Ternyata Suamiku Luar Biasa

Ternyata Suamiku Luar Biasa
Bab 13 Tentang Ayana


__ADS_3

Kini Rania berada di ruang tengah bersama dengan suaminya yang sedang menonton acara televisi sambil menikmati kue dan kopi.


"Dari mana kamu Raf?" tanya Rania ketika melihat Rafael berjalan melewati ruang tengah.


Rafael menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mamanya sambil berkata,


"Dari kamar Ayana Ma, laptopnya rusak. Rafa mau ke kamar benerin laptopnya Ayana dulu."


Setelah itu Rafael bergegas menuju kamarnya tanpa menunggu mamanya menanggapi perkataannya.


Rania hanya menatap heran pada putranya. Kemudian dia berkata,


"Pa, itu anak Papa sebenarnya sukanya sama siapa sih? Sama si perempuan yang Mama gak suka itu apa sama Ayana? Kalau Mama setuju banget sama Ayana. Kalau Papa bagaimana? Papa setujunya Rafael sama siapa?"


Antonio terkekeh mendengar pertanyaan yang diajukan istrinya tentang anak mereka padanya. Diraihnya tubuh istrinya dan disandarkan padanya. Kemudian dia berkata,


"Papa juga setuju dengan pilihan Mama. Karena Papa tau jika Mama pasti tidak akan asal pilih untuk anak kita."


Rania tersenyum senang mendengar jawaban yang diberikan suaminya. Dalam hatinya dia berkali-kali mengucap syukur karena bersuamikan seorang Antonio Atmaja yang selalu bisa mengerti istrinya dan selalu mengutamakan keluarganya.


Di dalam kamarnya, Rafael memeriksa laptop milik Ayana yang dibawanya tadi. Dia merasa bertanggung jawab pada laptop tersebut. Karena ulahnya lah laptop tersebut tidak bisa dinyalakan kembali.


Rafael teringat akan temannya yang ahli dalam bidang IT. Segera dihubungi temannya itu. Dan dia menjelaskan apa yang terjadi.


"Semoga petunjuk dari Juno tadi bisa benar-benar berguna," ucap Rafael sambil membuka laptop tersebut.


Setelah beberapa saat dia mengutak-atiknya, dia mencoba Kembali untuk menyalakan laptop tersebut.


"Untung dulu aku pernah belajar dari Juno. Masalah kayak gini aja no problem," ucap Rafael sambil berusaha menyalakan kembali laptop tersebut.


Mata Rafael berbinar ketika melihat laptop tersebut menyala. Dia bangga pada dirinya sendiri yang bisa membuat laptop Ayana kembali menyala.


Sesaat kemudian dia terperangah melihat gambar yang terdapat pada layar laptop tersebut. Mata Rafael terperangah melihat foto Ayana yang dijadikan sebagai wallpaper pada layar laptopnya.

__ADS_1


Wajah cantik Ayana dengan bulu mata lentik yang sedang tersenyum sehingga memperlihatkan kedua lesung pipinya membuat Rafael benar-benar terpanah melihatnya.


Beberapa menit berikutnya dia tersadar. Rafael membuka seluruh isi dari file laptop tersebut. Dan dia memperhatikan satu per satu foto dari Ayana. Lagi-lagi dia terpanah melihat kecantikan alami dari istrinya


Tanpa sadar, Rafael menyimpan foto-foto Ayana ke dalam flashdisk miliknya. Entah apa yang dipikirkannya, dia hanya melakukannya tanpa sadar.


Setelah itu dia membuka apa saja yang telah dikerjakan oleh Ayana. Bahkan kini Rafael sedang mengakses media sosial milik Ayana.


“Ternyata dia benar-benar bekerja keras di sana,” ucap Rafael ketika melihat foto Ayana yang sedang bekerja di toko bakery.


Beberapa foto lainnya juga memperlihatkan tempat kerja Ayana yang lainnya. Dia bekerja di sebuah café yang kebanyakan didatangi oleh kalangan anak muda.


Senyum Ayana terlihat sangat senang dalam foto tersebut. Dan beberapa foto lainnya memperlihatkan Ayana dengan teman-teman sekolahnya.


Namun, ada foto yang membuat Rafael menjadi kesal. Ayana berfoto bersama dengan seorang laki-laki dan tertulis di sana pada saat malam perpisahan kelulusan mereka.


Sebenarnya bukan hanya laki-laki itu saja yang ada dalam foto tersebut. Hanya saja mereka semua ingin berfoto bergantian bersama dengan Ayana yang diketahui oleh semua temannya akan pergi berkuliah di kota. Mereka berfoto untuk dijadikan kenangan sebelum mereka berpisah dengan Ayana.


Semua foto itu dalam postingan slide. Entah mengapa hanya foto Ayana dengan laki-laki itu saja yang membuat Rafael menjadi kesal. Ternyata laki-laki itu berkomentar dalam postingan tersebut. Komentar laki-laki itu seolah menunjukkan ketertarikannya pada Ayana.


“Dengan begini aku pasti bisa mengetahui apa saja yang ada di media sosial miliknya,” ucap Rafael sambil tersenyum puas.


Setelah itu dia melihat semua inbox dari media sosial milik Ayana. Kini Rafael benar-benar seperti seorang suami yang takut istrinya berselingkuh dengan laki-laki lain.


“Sepertinya aku sedang mujur sekarang,” ucap Rafael sambil terkekeh.


Kini dia telah menemukan aplikasi chat versi web milik Ayana. Sepertinya Ayana tadi membukanya dan tidak sempat menutupnya sebelum laptop tersebut mati.


Rafael membaca semua chat milik Ayana. Bahkan ada nama laki-laki yang membuat kesal dirinya. Laki-laki itu setiap hari mengirim pesan pada Ayana. Ada saja yang dibicarakannya melalui pesannya.


Dilihatnya foto profil laki-laki tersebut. Dan dia sangat marah ketika melihat foto laki-laki tersebut sama dengan foto laki-laki yang ada dalam media sosial milik Ayana tadi.


“Sialan nih bocah. Sepertinya dia memang benar-benar suka sama Ayana,” ucap Rafael dengan kesalnya.

__ADS_1


Tiba-tiba ada pesan masuk dan terlihat baru saja dibuka oleh Ayana. Rafael pun tergerak untuk membacanya karena nama si pengirim pesan tersebut adalah Satria.


Ayana, pada hari pertama kamu kuliah, akan aku jemput. Kita akan berangkat bersama, seperti janjiku tadi.


Pesan tersebut membuat Rafael menjadi sangat kesal. Apalagi yang mengirim pesan adalah Satria, teman baiknya. Ditambah lagi pesan balasan dari Ayana yang membuatnya semakin kesal.


Ayana menyetujui Satria yang akan menjemputnya di hari pertamanya kuliah di kampus yang sama dengan mereka.


“Aku tidak akan membiarkan kalian bersama,” ucap Rafael dengan kesalnya.


Sekelebat bayangan Ruby terlintas di pikirannya. Dia lupa jika dia memiliki Ruby yang telah menjadi pacarnya. Menurutnya Ruby lah yang utama untuknya.


Jika teman-temannya mengatakan jika Ruby adalah selingkuhannya, Rafael berkata lain. Menurut Rafael, Ayana lah yang menjadi selingkuhannya, karena Ayana datang setelah dia mempunyai Ruby.


Tok… tok… tok…


Rafael menatap pintu kamarnya yang diketuk oleh seseorang. Kemudian dia berseru,


“Siapa?”


“Bik Darmi,” jawab orang yang mengetuk pintu kamar Rafael.


Rafael berjalan menuju pintu kamarnya. Kemudian dia membuka pintu kamarnya dan berkata,


“Ada apa Bik?”


“Maaf Tuan, saya diminta tolong sama Ayana untuk memanggilkan Tuan. Ada yang perlu ditanyakan. Katanya sih tentang kuliahnya,” ucap Bik Darmi.


“Kenapa dia tidak datang ke sini sendiri Bik?” tanya Rafael sambil mengernyitkan dahinya.


“Mungkin dia tidak berani datang ke kamar laki-laki,” jawab Bik Darmi sambil tersenyum.


“Bilang saja saya sedang tidak bisa ke mana-mana Bik. Suruh dia datang ke sini,” ucap Rafael sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Bik Darmi kembali ke kamar Ayana. Dia menyampaikan apa yang dikatakan oleh Rafael padanya. Tadinya Ayana sangat keberatan jika harus pergi ke kamar Rafael untuk menemuinya. Tapi dia sangat membutuhkan bantuannya. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi menemui Rafael di kamarnya.


__ADS_2