
Pagi hari ini terasa sangat indah dan menyenangkan bagi dua insan yang sedang dimabuk asmara.
Sepasang suami istri itu sedang menikmati waktu kebersamaan mereka yang selama ini mereka lewatkan setelah mereka sudah sah menjadi suami istri.
Tangan Rafael memeluk erat tubuh istrinya yang berada dalam pelukannya. Dan Ayana pun mencari tempat ternyaman baginya. Dia bersandar pada dada bidang suaminya yang seolah melindunginya dari apa pun.
Mereka tidur dengan sangat nyenyak. Hingga fajar menyapa pun mereka masih saja nyenyak dengan tidur mereka yang saling memeluk.
Tiba-tiba tenggorokan Ayana terasa kering, hingga dia terbangun dari tidurnya.
Badan Ayana terasa hangat dan nyaman dalam pelukan suaminya. Hanya saja dia tidak bisa bergerak.
Bagaimana aku bisa bergerak jika Rafael memelukku dengan erat seperti ini? Jika aku bergerak, pasti dia akan terbangun. Bagaimana ini? Apa aku coba untuk pelan-pelan saja ya? Ayana berkata dalam hatinya.
Dia pun bergerak dengan sangat pelan sekali, dia takut jika Rafael terganggu dan terbangun karenanya.
Akhirnya dia bisa sedikit bergerak. Ketika dia akan meraih botol mineral water yang ada di meja dekat ranjangnya, tiba-tiba saja ada yang menarik tubuhnya hingga dia kembali pada posisinya semula.
"Mau ke mana Ay? Di sini saja. Aku tidak ingin kehilanganmu atau jauh darimu," ucap Rafael lirih dengan mata yang masih terpejam.
Kini Ayana kembali dalam pelukan Rafael. Dia belum bisa meredakan rasa kering dalam tenggorokannya sekarang ini.
"Aku cuma mau minum Raf. Tenggorokanku kering sekali," jawab Ayana lirih dan menatap wajah suaminya yang masih memejamkan matanya.
Terdengar dengkuran halus dari bibir suaminya. Entah atas dorongan apa, tiba-tiba Ayana mengecup sekilas bibir suaminya itu.
Hanya sebentar, tapi bisa dirasakan ketulusannya oleh Rafael.
Seketika bibir Rafael melengkung ke atas dan saat itu juga Rafael meraih tengkuk istrinya ketika istrinya itu melepaskan ciumannya.
Rafael meraup bibir istrinya dengan lembut dan penuh cinta. Hingga perasaannya itu tersampaikan pada istrinya.
__ADS_1
Ayana terbuai oleh ciuman dan perasaan yang disalurkan oleh Rafael melalui ciumannya. Sehingga tanpa sadar Ayana melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Rafael padanya.
Ayana membalas ciuman suaminya. Bahkan dia juga melakukan apa saja yang dilakukan suaminya padanya.
Akhirnya kejadian kemarin malam kembali terulang. Pagi ini mereka melakukannya kembali. Ranjang yang mereka tempati kembali memanas. Bahkan dinginnya ruangan itu tidak lagi mereka rasakan.
Setelah kegiatan pagi mereka yang menguras banyak energi, mereka kembali tertidur dengan saling berpelukan dalam satu selimut.
...----------------...
Hari berganti hari sejak menginapnya mereka di hotel waktu itu. Hubungan Rafael dan Ayana semakin lekat layaknya lem yang sangat susah dipisahkan.
Ayana tetap menjadi Ayana seperti yang sebelumnya. Hanya saja kini dia menjadi mahasiswa unggulan. Dia benar-benar membuktikan dirinya bahwa dia patut mendapatkan beasiswa dari universitas tersebut.
Semua itu juga tidak lepas dari dukungan Rafael. Sebagai seorang suami Rafael selalu membantunya dan mendukungnya.
Jujur saja, Ayana sangat terbantu dengan semua yang dilakukan Rafael padanya. Dia sangat bersyukur memiliki Rafael sebagai suaminya.
Begitu pula dengan Satria. Dia harus merelakan cintanya pada Ayana hanya karena Ayana sudah menjadi istri Rafael. Jika Ayana belum menjadi istri Rafael, Satria masih akan terus memperjuangkan cintanya pada Ayana.
Kini Satria sedang duduk di bawah pohon yang ada di taman kampus tersebut. Dia menghela nafasnya seolah memberitahukan tentang perasaannya saat ini.
"Sat, kamu harus tegar Bro. Kita kan sudah pernah bilang waktu itu. Kamu gak percaya sih," ucap Farrel yang tiba-tiba duduk di dekat Satria.
"Cari saja perempuan lainnya. Satria kan cowok idaman dan populer di kampus ini. Jadi tidak mungkin menjadi jomblo seumur hidup," sahut Raka sambil menepuk-nepuk pelan pundak Satria untuk mencoba menghiburnya.
"Iya Sat. Ikhlaskan saja perasaanmu, kami yakin jika kamu akan segera mendapatkan gantinya," tukas Candra menyemangati Satria.
"Sudahlah. Aku sudah mengikhlaskannya. Kalian pergi saja dari sini. Aku hanya ingin sendiri untuk sekarang ini," usir Satria tanpa menoleh pada mereka semua.
Raka, Farrel dan Candra pun saling menatap. Mereka saling menganggukkan kepalanya dan beranjak dari tempat itu.
__ADS_1
"Kami tinggal dulu," ucap Raka sambil memegang pundak Satria.
"Awas jangan bengong di bawah pohon," sahut Raka sambil terkekeh.
"Jangan lama-lama sendirian di sini," tutur Farrel sambil menepuk pundak Satria.
Mereka bertiga meninggalkan Satria yang masih duduk sendiri di bawah pohon tersebut dengan meratapi nasib percintaannya.
Tiba-tiba mata Satria ditutup oleh seseorang. Ada dua tangan yang menutup mata Satria.
"Lepaskan! Aku tidak suka bermain-main," tegas Satria dengan emosi.
Dengan segera kedua tangan itu terlepas dari kedua mata Satria. Orang tersebut duduk tepat di sebelah Satria dan berkata,
"Hai Satria. Kenapa sendirian? Ruby temani ya," ucap orang tersebut dengan suara manjanya dan tersenyum semanis mungkin.
Tanpa menoleh ke arah sampingnya, Satria berkata dengan sinisnya,
"Kamu atau aku yang pergi dari tempat ini?"
Mendengar perkataan Satria yang tidak ramah padanya, Ruby semakin berusaha merayunya.
"Satria, bagaimana kalau kita jalan atau makan siang bersama?" ajak Ruby dengan manjanya dan merangkul lengan Satria tanpa permisi padanya.
Dengan segera Satria menghempaskan tangan Ruby dari lengannya. Dia menatap tajam pada Ruby. Kemudian dia meninggalkan tempat tersebut meskipun Ruby memanggilnya dan memohon padanya agar menunggunya.
Satria tidak mau mendengarkan Ruby. Dia tetap berjalan meninggalkannya meskipun kini dia sedang berusaha mengejar Satria dan memanggilnya.
Dengan langkah lebarnya itu Satria mampu meninggalkan Ruby yang tidak bisa berjalan dengan cepat karena high heels yang dipakainya.
"Huuufffttt… kemana dia? Kenapa aku bisa kehilangan jejaknya. Bagaimana ini? Aku harus mendekati siapa lagi jika gagal mendekati Satria?" gumam Ruby dengan nafas yang terengah-engah dan matanya mengelilingi sekitarnya untuk mencari sosok Satria.
__ADS_1