Terjerat Pesona Sang Sekretaris

Terjerat Pesona Sang Sekretaris
Bab 42 (Menyusun Rencana)


__ADS_3

THE BIG PLAN ALEX WITH PIERRO AND DONGMA (NINJA HUMAN)


'kalian berani macam macam dengan istriku? Tunggu pembalasanku, kalian akan musnah ditanganku!'.


***


Jecky menepuk - nepuk keras bahu Sersi yang sedang tertidur. Karena semalaman dia tidak diberi makan dan minum sekali pun, membuatnya lemas hingga dia tertidur tanpa dia sadari.


Mungkin hari sudah berganti, entah pagi atau siang hari sekarang. Karena penampakan disini hanya pengab dan gelap, temaram lampu kuning yang membantu penerangan.


"Hey, bangun! Bangun" kata Jecky menepuk keras bahu dan kepalanya.


"Hey, aku bilang bangun sialan!" Teriak Jecky keras sambil menjambak rambut Sersi kencang. Membuat Sersi yang lemas letih tak berdaya itu sontak merasakan sakit diseluruh bagian kepalanya.


Karena kepalanya tertarik ke belakang tatkala Jecky menarik rambut panjangnya ke belakang dengan sangat kencang. Membuatnya langsung terbangun dari tidurnya.


"Awwh! Sakit, lepaskan rambutku!" Ronta Sersi pada Jecky.


Sersi tak habis pikir dengan orang yang ia dengar dari orang - orang anak buah yang berkeliaran disini, pria ini adalah ketua kelompok penjahat pembunuh bayaran. Peia ini seperti tak memiliki belas kasihan sedikit pun terhadap wanita seperti dirinya, apakah dia tidak ingat istri dan anaknya?


Atau memang pria ini psikopat gila.


Jecky melepaskan cengkraman tangannya pada rambut Sersi, dan menghempaskannya kasar. Lalu Sersi diangkat dagunya sampai tinggi, membuat lehernya sedikit sakit.


"Biadab. Apa maumu hah?" ucap Sersi jengah dengan pria ini yang terus menyiksanya.


"Hahaha, aku ingin kamu. Aku ingin memotong bagian tubuhmu menjadi bagian kecil nona manis." ucap Jecky sembari menyeringai.


"Tapi aku harus lebih bersabar menunggu waktu, ada seseorang yang ingin menyiksamu terlebih dahulu sebelum ku cabut nyawamu dengan tanganku yang terampil ini." ucap Jecky menjetikkan jari tangannya.


'pria ini benar benar psikopat gila!' batin Sersi menjerit.


"Jangan harap kau bisa lepas dari sini!" kata Jecky.


Lalu menarik sebuah meja kecil yang tingginya setara dengan posisi duduk Sersi. Di atas meja tersebut terdapat makanan dan segelas susu juga sebotol air mineral.


"Makan! Aku tidak ingin klienku kecewa terhadapku. Sebelum mati kau boleh meminta apapun." ucap Jecky lagi.


Sersi memilih tidak menjawab apapun, tidak bersuara ataupun apa apa. Dia sudah berpasrah diri mau diapakan dan bagaimana. Toh hidupnya juga tidak begitu berarti.


Dan Sersi lebih memilih memakan makanannya dengan menggunakan mulutnya langsung, karena mejanya tinggi dan dekat dengannya. Itu hal yang memudahkan Sersi untuk makan tanpa menggunakan tangan. Karena tangan dan kakinya diikat kencang ke kursi.


"Hahahaha dasar wanita anj*ng!!" ucap Jecky merendahkan Sersi.


Sersi merasa takut sekarang.


Tidak terasa dia meneteskan air matanya.


Sembari makan, sembari berpikir.


Akankah hidupnya akan berakhir mengenaskan seperti ini?


Sersi takut tidak bisa lagi bertemu dengan kakaknya John.


Dirinya sungguh benar - benar putus asa, tidak akan ada yang menolongnya selama disini.


Namun Sersi masih menggantungkan harapannya pada Alex sang suami.


Semoga dia bisa menemukan dirinya.


Hanya Alex satu - satunya harapan yang dimiliki Sersi. Dia berharap Alex akan berhenti cepat, sebelum pria itu berhasil membunuh dirinya.


***


"Bos, sebaiknya kita tunggu timing yang tepat! Dan bawa beberapa pasukan pilihan, yang tangguh dan kuat." Pierro.


Yang kini ikut membantu membuat strategi penyelamatan istri atasannya. Dia baru saja tiba dari Itali beberapa jam yang lalu.


"Ya Tuan. Karena kelompok pembunuh bayaran ini juga adalah geng mafia juga dibelakangnya. Tato kepala serigala itu, lambang dari klan The WolfStight. Klan yang paling sadis dan jahat dinegara ini, khususnya." panjang lebar ucap Samuel.


"Aku tidak bisa membiarkan istriku disekap ditempat berbahaya itu terlalu lama. Apalagi ketuanya aku tahu, dia Jecky Oldwerm. Orang berdarah dingin dan psikopat gila! Dia terkenal dengan membunuh secara perlahan pada mangsanya, aku khawatir dia akan segera mengeksekusi Sersi dalam waktu dekat ini." ucap Alexander mengutarakan keresahannya.


"Bagaimana jika sampai istriku dibunuh oleh dia. Aku tidak ingin membuatnya mati sia sia dan ada apa - apa. Kita harus segera menjalankan aksi penyelamatan ini!" Jelas Alex takut terjadi sesuatu kepada Sersi.

__ADS_1


"Iya Tuan, namun kita juga tidak boleh bertindak gegabah. The WolfStight memiliki ratusan anak buah yang tinggal di markas itu, kita juga harus memperhitungkan segalanya. Saya akan mempersiapkan pasukan terlebih dahulu, untuk jaga jaga jika mereka melakukan perlawanan." ucap Samuel pada Alex yang sedang kalut.


"Oke, baik. Yang penting Sersi selamat dulu sekarang dari tangan mereka, walaupun aku tak habis pikir apa salah Sersi terhadap mereka hingga mereka menculik istriku. Ini semua pasti ada seseorang yang menyuruh mereka, cari tahu itu semua Samuel. Dia harus merasakan penderitaan yang setimpal ditanganku!" geram Alex mengepalkan tangan.


"Baik Tuan, saya akan mencari tahu semuanya."


"Oke, Samuel kamu persiapkan pasukan secepat mungkin. Pierro, kau nanti serang dari kubu belakang. Samuel kau jaga situasi dan hubungi kepala polisi untuk bekerjasama, pasti ini akan membuat keributan dikota. Aku akan serang dari depan, sore nanti kita berangkat. Aku tak ingin menunda waktu lebih lama lagi!" kata Alex pada dua anak buah kepercayaannya.


"Siap Tuan," jawab Pierro.


"Ya Tuan, aku akan mempersiapkan semuanya secepat mungkin. Sedikit saran Tuan, sebaiknya kita panggil Dongma. Dia Ninja, mungkin dia akan membantu kita untuk lebih cepat menyelamatkan Nyonya." ucap Samuel.


Alex pun menautkan kedua alisnya, benar juga apa yang dikatakan Samuel. Dongma adalah temannya yang mempelajari ilmu Ninja, kemampuannya tidak diragukan lagi. Kecepatannya berlari secepat bayangan, lemparan shurikennya yang tidak pernah meleset, kemampuan mencium bau tubuh musuh yang peka, dan keahlian samurainya mungkin benar dia akan mempermudah proses penyelamatan ini.


"Kau benar aku akan menghubunginya. Baiklah kalian persiapkan semuanya, Samuel, Pierro segeralah bergegas waktu yang kita punya tidak banyak." Kata Alex.


Samuel dan Pierro pun pergi dari hadapan bos besarnya, untuk segera mempersiapkan pasukan dan lainnya. Mereka bersiap siaga jaga - jaga geng ini menantang perang, mereka sudah tidak akan gentar karena sudah persiapan.


Kini hanya Alex seorang diri di ruang kerja ini, dia melihat ke arah meja banyak dokumen yang harus dia pelajari dan dia setujui. Namun otak dan pikirannya sedang kacau balau sekarang, dia tidak bisa fokus bekerja dan melakukan apapun.


Walaupun Alex juga adalah mafia terkejam di Italia, tapi kini seolah - olah kesan kejam, bengis dan tanpa belas kasihan itu sirna karena mengkhawatirkan seseorang.


Entah perasaan apa ini?


Alex merasa khawatir ketika Sersi tahu dia hilang.


Hatinya mencelos, dirinya serasa melayang tidak karuan tanpa kehadirannya.


Dirinya merasa marah pada diri sendiri yang tidak bisa menjaga wanita itu.


Ya Alex akui, kini dia mulai mencinta Sersi.


Hilangnya dia membuat dunia seorang Alexander seakan runtuh.


Cinta dapat melunakkan hati yang keras, dan mengubah perilaku kejam menjadi lembut.


Apakah Alex benar - benar mengakui perasaannya sekarang?


Alex bangkit dari duduknya dan menghadap jendela besar, semilir angin menerpa wajahnya.


Kekhawatiran ini? Kehampaan ini.


Membuktikan bahwa dirinya benar - benar sangat ketergantungan terhadap Sersi.


Ya dirinya membutuhkan wanita itu.


Kini Sersi adalah seseorang yang penting dibagian hidupnya selain adik dan ayahnya.


Ya Alex mengakuinya sekarang, seberapa besar dia menyangkal perasaan ini.


Namun hatinya tetap tidak bisa membohongi perasaan ini.


"Aku mencintaimu Sersi, bertahanlah!" ucap Alex sendiri.


***


"Kau sudah menculiknya? Bagus, tunggu aku kesana. Siang nanti aku akan datang, jangan apa - apakan dulu kelinciku. Jaga dia dulu untuk saat ini, aku harus mengerjakan sesuatu dulu." ucap Ellea pada orang diseberang telepon.


"Oke, Nona. Segeralah datang dan temui kelincimu, sebelum dia tiada malam ini." jawaban dari seberang sana.


"Oke" hanya itu jawaban Ellea. Kemudian klik.


Dia matikan sambungan telepon itu. Kini Ellea berada disebuah hotel mewah yang sangat indah. Dan kebetulan, setelah dia selesai bertelepon dengan Jecky seorang pria keluar dari kamar mandi.


"Hai honey, apa kau sudah siap? Aku sudah selesai mandi" ucap lelaki itu pada Ellea yang sedang duduk dikasur bersize king itu.


"Uhmm, ayo kita selesaikan dengan cepat pertempuran ini. Aku rindu permainanmu yang membuatku tak berdaya." ucap Ellea dengan seksi.


Penampilannya yang sudah memakai baju seksi, dan riasan mencolok juga tak lupa bibir merah menyala yang menggoda. Menambah kesan sensual Ellea. Lelaki itu berjalan menghampiri Ellea yang menunggu kehadiran pria itu.


"Yes Ellea. Aku juga rindu suara ******* seksimu sayang." ucap lelaki itu kemudian mulai naik ke atas ranjang.


Lelaki itu mulai bergerak mendekati Ellea dan sasaran pertama langsung dia cumbu bibir merona merekah itu. Ellea mengalungkan tangannya ke leher lelaki itu ketika dia berhasil mencium bibirnya.

__ADS_1


Mereka pun berciuman dengan lembut, saling mencecapi bibir mereka masing - masing. Mengabsen seluruh mulut dan gigi dengan lidah mereka, lama - lama hasrat itu membesar dan menggebu.


Ciuman yang lembut berubah menjadi ciumam yang penuh dengan gairah nafsu, mereka kini berciuman dengan posisi saling memeluk satu sama lain. Berbaring diatas ranjang, lidah mereka saling tertaut dan ciuman pun semakin panas.


Ellea yang tertindih oleh lelaki itu, mulai menggeliat, merasakan gelora hasrat yang sama. Area dibawah tubuhnya mulai bereaksi dan lelaki itu kini mulai bergerilya, hingga mereka berdua pun akhirnya melakukan pergumulan itu siang ini.


Suara ******* saling bersahutan, hingga permainan selesai.


***


APARTEMEN ALEXANDER


Alex dengan gelisah, menunggu jawaban telepon dari seberang sana. Sudah beberapa kali dia menelepon Dongma, belum saja diangkatnya.


Sampai akhirnya yabg yang ke delapan kali panggilan, akhirnya Dongma mengangkat panggilan dari Alex.


"Hallo?" kata pria dari seberang sana. Ya itu Dongma.


"Hallo. Dongma. Aku butuh bantuanmu!" ucap Alex langsung to the point.


"Alex?! Ada apa kau sudah lama tidak menghubungiku, dan kini kau perlu bantuan?


Apa kau akan perang lagi kali ini?" ucap Dongma dari seberang sana.


"Tidak, tapi mungkin bisa juga iya. Istriku diculik oleh komplotan The WolfStight, aku butuh bantuanmu!" ucap Alex.


"Waw kau berurusan dengan mereka, ya aku akan membantu. Berikan aku alamat tempat tinggalmu, aku akan datang. Aku akan bersiap - siap." jawaban Dongma membuat Alex merasa senang.


"Oke, aku nanti kirimkan alamatnya dipesan. Terimakasih, aku tunggu kedatanganmu. Sore nanti kita sudah mulai bergerak!"


"Oke".


Percakapan pun selesai, Alex menengadah kemudian mengusap wajahnya gusar.


Walaupun kini dia sudah dapat bala bantuan dan tengah mempersiapkan peperangan, namun hatinya masih saja tidak tenang dengan kondisi Sersi yang tidak jelas bagaimana.


Alex memikirkan bagaimana kondisi perempuan itu sekarang?


Apa mereka menyiksa Sersi?


Yang ditakutkan Alex hanya satu, dia takut Sersi dilecehkan oleh para pria bejat dan biadab itu. Lalu mereka akan membunuhnya dengan sadis setelah menyiksa fisik wanitanya.


Alex mengkhawatirkan itu.


Dia berdoa, semoga saja wanitanya baik - baik saja, dan dia tepat waktu menyelamatkan istrinya.


"Apa kau menderita Sersi? Maafkan aku, bertahanlah! Semuanya akan berakhir hari ini. Mereka yang membuatmu menderita akan habis ditanganku sendiri!!" ucap Alex sendiri mengepalkan tangan, dirinya marah.


'setelah ku tahu siapa dalang dari semua ini, jangan harap kau bisa hidup didunia ini keparat!' ucap Alex didalam batin.


***


Holla everybody gaes..


Hehehehe, author baru muncul lagi nih..


Maafkan aku ya say, yang tidak bisa konsisten update tiap hari.. 😭😭😭


Karena ya sepandai-pandainya aku mengatur waktu, antara momong bayi dan menulis tetap aku manusia..


Kalau kelelahan aku gak sempet nulis..


Tapi aku selalu usahakan bikin dan gak sampai menelantarkan kisah Alexku tersayang.


Terimakasih semuanya yang sudah mendukung cerita ini, yang sudah menemani author dari bab 1 hingga sekarang. Kalian terthe best bagi author, tanpa kalian aku tidak akan sampai dititik ini.


Berikan author semangat ya, dengan terus mengikuti kisah kelanjutan Alex.


Author pamit ya, selamat membaca!


Instagram : @xue_ssl


Facebook : Xue

__ADS_1


Tiktok : @xuelishan


__ADS_2