
Gubbrraakkk ...
Semua orang yang berada di dalam rumah berlarian ke luar mencari asal suara. Di sana, Kang Nandar sedang duduk bersandar pada pintu kayu dan menghantam dinding yang juga terbuat dari kayu.
"Ono opo, Kang?"
Tangan Kang Nandar menunjuk ke tungku yang terbuat dari tumpukan bata merah di belakang rumah. Namun tak ada siapa-siapa disana. Hanya ada tungku yang menyala dengan api yang berkobar. Air pada panci juga sudah matang. Berkali-kali Kang Nandar mengucapkan Istighfar. Wajah ketakutannya tak bisa disembunyikan.
_________________
__ADS_1
Cerita tentang munculnya sosok menyerupai Kang Min langsung tersebar ke seluruh penjuru desa. Apalagi setan itu turut membantu memasak air untuk minum tamu yang akan mengaji.
"Aku ndak tau kalau ternyata dia bukan Kang Min." ucap Kang Nandar menceritakan kisahnya yang di temani setan menyerupai Kang Min.
"La kok bisa? Apa sampeyan ndak lihat pas Kang Min palsu itu datang?"
Kang Min palsu itu sudah duduk di bale membelakangi saya."
"Memangnya sampeyan ndak curiga sama sekali sebelumnya? para warga mengintrogasi Kang Nandar untuk mengobati rasa penasarannya.
__ADS_1
"Awalnya saya tidak curiga, tapi lama-lama saya curiga juga. Masa dari pertama saya datang dia diam saja. Biasanya kalau Kang Min kan selalu banyak bicara. Bahkan selalu mengajak bercerita sama saya. Itu tumben dia diam saja. Duduk juga membelakangi terus. Pas saya mintain tolong buat jagain air biar apinya ndak mati, dia juga cuma mengangguk. Tidak ada jawabannya." Kang Nandar mengusap tengkuk lehernya manakala menceritakan kejadian kemarin malam di rumah Pak Dayat. Di hari ke empat puluh kematian Mas Samsul pun teror juga masih ada. Warga berharap, semoga malam nanti sudah tidak ada gangguan dan teror lagi.
Siang ini Bapak berniat untuk menjual seluruh kerbau milik almarhum Kang Tejo. Yu Tarni meminta untuk menjual seluruhnya karena tak ada lagi yang sanggup merawat dan mencarikan rumput untuk pakan-pakan kerbaunya. Yu Tarni, kakak dari Kang Tejo hanya bermalam sampai malam kedua saja dirumah adiknya. Beliau tak kuat menghadapi teror yang juga menyerang beliau. Suara ketukan yang hampir dua malam beliau selalu rasakan. Meskipun ada beberapa orang yang melek untuk berjaga selama tujuh hari menemani beliau, namun sama saja setiap malam sosok itu mendatanginya hingga ke dalam kamar.
"Aku njaluk tulung tenanan yo, Kus." Bapak mengangguk manakala diminta bantuan untuk menjual seluruh kerbaunya.
___________
Hasil otopsi sudah keluar hasilnya. Beberapa polisi sudah datang ke tempat Pak Kades untuk memberikan hasil otopsi. Dan benar saja, mayat itu adalah Mas Udin anak Pak Lurah. Pak Lurah begitu histeris mengetahui anaknya kembali sudah menjadi jenazah. Apalagi selama ini Mas Udin selalu bilang kalau dia bekerja di luar kota sehingga tak bisa sering pulang. Setelah di telusuri, ternyata Mas Udin selama ini sudah pulang dari kota dan tinggal di hutan dekat desa kami. Selama ini dia mempelajari ilmu yang dia dapat dari seseorang untuk menjadikannya kuat, kebal dengan senjata, dan juga kaya raya. Terbukti memang sekarang Mas Udin sering si puja-puja banyak orang karena kesuksesannya di usia muda. Apalagi soal rumor Mas Udin berhasil merebut Mbak Ayu dari Mas Samsul. Mbak Ayu yang dulunya gadis sopan, lugu dan polos bisa Mas Udin sulap menjadi wanita yang cantik, modis dan memiliki banyak barang-barang bagus yang Mas Udin beri dari kota.
__ADS_1