
SERSI DI SEKAP OLEH KETUA KOMPLOTAN PEMBUNUH BAYARAN KEJAM
Sebuah truk container putih memasuki jalan besar sepi dipinggiran kota London, lalu memasuki garasi gedung yang terlihat seperti sudah tidak terpakai.
Ketika truk akan masuk, pintu garasi terbuka secara otomatis dan apa yang terjadi sangat WOW. Dari luar penampakan gedung ini sangat kotor dan seperti terbengkalai, namun ketika pintu garasi itu terbuka di dalamnya sungguh diluar dugaan.
Di dalamnya terlihat sangat bersih dan mewah, juga banyak orang - orang yang menunggu kedatangan truk container putih itu. Ya, mereka semua anak buah dari Jecky. Mereka komplotan geng pembunuh bayaran.
Akankah nasib Sersi berakhir?
Truk itu pun terus melaju ke dalam ruangan tersebut yang ternyata sangat luas, berbeda halnya dengan penampilan yang didepan tadi. Terlihat seperti bangunan kecil, namun sangat menipu. Karena ruangan ini berada di basement, makanya tidak sampai meninggalkan kecurigaan.
Akhirnya truk yang membawa Sersi pun berhenti, dan kemudian kedua pria yang tadi menyamar sebagai tukang cleaning service. Yaitu Marco dan Derek keluar dari kursi kemudi, dan membuka pintu truk.
Brak..
Dan nampaklah, Sersi masih dalam keadaan pingsan tak berdaya. Dan Pico, tertidur telentang di dalam sana. Marco dan Derek pun naik ke atas container itu, dan mengguncang tubuh Pico.
"Pico..! Bangun," ucap Marco mengguncang tubuhnya.
"Pico! Pico! Bangun ayo segera bawa wanita ini ke bos!" ucap Derek mengingatkan.
Pico pun menggeliat, dia ngantuk sekali hari ini. Soalnya semalam dia mendapat tugas membunuh aparat departemen kota hingga menguntitnya kemana pun si target pergi.
"Apa sih? Sudah sampai dimarkas kita?" ucap Pico mengacak rambutnya menghilangkan rasa pusing lalu kemudian bangkit dan memposisikan dirinya duduk. Karena rasa memgantuk masih hinggap dimatanya.
"Hey, kalian sedang apa berkumpul disana? Segera bawa wanita itu ke ruangan bos. Bos sudah menunggu di dalam. Cepat sebelum wanita itu sadar!" ucap Hudson. Pria paling galak dan bengis disini. Melebihi kebengisan Jecky.
"I.. iya bang. Ini kita sedang membangunkan Pico. Pico ayo cepatlah! Hudson sudah memperingatkan kita, ayo ayo!" ucap Derek takut Hudson mengadu yang tidak - tidak ke bos mereka.
"Hmmm" deheman sebagai jawaban Hudson Kemudian dia pergi dari sana.
Pico, Marco, dan Derek pun segera membawa Sersi ke ruangan bosnya. Yakni Jecky, yang sekarang sedang sibuk bermain judi di ponselnya. Ah memang orang jahat memang suka begitu. Sersi mereka angkat lalu Pico membopongnya ke ruangan khusus untuk menahannya terlebih dahulu.
Karena klien meminta ingin bertemu target dahulu sebelum dieksekusi, maka Sersi diberikan tempat tinggal sementara seperti di sel yang tidak ada apa - apa dan makanannya yang tidak ada rasa. Jecky tersenyum seram ketika melihat Sersi berhasil mereka culik.
"Ah kau sangat cantik." Jecky berkata sambil mengelus - elus tangan cantik Sersi.
"Ini mau dikemanakan bos wanita ini? Kita gak langsung eksekusi aja seperti biasa?" Tanya Pico spontan.
"Taruh dia dikursi disana!! Lalu ikat tangan dan kakinya dengan kencang, supaya dia tidak bisa kabur ." titah Jecky pada anak buahnya.
"Oke bos Jecky."
Pico dan dibantu dua rekannya yang lain membantu mendudukkan Sersi yang masih saja belum sadar akibat obat bius, mungkin Pico membubuhkan bius dengan dosis tinggi hingga Sersi masih saja belum terbangun bahkan hampir 3 jam lamanya.
Sersi diikat dikursi, tangan dan kakinya diikat tali besar dengan kuat agar dia tidak bisa kabur dan berkutik. Jecky lalu menyuruh Derek untuk mengambilkan seember air dingin ke ruangan ini, lalu dia duduk dihadapan Sersi dengan jarak sekitar kurang lebih 1 meter.
Tak berapa lama kemudian, Derek kembali ke sana dengan membawa seember air dingin lalu menyimpannya disamping Jecky.
Derek sembari membawakan air, sembari berpikir lalu kemudian bingung?
Untuk apa air ini?
Dan apa yang terjadi selanjutnya..
Sungguh kejam, dan..
Byuuur...
Air seember itu Jecky siramkan ke Sersi hingga membuat Sersi terpaksa tertarik kembali ke kesadaran asli karena dinginnya air yang mengenai wajah dan tubuhnya. Seketika, mata Sersi melotot dan dia merasakan badannya dingin sekali. Bajunya jadi basah semua, karena ulah Jecky.
Sersi terkaget dengan siraman yang Jecky lakukan tadi, setelah berhasil menguasai diri Sersi pun mulai tenang kemudian diam. Mengamati sekeliling, dan bertanya-tanya dimanakah dirinya berada?
Siapa orang - orang ini? Kenapa memakai baju serba hitam serta memiliki tato serigala di lengan kirinya.
Sersi melihat ke arah Jecky, pria yang memiliki wajah sangar dan bertubuh besar itu dengan seksama. Dia mengamati segalanya. Sersi heran mengapa dirinya dibawa kesini oleh mereka?
Dan mereka ini siapa, tidak ada hubungannya denganku bukan?
"Siapa kalian? Kenapa aku dibawa kesini dan diperlakukan semena-mena seperti ini hah!?" teriak Sersi geram. Kalau saja dia tidak dalam keadaan terikat begini, pasti saja dia sudah menghajar pria dihadapannya ini.
"Hahaha.. kau tidak perlu tahu siapa kami. Tapi kami hanya akan membuatmu tertidur tenang nantinya, " jawab Jecky laga dan tersenyum jahat.
"Kalian siapa? Aku tidak memiliki musuh atau pun melakukan salah! Lepaskan aku!" ucap Sersi.
"Hahahaha silahkan nona berteriak sepuasnya sampai tenggorokanmu putus! Tidak akan ada yang mendengarmu! Hahaha.." Jecky semakin semena-mena dan kemudian bangkit dari tempat duduknya.
Berjalan ke arah Sersi, mendekatinya.
__ADS_1
Jecky membelai rambut Sersi dan mengangkat wajahnya dengan keras, hingga membuat Sersi mendongak sekaligus dagunya pun dicengkeram kuat.
"Hey gadis cantik. Sayang sekali nasibmu akan berakhir besok malam, setelah kau bertemu dengan seseorang kami akan menghabisimu!" ucap Jecky bengis.
Dia sama sekali tidak ada lembut - lembutnya pada wanita. Dan tidak berperikemanusiaan, serta tak ada sedikitpun hasrat yang timbul tatkala melihat baju tipis Sersi yang basah. Membuat lekuk tubuhnya membayang karena baju yang dikenakannya sangat tipis.
Hanya ketiga orang yang menonton bosnya menyiksa Sersi, yang merasakan gejolak hasrat ketika mereka melihat baju Sersi yang basah menunjukkan lekuk tubuhnya. Tubuhnya yang semampai, sekel, dan seksi itu membuat Pico, Derek dan Marco menelan ludah. Namun tidak berlaku bagi Jecky.
Dia sama sekali tidak memperhatikan itu, hanya memikirkan hari esok dia akan mengeksekusi perempuan yang ada dihadapannya ini. Dia membayangkan akan mencekik terlebih dahulu, atau memotong jari - jarinya terlebih dahulu?
"Bedebah sialan! Lepaskan aku!" teriak Sersi lagi.
Namun Jecku malah menghempaskannya langsung hingga Sersi terjungkal bersama dengan kursinya, andaikata Ellea sang customer yang memintanya untuk menculik wanita ini. Pasti dia akan segera merealisasikan imajinasinya membunuh wanita ini, tapi untuk saat ini ambisinya harus tertunda. Menunggu sampai hari esok tiba.
"Diam. Tunggu sampai besok kita akan bersenang - senang. Hahaha, tidak akan ada siapa siapa yang akan menolongmu. Jangan membuang-buang tenagamu cantik!" ucap Jecky membiarkan Sersi dalam keadaan tersiksa karena terjungkal tadi.
Lalu pergi begitu saja meninggalkannya. Dia keluar dari ruangan yang seperti sel penjara itu, kemudian menyuruh Pico untuk membenarkan posisi Sersi.
"Pico benarkan dia. Kita harus menjaga dia tetap hidup dulu untuk saat ini, besok klien kita akan melihatnya dulu. Jangan apa-apakan dulu wanita itu sekarang, kalau besok kalian bisa bersenang-senang dulu dengannya sebelum eksekusi." ucap Jecky pada ketiga anak buahnya yang tadi menculik Sersi.
"Siap bos. Oke, oke makasih bos." ucap Derek yang tukang mata keranjang. Si penikmat perempuan. Dasar laki - laki bejad.
Jecky pun tidak menggubris lagi, lantas berlalu pergi dan akan melanjutkan kegiatannya. Membuka website judi dan bermain slot sampai dia puas.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam penjara itu, dan membenarkan posisi Sersi menjadi terduduk. Sersi melihat ke arah pria yang Sersi ingat adalah pria yang mengantarkan paket ke apartemennya. Dan ternyata dia adalah orang jahat. Sersi geram dan marah.
"Kau..!" ucap Sersi marah. Menatap tajam ke arah Pico, yang tadi menyamar sebagai kurir.
"Ya manis, aku yang mengantarkan paket suamimu. Sebuah ancaman kecil didalamnya, betulkan teman teman?" jawab Pico dengan angkuhnya. Karena dia tahu maksud dari tatapan itu, perempuan itu marah karena dirinya hanya kurir gadungan yang akan menculiknya.
"Ya ya ya.. benar" jawab mereka serempak. Marco dan Derek.
"Kenapa kalian menculikku? Apa kalian komplotan penjahat bayaran? Lepaskan aku!" Teriak Sersi pada ketiga pria itu.
"Hahahaha jangan harap nona manis! Hahahaha" jawab Pico meledek Sersi.
"Kalian sungguh bedebah! Berani kasar cuman hanya ke perempuan, ****!" umpatan demi umpatan ingin dilontarkan Sersi. Tapi dia hanya bisa berkata seperti itu.
Pikirannya terasa percuma jika banyak omong, toh itu tidak akan membuatnya bebas dari sini. Mereka pun tidak akan melepaskan dirinya. Sersi hanya berpikir siapa orang yang ingin menghabisinya?
Kenapa orang itu ingin dirinya mati?
Dirinya memiliki kesalahan apa?
Ah, pasti ini orang yang iri terhadapnya karena bisa bersanding dengan seorang CEO tampan Alexander Rudwig itu.
Apakah mereka para wanita pengagum suaminya sekejam ini?
Entahlah?
Kini Sersi hanya merasa putus asa, dia sangat diperlakukan tidak sopan, dikasari, direndahkan bahkan dia dengar dia akan dilecehkan. Sungguh miris hidupnya bukan?
Tidak disayangi keluarga, sudah tidak punya orang tua. Kakak sedang sakit, nasibnya sungguh buruk.
Sersi tidak menyangka hidupnya akan mendapatkan siksaan seperti ini.
Apakah dia akan mati secepat ini?
Sersi hanya berharap pada satu orang saat ini.
'Alex kumohon tolong aku!' jerit Sersi didalam hatinya.
***
"Bagaimana Samuel? Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang Sersi?" ucap Alex yang kini sedang gelisah diruang kerja dirumahnya.
"Untuk saat ini belum Tuan. Di pemeriksaan CCTV juga tidak membuahkan hasil, karena adegan mereka yang sedang berada di apartemen anda sepertinya telah dihapus. Mungkin mereka membajak CCTV tuan. Tapi saya akan mencari keberadaan Nona Sersi secepatnya." ujar Samuel.
"Tapi Tuan, hanya satu petunjuk yang kita punya. Seorang wanita tua yang mengaku melihat Nona dibekap oleh pria yang memakai baju kurir." ucap Samuel pada Alex.
Alex yang mendengarnya mendongakkan kepala, dirinya merasa tidak karuan. Perasaannya kacau balau, dia mengkhawatirkan keadaan Sersi. Entah kenapa?
Dia merasakan bahaya sedang mengintai istrinya. Dia takut istrinya kenapa napa.
Alex yang sekarang begitu kalut, serasa mendapatkan secercah harapan tatkala Samuel berkata ada orang yang melihat kejadian itu. Mungkin itu akan menjadi sebuah petunjuk yang berharga baginya.
"Siapa dia Samuel? Ayo kita pergi temuk wanita tua itu, mungkin dia melihat ciri pria yang menculik istriku ataupun petunjuk lain." ucap Alex bangkit dari duduknya.
"Ya Tuan, wanita tua itu ada diseberang apartemen Tuan. Kita bisa menemuinya sore nanti, untuk sedikit mengorek informasi dan mengintrogasinya." ucap Samuel.
__ADS_1
"Baiklah, temukan dia secepatnya Samuel. Jangan sampai tidak ditemukan hari ini, aku takut jika sampai besok nyawa istriku akan melayang. Pierro sudah sampai ke London?" tanya Alex memastikan Pierro anak buahnya yang paling kuat dan sangar datang ke sini untuk membantu mencari istrinya. Dan jaga jaga bila nanti akan perang dengan musuh yang menculik Sersi.
"Sudah Tuan, Pierro tiba setengah jam yang lalu. Dia sedang diperjalanan menuju kesini Tuan." jawab Samuel.
"Baiklah, aku tunggu secepatnya informasi akurat tentang Sersi. Sore nanti segera kita temui wanita tua itu, untuk mendapatkan petunjuk!" kata Alex tegas kepada Samuel.
Gejolak amarah dan penyesalan berada di dalam dirinya. Marah kepada orang yang mengincar istrinya, menyesal karena dia lalai menjaga keselamatan istrinya.
"Baik Tuan, saya dan yang lain akan berusaha." jawab Samuel.
Setelah itu Samuel pergi dari sana, dan Alex berbalik berjalan ke arah jendela besar yang menghadap ke pemandangan luar rumah. Dia menatap langit dengan resah, berdoa agar istrinya baik - baik saja dan dia segera bisa menemukan posisi istrinya dan menyelamatkannya. Hatinya gelisah, tatkala mengetahui Sersi menghilang.
Kini Alex merasa, dia sangat berarti dalam hidupnya.
'bertahanlah Sersi! Aku akan datang.' batin Alex berucap mengucapkan doa sembari memandang langit. Dengan tatapan sendu.
***
"Tuan, wanita tua yang mengaku melihat Nona dibekap sudah ada dikediamannya. Tuan ingin menemuinya sekarang? Untuk mempercepat pencarian, kita membutuhkan informasi darinya." Ucap Samuel memberitahu Alex untuk segera menemui wanita tua itu untuk mengorek informasi.
Alex yang sedang termenung dimeja kerjanya karena kalut, lantas langsung mendongakkan kepala berharap secercah harapan masih dimilikinya.
"Iya aku temui sekarang. Ayo cepat, tunjukkan yang mana apartemennya." ucap Alex bangkit dari kursinya.
"Baik Tuan, saya antar anda ke kediamannya Nenek Brida." jawab Samuel.
Alex pun berjalan keluar terlebih dulu dan diikuti Samuel dibelakangnya. Samuel mengantar Alex ke apartemen nenek Brida yang mengaku melihat aksi penculikan Sersi itu. Entah benar atau tidak?
Namun Alex berharap akan menemukan secuil informasi yang berharga sekarang. Nenek Brida harapan satu - satunya yang dia miliki sekarang.
"Disini Nenek Brida tinggal, Tuan" ucap Samuel.
Nenek Brida tinggal di seberang apartemen milik Alex. Alex pun memencet bel.
Tingneng.. tingneng..
Tak lama kemudian, pintu pun dibuka dan muncullah seorang nenek berambut putih yang sudah renta. Di tangan kirinya terlihat dia sedang memegang tongkat untuk membantunya berdiri juga berjalan.
"Ada perlu apa anak muda?" Tanya nenek Brida.
"Nenek melihat wanita yang dibekap oleh seorang pria? Dia istriku nek, apa aku boleh bertanya sedikit?" ucap Alex pada nenek Brida.
Nenek Brida memandang Alex dengan seksama, lalu semenit kemudian roman mukanya terlihat takut tapi dia tidak tega dengan melihat raut kesedihan yang dipancarkan Alex dari wajahnya. Nenek Brida pun menyanggupi untuk ditanyai oleh Alex. Alex dan Samuel pun dipersilahkan masuk.
"Terimakasih Nek." ucap Alex sopan.
Mereka duduk di ruangan depan, nenek pun ikut duduk di single bed yang berada disana. Alex tanpa babibu langsung menanyai maksudnya.
"Nek, bisakah nenek menceritakan kronologisnya kepadaku?" tanya Alex baik - baik.
Nenek Brida pun menghela nafas, dan mulai menceritakan apa yang dia lihat dan alasan yang membuatnya melihat kejadian itu.
"Anak muda. Sebenarnya aku tidak sengaja melihat semua itu, siang itu aku sedang ingin pergi keluar. Karena aku ingin bertemu cicitku yang tinggal di lantai bawah, namun ketika aku baru saja membuka pintu aku melihat wanita itu sedang dibekap oleh pria yang memakai seragam kurir. Aku juga melihat dua pria cleaning service yang menyaksikan kejadian itu, aku pun terkejut dan tidak jadi keluar. Dengan perlahan aku tutup kembali pintu apartemenku agar tidak menimbulkan suara. Aku takut jika mereka mengetahui aku melihatnya melakukan itu, aku takut mereka akan melakukan sesuatu kepadaku yang sudah tua ini anak muda." ujar Nenek Brida menceritakan apa yang dialaminya siang tadi.
Alex berpikir setelah mendengar, penuturan Nenek. Ini seperti sudah direncanakan dan diamati dengan sangat matang, Alex menebak ini ulah manusia jahat yang sangat berkompeten dan ahli dalam menculik seseorang. Pasti orang tersebut sudah mengawasi Sersi sejak lama, dan mengamatinya. Pasti ini bukan dilakukan oleh orang biasa, ini dilakukan oleh sebuah komplotan.
"Apa nenek tahu ciri - ciri pria itu? Yang membekap istriku?" tanya Alex lagi.
Nenek Brida terdiam sejenak, berpikir. Mengingat kembali apa yang dilihatnya tadi siang, mengingat bagaimana ciri fisik pria jahat tersebut.
"Hmm aku tidak tahu, karena mereka membelakangiku. Namun pria yang membekap wanita itu, memiliki tato kepala serigala besar dilengannya. Kalau aku tidak salah lihat, begitupun kedua pria yang memakai seragam cleaning service." jawab Nenek Brida.
Alex pun terkejut, sudah cukup informasi ini. Dengan petunjuk tato kepala serigala, Alex tahu bahwa ini komplotan penjahat paling kejam disini. Dia sangat geram dan marah ketika mengetahui siapa dalang masalah dari peristiwa ini.
'kalian berani macam macam dengan istriku? Tunggu pembalasanku, kalian akan musnah ditanganku!'.
****
Selamat siang everybody gaes..
Author baru nongol nih, maafin kemarin gak bisa update karena author mabok kangkung..
Sehingga dilanda badai kantuk yang sangat besar huhuhu...
Selamat membaca ya gaes, siap siap aja setelah ini akan banyak konflik muncul. Jangan esmosi ya, namanya juga cerita. Hehehe ,bye bye author pamit kabooor..
Eits, tapi jangan lupa kepoin sosmed author di
Instagram: @xue_ssl
__ADS_1
Facebook: Xue
Tiktok: @xueshishan