya Li Xuan. Nyonya akan pergi ke cafe depan apartemen bersama seorang pria yang saya ketahui bernama Dean.
"Li Xuan, ayo kita kesana bersama. Kamu juga ikut gabung yu, kita makan malam." ucap Sersi pada Li Xuan karena dia agak tertinggal dibelakang.
"Iya baik Nyonya, saya akan menyusul." jawab Li Xuan, lalu menyimpan kembali ponselnya dan mempercepat langkahnya menghampiri Sersi dan Dean.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam Cafe La Fella dan memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela besar. Sehingga bisa melihat keadaan jalanan dan lingkungan luar. Ketika Sersi dan Dean sudah duduk, Li Xuan masih berdiri dibelakang Sersi memastikan semuanya aman.
"Kamu tidak duduk Li Xuan? Ayo duduk disini, bergabung saja!" ucap Sersi ramah pada bodyguardnya ini.
"Emmh saya akan duduk di meja dibelakang Nyonya, saya permisi." jawab Li Xuan cepat lalu pergi ke meja sebelah Sersi.
"Kamu mau pesan apa? Mau sekalian makan Ser?" Tanya Dean pada Sersi yang masih diam tak bersuara.
"Aku hanya ingin kopi dan sepiring spaghetti pedas saja, minumnya milkshake strawberry sepertinya enak." kata Sersi membayangkannya terlebih dahulu.
"Oke, pelayan!" kata Dean memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Tak lama kemudian setelah menjetikkan jari, pelayan mendatangi mereka dan menanyai mereka akan memesan apa saja.
"Baik, Tuan dan Nyonya ada yang bisa saya bantu? Ingin pesan apa?" tanya sang pelayan tersenyum ramah terhadap Dean dan Sersi.
"Saya pesan ikan bakar with white onion, sup jagung, dan ice lemon tea. Oh ya beef steek ya medium. Dan juga secangkir kopi latte spaghetti pedas dan milkshake strawberry untuk Nona ini ya." kata Dean merincikan makanan yang ingin dia pesan.
"Baik Tuan, hanya ini saja? Ada lagi yang ingin dipesan?" tanya pelayan itu melirik pada Dean dan juga Sersi.
"Itu bodyguardku dia juga pasti ingin makan. Li Xuan, kamu mau pesan apa?" Sersi berbicara pada Li Xuan yang sedari tadi hanya diam saja memperhatikan semuanya.
"Saya kopi dan chicken wing saja." Jawab Li Xuan singkat.
"Baik, silahkan tunggu sebentar. Pesanan akan segera siap, terimakasih!" ucap pelayan itu langsung berlalu pergi.
Keheningan sementara mengelilingi mereka bertiga, Dean yang hanya diam bingung ingin membicarakan topik apa. Sersi diam karena merasa tidak enak dengan Alex yang kini sudah menjadi suaminya karena makan malam dengan seorang pria tanpa bilang terlebih dahulu walaupun tidak disengaja, dan Li Xuan selalu waspada.
Hingga Dean memecah keheningan, dan membuka obrolan duluan. Karena jika diam diaman begini, terasa sangat canggung.
"Hmm, Ser. Ngomong ngomong aku tidak pernah melihatmu di coffeshop dekat kantor atau melihatmu bekerja. Kegiatanmu apa sekarang?" tanya Dean serius. Sungguh dia ingin tahu, karena beberapa minggu ini Sersi jarang sekali terlihat. Hanya sekedar bertanya, ya walaupun sebenarnya Dean sudah tahu bahwa wanita incarannya ini sudah menikah dengan seseorang.
'Nah tuhkan nanya juga dia!?! Aduh aku harus jawab apa!!!" jerit batin Sersi frustasi.
"Oh itu.. ehmm.. aku ambil cuti dulu dikantor Dean. Soalnya aku kan sudah bilang diawal, bahwa aku juga penulis novel onlinekan. Nah disana aku dapat penghasilan yang lumayan, jadi aku mau coba serius dulu disana." tutur Sersi akhirnya menghelas lagi karena dia menjawab dengan kebohongan.
'hmm maafkan aku tuhan! Lagi lagi aku berbohong.' batin Sersi meminta maaf pada tuhannya karena sudah melakukan kebohongan kembali demi menutupi apa yang terjadi padanya.
__ADS_1
"Betulkah? Atau karena kamu sudah menikah dengan Alexander Rudwig seorang CEO AR Group orang yang paling kaya ke 3 disini. C'mon, video pernikahanmu ditayangkan di televisi Sersi." kata Dean pada Sersi. Namun dibalik suaranya yang ceria dan biasa terdapat kerapuhan dihatinya.
Dean merasa hampa, sedih karena ternyata perempuan yang selama ini dia cintai telah menikah dengan orang lain. Bahkan kedudukannya lebih tinggi dibanding dengan dirinya dan ayahnya. Pasti uangnya juga sudah tidak terhitung. Membuatnya merasa kalah, ternyata Alex lebih dulu bisa memenangkan hati Sersi sangkanya.
Sersi yang mendengar itu, sontak tertegun. Dia tidak menyangka bahwa Dean mengetahui bahwa dirinya telah menikah, haduh bagaimana nanti ini urusannya. Apa yang harus aku jelaskan pada Kak Adryan nanti ditambah satu orang menyebalkan ini.
"Eh.. ka.. kamu serius? Apa iya video pernikahan itu disiarkan di televisi?" tanya gugup Sersi, karena dia sudah tertangkap basah tadi berbicara bohong.
"Iya, aku benar. Aku melihat kamu dan dia sedang mengucap janji di waktu itu, disiarkannya juga secara live streaming. So, seluruh dunia tahu bahwa kalian menikah resmi. Khalayak publik juga pasti tahu, dan kamu mematahkan semua hati para gadis yang mengagumi CEO ganteng itu. Hahaha.. " ucap Dean rada memojokkan Sersi.
'mati aku!' batin Sersi mengumpat.
Dia pun hanya diam tak berbicara lagi, sungguh ini sangat sangat mengejutkan. Dia kira pernikahannya hanya sebatas itu saja, tidak sampai di-posting keranah publik dan semua orang menjadi tahu.
'Aduh! Kenapa dia tidak bilang kepadaku bahwa pernikahan ini akan dia publikasikan!! Bagaimana nasibku ke depannya, dasar pria diktator....!" batin Sersi kembali menjerit tertahan.
"Hmm ya aku tidak mengetahui itu, aku kira itu hanya pernikahan biasa, Dean." jawab Sersi dengan nada cukup rendah.
"Benarkah!? Mungkin suamimu sangat mencintaimu, ingin seluruh dunia tahu bahwa kamu adalah wanita tambatan hatinya. Istri yang paling dia puja, makanya dia mempublikasikan diri kamu Sersi." jelas Dean panjang lebar.
"Hmmm.. mungkin, suamiku terlalu berlebihan he.. he.." jawab Sersi akhirnya agak sedikit kaku dalam ketawanya.
Sebenernya Sersi agak ragu kalau soal itu, karena ya inikan pernikahan secara tertulis diatas kertas walaupun berlabel halal. Hanya perjanjian kontrak saja, bukan didasari suka sama suka apalagi saling mencintai. Mungkin Alex mempublikasikannya bertujuan untuk memanasi wanita yang datang tempo lalu ke kantor pikir Sersi.
Lagipula pria itu apa bagusnya, hanya good rekening saja tidak good attitude menurut pemikiran Sersi dibenaknya sekarang.
"Sersi..?" tanya Dean mengibas ngibaskan tangannya didepan wajah Sersi. Karena Sersi malah terbengong saja.
"Eh.. i.. iya? Apa?" jawab Sersi gelagapan.
"Kamu kenapa sekarang memakai bodyguard? Darimana kamu mendapatkan wanita itu? Apa dia hebat dalam berkelahi, aku lihat walaupun wanita tapi dia berotot?" bisik Dean ke Sersi menanyakan Li Xuan yang sedang duduk dibelakang Sersi memperhatikan mereka berdua dengan sorot mata tajam. Apalagi ketika melihat kearah Dean, seolah Li Xuan berkata dalam tatapan matanya 'Jangan ganggu Nyonya saya!'.
"Ehmmm, itu aku? Aku supaya aman saja dan ada teman juga kalau pergi keluar, aku tidak tahu Alex mendapat Li Xuan darimana. Tapi yang pasti dia perempuan yang hebat." kata Sersi menjawab pertanyaan Dean.
"Oh, begitu. Alex posesif juga ya!" ucap Dean tersenyum.
Sersi hanya menanggapinya dengan senyum terpaksa, sungguh dia tidak menyangka akan bertemu dengan Dean. Perasaannya yang tadi sedang mood booster tiba tiba down, karena didalam pikirannya melayang-layang membayangkan jika suaminya mengetahui dan dia akan mendapat hukuman atau apapun itu.
"Silahkan, Tuan, dan Nyonya makanannya sudah siap. Masih hangat, silahkan." ucapan pelayan itu ramah sambil menata makanan yang berada di atas meja. Membuyarkan lamunan serta pikiran Sersi.
"Ayo kita makan dulu Ser, makanan sudah siap." ucap Dean menyudahi acara diam diaman ini dan saling canggung satu sama lain.
"Hmmm.. iya kak." jawab Sersi.
Akhirnya mereka pun menyantap hidangan makanan yang telah datang, tanpa mengobrol hanya menikmati makanan mereka masing - masing. Hingga sebuah notifikasi pesan masuk terdengar di ponsel Sersi, dia pun merogoh tasnya dan mengeluarkan ponselnya untuk mengecek siapa yang mengirimkan pesan. Dan Sersi pun membuka chat tersebut yang ternyata dari Alexander.
[Sersi, ingat pesanku jangan sampai terpisah dengan Li Xuan. Jangan bertindak ceroboh ya, aku akan pulang lebih awal sekarang tidak jadi pulang malam. Kau bersenang - senanglah jangan melanggar janji!]
[Jangan terlalu malam kau pulang. Jelaskan padaku siapa pria yang sedang bersamamu sekarang, aku menunggu. Dan lihatlah ke samping. Lain kali jika ingin pergi dengan seseorang beritahu aku siapa yang akan bertemu denganmu. Kamu harus ingat, statusmu adalah sebagai istriku!]
Sersi yang membaca itu merasa perasaannya mendadak tidak enak, ternyata tadi Alex sempat mengirimkan pesan namun tidak Sersi ketahui. Hingga pesan yang terakhir Sersi baca, membuat bulu kuduknya sedikit meremang. Sersi pun menolehkan wajahnya ke samping jendela dan jeder....
Alex sedang memperhatikannya dari dalam mobil, Sersi tahu bahwa mobil Limousine Hitam itu adalah milik Alexander suaminya.
'sial! Pasti dia salah paham, aduh kenapa Dean harus ada sih. Masalah bagiku ini nanti aduh!' batin Sersi mengaduh dengan situasi ini.
Walaupun mobil Limousine hitam mewah itu, sedang berdiam di seberang apartemen sana dengan jendela mobil yang tertutup. Tapi Sersi yakin, bahwa Alex ada di dalam dan memperhatikannya. Ini sungguh diluar dugaannya, Sersi tidak menyangka bahwa Alex akan totalitas sekali dalam menjalani pernikahan kontrak ini padahal dia sudah mencantumkan kebebasan di peraturan tertulis itu tapi Sersi tetap saja merasa was was.
'sebaiknya, aku cepat habiskan makananku. Sebelum pria diktator itu lebih lama menungguku.' batin Sersi bergumam sambil dia mempercepat mengunyah makanannya.
Sersi ingin segera selesai dengan makan malamnya ini, dan lantas menemui Alex yang kini suaminya itu.
"Nyonya, saya dikirimi pesan oleh Tuan Muda. Agar segera menyuruh Nyonya untuk pulang, Tuan sudah menunggu dirumah." ucap Li Xuan menghampiri Sersi yang sedang meminum milkshake strawberry'nya dan berdiri disampingnya.
"Oke, kita langsung pulang saja. Aku sudah selesai, kamu Li Xuan sudah menghabiskan makananmu?" tanya Sersi.
"Sudah Nyonya." jawabnya.
"Oke, kita pulang."
"Dean, terimakasih ya kamu sudah menemaniku makan malam dicafe ini. Aku pulang dulu ya, suamiku sudah menyuruhku untuk pulang. Sampai nanti Dean." ucap Sersi kemudian bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Iya, kapan kapan kita berbincang lagi ya." kata Dean ikut berdiri.
"Hmm iya, lain waktu ya. Aku pergi dulu."
"Li Xuan, ayo kita pulang." ucap Sersi kemudian meninggalkan Dean.
"Oke, selamat malam. Titipkan salamku pada suamimu ya!" kata Dean sambil melambaikan tangan.
"Iya nanti aku sampaikan, terimakasih Dean." jawab Sersi agak berteriak karena sudah mencapai pintu keluar cafe.
Sersi dan Li Xuan pun berhasil keluar dari cafe, kemudian berjalan ke arah jalan apartemen. Mereka menyebrang jalan, untuk bisa mencapai gedung apartemen yang ditinggali Sersi dan Alex.
Yang paling awal, Sersi menghampiri Mobil suaminya yang masih berada di depan apartemen. Dia mengetuk ngetuk kaca mobil beberapa kali hingga kaca jendela diturunkan, namun sosok Alex sudah tidak ada disana. Hanya ada Samuel di kursi kemudi.
"Anda mencari Tuan Alexander Miss Sersi?" tanya Samuel pada istri bosnya yang sedang celingak celinguk melihat ke arah dalam mobil. Mencari sosok orang yang saat ini sedang membuat jantungnya dag digdug tidak karuan.
"Ehhmm iya. Dia kemana ya?" tanya Sersi pada Samuel.
"Tuan sudah masuk ke dalam Miss, mungkin sudah berada di apartemen. Miss segera masuk saja, Tuan sudah menunggu." kata Samuel.
"Oh begitu, baiklah terima kasih ya!" ucap Sersi.
Kemudian langsung berbalik, masuk ke dalam gedung apartemen. Diikuti Li Xuan dibelakangnya, mereka pun melangkah menuju lift untuk segera pergi ke lantai atas dan menjelaskan semuanya pada Alex. Ini akan menjadi malam yang panjang baginya.
Ketika sudah sampai di depan pintu apartemennya, Sersi pun membukanya langsung dan keheningan yang dia dapat. Tapi sebelum Sersi masuk, sebelum itu..
"Nyonya. Saya izin pulang dulu, Samuel sedang menunggu saya dibawah. Saya akan turun dan pulang kembali ke mess. Besok pagi saya kesini lagi nyonya." kata Li Xuan memberitahukan kepada Sersi.
"Oh begitu, iya iya. Hati hati ya." jawab Sersi.
"Baik Nyonya, selamat malam." ucap Li Xuan membungkuk hormat kemudian langsung berbalik pergi meninggalkan Sersi.
Sersi sepeninggal Li Xuan, lalu langsung melanjutkan langkahnya memasuki apartemen dan menutup kembali pintu apartemennya lalu dikuncinya. Keheningan menyelimuti suasana disini, serasa mencekam bagi Sersi.
'kok aneh ya ini suasananya.' batin Sersi berucap.
"Alex..?!" panggil Sersi sambil berjalan mencari keberadaan sosok suaminya itu. Namun tidak ada jawaban.
Sersi masuk ke dalam kamar, untuk melepas penat dia ingin membaringkan badannya sebentar saja. Ketika sudah berada di dalam kamar, dan menutup pintu. Ternyata terdengar suara shower air menyala, menandakan berarti Alex sedang mandi pantas saja dia tadi dipanggil tidak menyahut.
Sersi pun membaringkan tubuhnya sejenak, karena tiba-tiba dirinya merasa lelah begitu saja. Entah mungkin karena dia merasa gugup akan menghadapi Alex nanti, atau merasa ah tidak karuan.
"Kira kira dia marah nggak ya sama aku? Tapi masa iya sih, kita kan hanya menikah pura - pura?!" ucap dia sendiri.
Tak lama kemudian, suara pintu kamar mandi terbuka. Alex sudah selesai dengan acara mandinya, terbukti dari aroma shampoo yang beraroma maskulin menguar seraya dia keluar dari kamar mandi. Membuat Sersi menolehkan kepalanya.
Didepan mata Alex bertelanjang dada, karena hanya melilitkan handuk dibawah pusarnya. Rambut yang masih basah, masih menitikkan air yang jatuh ke dada bidangnya. Tak lupa juga enam buah otot kotak liat yang menggoda mata, uh sungguh pemandangan yang seksi dan hot bagi kaum hawa. Membuat siapa saja ingin merasakan tubuh kekar nan hangat itu.
Saking terpesonanya Sersi dengan keindahan tubuh Alexander hingga membuat dia terbengong, membuat sang empu pemilik yaitu Alex tersenyum miring. Dan berjalan terus mendekati Sersi yang masih saja terdiam membeku.
"Kau terpesona dengan tubuhku ya, hmm?" tanya Alex menggoda Sersi.
Sersi yang ditanya begitu langsung tersadar, dan menampik apa yang ditanyakan Alex.
"Haah!? Siapa juga yang suka, huh!" jawab Sersi marah tapi hatinya mengiyakan.
'ah kenapa aku malah terkagum dengan tubuhnya, sial aku malah terbengong' batin Sersi merutuki dirinya sendiri.
"Sudahlah jangan berpura - pura begitu, aku tahu kau terpesona dengan keindahan tubuhku ini iya kan. Tuh liurmu sampai ngeces haha.." kata Alex. Kemudian berjalan menuju lemari untuk memilih pakaian.
Sifat humorisnya telah keluar sejak lama, baru kali ini lagi dia begini. Karena setahun dan dua tahun yang lalu hanya dingin dan keseriusan yang dia anut. Tapi sekarang..
"Enak saja, aku tidak!" sangkal Sersi kembali.
Kini Alexander menghampiri Sersi yang sedang terduduk di pinggir ranjang kasur, dia sudah berpakaian lengkap sekarang. Memakai celana panjang, dan kaos polos berwarna biru tua membuat otot dan bisepnya tercetak jelas. Apalagi dadanya yang lebar dan bidang itu, uh pasti kalo sedang dipeluk hangat dan nyaman pastinya huhuhu..
Namun seketika Sersi merasa diintimidasi dari sebuah tatapan yang dilemparkan suaminya itu padanya, Alex menatap Sersi penuh menuntut akan sesuatu. Dan teeng..
Sersi teringat pesan Alex diponsel tadi, dia ingin meminta penjelasan.
'Duh roman romannya ini serius nih, gigit gak ya dia!' batin Sersi bersuara kembali.
__ADS_1
Alex duduk disampingnya sambil sesekali menyugar rambutnya, dan kini suasana mulai terasa tegang dan serius. Juga raut wajah itu yang membuat jantung Sersi sekarang sedang lari marathon.
"Hmm, apa kau tidak ingin menjelaskan sesuatu tentang pria yang tadi bersamamu?" celetuk Alex langsung tanpa babibu.