Terjerat Pesona Sang Sekretaris

Terjerat Pesona Sang Sekretaris
Bab 39 (Sersi Diterima Jadi Penulis Kontrak)


__ADS_3

"Alex?!"..


"Hei, kau sangat terlihat berbeda sekarang. Kita hanya tidak bertemu selama 4 tahun kan Henry?" ucap Alex ketika Henry terkejut akan kehadirannya di perusahaan.


Henry yang terdiam melihat kedatangan sahabat lamanya Alexander dia merasa sangat tidak percaya. Sang tuan misterius yang jarang terlihat dipublik ini menampakkan diri lagi didepannya, setelah sekian lama sudah tidak ada lagi kontak ataupun komunikasi lagi selama 4 tahun. Ya lebih tepatnya, setelah kejadian itu Henry memilih untuk pergi ke Colombia mengejar sesuatu yang dia harapkan akan dia dapat namun akhirnya tidak sesuai harapan.


"Ka.. kau lebih terlihat dewasa sekarang Alexander. Sudah lama kita tidak bertemu, apa kabarmu sekarang?" ucap Henry bangkit dari kursinya dan menghampiri Alexander.


Setelah mendekat ke arahnya, Alex menyalami sahabatnya itu dan berpelukan ala laki - laki pada sahabat lama.


"Ya, aku banyak berubah sekarang. Kamu tahukan, karena aku tidak ingin lagi diremehkan seperti dulu." ucap Alex pada Henry.


"Yup. I cant believe this Alex. Dirimu yang sekarang sungguh berbeda, pada saat kita terakhir bertemu. Aku senang kamu lebih berkarisma sekarang." ucap Henry menepuk pundak Alex.


"Yes. Aku juga senang bisa melihatmu seperti ini, aku tahu semuanya. Kamu mungkin nanti akan mendapatkan yang lebih baik lagi dari dia oke." ucapnya.


Henry tidak membalas hanya mengangguk dan tersenyum, dia sudah tidak sedih lagi perihal masa lalunya. Karena kini dia sudah..


"Papa!!" suara anak kecil tiba - tiba terdengar . Dan muncullah seorang anak perempuan yang lucu masuk ke ruangan Henry dan memeluk kakinya.


"Kilaa.. sudah beli boneka penguinnya?" tanya Henry kemudian mensejajarkan badannya dengan Kila.


"Sudah papa, lihat punya kila penguinnya imut" ucap anak itu kemudian dia melihat ke arah Alex dan Sersi. Kepalanya menengadah saking tingginya Alexander ini.


"Papa.. om dan tante ini siapa?" tanya Kila pada Henry dengan suara lucunya.


"Mereka ini teman papa.. ini om Alexander dan ini tante Sersi. Ayo salam!" Titah Henry pada putri kecilnya.


"Hai tante, aku Kila." ucap anak itu kemudian menyalami.


"Hai juga Kila." jawab Sersi dengan tersenyum senang. Dia melihat Kila sangat ingin mencubitnya, merasa lucu dan gemas.


"Hai Om. Aku Kila." ucapnya pada Alexander.


"Iya anak baik." jawab Alex pada Kila. Karena jujur ia sedikit kaku pada anak - anak.


Hingga detak sepatu terdengar kembali memasuki ruangan Henry dan itu adalah..


"Mas.. aku ud.." ucap perempuan berambut pirang itu menggantung. Karena ketika mendongakkan kepala dia kaget, melihat ternyata sedang ada tamu diruangan suaminya.


Henry hanya tersenyum, melihat istrinya datang. Dia menghampiri istrinya, kemudian merangkul pinggangnya mesra dan mengecup keningnya.


"Merida. Kenalkan dia sahabatku Alex, dan itu Sersi istrinya." ucap Henry pada istrinya.


Merida pun tersenyum ramah terhadap Alex dan menyalami mereka, kemudian adegan selanjutnya Alex dan Sersi duduk dikursi tamu. Merida dan Kila juga ikut bergabung bersama mereka.


"Ternyata kamu mendahuluiku, kau sudah memiliki istri dan anak. Kapan kau menikah? Kenapa aku tidak tahu tentang hal ini?" ucap Alex pada sahabatnya ini. Dia tidak menyangka, bahwa sahabatnya ini ternyata sudah berkeluarga. Bahkan sudah memiliki anak.


"Ya kamu tahukan, semenjak pertemuan terakhir aku berangkat ke Colombia untuk tujuan sesuatu. Tetapi harapanku tidak sesuai dengan kenyataan. Hingga aku bertemu dengan Merida tidak sengaja ketika aku sedang membeli kopi disebuah kedai." ujar Henry menceritakan kisahnya bertemu dengan istri tercintanya ini.


Mendengar ucapan Henry, Merida tersenyum bahagia mengingat kembali momen - momen pertama kali mereka saling kenal hingga memiliki hubungan sampai ke serius sampai sekarang.


"Kisahmu pasti menyenangkan bukan? Tapi aku senang jika kau sudah memiliki orang yang kamu kasihi."


"Ya, dan aku juga tidak menyangka denganmu Alex. Aku kira yang orang yang dimaksud Dean itu bukan istrimu Alex, karena dia tidak menyebutkan nama dan identitas. Aku juga kaget ketika melihat ditimeline dan berita, kau langsung melangsungkan pernikahan seperti itu. Tidak pernah melihatmu membawa wanita atau desas desus memiliki pacar tapi langsung melakukan pernikahan. Amazing." ucap Henry pada sahabatnya ini. Jujur, Alex selalu memiliki tindakan yang tak terduga.


"Ya, aku dan istriku tidak memublikasikan hubungan kami. Juga aku dan dia hanya pacaran singkat saja, betulkan sayang?" ucap Alex pada Sersi menoleh dan memancarkan tatapan penuh cinta. Tapi Sersi tahu ini semua hanya 'FAKE SITUASION'.


'hmm, akting mode on dia.' batin Sersi menggerutu.


"Hehe iya, kami tidak pacaran lama. Aku juga tidak menyangka akan dinikahi oleh suamiku ini." Jawab Sersi kemudian akting juga, seolah - olah mencintai Alex sangat dan mengagumi. Sama sama melempar tatapan penuh cinta yang palsu.


"Wah, kalian sungguh. Berapa lama kalian pacaran?" tanya Merida menuntut jawaban menoleh kepada Sersi.


"Empat bulan.." jawab Sersi akhirnya. Karena sang empu bos, Alexander hanya diam tak menjawab hanya tersenyum saja.

__ADS_1


'dia ini menyiksaku atau gimana, dihadapkan dengan situasi seperti ini. Berbohong seperti ini membuatku merasa bukan diriku' batinnya bersuara lagi.


"Wah, singkat sekali." tanggap Henry dan reaksi Merida sama.


"Ya, aku merasa nyaman dan sangat mencintainya. Kenapa harus menunggu lama untuk dijadikan pasangan paten bukan? Lagipula, aku sudah waktunya memiliki istri. Usiaku setiap tahun, semakin bertambah tua." ucap Alex sambil diselingi tawa.


"Hahaha, benar juga.. kapan kalian akan memiliki anak?" tanya Henry kemudian meminum segelas sirup anggur.


Sersi yang mendapat pertanyaan itu, lantas terdiam dan membisu. Bingung harus jawab apa, berbohong seperti ini membuatnya takut dan menjadi gemetar. Takut dengan hal yang dia sendiri tidak tahu. Hingga Alex menjawab.


"Kami menundanya dulu beberapa tahun. Karena istriku ingin melanjutkan keinginannya yang sempat tertunda, aku lebih menghargai keputusannya. Apa yang membuatnya bahagia dan senang aku selalu mendukung." jawab Alex akhirnya.


"Iya betul sekali. Kita sebagai laki - laki ingin selalu melihat pasangannya senang bukan. Sangat baik dan bijak sekali Alex.. " ucap Henry takjub.


'ah dia hanya pencitraan, mana ada' batin Sersi menggerutu kembali.


"Oh iya, kemarin Dean bilang kamu suka menulis naskah di platform onlinekan. Dan kamu ingin mengajukan kontrak naskahmu, apa kau sudah siapkan filenya? Bisa ku lihat karya naskahmu?" tanya Henry selanjutnya. Teringat dia dengan istri sahabatnya ini memiliki tujuan dengan pertemuan ini.


"Oh i.. iya. Aku sudah menyiapkannya. Ini, naskahku." ucap Sersi kemudian menyodorkan naskahnya yang telah dia print kemarin malam.


Henry pun menerimanya, dan langsung membaca sekilas karya Sersi. Untuk menimbang - nimbang apakah karyanya ini layak untuk diterima atau tidak. Henry membaca keseluruhannya. Dan ternyata sangat bagus.


"Oke, naskahmu hanya perlu direvisi sedikit. Tidak begitu buruk, aku akan mengontrak naskahmu. Akan ku cetak naskah ini dalam bentuk buku, kamu siapkan sampul cover karyamu ini besok lewat e-mail ya. Naskah ini aku terima, dan jika sudah rampung nanti jika bukunya terjual ludes kamu juga akan mendapatkan royalti." Imbuhnya.


Sersi yang mendengarnya merasa tidak percaya, benarkah?


Secepat ini naskahnya bisa lolos, dan akhirnya mendapatkan kontrak untuk mendapatkan cuan.


"Pa.. pak Henry serius. Naskah saya diterima dan akan dikontrak?" tanya Sersi agak gugup.


"Ya benar. Kita akan bekerjasama, setelah naskah ini berhasil dikontrak. Tugasmu adalah setiap harinya harus selalu membuat karya novel setiap dua bulan sekali. Tidak boleh sampai deadline, selain mendapatkan royalti juga akan mendapatkan gajih sebagai penulis." imbuh Henry lagi.


Otomatis dengan penjelasan Henry yang seperti itu, membuat Sersi menganga dan berbinar.


'wah uangku akan bertambah banyak' batin Sersi kegirangan.


"Ya sama sama. Tapi sebaiknya kamu jangan panggil aku pak, aku dan Alex berteman jadi mungkin panggil nama saja. Cukup Henry saja." kata Henry.


"Ya sayang, jangan sungkan terhadap Henry. Supaya kita lebih akrab, benarkan Merida?" Tanya Alex pada istri dari sahabatnya itu.


"Iya Alex. Sersi kamu jangan kaku gitu yah, santai saja. " timpal Merida.


"Eh i.. iya terima kasih Henry dan Merida." Ucap Sersi kemudian.


"Papa, apakah papa masih lama? Aku sudah lapar, ayo kita beli burger yang big papa!" suara Kila terdengar lagi. Suara imutnya itu membuat keempat orang dewasa itu mengalihkan perhatiannya kepadanya yang sedang berada dikursi Henry bermain bonekanya.


"Iya sayang, kita sekarang pergi beli ya. Sebentar!" jawab Henry pada anak gadis kecilnya.


"Alex, Sersi. Maaf sekali aku tidak bisa berlama - lama mengobrol, karena Kila sudah merasa lapar. Dan untuk naskah ini nanti aku akan kirim file kontraknya melalui e-mail. Alex senang bertemu lagi denganmu, segeralah memiliki bayi." ucap Henry berpamitan.


"Iya. Sekali lagi terimakasih" ucap Sersi.


"Oke tidak apa - apa. Lagipula aku juga ada hal penting juga yang akan diurus tidak bisa berlama - lama, terimakasih sudah membantu istriku mewujudkan impiannya." Kata Alex.


"Yes. Its oke. Istrimu memang berbakat dalam hal menulis, dia akan menjadi penulis handal dan terkenal. Aku yakin, karyanya akan meledak. Lain waktu kita adakan makan malam bersama, kita sekarang memiliki keluarga. Saling bercengkrama mungkin akan sangat seru." tutur Henry.


"Yup. Oke, ide bagus. Hubungi aku jika kamu memiliki waktu luang, aku dan istriku tidak sesibuk dirimu Henry." Ujar Alex kemudian merangkul Sersi.


"Haha, ya ya nanti aku akan kabari kamu Alex. Oke, aku pergi dulu mengantar anakku makan. Maafkan aku kita hanya bisa berbincang sebentar."


"Its oke, Henry."


"Ayo sayang. Kita beli burger" kata Henry pada anak cantiknya yang lucu ini.


Kila kegirangan, dan sambil berjalan agak melompat - lompat dia menghampiri mamah dan papahnya. Kemudian Henry, Merida, Alex, dan Sersi keluar bersamaan dari sana.

__ADS_1


Henry dan istrinya pergi ke Mc'Donald untuk membelikan burger Kila, sedangkan Alex dan Sersi memutuskan kembali pulang ke apartemen.


***


[Bagaimana, apa kau sudah mendapatkannya?]


[Belum Nyonya. Target sedang bersama suaminya, juga beberapa pengawal yang siap siaga.]


[Aku tidak mau tahu, kau harus secepatnya lenyapkan perempuan itu. Kalau perlu, kubur dia hidup hidup!!]


[Yes Nyonya]


Jecky sang pembunuh bayaran itu, sedang berada didalam mobil jeep hitam tengah mengamati situasi dan sang target utama. Yang kini tengah berjalan masuk ke dalam mobil Maybach Hitam mewah. Dari kejauhan Jecky selalu mengikuti Sersi, dan mencari celah untuk menculik perempuan itu.


Setelah membalas pesan - pesan dari bosnya yaitu Ellea, Jecky melajukan mobil jeepnya. Berniat akan pulang terlebih dahulu, pengamatan hari ini cukup baginya. Dia akan pulang ke markas dan menyusun berbagai strategi penculikan yang rapih tanpa meninggalkan jejak. Dan mencari celah - celah yang memungkinkan untuk bisa masuk ke gedung apartemen yang ditinggali Sersi dan suaminya Alex.


Jecky pun pergi meninggalkan tempat itu, dan berniat akan pulang ke markas.


Sersi dan Alex kini tengah ada diperjalanan pulang, mereka saling diam dan sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Sersi sudah terbiasa dengan ini, dia tak hanya akan didiamkan mungkin malah diduakan atau ditinggalkan.


Resiko menjalani pernikahan kontrak. Dia tak bisa protes ataupun cemburu, karena didalam perjanjian tidak akan menggunakan perasaan selama menjalani ini semua.


Menyiksa memang?


Lantas bagaimana jika benih - benih cinta itu tumbuh diantara mereka berdua?


Bagaimana dengan nasib hati ini ketika sudah terlanjur nyaman denganmu?


Terkadang Sersi murung karena memikirkan hal itu semua.


Tak berapa lama kemudian..


Sersi dan Alex sampai diapartemen yang mereka tinggali, mereka langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam lift apartemen. Untuk pergi ke lantai 3 menuju apartemennya berada.


"Target, sudah masuk ke dalam apartemen. Awasi awasi jangan sampai lengah, kita akan mengamati situasi dulu." ucap Jecky pada anak buahnya lewat microphone.


"Siap siap, semua sudah berada diposisi masing - masing."


"Oke, jangan sampai mencurigakan." Kata Jecky kepada semua anak buahnya.


"Baik bos." Jawab anak buah serempak.


***


Selamat malam readers semua kesayangan author xue..


Luvv luvv sama peluk jauh..


Cukup segini dulu ya, kayaknya author kelelahan hehehe..


Gimana ya nasib Sersi kedepannya?


Berhasil diculik, dan dibunuh?


Atau diberikan perlindungan penuh oleh sang ketua mafia misterius yakni Alexander. Hmm penasaran gak? Penasaran. Tetap stay tune ceritanya on Mangatoon setiap hari.


Aku usahakan setiap hari, gaes!!


Gaskeunn deh, auto semangat authornya.


Jangan lupa tinggalkan jejak, dan dukungan buat Author.


Love you all gaes..


Salam sayang sejagat raya dari author untuk kalian..

__ADS_1


Dadaaaah..


__ADS_2