
'Ya Tuhan. Terimakasih kau sudah memberiku kesempatan hidup, dan dia menyelamatku' batin Sersi bersyukur.
Namun, pusing melanda kepalanya. Sersi merasakan sakit diseluruh area kepalanya, akibat pukulan yang dilakukan oleh Jecky barusan ketika dia menjambak rambutnya.
Perlahan, rasa sakit itu menyiksa dirinya. Dan membuat Sersi merasa semuanya menjadi gelap.
***
Setelah Jecky menerima pukulan terus menerus dari Alexander, dia merasa disekujur tubuhnya merasakan sakit yang membuatnya meringis. Kini dia jatuh tersungkur di bawah dengan keadaan babak belur, karena Alexander tidak memberikan kesempatan untuk dirinya melawan. Hingga dia menjadi seperti ini, penuh darah dan lebam lebam.
Gubrak..
"Hey! Bedebah sialan, kau jangan berani menyentuh istriku walaupun seujung kuku. Berani kau mengusik dia lagi? Akan ku hancurkan dirimu dan kelompokmu tanpa sisa!!" teriak Alexander marah besar.
Jecky yang mendengar sepatah kata 'istriku?' merasa heran dan kaget. Benarkah itu?
Kalau iya dia akan berada dalam masalah besar. Tapi perempuan ini bilang tadi pada Ellea, bahwa dia bukan istri sungguhannya.
Hawa hangat terasa dari hidungnya, darah segar keluar dari hidung Jecky akibat pukulan dan serangan Alexander tadi yang sempat membabi buta.
"Tu.. tunggu dulu!" ucap Jecky mengelap darah dihidungnya, dan memegangi perutnya menahan sakit.
"Mau apa lagi kau bedebah!! Kau sudah menyiksa istriku, lihat! Dia penuh luka dan lebam, kau seperti itu pada perempuan hah!! Kau sudah apakan dia, brengsek!??" satu pukulan telak kembali dilayangkan oleh Alexander. Membuat Jecky terjungkal menahan nyeri.
Namun karena Jecky memiliki badan yang agak besar, dan manusia berdarah dingin yang kadang suka memakan daging korbannya itu. Masih begitu kuat, tidak sampai tumbang total dia masih kuat untuk bertahan dan berdiri mengimbangi Alex. Dia tersenyum menyeringai ke arah Alex.
"Kau ingin mengambil wanita ini dariku. Hahahaha, dia ini mainanku. Akan ku sayat dan potong dengan indah bagian tubuhnya yang cantik!" ucap Jecky walaupun darah sudah mengucur dihidung dan kepala akibat terbentur tembok.
"Sialan!!" umpat Alex.
Dan Jecky mulai membalas pukulan Alex, dia melakukan perlawanan. Mereka pun berkelahi dengan sengit, saling adu jotos dengan dipenuhi emosi yang besar baik itu Alex maupun Jecky.
Juga para anak buah Jecky yang juga saling berkelahi dengan pasukan Alexander yang ikut sore ini. Mereka masih belum sadar dengan kondisi Sersi yang sudah terkulai pingsan, karena dia masih terikat kuat dikursinya.
"Kau manusia biadab Jecky!" ucap Alexander pada Jecky yang memasang wajah meremehkan.
"Hahahaha. Apa kau bilang? Aku biadab! Lantas apa bedanya kita? Kita sama bergelut didunia hitam dan golongan mafia, we are what!!" ucap dia dengan tawa yang menyebalkan itu membuat Alexander naik pitam.
"Aku tak seperti dirimu yang kelewat kejam Jeck! Aku hanya menghajar orang yang menjadi musuh dan mencelakakan usaha juga keluargaku. Tidak seperti dirimu yang membunuh sembarang orang demi uang!"
"KAU MEMANG HARUS MATI!" Ucap Alexander akhirnya.
Alexander mengambil pistolnya dari gesper celana, dan dia sudah siap menarik pelatuk untuk menghunuskan peluru tepat ke tengah kepala Jecky. Si manusia kejam itu.
Namun sedetik sebelum tangannya berhasil menarik pelatuk, Pierro yang terengah-engah karena habis menghajar anak buah Jecky tadi, menghampiri tuannya Alex yang akan membunuh Jecky.
"Tuan, jangan dulu bunuh dia." ucap Pierro teriak dari kejauhan karena melihat dia akan menembak Jecky dengan pistolnya.
Alex menoleh kepada Pierro dengan tatapan yang mengerikan, mata merah dan wajah yang kejam terpancar jelas.
"Dia harus mati! Dia sudah mensiksa Sersi dengan sangat parah, dia harus merasakan kepedihannya secara setimpal!" Kata Alexander.
"Jangan dulu tuan! Dia masih berguna bagi kita, dia bisa kita jadikan umpan untuk mengumpulkan semua anak buah The WolfStight. Dan memperbanyak pasukan kita Tuan." ujar Pierro.
Alex terdiam sejenak, ada benarnya juga. Ini akan membuat pasukan dan kekuatannya bertambah jika pasukan dia dan The WolfStight digabungkan.
"Tangkap dia, ikat, borgol dan sekap dia diruang bawah tanah di markas kita. Cepat! Sebelum aku berubah pikiran." ucap Alex mengurungkan niatnya untuk menembak Jecky.
Pierro pun segera meringkus Jecky yang sudah babak belur, dan penuh dengan luka. Dan membawanya ke dalam mobil, setelah berhasil diikat kuat.
"Sersi.." ucap Alex ketika baru saja sadar melihat keadaan Sersi yang sungguh memprihatinkan.
Dia segera berlari ke arah Sersi yang masih dalam keadaan terikat. Alex segera membuka ikatan di kaki dan tangan Sersi, dan ia langsung membopongnya keluar dari ruangan itu. Membawanya ke dalam mobilnya.
"Sersi, maafkan aku! Maafkan aku yang telat menolongmu." ucap Alex pada Sersi yang kini kepalanya berada dipangkuannya.
Namun tidak ada jawaban apapun dari Sersi satu patah kata pun, karena dia hanya terpejam masih dalam keadaan pingsan. Kepalanya terasa berat, dan nyeri disekujur tubuhnya membuatnya menjadi kehilangan kesadaran.
Dan Alex, hatinya kini tak karuan. Khawatir akan keadaan istrinya yang juga tidak kunjung membuka matanya, dan melihat kulitnya yang merah - merah seperti luka cambuk itu menyayat hatinya. Pasti ini berkat lelaki keparat itu. Sersi menjadi menderita seperti ini.
"Samuel, cepat pergi ke rumah sakit! Istriku butuh pertolongan, keadaannya lemah." ucap Alex pada Samuel.
"Ya Tuan," Samuel pun tancap gas pol ngebut menuju rumah sakit.
Alex terus menggenggam tangan Sersi dengan erat, entah kenapa dirinya melihat Sersi seperti ini sangat sedih. Dirinya merasa merasakan kepedihan yang sama, dia merasa bersalah telah meninggalkannya begitu saja kemarin tanpa penjagaan ketat.
Alex terus mengelus kepala Sersi dengan lembut penuh kasih sayang, mulai saat ini dia berjanji pada dirinya akan selalu menjaga wanita ini istrinya dengan sepenuh jiwa raganya. Karana kini Alex menyadari, hatinya telah mencintai Sersi Vilhauc.
***
__ADS_1
Mobil Alexander sampai ke pelataran rumah sakit, Samuel keluar lebih dulu dari mobil dan masuk ke dalam untuk meminta ranjang dorong untuk membawa Sersi yang masih terkulai lemas.
Tak lama kemudian para petugas datang dengan membawa ranjang dorong, Sersi pun diangkut dipindahkan ke ranjang dorong lalu segera dibawa ke dalam ruangan ICU.
Alex berlari mensejajari langkah para petugas yang mendorong ranjang ke ruang ICU, sampai Alex berada dibatas pintu ruangan ICU dia ditahan oleh petugas untuk tidak ikut masuk.
Alex pun duduk diruang tunggu, dengan gelisah. Pandangannya tertunduk, dan tangannya menutupi seluruh wajahnya. Dia serasa frustasi, takut ada apa apa dengan Sersi. Namun dia berdoa di dalam hati semoga Sersi tidak apa - apa dan akan sembuh secepatnya.
30 menit kemudian...
"Keadaannya bagaimana dokter david?" tanya Alex ketika Sersi sudah dipindahkan ke kamar rawat inap.
"Nona Sersi ini sepertinya dehidrasi, dan kekurangan karbohidrat. Mungkin selama satu atau dua hari nona ini tidak makan, dan lebam ditubuhnya sangat banyak. Dan Nona Sersi mengalami trauma yang teramat sangat mengguncang pikiran dan jiwanya Tuan Alex." tutur dokter david.
'mereka benar - benar biadab!' dalam batin Alex menggeram.
"Apa trauma dia bisa disembuhkan dokter david?"
"Trauma ini mungkin saja bisa disembuhkan, tapi membutuhkan waktu yang sulit diprediksi. Jadi anda harus membantu dalam penyembuhan traumanya, dengan sabar. Keterlibatan suami dan keluarga terdekat menjadi peran utama dalam membantu rasa trauma seseorang." ujar dokter david.
"Aku harus bagaimana dokter david? Istriku, tidak sampai gangguan jiwa kan? Karena aku takut dia disiksa begitu kejam dan dilecehkan disana. Melihat keadaannya tadi, aku jadi takut."
"Nona Sersi tidak sampai mengalami gangguan jiwa Tuan. Nona hanya mengalami traumatis atas peristiwa yang dialaminya, untuk itu dokter Aubel sudah melakukan pemeriksaan terhadap Nona secara meluruh. Masih menunggu hasil pemeriksaan, mungkin sebentar lagi akan selesai."
Ketika dokter david sedang mengobrol serius dengan Alex yang membahas tentang penyembuhan seseorang yang mengalami traumatis, dokter Aubel masuk ke ruangan kamar Sersi dengan membawa amplop putih hasil pemeriksaan menyeluruh Sersi termasuk pemeriksaan alat kelamin.
"Dokter david, hasil pemeriksaan sudah keluar." ucap dokter aubel pada dokter david.
"Selamat malam Tuan, semoga anda bersabar dengan kondisi istri anda ya. Peran anda sangat penting untuk kesembuhan Nona Sersi, dan hasil pemeriksaan semuanya baik - baik saja." ucap dokter Aubel.
"Iya dokter, terimakasih atas kepedulian anda." jawab Alex.
"Baik, saya pamit pergi dokter david. Tuan Alex, selamat malam" ucap dokter Aubel kemudian pergi dari ruangan itu.
Dokter david pun membuka amplop putih itu dan membacanya, kemudian menyerahkan satu lembar kertas itu kepada Alexander.
"Ini tuan, hasil pemeriksaan Nona. Bisa anda lihat sendiri." sambil menyodorkan selembar kertas itu pada Alex. Dan Alex menerimanya kemudian dia baca sedetail mungkin.
'Istriku masih utuh, dia tidak sampai mengalami pelecehan. Syukurlah!' batin Alex mengucapkan rasa syukur.
"Terimakasih dokter david,"
"Iya dok, selamat malam."
Sepeninggal dokter david, Alex pun menelepon Samuel agar masuk ke dalam ruangan kamar inap. Ada sesuatu hal, yang harus Alex lakukan malam ini. Dia harus tahu, siapa dalang dari semua ini.
"Samuel, jemput Li Xuan diapartemenku. Suruh dia untuk menjaga istriku disini, dan tambah beberapa anak buah lainnya. Tambah penjagaan seketat mungkin, suruh Pierro juga jaga disini. Kau Samuel, antar aku ke tempat dimana Jecky disekap malam ini."
"Baik Tuan, saya akan menghubungi mereka lewat telepon saja. Kita menunggu mereka datang dulu, baru Tuan akan saya antarkan ke basement markas." ujar Samuel.
"Ya sudah, cepat suruh mereka kesini!" ucap Alex.
"Baik Tuan." jawab Samuel.
Satu jam kemudian..
"Kamu Li Xuan, jaga di dalam sini pantau keadaan Sersi. Kalau dia bangun kamu temani dia dulu sampai aku pulang, dan kamu Pierro kamu jaga diluar. Jaga dengan benar jangan sampai kecolongan seperti sebelumnya, perhatikan orang sekitar dan curigai kalau gelagatnya mencurigakan paham! Ada hal penting yang harus aku urus,"
"Baik siap, Tuan. Kami akan menjaga Nona Sersi dengan baik." jawab berbarengan antara Pierro dan Li Xuan.
"Oke, jaga baik - baik istriku. Samuel! Ayo antarkan aku kesana!" ujar Alex.
••••
Samuel memasuki rumah berdiameter kecil, juga Alex yang ikut masuk ke dalam rumah kecil namun cantik ini. Samuel melangkahkan kakinya menuju lukisan besar, yang bergambar dua naga hitam saling melilit. Lalu dia menggeserkan lukisan besar itu, yang ternyata dibaliknya ada pintu rahasia menuju basement..
Dan rumah ini adalah, rumah yang dibeli Alexander satu tahun lalu dari seorang kakek tua. Lalu rumah ini dijadikan markas oleh Alex dan dijadikan tempat penyekapan teraman karena jauh dari pemukiman. Letaknya yang berjauhan dengan rumah lain, membuat rumah ini aman dari segala hal. Termasuk ketika Alex membunuh para musuhnya disini.
Mereka pun masuk ke dalam pintu rahasia itu, menuruni tangga yang semakin ke bawah. Ruangan redup yang hanya dibantu dengan penerangan lampu kuning itu menunjukkan suasana yang seram, gelap, dan pengab.
Dan sampailah mereka dimana tempat Jecku disekap. Alex yang melihat manusia biadab itu tengah terduduk ditanah, langsung masuk ke dalam kurungan dan mengangkat bajunya hingga terangkat keatas. Emosi masih memenuhi diri Alex, ketika dia melihat Jecky.
Perbuatannya terhadap Sersi, membuatnya marah.
"Hei bajingan! Aku tidak akan berbasa basi pada manusia sepertimu, sekarang bilang padaku. Siapa yang menyuruhmu untuk menculik Sersi!! Jawab!!" Teriak Alex pada Jecky yang tengah diangkatnya.
Jecky tidak langsung menjawab, hanya tersenyum meremehkan.
"Hei, aku berbicara padamu! Jawab bedebah sialan!! Tahu darimana dan disuruh siapa kau melakukan ini semua terhadap istriku hah!!!?" Teriak Alex lagi.
__ADS_1
"Haha, apa urusanmu jika aku beritahu klienku siapa hah? Apa keuntungannya bagimu.." jawab menyebalkan Jecky.
"Tentu urusanku! Siapa saja yang berani mencelakakan istriku akan berhadapan denganku! Jawab sekarang juga, siapa??!!" teriak geram Alex lalu menghempaskan cengkraman tangannya pada Jecky hingga membuat Jecky terpental jatuh ke bawah.
"Cepat katakan!".
"Teriak sesukamu, aku tidak mau memberitahu apapun. Tidak ada untungnya bagiku juga." jawabnya enteng watados. Wajah tanpa dosa.
Alex mengepalkan tangannya, dia menggeram marah. Karena Jecky sangat menyebalkan dan tak mau berbicara, tentang siapa yang menyuruhnya. Mungkin Alex memang harus melakukan hal itu lagi, agar keparat ini mau bicara.
"Samuel, bawa peralatanku!"
"Iya Tuan, saya bawakan sebentar!"
"Silahkan Tuan!" Samuel menyerahkan kotak berukuran sedang ke hadapan Alexander.
Alex membuka kotak itu dan mengambil alat tang dan palu. Dia akan melakukan hal ini lagi agar dia buka suara tentang klien yang menyuruhnya menculik Sersi.
"Samuel, ikat dia dan gantung. Aku akan memberikannya sesuatu yang tidak akan pernah dia lupa dan membekas. Ayo cepat!" ujar Alex.
Samuel pun menuruti perintah Alex, dia segera menghampiri Jecky dan mengikatnya ke atas. Tangannya yang diikatkan keatas membuat posisi Jecky seperti tergantung.
Selesai Jecky tergantung, Alex menyuruh Samuel pergi dari dalam sini. Dan dia mendekati Jecky.
"Aku akan memulai dari kakimu dulu, sepertinya kau tipikal orang yang tidak akan berbicara jika tidak disiksa. Ini salahmu, yang memilih bungkam." kata Alex.
Jecky pun melotot ketika melihat tang dan beberapa alat lainnya, dia tahu itu alat untuk mencabut satu persatu kukunya. Tidak mungkin, apa Alex akan berbuat seperti yang dia bayangkan. Dan benar saja...
"Akkkkh... Akkkkh..." teriak Jecky menggema memenuhi isi ruangan.
"Hentikan!! Jangan cabut kukuku, sakit!! Jangan Alex, sakit. Akkkkkh!!"
"Teriak sesukamu! Biarlah kau merasakan apa yang istriku rasakan bedebah, satu kuku ini bahkan tidak bisa menebus kesalahanmu!!" ucap Alex dengan bangga menunjukkan kuku Jecky yang berhasil dia cabut dari jarinya.
Jecky terkulai lemas dengan posisi tangan terikat dan tergantung, jari kakinya yang tadi dicabut kukunya mengucurkan darah segar dari sana. Merah darah mulai mewarnai lantai tanah.
"Sudah! Hentikan, jangan cabut kukuku lagi. Sakitnya tidak bisa ku tahan, hentikan! Tolong aku tidak kuat menahannya! Ini perih dan sakit sekali." mohon Jecky pada Alex.
"Aku akan bilang siapa orang yang menjadi klienku. Tolong jangan cabut lagi kuku jariku!! Cukup!" ucap Jecky memohon lagi, ketika dia melihat Alex akan mencabut lagi kuku jarinya.
Alex yang melihat gelagat Jecky dan mendengar permohonannya, dia pun menghentikan aksinya yang akan kembali mencabut kuku Jecky.
"Oke, katakan sekarang! Siapa orang itu!" teriak Alex.
"Wanita itu bernama Ellea. Dia yang menyuruhku, untuk menculik dan menyiksa wanita itu. Bahkan dia menyuruhku untuk menguburnya hidup hidup! Aku bicara benar , tolong aku masih ingin hidup." ujar Jecky.
Degh..
Alex mendengar kembali nama yang membuatnya sakit hati beberapa tahun ke belakang, dan kini nama itu membuat ulah lagi dimasa kini. Ternyata Ellea yang membahayakan keadaan Sersi yang notabenenya orang asing dan baru. Sersi tidak bersalah disini, karena dia tidak mengetahui hubungan dan masa lalunya dengan Ellea.
'Ellea. Kau wanita keparat! Beraninya dia berbuat semacam itu!' batin Alex bergemuruh.
Dia pun menyimpan kembali tang yang berlumuran darah ke kotak, lalu pergi begitu saja dari sana. Meninggalkan Jecky yang lemas karena tadi menahan sakit yang luar biasa, bayangkan saja kuku ditarik paksa Sari jarimu bagaimana rasanya?
Alex segera pergi kesana, dan menuju ke rumah sakit kembali. Malam ini dia akan ikut menjaga Sersi dirumah sakit, dia tak ingin lengah kali ini.
'Kau yang telah merusak semuanya, namun nyatanya kau terlalu naif Ellea. Maafkan aku, aku harus membuat perhitungan denganmu!' . Batinnya bertekad.
****
Malam gaes reader..
Author hadir kembali bawa lanjutan kisah Alex, nah gimana ya? Ellea maennya kurang rapih, jadi gitu ketahuan.
Simak terus kisahnya ya, perang akan makin terjadi karena alasan yang datang dari Alex. Akankah ini membuat Sersi selalu berada dalam bahaya?
Hmmm..
Dadah, author pamit.
Semoga sehat selalu, salam sejahtera sejagat raya..
Luvvvv
Instagram : @xue_ssl
Facebook : Xue
Tiktok : @xueshishan
__ADS_1