
Balroom Hotel Corinthia London..
Suasana riuh ramai orang yang sudah berlalu lalang disekitar hotel, mereka semua adalah para tamu undangan dari Alexander dan juga rekan - rekan bisnisnya. Semua orang saling menyapa, dan saling adu gaya busana yang mereka pakai. Semuanya terlihat mewah dan elegan, mereka menyesuaikan kostum mereka untuk mendatangi pesta pernikahan Tuan Alexander Rudwig.
Hati para wanita yang menyukai Alexander patah, mereka merasa kecewa karena idolanya sudah akan menikah. Karena mereka tahu, bahwa Alexander tidak memiliki kekasih saat ini. Tapi itu membuat para wanita fans Alex penasaran, hingga mereka menyamar menjadi tamu undangan di pesta pernikahannya karena ingin melihat siapa wanita yang telah memenangkan hati idola mereka itu.
Ditempat rias pengantin wanita, tepatnya diruang makeup Sersi sedang didandani oleh Emma langsung. Emma sang owner wedding planner, turun tangan kali ini untuk menangani pengantin istimewa yakni pasangan pengantin dari orang terkaya di London. Dengan memakai gaun yang membungkus tubuhnya dengan indah nan cantik, ditambah riasan wajah yang natural plus tatanan rambut yang bagus. Membuat Sersi terlihat sempurna.
Sersi memandangi dirinya di cermin, menatap lekat - lekat wajahnya. Sungguh ini membuatnya takjub, dia tak percaya dengan wajahnya sekarang. Dia terlihat begitu..
"Cantik sekali anda Nona, gaun ini sangat sempurna dipakai anda." Puji Emma pada Sersi.
"Terimakasih, kau sudah membantuku terlihat cantik."
"Ah tidak, Nona dasarnya memang sudah cantik. Saya hanya memperindah saja." timpal Emma memuji sekali lagi Sersi.
Sersi tersipu malu, dia sungguh tidak percaya dengan semua yang terjadi padanya. Jujur dia merasa sedikit bahagia, pernikahan ini membuatnya seperti wanita yang beruntung diratukan oleh pasangan. Karena semua pesta pernikahan, gaun dan semuanya dia menyukai ini semua. Ya walaupun dia sadar, bahwa ini hanyalah sementara dan sandiwara. Tapi hati kecilnya dia berharap semua ini akan menjadi nyata terjadi di dalam kehidupannya ataupun di masa mendatang dengan seseorang yang benar-benar menjadi jodohnya.
Suara seorang wanita memecahkan lamunan Sersi, menyuruh untuk segera turun karena akad nikah akan segera dimulai.
"Sersi, ayo kamu harus segera turun. Akad nikah akan segera dimulai. Sudah selesaikan?."
"Iya, aku sudah selesai. Iya iya tunggu sebentar." jawab Sersi.
"Mari Nona saya bantu," tawar Emma.
Emma pun membantu Sersi memegangi buntut gaun yang memanjang ke belakang. Sersi dengan jantung yang berdegup kencang, berjalan menuju ke lantai bawah sambil memegang buket bunga kecil ditangannya. Perlahan Sersi berjalan menuju ballroom hotel menuju tempat altar yang akan berlangsungnya akad pernikahan dirinya dan pria itu. Alexander.
"Aku deg deg'an Cin!" ucap Sersi pada Cindy. Tangannya berkeringat saking gugupnya.
"Semua yang akan menikah pasti akan gugup sepertimu, tapi jangan gugup ya Ser! Semuanya akan berjalan lancar, ayo kamu bisa!" ucap Cindy menenangkan sahabatnya ini dari kegugupannya.
Sersi terus berjalan dengan anggun, dia menghampiri tempat berlangsungnya akad didampingi oleh Cindy seorang karena hanya dialah yang Sersi anggap keluarga. Setelah keluarganya telah tiada.
Terlihat Alex sudah berdiri dengan pendeta disana, sedang menunggu kedatangannya. Kedatangan Sersi ke hadapannya, semua orang menoleh ke Sersi ketika dia berhasil mencapai lantai yang beralaskan karpet merah. Mengarahkan dirinya ke tempat pria itu berada, yang tak lain adalah beberapa menit kemudian akan menjadi suami sahnya.
Alex yang memakai setelah jas senada, dan rapih juga mewah. Menambah kesan tampan dan wibawa miliuner alias miliyarder. Tatapannya terus terpaku kepada Sersi yang sedang berjalan ke arahnya, dia sangat terkagum melihat kecantikan Sersi yang sangat sempurna. Kulitnya seputih susu, ditambah riasan tipis membuatnya terlihat menggoda.
'Dia cantik sekali. Aku tak menyangka dia akan bisa secantik itu' batin Alex bersuara.
Perlahan Sersi mulai mendekat ke Alexander, menghampiri sang calon suami dan pendeta yang akan menikahkan mereka hari ini. Gaun yang cantik nan mewah, elegan namun sederhana ditambah wajah Sersi yang cantik jelita semakin membuat Alex terpana dan orang lain pun sama. Kagum terhadap sang pengantin wanita yang cantiknya bak artis papan atas, sungguh tidak ada yang menyangka. Bahwa Sersi bisa berubah sedemikian rupa.
Dan ini membuat sesuatu yang ada didiri Alex bergejolak..
Sersi sampai di hadapan Alex, Alex pun mengulurkan tangan untuk membantu Sersi naik ke altar dan dia pun naik dengan malu - malu. Jantung yang masih berdegup kencang serta perasaan yang tak karuan, membuat Sersi tidak berani menatap semua para tamu undangan yang teramat sangat banyak dan tidak begitu Sersi ketahui orang orang disini. Pandangannya hanya jatuh pada pria itu, Alexander Rudwig yang akan menikah dengannya.
Setelan jasnya yang senada dengan gaunnya, warna hitam pekat terlihat berkelas dan mewah. Sersi menebak harga jas itu pasti sangat mahal, hingga dia tak sanggup membayangkan berapa digit yang Alex keluarkan untuk semua ini.
"Apa kalian sudah siap melakukan akad pernikahan?" tanya sang pendeta pada Sersi dan Alex.
"Ya kami siap" jawab serempak Sersi dan Alex berbarengan. Mereka saling lirik satu sama lain, tidak berniat untuk menjawab barengan tapi..
__ADS_1
"Baiklah, akan saya mulai akad pernikahan kalian. Bersiaplah."
Pendeta pun mulai maju ke depan dan membawa kitabnya ditangannya. Kemudian tangan kedua mempelai pengantin ditaruh diatas kitab dan mereka pun akan segera mengucapkan janji pernikahan.
"Baiklah, saya akan mulai menikahkan anda berdua. Dimulai dari anda dulu Tuan, ikuti apa yang saya ucapkan." Kata Pendeta itu memberitahu Alex yang tatapannya lurus menatap Sersi.
"Baik pak pendeta." jawab Alex serius.
"Di hadapan imam dan para saksi anda Tuan Alexander menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Sersi Villhauc yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi istri anda. Anda berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan anda mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji anda demi Allah dan Injil suci ini." ucap Pendeta menyuruh Alex untuk mengucap kembali janji yang telah diberitahu oleh pendeta.
"Di hadapan imam dan para saksi saya Alexander Rudwig menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Sersi Villhauc yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini." janji Alex berhasil mengatakannya dengan baik.
"Nona, giliran anda mengucap janji." pendeta melihat ke arah Sersi yang sepertinya sedang gugup.
Sersi mempersiapkan diri untuk mengucapkan janji suci itu, hingga dia menarik napas panjang dan..
"Dihadapan para imam dan para saksi saya Sersi Villhauc menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa Alexander Rudwig yang hadir disini mulai sekarang ini menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup.
Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini." ucap janji suci berhasil dikatakan dengan lancar oleh Sersi.
"Selamat kalian berdua telah sah menjadi sepasang suami dan istri, silahkan sesi saling memakaikan cincin pernikahan." kata pendeta.
Alexander pun merogoh saku jasnya, dan mengeluarkan kotak merah kecil dan dibukanya. Dua buah cincin berlian putih mengkilap itu, diserahkan terlebih dahulu kepada pendeta untuk didoakan.
“Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga, dengan mengasihi pasangan tanpa awal, juga tanpa akhir.“ ucap sang pendeta lalu memberikan masing masing cincin ke kedua mempelai pengantin.
Alexander yang terlebih dahulu memasangkan cincin ke jari manis Sersi.
“Sersi Villhauc cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku.” ucap Alexander sambil memasangkan cincin berlian itu, dan kini giliran Sersi untuk memasangkan cincin itu ke tangan suaminya.
“Hiduplah menurut janjimu, hayatilah tugas dan tanggung jawabmu dan terimalah berkat Tuhan:
Allah, Bapa Tuhan Yesus Kristus yang telah memanggil dan mempersatukan kamu dalam perkawinan ini, akan memberkati kamu dan memenuhi rumah tanggamu dengan kasih karunia Roh Kudus; supaya dalam iman, pengharapan dan kasih, kamu hidup suci dan bahagia selama-Iamanya.” doa sang pendeta menutup akad janji suci yang khidmat ini.
Alexander pun pertama kalinya mencium bibir sang istri setelah sah, dia mendekatkan dirinya kepada Sersi dan 'cup' bibir mereka saling bertemu menyalurkan gelenyar aneh yang pertama kali Sersi rasakan seumur hidupnya. Dan Alex..
Sorak sorai para tamu undangan bertepuk tangan ketika Sersi dan Alex melakukan ciuman pertamanya diatas altar, mereka ikut merasakan kebahagiaan. Pernikahan yang terasa khidmat nan suci ini membuat mereka terhanyut dan terharu. Terlebih lagi para fans tersembunyi Alex mereka ada yang senang dan ada juga yang membenci Sersi karena menurut mereka wanita itu tidak sebanding dengan status yang disandang sang CEO AR Group itu.
Setelah acara pengucapan janji selesai, Alexander dan Sersi bersalaman dengan para tamu undangan. Mereka banyak mendapatkan kado dan ucapan selamat. Sersi yang kini terlarut dalam suasana bahagia, seketika terlupa bahwa ini hanyalah awal dari pernikahan sandiwaranya. Besok dan seterusnya dia tidak tahu, setelahnya nasibnya akan seperti apa.
Terlihat dari kejauhan Amelia dan calon suaminya Mark mendekat ke arah Sersi untuk mengucapkan selamat. Amelia sebenarnya rada kaget, ketika dia tahu bahwa Sersi menikah dengan Alexander yang tak lain adalah atasan mereka sendiri. Karena Alexander CEO di AR Group.
"Sersii!! Selamat ya sayangku, kamu sangat beruntung sekali." ucap Amelia kepada sahabatnya ini ketika mereka berhasil bertemu.
"Terimakasih dan Mark sudah mau datang, silahkan nikmati makanan dan minuman disini ya." kata Sersi memasang senyuman termanisnya.
"Iyaa, aku akan menikmatinya. Pak Alex selamat atas pernikahannya. Saya turut berbahagia." ucap Amelia pada atasannya.
"Terimakasih." Jawab Alex singkat saja.
Amelia dan Mark pun meninggalkan mereka dan mulai berbaur dengan para tamu undangan yang lain. Acara pesta pernikahan yang sempurna dan mewah ini, semakin ramai semakin bertambahnya hari yang semakin siang. Hingga acara pun selesai menjelang sore hari.
__ADS_1
*******
Sersi dan Alex kini sedang berada dalam Limousine hitam, akan pulang ke apartemen Alex karena acara mereka telah usai. Clark memasukkan kado kado pernikahan ke dalam bagasi, dan sebagian ke mobil lain untuk diangkut. Karena kado terlampau banyak dan bagasi Limousine sudah penuh.
Selesai memindahkan barang - barang, Clark pun masuk ke dalam kemudi.
"Maaf Tuan, maaf Nyonya membuat anda menunggu.".
"Iya tidak apa apa Clark." Sersi yang menjawab..
Clark pun mengangguk, dan mulai melajukan mobil Limousine itu ke apartemen Alex. Setelah pernikahan selesai, Sersi akan terus tinggal di apartemen Alex.
Selama diperjalanan tidak ada obrolan ataupun gurauan, hanya saling terdiam dan sibuk dengan dunianya sendiri. Tidak ada kata - kata kebahagiaan yang mereka utarakan setelah pernikahan mereka terlaksana, hanya keheningan yang ada.
Ini membuat kebahagiaan Sersi seketika sirna, digantikan dengan kembalinya kesadaran dia ke dunia nyata. Bahwa ini adalah pernikahan yang bukan sungguhan, namun hanya kontrak yang sebentar lagi akan dia perani seterusnya. Karena tujuannya hanyalah sandiwara belaka.
Membuat hatinya tertohok dengan kenyataan yang ada, tapi dia tak bisa berbuat apa apa semuanya telah terjadi dan dia mau tidak mau harus siap menghadapi segala konsekuensi dan resiko atas tindakan yang dia ambil.
Satu jam kemudian, mereka sampai di apartemen. Alex keluar lebih dahulu diikuti Sersi dibelakang, kemudian mereka meninggalkan Clark dan naik ke apartemen Alex.
Alex menggesekkan kartu kunci apartemen mereka, dan pintu pun terbuka. Mereka masuk dan segera menuju kamar, ingin mandi dan tidur. Hari ini terasa lelah bagi mereka berdua, karena seharian bersandiwara dan memasang ekspresi palsu yang tidak sejalan dengan hatinya. Ya walaupun Alex merasakan sesuatu, tapi dia tidak mau berspekulasi.
"Aku akan mandi disini, kamu pakai kamar mandi yang satunya.." ucap Alex ketika mereka masuk bersamaan ke dalam kamar utama. Yaitu kamar Alex.
"Iya." jawab Sersi singkat. Dia pun keluar kembali dari sana, dan menuju kamar satunya untuk melakukan mandi juga. Badannya lengket juga dia butuh ketenangan.
Mungkin malam ini Sersi butuh berendam di air hangat untuk menenangkan pikiran dan badannya yang lelah. Hari ini begitu menguras semuanya pikiran juga tenaga. Sersi pikir berendam air hangat dimalam hari dengan aroma terapi bunga mawar mungkin akan membuatnya sedikit relaks dan melupakan sejenak permasalahannya.
___________
Selamat malam para readers semua, maafkan author yang pemula ini jika ceritanya masih belibet ya ..
Maklum cuman belajar otodidak aja hehehe..
Tapi ngomong-ngomong nih, ada yang penasaran gak gimana hubungan mereka ke depannya, author kasih bocoran ya..
Ke depannya jangan bosen baca wanita tangguhku ini ya, karena ke depannya hidup Alex dan Sersi tidak semulus yang mereka kira loh.
Nah penasaran gak? Penasaran gak?
Huhuhu, tunggu selalu update'annya ya.
Dan mohon maaf juga, gak bisa update tiap hari. Aku masih punya bayi usia 6 bulan, jadi masih repot gimana gitu..
Follow sosial media author ya di..
Instagram : @xuelishan
Facebook : Xue (masih bisa nambah pertemanan)
Holla, sampai bertemu di episod selanjutnya..
__ADS_1
Author masih pilih pilih, siapa visual yang ccok buat pemeran utama dan pendukung sabar ya ..
Nanti ekeu post di feed instagram kalo udh ada yang srek, pamit undur diri. 🙏🙏