
Tangan Ayana dan Rafael selalu bergandengan ketika mereka berjalan di sebuah Mall ternama di kota itu.
Rafael membawa laptop milik Ayana untuk diservis di counter milik teman Rafael.
"Ay, kamu duduk di situ dulu ya. Aku akan membawa laptop ini masuk," ucap Rafael sambil mendudukkan Ayana di ruang tunggu.
Merasa sedikit canggung di antara orang yang sedang duduk di sana, sontak saja Ayana berkata,
"Loh Raf, kenapa kamu harus ikut?"
Rafael tersenyum dan dia kembali mendekati Ayana. Kemudian dia berbisik,
"Teknisinya itu temanku Ay. Dan aku tidak mau dia melihat semua foto cantikmu yang ada di dalam laptop ini."
Seketika wajah Ayana bersemu merah. Dia kembali malu hanya karena ucapan Rafael.
Tidak mau lagi membuang waktunya, Rafael segera masuk ke dalam ruangan teknisi meninggalkan Ayana yang masih menundukkan kepalanya karena malu.
"Siapa perempuan itu Raf? Sepupu kamu? Kenalin dong, mumpung aku lagi jomblo," ucap Juno sambil terkekeh.
Rafael menoyor kepala Juno dan berkata,
"Enak aja. Dia milikku. Jangan macam-macam."
Juno mengernyitkan dahinya. Dia merasa aneh mendengar apa yang dikatakan oleh Rafael.
"Maksudnya Raf?" tanya Juno dengan rasa ingin tahunya.
"Dia istriku. Jadi kamu jangan macam-macam padanya. Cepat selesaikan ini. Kasihan dia menunggu sendirian di depan," jawab Rafael sambil melihat ke arah Ayana yang juga sedang melihat ke arahnya.
"Istri? Serius? Bukannya pacar kamu itu Ruby yang pernah kamu bawa ke acara reuni waktu itu?" tanya Juno uang seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Aku sudah menikah dengan Ayana. Dan aku sudah tidak ada hubungannya dengan Ruby. Kalau kamu mau, ambil aja dia," sahut Rafael sambil membuka laptop milik Ayana di hadapan Juno.
Seketika Juno menoleh ke arah Rafael. Dia tersenyum lebar seraya berkata,
"Istrimu?"
Sontak saja Rafael menoyor kembali kepala Juno. Kemudian dia berkata,
"Enak saja. Ruby saja untukmu. Aku ikhlas, benar-benar ikhlas kok kalau kamu mau."
"Ogah. Cewek matre macam dia bikin kantong kempes aja," sahut Juno sambil mencoba menyalakan laptop milik Ayana.
"Kok kamu tau?" tanya Rafael sambil mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Kamu aja yang bego'. Mau aja dikadalin sama cewek modelan seperti itu," jawab Juno sambil terkekeh.
Tiba-tiba mata Juno terbelalak ketika laptop Ayana sudah menyala. Bibir Juno melengkung ke atas. Kemudian dia berkata,
"Ini siapa Raf, kenalin dong. Cantik banget. Natural, alami cantiknya."
Seketika Rafael menutup laptop tersebut. Dengan wajah kesalnya dia berkata,
"Dia istriku. Dan sudah aku duga jika kamu akan seperti ini. Makanya aku ikut ke dalam sini. Aku gak mau diam-diam kamu mengagumi foto-foto istriku."
"Eh beneran dia istrimu yang sedang duduk di depan? Wah, selamat ya Raf. Aku sekarang iri padamu karena mendapatkan istri yang benar-benar cantik. Tidak seperti Ruby yang semua ada di dirinya itu kebohongan," tukas Juno sambil menepuk-nepuk lirih pundak Rafael.
"Sudah, aku gak mau bahas itu lagi. Lebih baik aku pergi sekarang," ucap Rafael sambil membawa laptop milik Ayana.
Tangan Juno menarik tangan Rafael bermaksud menghentikan Rafael yang akan meninggalkannya seraya berkata,
"Laptopnya Raf, kenapa dibawa lagi?"
Rafael menoleh kembali pada Juno dan berkata,
"Gak jadi. Daripada kamu macam-macam sama foto-foto istriku, lebih baik dia ku belikan laptop baru saja."
Juno terkekeh seraya menggelengkan kepalanya melihat tingkah temannya yang sedang cemburu layaknya remaja yang baru saja mengenal cinta.
Terlihat dari tempat Juno saat ini, Rafael mengajak Ayana meninggalkan tempat tersebut dan berjalan dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Ayana.
Rafael mengajak Ayana berjalan menuju counter besar yang menjual beberapa merk laptop.
Di sana Rafael memilih laptop keluaran terbaru yang akan dibelinya untuk Ayana.
"Yang ini saja," ucap Rafael sambil menunjuk laptop yang akan dibelinya.
"Baik Pak. Silahkan ditunggu sebentar. Saya akan mengambilnya," tukas penjaga toko tersebut.
Ayana menarik-narik tangan Rafael dan berkata,
"Raf, kenapa harus beli laptop? Memangnya laptopku sudah tidak bisa diperbaiki?"
"Ay, kamu sudah janji tidak akan menolaknya. Laptopmu masih bisa diperbaiki, tapi tidak sekarang. Nanti saja diperbaikinya," jawab Rafael sambil merangkul pundak istrinya.
"Tapi Raf, laptop itu sangat mahal. Mendingan aku pakai laptop milikmu saja. Batalkan saja Raf itu laptopnya," ucap Ayana yang tidak setuju membeli laptop mahal untuknya.
Rafael tersenyum dan mempererat rangkulan tangannya. Dagunya diletakkan di atas kepala istrinya karena gemas pada istrinya yang bersikap kebalikan dari Ruby.
Tiba-tiba saja Rafael teringat akan Ruby. Dalam hatinya dia berkata,
__ADS_1
Seandainya itu Ruby, sudah pasti dia tidak akan menolaknya. Malah dia meminta yang paling mahal.
Setelah Rafael melihat laptop yang akan dibelinya, dia membayar laptop tersebut tanpa mendengarkan suara keberatan dari istrinya.
"Udah yuk… jalan," ucap Rafael sambil tersenyum geli menarik tangan Ayana yang tidak mau beranjak keluar dari counter tersebut.
"Balikin Raf, aku gak mau itu," rengek Ayana sambil menarik-narik lengan baju Rafael.
"Ay, malu tuh dilihat orang-orang. Dikiranya kamu nangis karena minta dibelikan mainan," tukas Rafael sambil terkekeh.
Seketika Ayana melingkarkan tangannya pada lengan Rafael dan berkata,
"Ayo Raf kita pergi."
Rafael terkekeh melihat perubahan sikap istrinya. Rafael sangat senang hari-harinya yang semakin berwarna karena istrinya.
Perlahan Rafael melepaskan tangan Ayana yang melingkar di lengannya. Kemudian dia melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya, sehingga terlihat sekali jika mereka pasangan yang sangat romantis dan bahagia.
Tiba-tiba Rafael masuk ke dalam toko dan memilih-milih topi. Kemudian dia mencoba topi tersebut dan memakaikan topi yang sama dengannya pada Ayana.
"Kita beli ini yuk Ay, biar punya barang couple," ucap Rafael sambil terkekeh.
Ayana hanya diam dan melongo melihat tingkah suaminya yang tidak seperti biasanya. Dia tidak mengira jika suaminya mau menggunakan barang couple. Dan perlakuan Rafael itu membuat hati Ayana berbunga-bunga. Meskipun hanya sebuah topi, bagi Ayana itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan keseriusan Rafael padanya.
"Ay, mau nonton gak? Mumpung kita lagi di sini," ajak Rafael ketika mereka berjalan keluar dari toko tersebut.
"Mau sih Raf, tapi ini laptopnya gimana?" tanya Ayana dengan wajah bingungnya.
"Kita taruh di mobil dulu yuk," jawab Rafael dengan entengnya.
Ayana pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya untuk menyetujui permintaan suaminya.
Mereka pun bergegas menuju parkir mobil dan meletakkan laptop baru serta laptop lama milik Ayana di dalam mobil Rafael.
Setelah membeli tiket untuk menonton film yang akan mereka tonton, Rafael membeli makanan dan minuman yang akan mereka bawa untuk bekal melihat film nanti.
Hanya menunggu sekitar sepuluh menit saja, pintu teater sudah dibuka. Rafael pun segera menggandeng Ayana dan mengajaknya untuk masuk ke dalam sana.
Sesuai dengan tempat duduk yang mereka pilih, Rafael dan Ayana duduk berdampingan.
Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kedatangan seorang wanita yang bergelayut manja pada lengan seorang pria dan duduk di sebelah Ayana dengan jarak satu kursi.
Seketika Rafael dan Ayana menutupi wajah menggunakan topi couple yang mereka pakai hingga menutupi wajah mereka.
"Ay, jangan sampai dia tau jika kita duduk di sebelahnya," bisik Rafael di telinga Ayana.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu cemburu?" Ayana balas berbisik di telinga Rafael.
"Bukan itu. Aku hanya tidak mau dia mengganggu acara kita," bisik Rafael kembali di telinga Ayana.