
AKSI PENYELAMATAN SERSI
Sore harinya..
"Dia ada dimana?" tanya Ellea pada Jecky.
Sore itu Ellea benar datang ke markas The WolfStight untuk melihat yang terakhir kalinya, dia ingin sebelum Sersi menjemput ajal dia akan memberikan kenangan yang tidak akan pernah Sersi lupakan.
"Ada di kurungan penjara, dia diikat dikursi. Ayo ikuti aku." Jawab Jecky pada Ellea.
Ellea pun mengikuti Jecky, berjalan ke dalam ruangan yang penuh dengan anggota The WolfStight yang sedang bersama para wanita. Lalu kemudian, masuk ke dalam lorong gelap dan terlihat disana Sersi dalam keadaan menyedihkan. Terikat dikursi, dan pakaian yang bekas basah kusut dan kering dengan sendirinya. Rambut yang acak - acakan dan wajah yang merah karena terus menangis.
"Dia dari kemarin, terikat disitu? Apa kau menyiksanya?" tanya Ellea pada Jecky yang menyesap rokoknya itu dengan santai.
"Ya, dia aku ikat disana. Aku tebak dia memiliki sedikit ilmu beladiri, jika dia bebas kemungkinan dia akan melawan. Jadi aku ikat dia dikursi, aku hanya mengajaknya bermain sedikit. Tidak apa - apakan?" ucap Jecku menyeringai.
"Oh, ya. Its oke, bagus kalau kalian menyiksanya." Kata Ellea tersenyum jahat.
Kemudian dia berjalan menghampiri tempat Sersi yang dikurung di sebuah ruangan yang mirip dengan sel penjara. Ketika Ellea datang, kebetulan Sersi sedang terjaga dan dia menoleh ke asal suara. Karena ia mendengar ada ketukan kaki, hingga ia dibuat kaget dengan siapa yang datang.
"Hallo, darling. Sepertinya kamu sudah bersenang-senang bukan?" Ellea menyunggingkan senyum merendahkan.
"Ellea!! Jadi ternyata kamu yang menyuruh para pria aneh ini membawaku kesini. Aku tak ada masalah apapun denganmu!" ucap Sersi marah.
Dia marah karena dalang dari semua yang terjadi terhadap dirinya, adalah berkat ulah Ellea. Wanita yang dulu pernah menjadi kekasih suaminya itu. Namun masalahnya disini, dia tidak mengenal Ellea sama sekali dan dia bukan siapa - siapa. Masalah pun tidak punya, apa kesalahan dirinya yang membuat Ellea tega melakukan ini terhadapnya.
"Kalo iya memangnya kenapa? Hahaha, kamu memang tidak punya masalah denganku. Tapi salahmu itu karena sudah berani beraninya menikah dengan Alex!!! Kau sangat tidak sepadan dengan dirinya ******!!" ucap Ellea pada Sersi. Marah karena dia teringat kembali akan penolakan Alex waktu itu, karena alasan dia sudah menikah.
"Hey, aku tidak tahu apapun. Lagipula pernikahan ini tidak nyata bagiku, kalau kau ingin kembali bersamanya. Kembali saja, aku tidak peduli! Mengapa kau harus menyakitiku, aku tidak pernah tahu kalian pernah berhubungan Ellea! Lepaskan aku!!" ucap Sersi menjelaskan bahwa dia tidak mencintai Alex sungguh - sungguh.
"Hah!? Apa apa? Aku tidak salah dengar?
Hahaha mana mungkin kau membiarkanku kembali padanya, tapi kau sendiri masih berstatus istrinya. Kalau kau tidak mencintainya, kau juga mengincar kekayaannya bukan? Hah, jangan munafik ******! Aku tidak percaya dengan semua omonganmu. Sampai kapan pun kamu tidak akan pernah lepas, tapi akan pergi ke ALAM BAKA!!" teriak Ellea penuh emosi tinggi.
"JECKY!! Mana cambuk yang biasa kau pakai. Aku ingin membuat dia memiliki sebuah kenangan, sebelum dia mati!" ucap Ellea sambil menatap tajam ke arah Sersi.
Sersi yang mendengar itu, merasa was was dan takut.
Apalagi ini?
Apa Ellea akan menyiksanya?
Oh ya tuhan, kapankah ada pangeran penolongnya?
Tidak adakah orang yang menyadari dirinya hilang?
Atau memang tidak ada yang peduli dengan dirinya?
Sersi merasa putus asa.
"Apa yang akan kau lakukan Ellea?!" kata Sersi ketika Ellea kini memegang cambuk dan berjalan ke arahnya.
"Seperti yang kau tebak? Cambuk ini akan aku apakan terhadapmu!" ucap Ellea mengelus - elus cambuk itu.
"Tolong jangan siksa aku seperti ini! Ellea, please! Jangan siksa aku, aku masih punya kakak yang masih dirawat dirumah sakit. Jika aku mati, bagaimana dengan nasib kakakku." ucap Sersi berusaha memohon ampun untuk dilepaskan.
"Apa peduliku!"
Bugh... Bugh.. Bugh..
"Awww, sakit Ellea!" jerit Sersi ketika cambukan itu mengenai wajahnya.
Bugh.. Bugh.. Bugh...
"Hahahaha, kau memang pantas mendapatkan ini. Kau sudah merebut Alex'ku, tidak ada yang bisa memilikinya selain AKU!!" ucap Ellea sambil mengayunkan cambuknya.
"Aww, " jerit kesakitan Sersi menggema ke seluruh ruangan.
Ellea semakin merasa puas dan ganas ketika mendengar suara jeritan Sersi yang terkena cambuknya, dia semakin brutal mencambuk Sersi ke arah wajah tangan dan kaki. Tidak ada rasa kasihan sesama wanita yang ia miliki, yang ada hanya nafsu emosi ingin menghabisi wanita yang ada dihadapannya ini.
Sersi semakin lemah dan jeritan itu berubah menjadi rintih yang memilukan, rasa pedih terkena cambuk membuatnya pusing dan akhirnya tak sadarkan diri. Sersi pun pingsan, karena tak kuasa menahan sakit.
Ellea pun menghentikannya, dan tersenyum puas. Sudah cukup dirinya melampiaskan amarahnya terhadap perempuan itu, kini dia mengatakan selamat tinggal dan berharap perempuan ini segera mati.
"Jecky, ini. Dia sudah pingsan, setelah ini terserah. Dia milikmu, lenyapkan dia. Aku tidak ingin melihatnya lagi." ucap dia pada Jecky yang sedari tadi melihat semua kejadian yang terjadi.
__ADS_1
"Baik Nona, serahkan semuanya terhadapku." ucap Jecky dengan tatapan puas.
Akhirnya malam ini dia bisa bersenang-senang dengan korbannya.
Jecky mulai memikirkan apa dulu yang harus dipotong atau disayat.
***
"Samuel, sore telah tiba. Kita berangkat setengah jam lagi, kita akan segera ke sana. Aku tidak ingin menunda waktu lebih lama lagi, Dongma sudah datang. Jadi kita mempunyai kekuatan lebih, jika mereka menantang perang!" ucap Alex pada Samuel di markas tersembunyinya kali ini.
"Baik Tuan, saya juga sudah mempersiapkannya semua. Senjata dan pasukan sudah siap." jawab Samuel.
"Ya Tuan, saya juga sudah siap untuk perang jika nanti betul terjadi." jawab Pierro.
"Oke, semuanya sudah siap. Kita berangkat sekarang, ingat strategi yang sudah kita rencanakan. Semuanya harus sesuai dengan perintahku paham." teriak Alex pada seluruh anak buahnya termasuk Samuel, Pierro dan yang lainnya.
"Paham Tuan." jawab mereka serempak.
"Kita berangkat sekarang!" ucap Alex berteriak keras mengomando agar semua pasukan berangkat. Mereka pun menaiki kendaraan mereka masing - masing. Begitu pun Alex.
Dia berada di mobil Jeep hitam bersama dengan anak buah inti, Samuel, dan Pierro juga seorang temannya yang ninja itu. Dongma. Dongma duduk bersebelahan dengan Alex di jok belakang. Sedangkan di depan Pierro dan Samuel.
"Samuel, kamu membawa apa yang kuminta? " tanya Alex pade Samuel sebelum samuel melajukan mobilnya.
"Sudah Tuan,"
"Bagus." ucap Alex. Kini dalam sekejap, aura Alex sangat berbeda. Tajam, dingin dan bengis menyelimuti dirinya. Karena dirinya dipenuhi dengan ambisi dan emosi yang menggebu - gebu. Ingin segera membabat orang yang telah menculik istrinya.
"Lex, kau tidak akan berbuat sejauh itukan? Apa kau yakin akan berbuat itu dinegara ini, ini bukan Italia?" tanya Dongma pada Alex yang sedang terdiam. Otaknya bekerja menyusun semua rencana yang akan dia lakukan nanti.
"Kita lihat saja nanti, mungkin aku harus menunjukkan siapa diriku dinegara ini. Urusan yang lain biar aku urus soal itu, kau tenang saja Dongma!" jawab Alex.
"Aku tidak menyangka kau akan melakukan ini cuman hanya demi perempuan. Apa dia benar benar mencintaimu? Ellea saja yang sudah bergumul denganmu berani menghianatimu Alex." ucap Dongma merasa tindakan Alex berlebihan. Hanya demi menyelamatkan istrinya dia harus melakukan persiapan seperti akan perang besar.
"Dia istriku Dongma. Dia berbeda dengan perempuan lainnya dan Ellea. Kau jangan menyamakan istriku dengan perempuan ****** itu!" amarah Alex tersulut tatkala Dongma berbicara seperti itu.
"Tapi kau dan dia ada sesuatukan? Aku merasa aneh, tiba - tiba melihat kau menikah dengan seorang wanita mendadak begitu. Apa kalian punya perjanjian kontrak atau bagaimana, tidak mungkin juga karena cintakan? Pasti ada hal yang kau rencanakan selain alasan dia istrimu?" tanya Dongma.
Alex terdiam sejenak, dia terhenyak. Perkataan Dongma memang tepat dan benar sekali, dia dan Sersi memang menikah bukan dilandasi karena rasa suka saling suka atau pun jatuh cinta. Tapi karena tuntutan dan kebutuhan dari masing-masing pihak.
Tapi..
Memang dulu dia tidak memiliki rasa apapun terhadap Sersi awal pertama bertemu dan sampai menikah. Namun beberapa bulan bersama, hatinya mulai merasakan sesuatu yang hangat jika bersamanya dan sepi jika tidak ada dirinya.
Dan Alex mengartikan itu sebagai sebuah rasa cinta, yang tanpa dia sadari tumbuh begitu saja dihatinya. Dia memang ragu, tapi dia tak ingin menyangkal lagi perasaannya.
"Urusanku tidak semua hal kamu harus tahu, Dongma. Lagipula cinta atau tidak, apa pentingnya bagimu? Apa untungnya bagimu? Aku menghubungimu karena ingin kau membantuku! Bukan untuk diintrogasi!!" ucap Alex agak menekankan kata - katanya.
Aura dingin mulai terpancar dari wajah Alex. Menyeramkan, seketika hawa terasa dingin. Padahal kan AC mobil.
"Oke oke. Maafkan aku, aku hanya menebaknya. Dan bertanya, jika kau tidak mau menjawab itu hakmu. Tenang Alex, kita akan menyelamatkan wanitamu sekarang." Kata Dongma tidak lagi bertanya dan menebak apa yang terjadi.
Tatapan mata tajam Alex membuatnya takut, dan kali ini dia sedang dalam keadaan emosi. Dongma tak ingin menganggu Alex ketika suasana hatinya sedang kacau.
Yang sudah sudah saja dia berakhir tragis, di rumah sakit atau babak belur. Akhirnya Dongma hanya diam, dan mempersiapkan dirinya untuk berhadapan dengan musuh nanti.
Setelah sekian lama menempuh perjalanan menuju markas komplotan pembunuh bayaran, yang menamai grup mereka dengan The WolfStight. Karena dibalik ini, mereka diketuai oleh seorang mafia yang teramat terkenal kekejamannya sama seperti Alex. Namun bukan Jecky, tapi atasan Jecky.
"Itu Tuan, rumah kosong itu adalah markas dari The WolfStight. Itu garasi pintu masuk yang akan mengarah ke basement, ruang bawah tanah." ucap Pierro.
"Ya Tuan, apa kita ambil jalan lain? Atau menghancurkan pintu itu secara paksa?" tanya Samuel pada Alex.
Alex melihat ke sekeliling, disini sangat sepi dan hening. Hanya dia dan rombongannya saja yang terlihat, apakah benar ini markas mereka?
Itu rumah kosong yang usang dan kotor, apa mungkin ini tempat mereka. Hati Alex kesal dengan ini semua.
"Apa kau bercanda Samuel? Tempat ini tidak mungkin tidak dijaga dengan ketat tanpa pengawasan jika benar ini markas The WolfStight. Disini tidak ada orang lagi selain rombongan kita!! Cari yang benar tempatnya!" teriak Alex frustasi ingin segera bertemu dengan istri tercantiknya itu.
"Tidak Tuan. Ini benar tempatnya. Mereka sengaja memilih lokasi ini untuk dijadikan markas, selain kumuh juga tidak akan terdeteksi polisi. Manusia pun jarang melewati, ini kamuflase mereka Tuan." Jelas Samuel menjelaskan pada Alex.
"Oke, hancurkan pintu itu!" Perintah Alex pada Krish yang ada dibelakangnya.
"Siap Tuan, saya akan membinasakannya pintu itu akan segera terbuka. Bersiap semuanya!!!" ucap Krish lantas mulai meluncurkan rudal.
Satu.. dua.. tiga...
__ADS_1
Rudal ditembakkan dan pintu garasi itupun hancur. Alex pun segera menyuruh Samuel untuk segera masuk ke dalam sana. Benar saja kata Samuel, markas mereka pun sangat banyak tipu muslihat. Di dalamnya ternyata sangat bagus dan mewah, juga banyak barang bagus lainnya. Ada mobil sport terbaru disini. Sepertinya yang memimpin klan ini orangnya sangat kaya raya.
"Jalankan sesuai rencana dan misi, kita berkumpul lagi nanti diluar semua!" ucapan Alex pada microphone yang ada ditelinganya.
"Siap Tuan!" jawab mereka serempak.
Alex pun segera turun dari mobil, dan bergegas mencari keberadaan istrinya. Sersi belum terlihat disini, Alex bersama dengan Dongma terus berjalan beriringan. Saling menjaga satu sama lain. Siap siaga takut ada musuh yang menyerang tiba - tiba.
'SERSI! Bertahanlah, aku harap kamu baik - baik saja.' batin Alex berdoa sambil terus berjalan mencari keberadaan Sersi.
Sayup sayup, terdengar suara tawa menggelegar dari sebuah lorong ruangan gelap yang kini Alex buka. Pintunya hanya pintu kayu biasa, namun Alex penasaran hingga menajamkan pendengarannya untuk mengetahui apa yang diucapkan oleh orang yang sedang di dalam.
"Hahahaha.. kau pingsan! Bangun! Bangun! Hidupmu tak akan lama lagi cantik, nanti malam kau milikku!" ucap Jecky pada Sersi yang kini sudah tidak pingsan. Dia sedang merintih, merasakan disekujur tubuhnya perih dan terluka. Akibat cambuk yang dilakukan oleh Ellea tadi.
"Lepaskan aku!! Aku bukan barang dan tidak ada yang memilikiku." teriak Sersi.
Namun Jecky malah menjadi semakin brutal, bukannya kasihan.. Jecky menarik dagu paksa wanita lalu mengangkatnya dan berbicara padanya. Lalu menamparnya bolak balik di pipi kiri dan kanannya.
Alex yang mendengar ada suara wanita di dalam sana, sontak langsung terkaget. Dia hafal sekali suara itu. Itu dia suara yang beberapa jam ini tidak ia dengar.
'itu suara Sersi? Mereka apakan dia?' batin Alex menggerutu
"Dongma, aku mendengar suara istriku disini. Kita cek dan masuk ke dalam, ayo ayo cepat!" Kata Alex.
Alex dan Dongma, terus berjalan. Menyusuri lorong gelap ini, dan semakin terus ke dalam semakin gelap keadaannya hanya dibantu penerangan oleh obor yang berada di sisi kiri dan kanan tembok.
Hingga, sampailah Alex dan Dongma ke tempat dimana Sersi berada. Naasnya, ketika Alex sampai disana. Dia melihat adegan yang membuat emosinya memuncak seketika dan tak bisa mengendalikan kemarahannya. Dia melihat Sersi dijambak rambutnya, dan menyiksa istrinya dengan brutal. Dan orang itu adalah Jecky. Jecky sedang menampar - nampar wajah Sersi dan menjambak rambut panjang istrinya itu.
Membuat Alex marah besar, dan berjalan cepat ke arah dimana Sersi berada. Lalu menarik Jecky yang akan menyiramkan air, ke Sersi. Namun Jecky ditarik keras oleh Alex dan langsung dihajarnya di bagian hidung.
Bugh.. Bakk.. Bamm..
Hingga darah memuncrat dari hidung akibat pukulan Alex yang sangat keras.
"Bedebah sialan!" teriak Alex dan langsung menghajar lagi Jecky dengan bertubi - tubi.
Sersi yang melihat Alex datang. Merasa lega seketika.
'Ya Tuhan. Terimakasih kau sudah memberiku kesempatan hidup, dan dia menyelamatku' batin Sersi bersyukur.
Namun, pusing melanda kepalanya. Sersi merasakan sakit diseluruh area kepalanya, akibat pukulan yang dilakukan oleh Jecky barusan ketika dia menjambak rambutnya.
Perlahan, rasa sakit itu menyiksa dirinya. Dan membuat Sersi merasa semuanya menjadi gelap.
****
Hallo selamat malam readers semua.. 😘😘😘
harinya gimana nih? Baik kan?
Kabarnya?
Semoga readers baik - baik saja ya author doakan.
Wah gak kerasa kisah Sersi udah sampe bab 43 aja, dan musuh, konflik mulai muncul nih?
Gimana selanjutnya setelah Sersi berhasil diselamatkan?
Akankah Alex mengutarakan perasaannya yang sebenarnya?
Atau tetap bersandiwara?
Hmm, gimana ya penasaran.
Tetap tunggu selalu update'an wanita tangguhku ya!
Dukung author dengan memberi komentar dan like sebagai dukungan. Dukungan kalian sangat berarti bagi author ini..
Bye bye, author tidooor dulu.
Sosial Media Author
Instagram : @xue_ssl
Facebook : Xue
__ADS_1
Tiktok : @xuelishan