
Hari ini desa Pakis Rejo mendadak ramai. Banyak warga keluar rumah hanya untuk menyaksikan dan mencari tahu kebenaran tentang penemuan anggota tubuh manusia yang sudah di awetkan. Pergelangan tangan dan juga sebuah potongan telinga manusia di bungkus kain kafan dan dimasukan ke sebuah kotak kayu di temukan tergeletak di semak-semak yang cukup rimbun di pemakaman. Potongan anggota tubuh manusia yang sepertinya sengaja di ambil dari mayat yang baru mati dan digunakan sebagai sarana belajar ilmu hitam tergeletak begitu saja di tanah. Mungkin karena saking takutnya pelaku mutilasi tersebut melihat masa yang berkumpul di pemakaman untuk menyelidiki tentang sosok mencurigakan yang kerap muncul di lokasi kejadian bunuh diri. Dimana orang sekitar tak ada yang pernah datang ketempat itu lagi semenjak pelaku bunuh diri meneror seluruh warga dan sering meminta tolong pada orang-orang yang ia temui.
"Kamu ndak usah ikut-ikutan kesana ya, Nduk." pinta Ibu padaku setelah aku menyelesaikan makan siangku.
"Tapi Minah penasaran, Bu." bantahku membuat raut wajah Ibu berubah.
"Kamu ndak mikir, apa? Bagaimana kalau ternyata kemarin pelakunya lihat kamu ngumpet, terus liat mukamu. Apa kamu ndak takut jadi sasaran selanjutnya, hah?" ucap Ibu sambil melotot dan berkacak pinggang. Aku tahu bahwa Ibu sangat khawatir kalau terjadi apa-apa padaku.
________________
"Budhe, sehat?" tanyaku saat melihat Yu Siti berjalan tertatih kerumah.
"Alhamdulillah, Nduk. Ibumu ono?
__ADS_1
"Ada, Budhe. Masuk saja." ucapku mempersilahkan Budhe Siti untuk kedalam.
Sementara itu aku tetao duduk-duduk di depan rumah berharap ada Atun lewat untuk membawa kabar. Akan ku suruh dia mampir kerumah dan kutanya apapun yang ia lihat di sana.
"Minah."
Ah, akhirnya yang ku tunggu-tunggu datang juga. Atun berlarian menghampiri sambil tersenyum seolah tanpa beban pikiran. Memang anak satu ini selalu ceria seperti tanpa beban.
"Biasa." jawabnya singkat.
"Ada apa disana?" saking penasarannya aku beranikan diri untuk mencari tahu kabar selanjutnya dari kasus ini.
Atun menceritakan apa saja yang terjadi di makam. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa potongan tubuh itu benar milik Mas Samsul. Tadi beberapa warga di minta untuk mengembalikan potongan tersebut ke dalam makam Mas Samsul menguburkannya kembali dengan layak. Meskipun tubuhnya sudah mulai membusuk, namun Pak Sukma meminta warga untuk tetao mengembalikan potongan tubuh yang di temukan ke pemiliknya. Istri Pak Dayat menangis histeris saat hasil pemeriksaan keluar menunjukan bahwa semua itu benar milik Samsul.
__ADS_1
Kini polisi sedang mengembangkan kasus dan mencari keberadaan sosok laki-laki yang sempat ku lihat meskipun tidak jelas karena dia memakai penutup kepala.
"Lagian ngapain kamu ndak ikut lihat sendiri sih." gerutu Atun saat ku tanya secara oanjang lebar dan mendetaill tentang kejadian di makam.
____________
Malam ini di adakan pengajian dan tahlilan untuk mendoakan arwah Mas Samsul supaya tenang dan arwahnya di terima di sisi sang pencipta.
"Mudah-mudahan sudah ndak ganggu lagi ya, Bu." ucapku pada Ibu.
"Iya, Nduk. Kan sudah di ngajiin, ya." aku mengangguk. Semoga benar adanya. Teror ini akan segera berakhir dan kami lara warga desa akan kembali hidup normal seperti sebelumnya.
Semenjak pelaku masih buron karena belum juga ditangkap, kami warga desa kembali sepi. Mereka takut akan munculnya kembali korban yang lainnya karena pelaku masih bersembunyi.
__ADS_1